
Sret.
Liu bangkit dan menahan kaki tengkorak super besar itu!
‘PYUH, UNTUNG NGGAK GEPENG!’ Liu tak percaya, ia kuat menahan injakan monster super besar ini!
“….” Ying tak terlalu kaget, ia masih merasakan aura pemuda itu sih.
“AKU TAHU PERASAANMU! DIKUCILKAN, TIDAK DIPEDULIKAN, MERASA KOSONG!”
“KAMU BISA MENERIMA DIRIMU APA ADANYA DAN BAHAGIA!”
“Groaa….” Erangan monster tengkorak itu tak seganas biasanya. Ada apakah gerangan?
“Pa- Pasti berat ya?” LIu menatap ke atas, dari sela-sela kaki, menuju wajah tak bereskpresi sang monster.
‘Groa… gro- aa….”
“SRRRK!” Liu menahan ingusnya agak tak keluar, mengatakan sepenuh hati lebih menguras batin dan jiwa raga. Jadi tidak masalah tidak terlihat keren juga.
Tak perlu didramatisir. Liu sendiri merasakan kehampaan yang berarti ketika tahu tak bisa jadi pendekar. Semangatnya tidak padam bahkan sampai kematian menjemput sekalipun.
Keraguan, kesedihan akan penolakan orang tentu saja membekas, mudah bagi Liu untuk percaya dan tinggal dalam keterpurukan. Namun Kakek An menyelamatkannya dari hal itu.
“TIDAK PERLU PERCAYA PADAKU, PERCAYA PADA DIRIMU SENDIRI!”
“Groa- grrrooooaaa…..”
‘A- aura Qi-nya.’ Putri es tak percaya, kenapa bisa?
“Diri sendir-ri….”
Shhh….
Bongkahan tengkorak super besar itu perlahan menghilang jadi aura hitam, tepat setelah sang monster mengatakan sesuatu.
Liu menggosok matanya. Maaf ia baperan, tapi rasanya tak salah juga saling berbagi perasaan seperti ini.
BRUAGH!
Putri pendekar api akhirnya keluar!
“Huh! Masih sempat.” Ia pikir bakal kekubur hidup-hidup tafi.
‘Bagaimana mungkin?’ Pertanyaan yang klise, tapi pada kenyataannya benar-benar ditanyakan sang putri es.
Liu terdiam. Entah mengapa ia masih terbawa perasaan, ia butuh waktu tenang.
“Eh, mana musuhnya?” Shuwan celingak-celinguk, tapi tetap tak melihat musuhnya juga.
“Kalah.” Ying menjelaskan.
“Apa? Bukannya musuhnya kuat ya!?” Shuwan tak percaya, tapi ia sudah lihat buktinya sih.
[Sistem kembali….]
[Ada yang bisa sistem bantu Tuan?]
‘Aku tak nyangka bacot no jutsa ku berhasil.’ Liu sendiri tak percaya. Musuhnya kalah hanya dengan perkataan!
[Apa terjadi sesuatu Tuan?]
‘Iya sih, tapi kuyakin kamu sudah tahu.’
Sistemnya hanya istirahat, bukan benar-benar hilang juga sih.
[Menganalisis… musuh Alam Monster tingkat 8 sudah dikalahkan….]
[Skeleton
Jenis: Tengkorak Polos
Status: Penjaga Kubur Alam Monster Tingkat 7
Deteksi Elemen: AKTIF
Kesehatan: ?
Kekayaaan: Tidak ada kekayaan yang dibawa mati.
__ADS_1
Level kekuatan: 20
Tingkat bahaya: Membingungkan
Kemampuan Khusus: Setiap kalah akan semakin bertambah kuat.
Catatan: Kalahkan dia dengan perkataan tekad dan hati tulus. ]
‘Yah kalau tahu dari awal sih bagus ya….’ Liu terdiam, tapi pengalaman yang terjadi tidak sia-sia juga.
Bahkan monster pun punya sisi lain yang tidak terduga sama hal dengan manusia.
Alam ini penuh misteri yah?
[Sistem terkesan tuan bisa mengalahkannya sendiri]
‘Terima kasih sistem.’ Dapat pujian dari sistem tidak buruk juga, Liu tak sadar senyum sendiri.
[Hadiah kemandirian… level up +10]
‘Hah? Kamu yakin sistem?’ Itu level yang banyak lho!
Dulu demi naik level ia ngesot parah, namun kali ini malah secepat ini. Beneran no tipu-tipu nih?
[Benar Tuan]
‘Wah sistem kamu yang terbaik!’
***
Sementara itu Liu dan yang lain istirahat sejenak sembari ngobrol santai.
Yah meski masih di alam monster tapi tak ada salahnya juga menikmati prosesnya.
‘Kenapa kuburan semua ya?’ Liu heran, sejauh mata memandang hanya terdapat area pekuburan luas yang tidak terukur.
“Hantuuuuu~” Shuwan suka cerita horor.
“Hi!” Tak sadar Yin memepet Liu.
Ying terdiam. Kalau saja pemuda itu tidak ngobrol santuy dengan monster tadi, pasti keadaannya bisa makin gawat.
Tapi ada kalanya bicara juga penting. Ia belajar sesuatu darinya.
‘Tapi kenapa cara tadi bisa berhasil ya?’ Liu masih belum percaya. Apa monster juga punya sisi lain?
[Benar Tuan, tapi kebanyakan diantara mereka itu jahat]
Dewi Fortuna ada dipihaknya!
Liu memerhatikan sekitarnya, sejauh ini terasa hening dan damai. Yah tipikal suasana kuburan pada umumnya.
Jadi santai saja nih?
BUM!
‘YAH NGGAK BISA SANTAI LAMA SIH’ Ada ledakan dari jauh, entah apa sebabnya Liu tak heran. Suka-suka alam monster ajalah.
“Hantuuu~”
“HIII!” Yin malah makin ketakutan.
‘Se-sesak….’
***
[Area ledakan, Kuburan Tak Berujung, Alam Monster Tingkat 7]
Sebuah lubang menganga hadir di depan mata mereka. Sepertiya ada objek yang menghantam tanah sampai berlubang begini.
‘Tidak sopan sih ngirim meteor, atau apapun ke daerah kuburan begini….’ Yah banyak peristirahatan orang hancur kalau begini.
Ying dan Shuwan terdiam, mereka tidak melihat benda asing ditengah lubang menganga itu sih.
“Ah, cuman fenomena alam biasa!” Shuwan menolak pinggang. Tak ada yang perlu dikhawatirkan sih ini.
‘IYA SIH.’ Liu terdiam, tapi pasti ada hal masuk akal yang bisa ngejelasin hal ini!
Nggak mungkin alam iseng ngebuat ledakan demi menarik perhatian ‘kan?
__ADS_1
‘Eh bentar.’ Liu segera turun ke bawah, dan memungut secarik kertas!
Ada tulisannya, langsung baca ajalah.
-Terima kasih sudah membebaskan jiwa kami. Pasti kalian bingung mau apa sesudah ini ‘kan? Maka dari itu kami menarik perhatian kalian!….-
‘EH IYA MENARIK PERHATIAN DONG.’
‘Weh, panjang.’
Liu menarik nafas dan pikiran, balik lagi baca dong.
-Alam ini disebut ‘alam peristirahatan’ kalian tidak akan menemukan apapun selain kuburan di sini….-
‘Sudah kuduga!’ Alam monster lebih unik yang dari yang ia kira.
‘Setelah menenangkan kami. Terimalah hadiah ini….’
SRING!
“SILAU!” Baru selesai baca sinar putih terang tiba-tiba muncul dan menyakitkan mata!
Liu membuka sebelah matanya, kertas tadi bukan bom ‘kan? Ia belum mati ‘kan?
Ia sedikit curiga, akhir-akhir ini hal aneh terjadi sih, mengingatkannya pada tragedi cacing.
Sret.
‘Buku?’ Buku tebal dipegangnya. Yah untungnya bukan bom.
‘Aku dapat hadiah dari monster tengkorak?’
KAPAN LAGI DAPAT HADIAH DARI MUSUH? HEHE….
“Kitab Immortal.”
‘Immortal?’ Liu terdiam, ia sudah mengerti bahasa asing jadi tahu apa maksudnya.
[Hebat Tuan, Tuan dapat Kitab Tingkat Langit]
‘Eh ini kitab itu?’
[Benar Tuan, jika dikuasai tentu Tuan bisa jadi yang terhebat di dunia]
Kenapa monster punya kitab ini? Dan kenapa diberikan?
Liu masih curiga, ia tidak boleh lengah sedikitpun. Kadang kenyataan indah juga bisa menipu sih.
[Ini kitab asli, tak perlu khawatir Tuan. Ras monster mempercayakannya pada Tuan]
‘Masa sih?’
[TUAN PERCAYA DONG]
‘Wah, iya iya….’ Sistemnya jadi marah sekarang.
‘Pastiin dulu ah.’
“KITAB TINGKAT LANGIT!? MANTAP!” Gadis pirang melihatnya dengan mata berbinar.
“Simpan. Jangan biarkan musuh mengambilnya.” Ying menatap dingin. Ia tahu banyak soal kitab tingkat langit, buku itu sangat berharga bahkan setara dengan senjata pusaka.
‘He-hebat.’ Yin tak percaya bisa lihat dengan mata kepalanya sendiri. Rekannya sungguh keren!
‘EH ASLI.’
[….]
Dengan penuh kewaspadaan Liu membacanya, dan belum 15 detik, ia sudah tamat baca beribu-ribu lembar isi buku itu.
“Dah lah.” Liu buang lagi kitab itu.
“EEEEH?” Ketiga gadis itu tak percaya.
“Eh kenapa?” Liu sudah tamat baca, untuk apa disimpan terus? Memegangnya saja sudah berat lho.
“MENARIK!” Shuwan menepuk-nepuk pundak Liu.
‘Dia tidak butuh?’ Ying terdiam, baru kali ini melihat orang yang masa bodoh soal kitab tingkat langit.
__ADS_1