Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Emosi Nih


__ADS_3

"Sepertinya kau jujur."


'Percaya?' Liu pikir dia akan setuju dan lanjut baku hantam.


Pria tua dewa itu terdiam lagi, tujuannya awalnya sederhana, yakni memusnahkan makhluk yang melanggar aturan.


Namun setelah bertarung singkat, ia lebih mengerti lagi apa maksud pemuda ini.


Seperti yang telah dikatakan, kekuatannya bicara lebih keras dibanding perkataannya.


Kecil kemungkinan makhkluk yang bisa bertahan bertarung dengan dewa bohong.


'Dia berubah pikiran?' Liu tak menyangka sih.


"Apa kakek tidak akan terkena masalah?" Liu agak khawatir.


Yah bukannya dewa adalah sosok yang akan selalu menuntaskan tujuannya? Dia seharusnya mengakhirinya bukan?


"...." Dewa terdiam, makhluk satu ini memanggilnya seenak jidatnya saja.


Yah, dewa paham apa yang dikhawatirkan pemuda ini juga sih.


Sudah sapatutnya ia membinasakan pemuda ini sih.


Pada kenyataannya ada pengecualian!


Dewa bisa mengubah haluan dan strateginya sesuai kondisi! Dengan kata lain, tindakanya ini fleksibel!


Pria tua dewa ini tidak merasakan adanya penurunan energi dari pemuda ini. Malahan kenyataannya sebaliknya, semakin lama energinya malah semakin besar.


Rasanya seperti dipermainkan, namun untung dewa sabar.


Tidak ada gunanya meneruskan pertarungan kalau hanya buang-buang waktu saja.


Dewa makhluk yang sibuk juga lho.


"Khawatirkan saja dirimu sendiri, nak." Pria tua berjanggut itu menatap serius.


'Nak?' Kenapa panggilan untuk orang dekat begitu?


Yah inilah keputusan dewa, ia menganggap pemuda ini layak menerima sebutan begitu, mengingat dia sudah membuktikan dirinya.


Shhh....


Akhirnya pelindung lapisan kekuatan pun perlahan menghilang, yang menandakan berakhir sudah pertarungan mereka.


'....' Liu tidak menyangka bakal anti-******* begini, tapi yah bagus juga berakhir begini.


Menyelesaikan secara kekeluargaan lebih baik daripada dengan kekerasan.


[Tapi bukannya tidak seru buat yang baca Tuan?] Sistem inginnya baku hantam.


'BACA APAAN?' Liu terdiam, ia tak paham sama maksud sistemnya.


Akhirnya Liu mendiskusikan ini lebih lanjut dengan sang dewa.


"Jadi gimana kek dewa?" Apakah setelah ini ia bisa langsung ke alam dewa?


"Kau sudah berada di alam dewa." Dewa terlihat heran.


"Ah maksudnya alam dewa tinggi?"


'SISTEM KAMU JELASIN TINGKATAN ALAM ATAU APA KEK!' Kenapa sistemnya nggak ngasih tahu sih!?


[Sistem masih butuh penyesuaian Tuan] Yah sistem tidak bisa langsung tahu semua hal juga sih.


Yang pasti alam dewa terdiri dari beberapa tingkatan, itulah pengetahuan dasar yang penting.


Pria tua dewa terdiam, ia mengerti apa yang dimaksud pemuda ini.


Kekuatannya memang sudah tidak relevan dengan alam ini.


Pantas saja pemuda ini ingin pindah tingkatan alam dewa.


Ada ancaman di alam dewa, huh?


Pria tua dewa berpikir sekali lagi, ia tidak merasakan hawa jahat apapun dari pemuda ini.

__ADS_1


Yang itu berarti kemungkinan besar dia bukanlah makhluk jahat.


Seperti biasa, para dewa punya insting tajam dalam menilai makhluk lain, namun ada kemungkinan instingnya meleset. Tergantung dari tingkatan dewa tersendiri juga.


Tapi apakah membiarkan pemuda asing dengan kekuatan sebesar ini di alam dewa adalah pilihan baik?


Dewa pengawas gladiator alam dewa awal terdiam.


Bagaimana kalau yang dikatakannya itu hanyalah kebohongan belaka dan nyatanya dia sendiri yang berniat mengacau di alam dewa?


Yah dengan kekuatannya yang sekarang, bukan tidak mungkin pemuda ini melumpuhkan banyak makhluk setengah dewa sekaligus.


Dan itu adalah ancaman tersendiri bagi alam dewa bilamana pemuda ini adalah serigala berbulu domba.


'Mikir lagi?' Liu terdiam, tak heran sang dewa adalah pemikir handal!


Tapi apa jadinya kalau apa yang dikatakannya benar?


Apa yang terjadi kalau dia tidak ke alam dewa tingkat selanjutnya dan menghentikan musuh yang disebutnya?


Akankah alam dewa bergoncang hebat seperti yang dikatakannya?


Pria tua dewa tidak punya alasan kuat untuk membantunya selain dari bukti kekuatan pemuda ini.


Risiko untuk mencegah atau membiarkannya sama-sama besar.


Jadi apakah yang akan dilakukan sang dewa?


'MIKIR BRUTAL?' Tak disangka dewa malah melamun lagi!


Jadi bakal dibantuin nggak ya?


Liu hanya bisa menunggu keputusan sang dewa.


[Semoga saja tidak]


'KAMU MALAH BEGITU.' Sistemnya kadang-kadang.


Yah mau bagaimana lagi sistem masih ingin beraksi sih.


'Baiklah?' Baiklah setuju atau menolak? Agak gantung sih.


"Kau ingin tahu jalan ke alam dewa?"


'WOH!' Kalau begini baiklah setuju dong!


"Benar kek." Liu tak sabar ingin mendengar solusinya!


"...." Sang dewa terdiam, ia pun berjalan mendekat, dari tadi mereka mengobrol berjauhan sih.


Ia sudah percaya pada pemuda itu juga.


Liu terdiam, dewa mendekat, ia tidak melonggarkan kewaspadaannya.


"TUAN!" Tiba-tiba ada suara perempuan dari kejauhan!


Suara yang tak asing, suara ini....


"Nona Yahuan!?" Kenapa beliau di sini!?


Dengan cepat Yahuan berdiri di samping Liu.


Yahuan tidak bisa menahan dirinya untuk tidak masuk ke arena ini.


Tepat setelah energi penghalang menghilang, ia langsung ngebut ke sini deh.


'Kenapa nona?' Liu terdiam, nona rambut merah satu ini terlihat begitu cemas dan gugup.


Yah wajar saja karena ia baru pertama kali bertemu dewa selama karirnya menjadi makhluk setengah dewa sih.


Tapi bukan karena hal itu ia datang! Melainkan karena ingin berada di sisi pemuda yang satu ini!


Namun apa daya aura dewa terlalu kuat untuk ditangani makhluk sepertinya, yang akhirnya ia pun tersungkur.


"...." Dewa terdiam, ia tidak penasaran siapa gadis merah satu ini, namun yang pasti dewa tahu rahasianya.


"Kau tidak layak." Pria tua berjanggut menatap tajam, itu berarti gadis ini adalah penyusup yang harus dimusnahkan.

__ADS_1


Sret.


Dengan cepat Liu berdiri di depan gadis merah ini.


"Kau?" Dewa tidak peduli ada hubungan apa pemuda dan gadis ini, tapi kenapa dia menghalanginya?


"...." Yahuan sadar kekuatan yang dipinjamnya sudah tidak berlaku lagi.


Meskipun begitu ia tetap gegabah pergi ke tempat ini.


Yah Yahuan sebenarnya sadar diri saja sih.


Toh mau sembunyi ia sudah menyusup ke alam ini pun tetap saja akan ketahuan nantinya.


Ia tidak bisa sembunyi dari dewa.


Liu terdiam, ini salahnya. Ia terlalu fokus menggunakan kekuatannya tadi sampai-sampai kekuatannya yang ada pada Nona Yahuan terambil kembali.


Hal yang sama ketika di pintu gerbang terulang kembali. Nona Yahuan benar-benar ditolak di alam ini.


Di sisi lain Yahuan sadar, berkat kekuatan pemuda inilah yang membuatnya bisa berbaur dan melihat pertarungan hebat di alam ini.


Yang pada kenyataannya ia seharusnya ditolak dan diusir, tidak pantas menginjakkan kaki di tempat ini.


Yahuan tetap tersungkur, kekuatannya seolah hilang begitu saja, ia benar-benar tidak tahan berada dekat dewa.


Inilah yang jadi alasan mengapa makhluk setengah dewa harus benar-benar membuktikan dirinya. Pasalnya mereka tidak akan berguna kalau tidak tahan berada dekat tuannya sendiri.


Kekuatan senjata pusaka haruslah bisa mengikuti standar dewa itu sendiri.


DEG... DEG...


Perasaannya tidak karuan, Yahuan benar-benar tidak berdaya. Tidak hanya tubuhnya yang jadi lemah, mentalnya juga sama jatuhnya.


Inilah akibat memaksakan diri ketika tidak layak, dan sejujurnya ia sendiri tidak yakin kapan dirinya bisa disebut 'layak'.


Namun kenyataan tidak membuatnya berhenti, malahan ia sendiri menghadapinya dengan berani.


Dengan cepat Liu mengulurkan tangannya. Yahuan masih kuat mengangkat kepalanya, dan ia menerima uluran tangan pemuda itu.


Sring.


Dan seketika itu juga tubuh gadis itu bersinar kebiruan.


"!" Entah kenapa tubuhnya yang lemas tiba-tiba jadi kuat lagi!


Kini ia bisa berdiri tegap dan bahkan melihat langsung dewa!


"...." Dewa pria tua terdiam, tak disangka pemuda ini bisa mentransferkan kekuatannya.


Sebuah kemampuan langka yang sangat berguna dan sekaligus merepotkan bagi musuh.


Pemuda ini bukan makhluk biasa, atau bisa dibilang makhluk yang cukup aneh.


'DIA CURIGA?' Liu bisa melihat ekspresi tajam sang dewa sih.


Yah mau curiga atau tidak tetap saja Liu tak bisa membiarkan nona ini tumbang.


"...." Yahuan melihat tangannya, aura Qi biru menyelubungi tubuhnya. Kekuatan ini bahkan lebih besar dari yang sebelumnya.


"Nona ini bersamaku kek," jelas Liu. Penjelasannya cukup pendek sih.


Dewa terdiam. "Kecurangan ini tidak bisa dibiarkan."


Liu lebih terdiam, sorot matanya berubah jadi tajam. "Kalau begitu betumbuk lagi kita."


"...." Yahuan terdiam brutal, ia tak menyangka nyali pemuda ini sebegitu tingginya. Sampai-sampai dewa pun ditantangnya.


Pria tua berjanggut terdiam, ia sangat jarang melihat kasus begini. Pemuda itu benar-benar melindungi gadis tak layak itu.


"Dia tidak berguna. Yang tidak berguna ... kau tahu tempatnya bukan?"


"...." Entah kenapa hatinya agak panas mendengar itu.


"Kek, setelah ini bukan kata-kata lagi yang keluar." Liu masih menahannya, meski sudah diujung juga.


Ia tak tahan ingin beraksi, terlebih lagi sistem terus saja menggeletikinya buat baku hantam dari tadi.

__ADS_1


__ADS_2