Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Dewi Shijian


__ADS_3

Sosok itu berambut panjang kemerahan, dan matanya terlihat aneh, seperti ada jarum jam di sana.


Dan wajahnya … kok cantik!?


“DEWI!?” Liu tak bisa menahan kekagetannya.


Jadi bukan dewa? Dugaannya meleset sih.


Bulan tiba-tiba muncul dan menerangi malam gelap ini, dan akhirnya terlihatlah jelas sosok yang muncul ini.


[Hati-hati Tuan] Sistem merasakan hawa bahaya dari dewi satu ini.


‘OKE.’ Liu memantapkan kewaspadaannya, sosok inilah yang bertanggung jawab atas perubahan waktu ini.


Dewi berambut merah itu tersenyum kecil, namun bukan senyum ramah.


Aura kekuatannya makin kuat, dan Liu pun melakukan hal yang sama.


HUSH!


Sang dewi maju!


BUAAGH!


Dan berhasil mendaratkan pukulan kerasnya pada sang karakter utama!


SWUSSSH!


Liu terhempas sangat jauh dan tak sadar serangan lawannya sama sekali.


‘OI,’ Liu berusaha menghentikan hempasan ini, namun lebih sulit dari dugaannya.


‘Kenapa aku….?’ Padahal Liu sudah siap dan penuh kewaspadaan, tapi kenapa ia tak bisa menghentikan serangannya?


Ia bahkan sudah terbiasa bergerak dan melihat sesuatu yang cepat dan bisa mengandalkan instingnya.


Tapi kenapa itu belum cukup untuk menghentikan serangannya?


DBUM!!


Ledakan energi tercipta dan akhirnya Liu bisa berhenti terhempas juga.


Liu terdiam dan berdiri di atas air, ia tak melihat sang dewi.


Yah mengingat betapa jauhnya ia terhempas juga sih.


Pipinya memerah, tepat di area pukulan lawannya.


Meski tak sampai berdarah, namun Liu merasakan efek yang cukup berarti.


Tubuhnya jadi lemas, inikah kekuatan fisik dewi tingkat atas?


Liu berusaha tak kaget, tapi yah tetap mengejutkan juga sih.


“….” Dan dalam satu kedipan mata, sang dewi sudah berdiri tak jauh darinya.


Oke. Ini bakal sulit.


Inlah realita, namun harapan masih ada.


[….] Sistem terkesan tuannya tidak mengeluh.


Liu terdiam, aura kebiruannya kembali berkobar dan kini memerhatikan tajam lawannya.


Entah kenapa rasanya ada yang aneh.


Aura misterius dewi satu ini tak bisa ditebak.


Beneran misterius sih.


Tapi kalau gini gimana caranya bisa ada di atas angin dong?


Entah menyerang atau bertahan pun keduanya tak memberi kepastian yang jelas.

__ADS_1


“!” Dalam satu kedipan mata dewi ngilang!


JANGAN-JANGAN!?


BUAGH!!


HUSSSSH!!


Sang dewi menendangnya dari belakang! Dan Liu pun terhempas ke depan!


Lagi-lagi serangan yang tak terduga!


Liu tak paham sama sekali namun kini yang terpenting berhenti terhempas dulu!


KABOOM!!


Lagi-lagi ledakan energi tercipta dan Liu akhirnya bisa mengendalikan tubuhnya.


“DUH.” Punggungnya sakit, tendangan dewi benar-benar something.


Serangan fisiknya kuat, bahkan lebih kuat dari Nona Wolf, dan tak berhenti di situ, ada masalah yang lebih penting.


IA TIDAK BISA MELIHAT PERGERAKANNYA.


Pengalamannya melihat hal super cepat seolah tak berguna.


Ini jelas aneh, Liu tak bisa menerima ini.


Pasti ada penjelasan dibalik apa yang terjadi!


‘Sistem?’


[Analisis terganggu dengan aura ini Tuan] Sistem tidak bisa menampilkan data lain selain nama sang dewi saja.


Oke, itu sudah cukup.


“HAH BAGUS JUGA DEWI SHIJIAN!”


“….” Seperti biasa, sang dewi muncul dalam sekejap mata. Tanpa terdeteksi sama sekali.


Sang dewi bisa mengalahkan instingnya, sungguhlah tak terduga.


Namun yah ini sesuai realita yang ada, Liu menerimanya.


Dan langit malam berubah jadi cerah lagi. Hanya dalam satu kedipan mata.


“….” Liu tak terkejut, tak disangka bisa mempertahankan profesionalismenya.


“Heh.” PEMUDA INI MALAH SENYUM DONG!


Kenapa? Bukankah seharusnya ia makin heran dengan apa yang dilakukan dewi?


Dewi Shijian terdiam, ia tak menyangka lawannya malah senyum begitu. Kepercayaan dirinya meningkat diwaktu yang salah.


Yah kalau ekspresi kaget sudah biasa kalau ditunjukkan lagi, Liu sudah cukup banyak dikagetkan sebelumnya.


Kini saatnya ia menempuh jalan ke-pd-an, sesuai dengan arahan Nona Wolf.


“Mengendalikan waktu huh?” Liu masih tersenyum percaya diri.


“….” Sang dewi terdiam, lawannya ternyata sudah sadar.


Di sela-sela terhempas Liu sempat memerhatikan jamnya, yah ia pikir masih tak berfungsi, namun ternyata salah, yang ada malah jarum jamnya berubah dengan cepat.


Dengan begini Liu tahu juga kenapa ia tak bisa menghindari serangan sang dewi.


Tak lain tak bukan karena ia tak bisa melanggar hukum waktu.


Dewi bergerak tanpa terikat aturan waktu yang akhirnya serangannya selalu kena sasaran.


‘RUMIT SIH.’ Yah ia bukan tipe orang yang suka dengan hal berat sih, namun di situasi ini mengenal lawannya adalah suatu keharusan.


[Merepotkan ya Tuan]

__ADS_1


Harus diakui, sistemnya benar.


Dewi terdiam, ia lumayan terkesan pemuda ini tahu hal ini, namun kenapa?


BUAGH!


BUGGHH!!


Apa dia bisa merubah sesuatu hanya dengan tahu saja?


DBUMM!!


Liu terhempas ke dalam laut, tepat setelah dewi menyerangnya membabi buta.


Dewi Shijian terdiam, lawan yang tahu tentang dirinya bukanlah masalah. Bagaimanapun juga tidak ada yang bisa melawan waktu.


Dewi terdiam dan tak berusaha mengejar atau apapun.


Ia tak suka merepotkan dirinya dengan berbagai hal. Yah cepat atau lambat pemuda itu pasti akan naik ke permukaan juga.


Tak perlu buru-buru dalam mengejar sesuatu. Dewi ingin menikmati waktunya, meski ia punya kendali penuh atasnya.


BUMM!!


Dugaannya benar, pemuda itu kembali datang ke permukaan dengan raut wajah kesal.


‘HIH!’ Liu tak percaya ia sampe nyampe ke dasar laut, untung aja masih selamat!


[Terkadang hal menyakitkan memang terjadi Tuan] Yah yang penting tuannya baik-baik saja dan tak hancur oleh tekanan laut yang hebat barusan.


Serangan fisik dewi tak hanya kuat, namun langsung membuat tubuhnya ketar-ketir.


Liu bergetar, kondisinya jauh lebih lemas dari yang sebelumnya, namun masih bisa berdiri.


Inikah hukuman akibat tahu rahasia kekuatan lawannya?


[Memang dewi tidak terlalu menahan dirinya Tuan] Mau tahu atau tidak rahasianya, sang dewi tetap merencanakan ini sih.


OH.


Yah serangan tadi bagus juga, kini aura kebiruannya tak sekuat sebelumnya.


Namun Liu tak bisa terus bersembunyi juga, entah kenapa di dasar laut pun aura misterius sang dewa tetap saja terasa.


[Lautan Dewi Waktu]


‘HO.’ Jadi inikah nama tempat ini?


Pantas saja ada aura misterius dari awal, memang inilah tempat sang dewi.


[Bagaimana Tuan?]


‘Semoga dewi fortuna masih berpihak pada kita.’ Tak ada pilihan lain selain tetap optimis dan maju.


Tak peduli sesulit apapun keadaannya.


Dewi waktu terdiam, boleh juga kepercayaan diri lawannya.


Rentetan serangannya tadi sudah berefek besar dan aura kekuatannya tak sebesar tadi.


Dengan menyerangnya lagi pasti akan mengakhiri kesenangan ini.


Dewi berpikir dua kali, jarang-jarang ada makhluk kuat yang datang ke tempatnya, sayang sekali kalau harus berakhir dengan cepat.


“….” Kok? Liu pikir sang dewi sudah siap dengan serangannya dan maju, namun sampai sekarang beliau masih berdiam diri saja.


‘PASTI ADA YANG DIRENCANAKANNYA.’ Tak ada kemungkinan lain selain itu.


Dan pada kenyataannya memang benar begitu.


Hanya saja bukan rencana serangan teknik lain atau hal berbahaya, Dewi Shijian simply just waiting his opponent.


‘….’ WAKTUNYA BERPIKIR!

__ADS_1


__ADS_2