
‘Eh… jawaban?’ Liu terdiam, belum juga ditanya pertanyaan malah dimintai jawaban.
[Soal lamaran Tuan]
‘Oh itu… EMANGNYA INI SAAT YANG TEPAT YA!?’
[Mau ngeles ala sistem?]
‘UH.’ Tawaran yang menggiurkan, tapi tidak mau!
Ada saatnya ia mandiri, dan inilah saatnya!
[….] Sistem terdiam, ia tak menyangka pemiliknya punya tekad kuat seperti ini.
“Saya sangat menghargainya Nona. Nona sungguh mempesona dan menarik perhatian, tapi kita harus fokus mengalahkan monster,” ujar Liu dengan penuh arti, entah kenapa ia terdengar formal.
SEMOGA BAHASA FORMAL MENYELAMATKANNYA DI SITUASI INI.
‘….’ Ying terdiam melihat kesungguhan Liu. Entah kenapa terlihat mempesona. Dan berbalik badan.
‘Di-dia… tidak menolakku….’ Yah wajahnya lebih merah dari yang tadi.
“UH.” Shuwan membuka matanya, dan langsung berdiri!
“MUSUH!?” Gadias pirang itu menatap tajam sekitarnya dan tidak ada musuhnya
Zittt….
‘HO!’ Kenapa putri es memerah begitu?
“HEI APA YANG KULEWATKAN!?” Shuwan melingkarkan tangannya ke leher Liu, kayak orang dekat saja.
“Te- terlalu dekat Nona.” Liu agak menjauh. Dan menjawabnya.
“Heeeh!?’ Shuwan pikir ada yang lebih panas dari sekedar mengobrol!
“Mmmh….” Yin membuka matanya juga, dan duduk tenang.
“Yin-jie, kamu baik!?” Liu segera memeriksa keadaan rekannya itu, dan syukurlah tak ada luka yang berarti.
“Li- liu-ke….” Yin menggosok matanya, ia tak begitu ingat apa yang sudah terjadi.
Dengan sigap Liu menceritakan situasinya dengan sederhana, dan ketiga gadis itu mencernanya dengan baik.
“HEBAT!” Shuwan malah mukul-mukul punggungnya!
“ADUH!” Sampai kapan dia begini terus!? Tidak bosan apa!?
Yin menaruh tangannya di dada, ia kagum sih.
Lagi-lagi Ying tidak melihat kemungkinan menang kalau tak ada campur tangan pemuda ini. Sampai kapan dia akan mengejutkan terus?
“Yah kita istirahat dulu saja ya.” Liu meregangkan badan dan merebahkan dirinya di rumput.
Istirahat setelah pertarungan! Nikmat mana yang kau dustakan?
Bangun pagi dengan energi dan semangat baru, itulah rencananya!
Beberapa jam kemudian.
PATS!
Liu melotot dan bangkit, dan melihat ke atas.
‘LAH KOK MASIH MALAM!?’
Padahal waktu sudah berlalu cukup lama lho!
Hawa sejuk dingin ini membuatnya ingin tetap tidur. Tapi kenapa matahari tak menampakkan dirinya juga?
[Alam monster tingkat 6 tidak ada malam Tuan]
‘Hmm begitu ya….’
__ADS_1
‘KENAPA NGGAK BILANG DARI TADI!?’ Sampai kapanpun matahari nggak bakal muncul dong!
[Sistem tidak mau mengganggu waktu istirahat Tuan]
‘Waaah.’ Baik sekali sistemnya, perhatian sampai sebegitunya.
‘YA MASA AKU TIDUR TERUS DI SINI!?’ Kalau tahu tak ada pagi, ya untuk apa tidur terus!?
[Tuan hanya tidur beberapa jam, tak perlu khawatir Tuan]
Liu terdiam, yah ada baiknya istirahat beberapa jam, ia bukan robot juga sih.
Sret.
‘LAH KOK PADA NGGAK ADA!?’ Liu tak melihat siapapun selain dirinya sendiri!
Liu menutup mukanya, akibat ketidakwaspadaannya jadilah seperti ini.
“Tidurmu lama!” Terdengar suara tak asing dari jauh!
“Nona Shuwan!?” Liu mengosok matanya, ini bukan mimpi ‘kan?
Tak lama ketiga orang ini pun berkumpul, tak ada yang hilang satupun.
“Ka- kami berkeliling sebentar dan berjaga Liu-ke.” Yin terlihat percaya diri.
‘Syukurlah….’ Liu pikir mereka pergi kemana. Kaget lho!
Pelajaran buat siapapun! Jangan kagetkan orang dengan menghilang tiba-tiba ya!
“Jangan pikir dirimu penting ya. Hmp.” Ying memalingkan mukanya.
Yah beginilah sifat asli putri es, Liu senang Nona Yin balik lagi jadi diri sendiri.
“Tempat ini gelap aja aneh ya.” Putri api jarang melihat fenomena begini.
Tapi yah, namanya alam lain juga suka-suka mereka dah.
Liu mengangguk, boleh sih tidur, tapi jangan kelewatan lima belas tahun lagi.
[….] Entah kenapa sistemnya tersindir.
‘KAMU ‘KAN NGGAK PUNYA PERASAAN SISTEM GYAHAHA!’
Situasi masih tenang, semoga saja tak ada hal buruk yang terjadi seperti dapat surat atau apa gitu.
“Ada surat.” Ying menyerahkan selembar amplop.
‘BEGITU YA.’ Liu mengambil surat itu dan membacanya.
Yah hanya sebuah surat, isinya nggak bakal buruk juga ‘kan? Haha.
Liu memerhatikan setiap kata yang tertulis di kertas itu.
-Untuk siapapun yang mengalahkan kelinci jahat di alam monster tingkat 6-
-ASSOSIASI MONSTER AKAN MENGAMBIL KEPALAMU DAN MELELANGNYA DI SELURUH ALAM-
‘….’ Liu merobek kertasnya tanpa perasaan.
“Li-liu-ke!?’ Yin tak menyangka, sebegitu tak pentingnya surat itu? Padahal mereka menemukannya di area dalam masuk ke hutan!
Menahan rasa penasaran tidak membukanya sampai sekarang ini!
“Bukan apa-apa kok.” Liu tersenyum.
‘ISINYA KOK BEGITU YA.’ Liu terdiam, apa jangan-jangan asosiasi monster mengawasinya dari suatu tempat sampai sekarang?
‘Ah bodo amat.’ Sudah risikonya begitu sih, tidak mungkin misi perdamaian dengan alam monster semudah membalikkan telapak tangan.
Jadi yah jalani aja, jangan dibawa stres, iya nggak?
[Mengakses Informasi: Membuka Gerbang Keluar Alam Monster Tingkat 6]
__ADS_1
Sring!
“EH?” Shuwan terdiam, tiba-tiba muncul pintu berwarna biru terang!
Ying dan Yin sama terdiamnya, mereka tidak menyangka juga sih.
‘Itu apaan sistem? Pintu ajaib ‘kah?’ Liu penasaran juga.
[Benar Tuan, itu jalan keluar Tuan dari alam ini]
‘Wah.’ Liu jadi ingat buku bergambar dimana robot kucing ngeluarin pintu ajaib.
Agak curiga sih, beneran ini jalan keluar alam monster ini?
Kok nggak seaneh cara sebelumnya?
[Dikasih hati minta jantung]
‘Eh apa sistem?’
[Tuan percaya saja, sistem tidak berbohong kok]
“Masuk ah.” Saking antuasiasnya putri api ngambil langkah pertama!
Grep.
Ying memegang tangannya begitu dia meraih gagang pintu. “Kau yakin?”
Kepedulian dingin terlihat dari sorot matanya.
“AMAN KOK.” Liu tersenyum membalas tatapan putri api. Yah kalau dijamin sistem sih nggak masalah.
“Kau yakin?” Putri es nanya untuk kedua kalinya.
“Su-sudahlah.” Yin mendorong paksa mereka dua masuk.
‘OKE SISTEM, SEMOGA NGGAK BERAKHIR DI TEMPAT ANEH YA.’
Liu pun masuk juga melalui pintu itu.
Klek.
***
Sementara itu di sisi lain.
Banyak hal yang terjadi di dunia nyata, sejak kepergian Liu dan kawan-kawan, dunia tidak lagi sama seperti dulu.
Para sekte pendekar berseteru satu sama lain, dan kekacauan terjadi di mana-mana. Menandai mulainya kembali peperangan besar.
Perebutan kekuasaan terjadi dimana-mana, dan terlebih bagi sekte-sekte besar. Mereka terus melakukan strategi agar bisa unggul dibanding sekte lain.
-Benua Es, Rumah besar bagi keluarga putri es-
Sebuah tempat yang dipenuhi es, tempat di mana sekte Pendekar Es berasal.
Terlihat seorang tetua berambut putih memasang raut wajah tak senang.
“Xiao Ice! Mana Xiao Ying, adikmu!?”
“Maafkan saya tetua, Nona Ying menghilang dan saya akan berusaha mencarinya.” Ice tertunduk. Dan kemudian meninggalkan tempat itu.
Keberadaan putri es penerus sekte es yang menghilang adalah kabar buruk, membuat seluruh para anggota sekte es jadi khawatir.
“Tidak biasanya Nona Ying menghilang tanpa kabar.”
“Kuharap dia segera kembali ke sini, kita butuh pemimpin, apalagi sedang kacau begini.”
“Nona Ying kuat, tenang saja, dia bisa jaga dirinya sendiri.”
Begitulah komentar orang-orang sekte es, mereka hanya berharap Nona Ying bisa kembali lagi ke tengah-tengah mereka.
***
__ADS_1