
“Kata maaf tidak akan mengembalikan anakku.” Phoenix besar itu menatap tajam, sungguhlah serius sekali beliau ini.
HUSH!
SYAT
SYUT!
Dengan cepat Ying maju dan melancarkan serangan pedang esnya, namun burung itu lebih lihai dan malah terbang!
SSSRRING!
Ying menjadikan es pijakan kakinya, ia tidak berhenti menyerang!
Namun Phoenix lebih llihat dan cekatan ia bisa menangkis semua serangan putri es dan memukulnya mundur!
‘Dia.’ Ying tidak merasakan keseriusan dari monster itu, apa dia tidak sungguh-sungguh melawannya?
Shhhhh!
Aura panas burung besar itu menjadi-jadi, Ying tak punya pilihan selain lebih menjauh.
“Ukh.” Shuwan bangkit dari antara tanah yang hancur, monster yang dihadapinya jauh lebih kuat dari yang di kota sih.
Sret.
‘Apa aku ceroboh ya?’ Shuwan bukan tipe orang yang mikir panjang sih.
Mengalahkan monster yang menyerangnya, apa itu salah?
Debu tanah masih mengepul, Shuwan tidak bisa melihat.
SLASH!
Tanpa disangka sang Phoenix mencakarnya dan putri api pun ambruk!
“UGH!” Serangan cakaran dalam, kini sang monster berdiri di atasnya!
“Matilah.” Phoenix merah menatap tajam, sorot matanya menandakan amarah yang hebat, tak ada yang bisa menghentikannya kali ini.
“I-bu.”
“!” Suara yang tak asing terdengar burung besar ini sampai terdiam dibuatnya!
“Anakku?” Phoenix raksasa itu berbalik dan melihat anaknya ada di depannya.
“Ibuuu!” Dan mereka berpelukan satu sama lain.
“Ke-kenapa kamu ada di sini nak? Bukankah kamu sudah tia? Huaaah!” Ibu Phoenix raksasa menumpahkan perasaannya, nara suaranya membuat siapapun yang mendengarnya bersimpati.
‘Kenapa bisa?’ Ying terdiam, jelas-jelas yang dilihatnya adalah Phoenix yang dikalahkan Shuwan!
Lantas kenapa….?
[Eksekusi Kitab Pembangkitan Monster berhasil…. Eksekusi pemindahan alam monster berhasil….]
Sret.
“BAIKLAH NYONYA, SEMOGA KITA BISA BERDAMAI SEKARANG.” Liu tampil lagi, kali ini dengan wajah serius dan tanpa takut sama sekali!
‘Hmph.’ Ying sedikit tersenyum, lagi-lagi pemuda itu mengejutkannya lagi.
“Ah.” Phoenix kecil itu langsung sembunyi dibalik ibunya ketika melihat sang putri api.
“HIDUP LAGI!?” Shuwan menggosok matanya, ia tidak salah lihat ‘kan?
__ADS_1
“Apa kamu tahu sesuatu anak muda?”
“Tidak, yang aku tahu anakmu selamat dan tidak perlu melanjutkan ini.” Liu menatap tajam, jarang sekali ia serius, tapi kali ini ia memang serius sih.
‘Kamu datang di saat yang tepat sistem!’ Liu menghela nafas, ia harus mempertahankan profesionalismenya di sini.
Tak disangka sistemnya bisa mengirim kekuatan ke dunia asalnya dan menghidupkan sekaligus memulangkan kembali monster yang sudah tumbang.
Rasanya curang ia bisa melakukan hal ini, tapi yah kini biar semua ingat, levelnya sudah 23!
Ia sudah sedikit lebih kuat dari monster tengkorak polos!
Phoenix kecil terdiam, ia merasakan kekuatan besar dari pemuda yang menatapnya. Dan ia bersujud.
“HM!?” Liu tidak ingat ia minta disembah.
JRENG!
Dan sang ibu phoenix besar pun mengikutinya!
‘Apa-apaan?’
‘SISTEM! KAMU NGELAKUIN HAL ANEH YA!?’
[Burung-burung itu mengakui kekuatan Tuan]
‘Oh?’ Jadi begitu toh.
Baru kali ini ada musuh yang mengakui kekuatannya lho.
‘Cek dulu kekuatan musuh ah.’
[ Mamah Phoenix Api
Jenis: Burung Ras Api
Kesehatan: Sangat Sehat
Kekayaaan: Kaya
Level kekuatan: 60
Tingkat bahaya: Sangat Bahaya
Kemampuan Khusus: Memancarkan Aura Qi Api, membuat musuhnya mati kepanasan
Catatan: Mending damai saja lah]
‘OKE KUAT SEKALI.’ Liu terdiam, yah kekuatannya melebihi dugaannya, beda 37 level sangat terasa sih.
Tapi kenapa monster kuat malah sujud begitu? Level mereka ‘kan beda jauh.
[Hehe] Sistem terdengar bangga.
“Jadi begitu.” Liu akhirnya paham mengapa diperlakukan seperti ini, tak lain tak bukan karena memang kekuatannya bocor sampai ke alam lain.
Makhluk apapun yang bisa mengendalikan kekuatannya antar alam tak jarang dianggap dewa.
‘AKU MENCURIGAKAN LAGI DONG.’
Liu terdiam, tapi yah cara ini terbukti lebih efektif ketimbang terus bertarung melawannya.
Monster burungnya kuat sih. Entah apa yang terjadi kalau sistem terlambat muncul.
“Terima kasih sudah menolong anakku, pemuda asing.”
__ADS_1
“Yah, bukan masalah, haha.” Liu menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Anak Phoenix itu sudah mengakui kesalahannya dan tidak mau asal-asalan menyerang targetnya.
‘YAH SYUKURLAH.’ Shuwan bisa bernafas lega, tadi situasinya cukup genting sih!.
“Jadi kalian mau bertemu assosiasi monster?”
INILAH SAAT YANG DITUNGGU!
Ibu Phoenix mengerti maksud Liu ketika mereka sedang mengobrol.
“Kalian perlu menendengar ini.” Dan beberapa saat selanjutnya sangg monster burung itu menjelaskan soal assosiasi monster panjang lebar.
Yah lagi-lagi Liu hanya mengerti sedikit, tapi itu lebih baik daripada tanpa informasi sama sekali sih.
[Infonya sama dengan kumpulan kitab yang Tuan baca…. Verifikasi selesai….]
‘OH PERLU DICEK ULANG BEGITU YA.’ Liu tak nyangka sih. Bukannya info di kitab pasti akurat ya?
[Tidak selalu Tuan]
Yah tidak ada yang sempurna di dunia ini ya.
Dengan modal informasi baru, Liu siap melangkahkan kakinya lagi.
[Menganalisis… sistem belum siap]
‘YAH OKE DEH.’
Semakin tinggi alam monster, maka semakin besar juga energi yang dibutuhkan, itu sudah jelas ih.
“Ambillah ini anak muda.” Phoenix besar itu memberikan bulunya padanya.
‘Bulu?’ Yah, bulu warna kuning keemasan itu memang keren, tapi untuk apa?
“Suatu saat bisa berguna. Semoga perjalananmu berhasil.” Ibu Phoenix itu pun langsung pergi.
Liu terdiam. ‘JADI INI MISTERI BARU?’ Yah tidak buruk ada misteri baru juga sih.
Liu memasukkannya ke kantong, semoga tidak jadi api tiba-tiba saya ya.
Tak terasa waktu pun berjalan, Liu dan lainnya terdiam menikmati indahnya matahari terbenar diufuk barat.
Yah pengennya sih cepat sampai di alam monster tingkat 4, tapi kalau sudah begini ya mau gimana lagi.
Ying terdiam, kini ia bisa merasakan kekuatan pemuda itu lagi. “Hei, kau menyembunyikan sesuatu dari kami ya?”
Hawa dingin menjelang malam terasa semakin dingin.
“….” Liu yang duduk santai membuka matanya pelan, yah pasti orang curiga padanya sih.
‘HARUS NGEJAWAB APA YA?’ Liu terdiam, orang-orang penasaran soal kekuatannya, identitas sistemnya dalam bahaya!
Shuwan terdiam, semalas-malasnya ia mikir, tapi penasaran juga kenapa monster yang sudah dihabisinya hidup lagi dan balik lagi pula ke alam asalnya.
“HEHE, JUJUR DONG SAYANG.” Shuwan menyodok-nyodok pipi Liu, yah dia ingin tahu jawaban juga sih.
“….” Yin terdiam, ia juga penasaran. ‘Se-sepertinya Liu-ke tahu sesuatu.’
‘Tadi matanya besinar….’ Yin melihat keganjilan yang terjadi. Kekuatan Liu-ke juga tiba-tiba melesat naik.
“HMMMPP…. HAAAAH….” Liu menarik nafas dalam, yah kalau sudah curiga yang gimana lagi sih.
“Yah, tiap orang juga punya rahasia ‘kan?” Liu tersenyum.
__ADS_1
“….” Ying tak menyangka mendengar itu sih. “Begitu ya.” Ia memalingkan mukanya, dan wajahnya sedikit memerah. ‘A-aku harus tahu rahasianya.’ Dengan begitu, ia bisa lebih dekat dengannya!
Ying juga tidak keberatan dikejutkan terus kok, malahan ia termotivasi untuk terus mendekatinya.