Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Kunci


__ADS_3

Pakaian serba merahnya robek sana sini dan banyak bagian kulit yang terlihat jelas.


Hal begini sangat jarang terjadi. Dewi tak menyangka ada yang bisa membuatnya seperti ini.


Padahal ia diuntungkan dengan bertarung di tempatnya sendiri, dan seharusnya mustahil ada yang bisa menghancurkan aura pertahanannya.


Namun pada akhirnya itulah yang benar-benar terjadi. Xieye, sang dewi darah harus puas dengan hasil yang sama sekali tak disangka.


Kini sang dewi terduduk lemas dengan banyak luka yang ada pada tubuhnya.


Sedang pemuda itu, sang tokoh utama berdiri tegap dengan aura yang mengerikan.


Tidak hanya keadaan dewi yang berubah, namun juga ruangan merah kebanggannya sudah jauh lebih rusak lagi. Entah butuh waktu berapa lama untuk memperbaikinya kembali.


Namun bukan itu yang terpenting ... Xieye berusaha bangkit, namun tubuhnya menolak dan malah bergetar hebat.


Bahkan untuk ukuran dewi, masih tetap ada yang namanya batas kekuatan. Dewi sudah mengeluarkan segenap kekuatannya dan beginilah jadinya.


Ia bahkan tak punya kekuatan untuk berdiri lagi.


Sret.


"!" Dewi merasakan ada yang mendekat!


GREB!


Dan benar saja ternyata lawannya kini mengangkatnya, namun di bagian leher!


Dewi hanya bisa meronta kecil, di keadaannya sekarang sulit untuk melepaskan diri.


Dan dewi sendiri tak berpikir pemuda itu akan melepaskannya juga sih.


"...." Liu mengangkat tinggi tubuh sang dewi, tidak ada belas kasihan sama sekali dari sorot matanya.


Yang ada hanyalah tatapan serius dan mengerikan, sebuah sisi lain yang akhirnya ditunjukkan oleh Xiao Liu.


"UGH." Dewi tak diam saja, ia berusaha memegang tangan pemuda itu dan menendang kecil. Tahu semuanya sia-sia, namun Xieye tetap melakukannya.


Ia tak mau jadi dewi yang menyedihkan yang meminta ampun di saat kalah. Ia tetap percaya pada dirinya!


Krrttt....


Liu mengeraskan tangannya, dewi pun lebih banyak meronta-ronta lagi.


Sorot mata merahnya mengatakan dengan jelas, bahwa dewi sudah salah memilih musuhnya. Dan kini tak ada yang menunggunya selain kekalahan mengerikan.


Alis dewi menurun tajam, bukannya makin panik, namun sang dewi malah makin menunjukkan tekadnya di saat seperti ini. Ia benar-benar tak menyesal telah berurusan dengan target dewa kematian.


Xieye sudah memikirkannya dari awal, menang atau tidaknya tak masalah, yang penting ia sudah mencobanya!


Ia mengawali dengan tekad optimis dan mengakhir pula dengan hal yang sama.


Liu kembali menunjukkan raut wajah masa bodohnya, seolah ingin cepat mengakhiri semua ini.

__ADS_1


Akhirnya beberapa saat kemudian dewi mulai berhenti meronta. Ia tak punya kekuatan lagi untuk itu.


Raut wajah dewi pun terlihat sedikit lemas, sebelum pergi, ia hanya ingin mengatakan satu hal.


"M- mon ... ster."


Darah pun mengalir dari mulut dewi dan menetes ke tangan pemuda itu.


Suara dewi kecil namun terdengar jelas, tidak peduli lehernya dalam keadaan bahaya seperti itu.


"!"


Liu bergetar kecil. Percaya atau tidak warna matanya berubah!


Yang tadinya merah mengerikan kini berubah menjadi kebiruan!


Tidak hanya itu, aura kekuatan monsternya langsung menurun dratis dan ia melemaskan pegangan tangannya!


Blugh.


Bahkan sampai melepaskan sang dewi juga, Liu kini terdiam.


"Ha...." Sorot mata yang ganas dan tajam tak ada lagi.


Berubah menjadi tatapan penuh ketidakpercayaan dan kekagetan.


"IYAAAHHH!!" Pemuda itu pun berteriak sekencang-kencangnya.


[TU- TUAN BUKAN CUTE ANIME GIRLS!] Sistem mengingatkan, teriakan tuannya sama sekali tidak laki.


'APA YANG TERJADI!?' Liu butuh penjelasan yang sejelas-jelasnya!


[TBT mengambil alih Tuan, Tuan]


'The Big Three!? Kenapa?' Liu tak menyangka. Ia pikir TBT berada di jalan terang....


[Tuan tidak bisa percaya sepenuhnya pada kekuatan monster] Perkataan manis bukanlah jaminan, kini sifat sudah jelas bagaimana sifat TBT.


Kalau begitu kenapa ia bisa sadar? Liu benar-benar tak tahu apa yang sebenarnya terjadi tadi. Semuanya gelap sampai ia sepenuhnya sadar sekarang.


Hal terakhir yang ia ingat saat masih duduk di kursi. Perasaannya tak karuan waktu itu.


Dan sadar-sadar malah ngelakuin hal brutal begini....


Sistem terdiam, tidak bisa dipungkiri TBT sangat membantu tuannya, bahkan sampai benar-benar menumbangkan halangan sekelas dewi sekalipun.


Namun semua fasilitas dan kekuatan itu harus dibayar dengan harga mahal, yakni kesadaran penuh tuannya sendiri.


Kekuatan monster itu bisa mengambil alih tuannya dengan mudah, dibandingkan dengan sistem yang harus dengan izin tuannya.


Liu terdiam, inikah alasan sistem begitu waspada dan terkesan sinis pada TBT? Sistem tahu semuanya ini akan terjadi?


'Terima kasih sistem.' Entah apa jadinya kalau sistem tak muncul untuk menghentikannya.

__ADS_1


[Maaf tidak bisa mencegahnya lebih awal Tuan] Kalau saja sistem lebih kuat ... satu-satunya alasan kenapa sistem bisa menyadarkan tuannya adalah karena pengaruh kekuatan dewi menurun drastis, jadilah bisa terjadi.


Liu tak bisa meminta lebih, sudah syukur ia bisa balik lagi sadar.


Sret.


Dengan cepat Liu mengecek keadaan dewi yang tergeletak lemas. Ia masih bisa merasakan hawa kekuatannya.


Liu terdiam, melihat luka yang dialami dewi membuatnya bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi tadi.


Sedang Liu sendiri tak merasa ada yang aneh di tubuhnya. Ia mengecek area sekitaran badannya, sama sekali tidak ada yang luka.


Bisa begitu yah?


Liu melihat ke sekitaran ruangan ini pula, dan sudah banyak berubah. Kini ruangan ini tak lebih dari sekidar ruangan rusak yang harus diperbaiki.


Liu melihat tangannya yang berdarah (bukan luka). Tak menyangka bisa jadi orang brutal begini.


Sret.


Liu tak bisa membuang waktunya di sini, ia segera mengarahkan tangannya pada dewi dan seketika itu juga muncullah cahaya hijau terang....


Darah yang ditangannya menghilang bersamaan dengan ia menggunakan teknik pemulihan ini.


Tak butuh waktu lama pula aura kekuatan dewi akhirnya stabil, dan ia bisa bangun juga.


"S- sayang?" Dewi tak menyangka bisa bangun lagi, bukankah ia sudah berakhir tadi?


KOK MANGGILNYA GITU?


Liu heran juga sadar-sadar dewi malah mengatakan hal itu.


Xieye menenangkan dirinya. Dan disaat itu pula Liu menjelaskan semuanya sekaligus tujuannya.


Sang dewi terdiam mendengar penjelasan pemuda itu. Sedang ia sulit percaya dia menyayangkan nyawanya. Seorang musuh yang haus darah.


Sret.


Dewi memberikan sesuatu, sebuah kunci putih bersinar.


"?" Kenapa dewi menunjukkan kunci itu?


"Inilah yang kau cari sayangku."


"Apa?" Liu terdiam, inikah yang selama ini ia cari?


[Benar Tuan] Sistem membenarkan, sang dewi sudah sadar dan no tipu-tipu sama sekali.


Tapi dua kunci yang sudah didapatkannya itu gimana?


"Aku memegang kunci utama alam dewa menengah tingkat tengah ini," jelas dewi.


'Kunci utama?' Jadi kalau begitu....

__ADS_1


[Benar Tuan, kunci itulah yang akan membuka perjalanan Tuan]


__ADS_2