Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Masukin


__ADS_3

Jadi dewi menukar kedua kuncinya dengan kunci yang sebenarnya? Liu tak menyangka sih.


Liu terdiam, apa ini benar? Tak ada trik bahaya yang akan keluar dari sang dewi?


Yah sebelumnya dewi benar-benar brutal dan menginginkan darahnya, masih sulit baginya untuk percaya.


[Tidak ada Tuan] Sistem memastikannya.


'OH.' Dengan sigap Liu mengambil kunci putih yang bersinar terang itu. Ia bisa tenang sekarang.


Untuk pertama kalinya Liu menghajar dewi bahkan sampai luka seperti ini....


"Kau unik sayang~" Dewi tak menyangka pemuda ini menatapnya dengan rasa bersalah.


'KOK GITU.' Liu masih saja heran dewi memanggilnya begitu.


Setelah lebih tenang dan kuat, Xieye akhirnya membuka mulutnya. "Kau monster yang kuat sayang~"


"...." Entah Liu sedikit merasa tersinggung.


Maksud dewi apaan yah?


[Kebrutalan yang Tuan lakukan sebelumnya]


'HM.' Liu mengerti, ternyata begitu toh.


Pantas saja dirinya disebut monster.


Kini sang dewi darah yakin pemuda ini tak hanya jadi ancaman biasa bagi dewa kematian.


Dewi tak menyesal dengan apa yang sudah diperbuatnya. Dibalik tujuannya yang brutal, ia juga punya tanggung jawab untuk melindungi keberadaan kunci terakhir sekaligus utama untuk pergi meninggalkan tempat ini.


Jadi meski ia mati sekalipun pemuda itu akan tetap bisa menemukan kuncinya padanya.


Ia sudah melakukan tugasnya dan tak berurusan lagi dengan pemuda ini.


Liu terdiam, entah kenapa dewi tiba-tiba merenung.


MUNGKINKAH BELIAU BERUBAH PIKIRAN DAN BERSIAP MENYERANGNYA?


Itu bisa terjadi sih.


[Sepertinya tidak Tuan] Sistem tidak setuju.


'Oh.'


Kalau begitu berarti tak ada yang perlu dikhawatirkan ya.


Pertarungan sudah benar-benar selesai.


"Jadi apa rencanamu selanjutnya sayang?"


'....' Panggilan begitu makin banyak terdengar. Tapi yah Liu tak keberatan juga sih.


[Soalnya cantik ya Tuan] Terlepas dari mengerikannya kebiasaannya, Dewi Xieye tetap saja menawan dan menarik hati.


"...." Tak bisa dipungkiri sistemnya benar sih, jadi Liu tak bisa komen apapun.


"Saya akan mencari Dewi Xinmu." Liu tak keberatan mengulang sebanyak apapun pertanyaan soal tujuannya. Lagipula tak akan berubah sedikitpun.


"Hm~" Dewi tersenyum kecil. Pemuda ini ternyata mau mencari dewi yang hilang ya.


"Sepertinya dewi tak mau ditemukan olehmu." Xieye terlihat lebih serius. Sekarang ia bisa merasakan kekuatan sang dewi dari pemuda ini.


Ia tak menyadarinya dari awal karena terlalu nafsu akan tujuannya dan tak peduli juga.


"...." Berusaha dicegah, huh?


Ini bukan pertama kalinya ia dewa-dewi berusaha mencegahnya, Liu sudah tak aneh lagi.


Tapi apa yang dikatakannya itu....


'TUNGGU DEWI...." Tidak mau menemuinya?


YANG BENER?


[Itu karena dewi ingin Tuan hidup aman dan menghidupi mimpi Tuan]


'Ah.' Begitu ya.


Liu pikir dewi sudah meninggalkannya dan tak mau berurusan dengannya.


[....] Yah itu juga benar sih. Tidak bisa dipungkiri itulah tujuan dewi.


'JADI YANG MANA YANG BENER?' Kok sistemnya berubah pendapat lagi sih?


[Yang pasti dewi melakukan ini untuk kebaikan Tuan]


'....' Begitu ya.


"Saya akan tetap mencarinya." Liu tersenyum kecil.


"...." Dewi sudah menyangka akan mendapat respon seperti itu, ia juga sedikit tersenyum.


"Kalau begitu ... jangan mati, sayang."


SRING.


'!' Tiba-tiba Tubuh Liu bersinar terang. Dan ia pun menghilang meninggalkan tempat ini.


Kini hanya Xieye sendiri di ruangannya. Untuk sementara waktu ia akan jadi tukang dulu....


***


"HAH!" Liu membuka matanya, entah kenapa ia merasa sedang berbaring!


Dan ternyata benar, ia berbaring di tanah dan sinar mentari sudah menerangkan tempat ini.


Liu perlahan bangkit dan memegang kepalanya, apa yang terjadi?


Apa yang terjadi tadi mimpi?


Sring.


Liu merasa tengah menggenggam sesuatu di tangannya, sebuah kunci putih bersinar....


'BUKAN MIMPI.' Liu langsung yakin.


Liu segera berdiri dan melihat sekitarnya. Kini ia sudah kembali ke tempat awal terakhir ia tak sadarkan diri.


Dengan bantuan dewi ia bisa keluar dari ruangan merah mengerikan itu.


"Pyuh." Rasanya lega, Liu menikmati dulu udara segar di pagi menjelang siang ini.


Yah lebih baik tenang dulu setelah apa yang terjadi sebelumnya.


"UH." Nah kan, ia langsung terbayang betapa mengerikannya berada di ruangan merah tadi.


"HAH!"


[Tuan?] Sistem heran kenapa tuannya teriak tidak jelas begitu.


Yah Liu hanya berusaha membebaskan pikirannya, ia tak mau kalah dengan pikirannya sendiri!


Dengan teriak ia melepaskan semuanya, semua yang berkecamuk dalam pikirannya.


"Wow." Dan ternyata lumayan manjur juga. Liu jadi lebih tenang sekarang.


"OKEILAH!" Dengan sigap Liu mengangkat kunci putihnya, ia siap untuk melanjutkan perjalananya!


....


...


Tak ada apapun yang terjadi.


"LHO?" Liu terdiam, kenapa ia tak berpindah tempat?


[Sepertinya tidak semudah itu Tuan]


'Apa?' Tapi ia kan sudah punya kunci utamanya. Lah kenapa nggak dapat akses spesial?


Liu pikir ia bisa berteleportasi dengan kunci ini....


[Tuan harus menemukan dulu lokasi pintunya]


'APA?'


Jadi ia tak bisa asal pindah aja!?


NGGAK ADA AKSES SPESIAL ATAU KEMAMPUAN KHUSUS KUNCI INI!?

__ADS_1


[Tidak ada Tuan] Sistem sudah menganalisisnya. Kunci utama ini hanya berfungsi sebagai pembuka pintu saja.


"Yaaah." Liu langsung duduk lagi, ia tak menyangka perjalanannya nggak tambah mudah.


[Mudah bukan gaya Tuan, Tuan]


Entah kenapa sistem kedengaran menyemangati....


Yang pada kenyataannya memang benar begitu, sistem tahu tuannya tak akan kena mental dengan masalah seperti ini.


"Tapi kan kita harus buru-buru sistem, hiks." Liu mengusap matanya.


[....] SEPERTINYA DUGAANNYA SALAH. TUANNYA BENERAN KENA MENTAL.


Dewi darah tak mengatakan apapun soal kunci ini, jadi salah paham deh.


[Move On Tuan]


'Oh!' Sistemnya benar, ia tak boleh sedih hanya karena hal sepele!


Oke modal besar sudah ada di tangannya, selanjutnya apa?


SRING!


Seketika itu juga ada sesuatu yang bersinar dari tubuhnya, dan ternyata peta yang disimpannya.


'KOK NYALA?' Apa kertas yang nyala itu wajar?


Dengan sigap Liu mengecek petanya. Dan ia menatap heran.


Ada sebuah tanda merah yang ada di peta itu. Berkedip-kedip dan entah kenapa menimbulkan kesan misterius juga.


Tempat baru kah? Liu hanya bisa berspekulasi.


[ITU DIA TUAN]


'Hm?'


[Tempat dimana Tuan bisa melanjutkan perjalanan]


'YANG BENER!?' Itu tempat pintu ajaibnya!?


Liu memeriksa dengan seksama lagi dan ternyata lokasinya tak sedekat yang ia pikirkan.


'JAUH YA.'


[Coba lihat sisi positifnya Tuan]


Liu menarik nafas panjang dan akhirnya mengerti. Tidak masalah sejauh apa, kalau ia punya tujuan, maka yang perlu ia lakukan adalah bergerak.


'OKE.' Liu mengumpulkan niat dan semangatnya, ini akan jadi perjalanan panjang lain, namun mau tak mau ia harus siap!


Shh....


Tubuh Liu diselimuti aura kebiruan, jelas ini jadi ajang untuk mengeluarkan kekuatan setelah tadi tak bisa keluar sama sekali,


"NGGKH."


"!"


"Speedy?" Liu terdiam dan kuda apinya yang gagah berjalan ke arahnya.


"Lho?" Liu baru ingat lagi soal kudanya ini. Kok bisa ngilang dan tiba-tiba muncul ya?


[Sepertinya jadi gaib Tuan]


'YANG BENER!?' Jelas itu nggak biasa sih.


[Becanda Tuan]


'....'


Tanpa basa-basi Liu langsung naik. Yah kalau kudanya bisa diselimuti api, tiba-tiba ngilang dan muncul bukanlah hal aneh lagi.


"OKE LET'S GO!!!"


"NGGIIKH!"


DRAP!


Liu melesat cepat meninggalkan area ini.


***


SWUSH!


[Tapi Speedy bukan motor Tuan] Dan lagi hari sudah beranjak siang.


'Ah berisik.' Sistem ganggu kesenangan orang aja.


[....] Dibilangin malah ngeyel. Tapi sistem tidak bisa melawan sih.


Apa yang sebenernya dilihat tuannya sih?


Sistem tidak bisa melihat apapun selain ruang kosong saking cepatnya tuannya bergerak.


"Waaah~" Liu jelas menikmati setiap susana yang dilihatnya.


[....]


BLIZT.


"Wwwoaaah~" Saking nikmatnya ia pun sampe menutup matanya. Ia bener-bener kebawa suasana sih.


[TUAN SUDAH SAMPAI]


"Eh?"


SHHH....


Liu terdiam, tiba-tiba ia di puncak gunung es dengan pintu warna putih yang bersinar.


"LHO KOK?" Padahal ia lagi menikmati perjalanannya tadi.


Tap.


Liu turun dari kuda, dan memastikan semuanya dengan mata kepalanya sendiri.


Hempasan angin kencang dingin ini, perasaan ini....


Jelas ia sedang berada di puncak sih.


Sejauh mata memandang, hanya ada hamparan awan di bawah. Ia bisa tahu posisinya jauh lebih tinggi dari hanya sekedar bukit saja.


"Indah boy." Liu mengambil waktu mengapresiasi pemandangan yang indah ini.


'Kok udah sampe sih sistem?' Liu pikir bakal super lama demi sampai ke tempat ini.


[Tuan ingin lama sampainya?]


Bukan begitu sih....


Faktanya Speedy sangat bersemangat yang pada akhirnya bisa membawa majikannya sampai ke tempat tujuan dengan super duper cepat.


Liu sudah memastikan apa yang dilihatnya bukanlah ilusi, supernatural atau apapun. Ia mengecek petanya dan sudah jelas ada di tempat bertanda merah itu.


Tap....


Liu berjalan perlahan ke arah pintu bersinar terang itu.


"Here goes nothing...." Tanpa pikir panjang Liu segera mengarahkan tangannya, hendak membuka pintu yang sangat penting ini.


Mengingat apa yang harus ia alami demi sampai ke sini, Liu tak mau terjebak dalam pikirannya terus.


Entah kenapa Liu tak merasa percaya diri....


Padahal ia sudah ada di depan tujuannya, tapi kenapa perasaan ini menyerangnya?


Liu masa bodoh dan tetap melakukannya.


DBUM!


"!" Tiba-tiba ada ledakan dari jauh! Aneh dan tak terduga sama sekali, namun Liu tak masa bodo dengan hal itu.


*ceklek* *ceklek*


"LHO." Nggak bisa kebuka!


[KUNCINYA TUAN]


'OH IYA!' Hal yang paling penting malah kelupaan.

__ADS_1


[....] Kelihatannya tuannya lagi banyak pikiran.


Klek.


"Ah."


"...." Entah kenapa Liu mendengar suara lain.


'Apa sistem?'


[Itu bukan sistem Tuan]


'....' Lah siapa dong? Liu celingak-celinguk melihat ke sekitarnya pun nggak ada siapa-siapa.


Tak bisa dipungkiri suara tadi kek suara wanita juga sih.


Mungkin cuman imajinasinya.


*CEKLEK* *CEKLEK*


"TETEP AJA." Padahal sudah pake kunci, tapi kok tetep nggak mau kebuka sih?


Liu coba lagi barangkali ia salah memasukkannya.


"Ah...."


"...."


"HEI SISTEM KAMU DENGER!?" Liu geram denger suara wanita lagi!


[Cukup mencurigakan Tuan] Tidak bisa dipungkiri sistem pun mendengar suara tadi.


Suara misterius yang muncul tiap kali tuannya memasukkan kunci ke lubang pintu....


[Coba lakukan lagi Tuan] Sistem butuh data buat dianalisis.


"...."


"OGAH." Kedengeran sekali masih bisa ditolelir, tapi dua kali? Itu kelewatan sih.


Lagipula suaranya aneh begitu, Liu nggak nyaman mendengarnya.


DBUM!!!


Dan kini suara ledakan dari jauh muncul lagi! Sepertinya lanjutan dari suara ledakan yang tadi!


"OIOIOI." Liu terdiam, ia bisa melihat dari jauh ada sesuatu yang terbang.


Sesuatu yang panjang dan meliuk-liuk, menyapu awan tebal, dan hempasan anginnya jadi tamban kencang juga.


'Itu apaan sistem? Pesawat?'


[Bukan Tuan] Sistem ragu ada pesawat panjang yang bisa meliuk-liuk begitu.


[Menganalisis....]


[ Long Hei Se


Jenis: Naga Hitam


Status:  Binatang Alam Mengengah Tingkah Tengah


Deteksi Elemen: Meluas


Kesehatan: Sehat


Kekayaaan: Sederhana


Level kekuatan: 1003


Tingkat bahaya: Merusak


Kemampuan Khusus: Membuat ledakan


Catatan: Kalahkan binatang itu demi maju ke tahap selanjutnya]


"NAGA HITAAM!?" Liu terdiam, kenapa tiba-tiba ada makhluk itu!?


[Tuan harus mengalahkannya, dialah yang menjaga alam dewa menengah tingkat tengah]


Liu terdiam, masih ada musuh? Inikah alasan kenapa perasaannya tak enak tadi?


Penjaga alam ini....


Liu baru tahu ada makhluk lain selain dewa di alam dewa ini. Binatang kah?


[Kekuatannya lebih kuat dari semua dewa di alam tingkat ini Tuan]


Jadi setara dewa ya....


Tak heran sih, levelnya seribuan lebih.


'Eh sistem aku naik level dong ya?' Setelah semua yang mereka alami, sudah pasti naik level kan?


[Tidak Tuan]


'Yaaaah.' Jadi tetep level 50 ya.


Liu menutup matanya, ia tak mau terpengaruh karena terpaut level yang jauh.


"Heh." Liu tersenyum kecil, baiklah kalau begini cara mainnya.


Shhh....


Perlahan namun pasti tubuh Liu mulai dipenuhi aura kebiruan, jelas ia sudah serius banget sih.


Sementara itu tak terasa sang naga hitam melayang semakin dekat ke arahnya....


Semakin dekat semakin besar, naga hitam raksasa yang mengerikan.


Liu tak paham kenapa ia masih perlu melawan penjaga alam ini, padahal ia sudah mendapat kepercayaan dari tiga dewi yang memegang kunci alam ini.


[Sepertinya ini semacam ujian terakhir Tuan] Begitulah sistem memandangnya.


SWWUUSSHH!


Aura kekuatan Liu makin besar, ia siap untuk menghadapi tantangan terakhir ini!


"GET OVER HERE!" Suara Liu langsung serak dan mengerikan. Langsung berbalik dan menendang pintu putih bercahaya itu!


BRAAKGH!


"AWWWW~" Ada suara wanita lagi, kali ini terdengar kesakitan.


[!?] Sistem tidak menyangka tuannya melakukan hal ini.


Usut punya usut Liu ternyata punya strategi brilian. Ia mengumpulkan kekuatannya bukan untuk menghadapi naga hitam raksasa itu, melainkan untuk mendobrak pintu bersinar terang itu.


Bahkan sistem tidak tahu apa yang direncanakan tuannya. Padahal tekadnya bicara keras ia bakal menghadapi musuhnya dengan sungguh-sungguh dan kekuatan penuh.


Plot twist yang sama sekali tidak terduga dari tuannya.


SWUSH!


Naga itu sudah ada di atasnya, dan melancarkan serangan bola api!


Bola api besar berkekuatan tinggi dengan ledakan yang dashyat!


SRING!


Disaat yang bersamaan pula cahaya putih terang tiba-tiba muncul!


Liu serius memandang serangan bola api besar itu, namun tak melakukan apapun yang berarti untuk mencegahnya, tak pula melarikan diri....


DDDBBUUUMMMM!!!


Ledakan hebat memekakan telinga dan hempasan angin dahsyat pun tercipta. Serangan sang naga hitam tak main-main dari awal.


Getaran yang hebat juga terasa sampai jauh. Efek serangannya ini bisa membuat satu gunung hancur begitu saja.


Butuh waktu beberapa saat untuk melihat apa yang ditimbulkan dari serangan sang naga itu, dan kini dari balik hempasan angin kencang terlihat jelas bagaimana keadaan sekarang.


Sesosok makhluk panjang seperti naga putih tengah berpose melingkar, dan kemudian langsung melayang ke atas.


JRENG!


Terlihat jelas karakter utama kita tak apa-apa! Liu berdiri gagah dengan ekspresi serius yang mantap!


Pintu bercahaya tadi sudah hilang, dan kini sang naga putih sedang mengincar naga hitam.


[TUAN!?] Sistem tidak menyangka.

__ADS_1


"Heh." Liu tersenyum kecil.


__ADS_2