Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Comeback


__ADS_3

Bagaimana mungkin bisa begitu? Mungkinkah itu sudah biasa?


Kenyataannya tidaklah begitu.


Ada sesuatu yang terjadi yang menyebabkan tubuhnya bergetar dan enggan menyerang balik.


Tap….


Dan kini sang pemuda itu sudah datang lagi.


Xiao Liu berjalan dengan penuh tekad dan kini berhadapan dengan sang serigala besar, lagi.


‘Aku tak bisa membuang waktu.’ Liu sadar ia harus memanfaatkan waktu yang terbatas ini.


Ia tak bisa terus berdiam dan santai menunggu semua baik-baik saja.


Terkadang ia harus tetap melangkah dan menghadapi dengan apa adanya.


Tekadnyalah yang membawanya sampai sini. Menjaganya tetap berkobar adalah yang terpenting.


Liu tersenyum kecil, ia tak menyangka lawannya tengah berdiam saja. Yah dia tak mau repot melangkahkan kaki ya?


Tapi tak apa, kini ia sudah ada di sini.


Drttt….


Aura kekuatan binatang besar itu menguat menimbulkan getaran hebat.


HUSH!


‘DATANG!’ Monster itu hendak menerkamnya!


SWUWSSH!


Namun ia berhasil menahannya dengan aura kekuatan merahnya!


“!”


Aura kekuatannya lebih kuat! Padahal jelas-jelas dirinya sedang dalam keadaannya yang lemah!


Bahkan sang serigala pun sampai tercengang, namun tak terlihat jelas.


KENAPA BISA-BISANYA SANG KARAKTER UTAMA INI LEBIH KUAT DISAAT SEHARUSNYA SUDAH LEMAH!?


‘Berisik.’ Entah kenapa kek ada suara.


HUSSSSHH!!!


Terkaman sang binatang mengerikan itu masih tertahan dan menimbulkan hempasan yang sangat kuat.


KRAK!


Bahkan tanah pun tak tahan dan mulai retak, kekuatan kedua makhluk ini menguji batasan tempat di alam dewa tingkat tinggi.


Liu menatap tajam dan tak kelihatan terdesak, sorot matanya menandakan ia siap dengan apapun yang terjadi.


DBUMMM!!!


Ledakan energi terjadi lagi, keduanya terpental ke masing-masing sisi.


Kini kabut tebal pun bukan masalah lagi. Kabut sudah menghilang dan tak menghalangi apapun.


‘Nah.’ Begini lebih baik.


Entah kenapa sekarang menghilang, yah kini ia bisa melihat semua dengan jelas.


‘Lho?’ Liu melihat ada yang beda di sini.


‘Kok goyang gitu?’ Sang serigala besar itu mulai oleng dan bergerak kesana-kemari.


[Dia bergetar Tuan]


‘HAH!?’ Keknya lebih dari itu deh!


Geter sama goyang brutal nggak sama dong.


Baru pertama kali lihat serigala raksasa goyang begini, mungkinkah dia bahagia?


Liu tak mengerti, namun sepertinya makhluk itu tambah oleng.


BRUGH!

__ADS_1


Dan jatuh!


“!” Liu tak menyangka, kok bisa gitu sih?


-Hehe- Entah kenapa kekuatan monsternya tertawa begitu.


[Heh] Dan sistem pun terdengar bangga.


Liu terdiam, ia masih belum percaya, namun ini kenyataan.


Ia pikir sang serigala putih itu akan menunjukkan teknik super kuat luar biasa lainnya.


Tapi nggak sesuai dugaannya yah.


‘HM.’ Liu terdiam, kalau dilihat sekilas inilah waktunya untuk selebrasi, toh lawannya sudah tumbang.


Namun setelah beberapa saat pemuda ini tak kunjung melakukan selebrasi apapun dan masih terrdiam dengan tatapan serius.


‘AKU TAK MAU TERTIPU.’ Liu tahu situasi memang memancingnya untuk merasa semuanya sudah berakhir.


Namun kenyataan tak seindah itu.


Makhluk besar itu tumbang dengan tak wajar.


Lain cerita kalau ia menyerangnya, namun faktanya ia benar-benar bertahan tadi.


Tumbang setelah nyerang….


BUKANKAH MENCURIGAKAN?


[Sudah kalah Tuan]


‘Eh?’


Hmh, bagus juga bercandanya.


….


EH TAPI SISTEM JARANG BERCANDA SIH.


-Benar Tuan-


‘Eh?’ Kekuatan monsternya juga?


Ia jelas tak melancarkan serangan apapun.


Pastilah dua kekuatannya jadi saksinya.


Tidak mungkin makhluk sekuat itu tumbang begitu saja.


BUKANKAH KEJADIAN INI TERLALU ANEH DAN MENCURIGAKAN?


Masa mereka berdua tidak curiga sih? Liu heran.


[Tuan percaya saja] Sistem tegas.


Liu terdiam, ini aneh, kenapa sistem dan kekuatan monster menganggap kejadian ini biasa? Bukankah seharusnya mereka mengingatkannya untuk waspada whatsoever?


APA JANGAN-JANGAN….?


Sistem dan kekuatan monsternya….?


-Jangan bercanda Tuan- Sekarang TBT terdengar tegas.


Oh.


Jadi mereka tidak dikendalikan monster serigala itu ya.


Liu terdiam, tanpa penjelasan yang jelas ia tak bisa tenang.


Monster serigala raksasa itu bisa bangun kapanpun….


Sret.


‘TUH KAN.’ Makhluk itu bangun!


Sret.


Untung saja ia tak berpikir semua ini sudah selesai! Liu langsung memasang kuda-kudanya!


Serigala raksasa itu menggelengkan kepalanya seolah sudah pusing, dia masih terlihat lemas dan belum siap bertarung.

__ADS_1


‘Hmh.’ Liu tak mau tertipu dengan aktingnya. Dia bisa menyerangnya kapanpun!


Liu tetap bersiaga sedang makhluk besar itu mengambil waktu untuk berdiam diri dan lagi-lagi belum siap untuk melanjutkan pertarungan.


‘Hm.’ Liu tak keberatan menunggunya siap kembali.


Ia menjunjung tinggi fair play sih.


[Ini kan bukan kompetisi Tuan]


Oke. Memang benar begitu, tapi kini Liu lebih suka main bersih, rasanya lebih baik daripada mengeksploitasi lawan.


Beberapa saat pun berlalu dan Liu masih belum melihat makhluk satu ini bersiap.


‘SAMPE KAPAN?’ Lama amat ya siap-siapnya!?


Sret.


Serigala putih itu akhirnya selesai mengumpulkan tenaganya lagi, dan kini tatapan tajam sudah ready kembali.


‘HEH.’ Liu tak terintimidasi, ia sudah terbiasa!


“Xiao Liu….”


“!” Ada suara wanita entah darimana!


‘SISTEM?’


[Bukan Tuan, bukan TBT juga]


Oh iya Liu kenal betul dengan kedua suara mereka sih.


JADI SUARA SIAPA DONG?


Liu celingak-celinguk melihat ke sekitarnya, tapi yah nggak ada makhluk lain sih.


“Aku disini.”


Sret.


Suaranya terdengar persis di depannya….


TUNGGU DULU….


“MONSTER SERIGALA!?” Liu tak bisa menahan kekagetannya.


“….” Serigala putih raksasa terdiam tak menyangka pemuda ini sekaget ini.


“Hah … aku kalah.” Serigala putih itu menghela nafasnya dan duduk santai.


‘OIOI.’ Liu masih memproses apa yang terjadi. Kok bisa-bisanya monster itu bersuara wanita?


[Kan alam dewa Tuan]


‘Oh iya.’ Di sini apapun mungkin saja terjadi ya. Tak usah terlalu heran juga.


Jadi makhluk ini apa? Kenapa menghentikannya?


“Hanya menguji kemampuan, bukan hal spesial….” Sang makhluk besar itu terdengar santai.


Oh, gitu ya.


Jadi beliau menguji makhluk luar yang baru datang kemari? Masuk akal juga sih.


Liu pikir makhluk besar ini berniat mengakhirinya untuk selamanya. Namun tak sesuai dugaannya ya.


Tak disangka makhluk besar mengerikan yang suka menggeram punya suara wanita yang lembut, agak aneh tapi itulah kenyataannya.


“Haaah … seharusnya aku tak membuang waktumu.” Raut wajah sang serigala tak lagi tajam, kini lebih family friendly.


Yah tak bisa dipungkiri White Wolf hanya menjalankan prosedur saja, sedang ia sendiri dari awal hanya bersandiwara saja.


Dari luar kelihatannya serius dan begitu berdedikasi, namun didalam ia ragu-ragu juga.


Makhluk alam dewa tingkat tinggi sudah tahu identitasnya. Ia merasa tersanjung dan cemas disaat bersamaan.


Yah perasaan dikenal ini membuatnya lebih dari sekedar makhluk biasa, namun di sisi lain bahaya yang mengincarnya makin besar.


Cepat atau lambat makhuk-makhluk yang lebih kuat darinya akan datang mengincarnya, apa dia bisa bertahan?


“Heh, makhluk kuat sepertimu bisa khawatir juga ya?” White Wolf terdengar tertarik.

__ADS_1


“….” Liu menggelengkan kepalanya, terkadang ia tak bisa mengendalikan pikirannya sendiri.


Sistem paham dengan apa yang dirasakan tuannya, yah setelah kewalahan menghadapi makhluk ini tentu ia terbayang akan apa jadinya makhluk lain yang akan ditemuinya.


__ADS_2