
"Baiklah." Cahaya dan suara bergemuruh itu pun perlahan menghilang.
"...."
Debu tebal yang menyelimuti pandangan menghilang, dan kini sinar mentari menerangi tempatnya berada.
Kini sebuah pemandangan indah yang sesungguhnya setelah berbagai kejadian yang terjadi.
Yahuan terdiam melihat pemandangan ini, jelas-jelas pemandangan ini adalah hal yang tidak boleh dilewatkan. Sebagai penyegar atas segala kesuraman dan kegelapan yang terjadi sebelumnya.
Sedang Liu masih memikirkan apa yang baru saja terjadi, yah sosok 'dewa' tadi tiba-tiba menghilang begitu saja.
"PYUH." Liu menghela nafas, yah ia pikir bakal ada makhluk mengerikan atau apa datang.
Sret.
"Eh?" Liu merasakan kehadiran seseorang.
"!" Yahuan terdiam, wajah yang tidak asing kembali terlihat!
"TUAN SUN!?" Kenapa ada di sini!?
Jelas-jelas ada kera berdiri! Kera sakti tepatnya!
Kenapa beliau ada di sini!?
Liu mengulang pertanyaan dalam benaknya, saking herannya!
"Dewi memberimu ini, nguk." Sun menunjukkan sesuatu dari tangannya.
Sebuah buku bersinar mencurigakan.
Liu terdiam, datangnya makhluk satu ini tidak terduga.
Mau heran tapi alam dewa.
Liu tak menanyakan apapun dan menerimanya, berusaha terlihat profesional meski dalam hati ketar-ketir juga.
Liu tak bisa terus curiga, terus curiga melelahkan juga, jadi ia mengurangi sedikit kecurigaannya.
"Sekarang mana Kitab Immortal, nguk?" Sun menatap tajam.
Liu terdiam. "Apa?" Berusaha mengonfirmasi apa yang didengarnya.
"Mana Kitab Immortal, nguk?" Sun mendekat, sementara raut wajahnya makin terlihat serius.
"...." Liu terdiam, ia tak menyangka akan terjadi hal seperti ini.
"Maaf Tuan, tidak bisa." Liu memasang pose bertarung, dan gadis merah disebelahnya pun melakukan hal yang sama.
Ia tidak mungkin membiarkan tiga kitab tingkat langit yang sudah diperolehnya susah payah ini.
Yah meski nggak benar-benar susah payah juga sih.
Tapi kitab ini sangat penting dan tidak mungkin membiarkannya jatuh di tangan orang atau makhluk lain!
Sun terdiam, ia tampak tidak senang, raut keseriusannya makin menjadi-jadi.
"...." Yahuan maju ke depan, ia serius juga, tidak peduli keadaannya, ia akan melakukan urusannya.
"Kenapa serius begitu, nguk?"
'KOK NANYA BEGITU.'
Tuan kera sakti ini yang duluan serius!
"Kita tukar kitab saja, nguk." Sun tidak terlihat terlalu mengancam, namun tetap terlihat serius.
"Eh?" Liu terdiam, tukar? Maksudnya barter?
Sun mengangguk, ia tidak menerti kenapa kedua makhluk ini malah waspada begitu.
Yah Sun memang harus serius mengingat ia langsung diperintah dewa, dan tidak ada pembawaan santai yang tidak berguna.
'Sistem apa maksudnya?'
[Ini kesempatan yang bagus Tuan]
'Kesempatan bagus gimana?' SISTEM KALAU NGELASIN NGGAK SEKALIGUS.
Dengan cepat sistem menjelaskan hal ini.
'JADI INI KITAB IMMORTAL YANG ASLI?'
Liu terdiam, penjelasan sistemnya mengejutkan, namun sistem jarang bohong juga sih.
[Tuan bisa lihat di kitab itu]
Liu melihat judul kitab yang bercahaya ini. 'Kitab Immortal Ultimate Edition.'
Namanya aneh, mungkin prank?
Eh tapi aura kekuatan yang terpancar lebih kuat daripada ketiga kitab-nya yang lain.
[Tuan percaya saja] Tuannya lagi krisis kepercayaan, yah sistem hanya mendorong saja.
Aura kekuatan tidak berbohong, atau setidaknya itu yang Liu tahu.
"Dewi Kwan In mengutusku, dan memberi akses untuk pergi ke alam tingkat lanjut." Sun menjelaskannya juga.
'WADUH TERNYATA BENERAN!?.' Liu pikir tadi adalah dewa jahat!
Tunggu memangnya Dewa Kwan In jahat?
Kalau jahat nggak mungkin ngasih kitab seri pamungkas begini sih.
Liu paham, kini kecurigaannya berkurang drastis.
Tuan Sun juga bukanlah musuhnya, dan berkat bantuannya-lah ia bisa ada di gunung ini.
Tanpa pikir panjang Liu akhirnya menyerahkan tiga kitab tingkat langit itu.
Sang kera sakti sudah melaksakan tugasnya dan undur diri.
Tidak banyak obrolan yang terjadi, namun satu hal yang Liu tahu, kini Kitab Immortal asli sudah ada di tangannya.
Yah tiga kitab sebelumnya juga asli sih, bahkan ada yang pemberian dewa langsung. Hanya saja untuk mengeluarkan potensinya sangatlah sulit.
SEKARANG KITABNYA GANTI APA TINGKAT KESULITANNYA AKAN BERKURANG?
Tidak akan ada yang tahu sebelum mencobanya.
'Kok banyak banget kitab beginian sih sistem?' Liu pikir kitab tingkat langit adalah kitab sederhana yang terbatas.
MALAHAN SAMPE ADA EDISINYA SEGALA.
[Begitulah Tuan] Sistem tidak berkomentar banyak.
"...." Yahuan terdiam, ia merasakan energi yang sama seperti suara dan cahaya yang tadi terjadi.
Dugaannya itu kemungkinan besar benar.
Liu terdiam, entah ia harus gembira atau bagaimana. Sekarang malah ingat kejadian buruk sebelumnya.
'KITA HARUS RITUAL LAGI NIH?' Liu kelihatan panik, ia tidak mau terbawa suasana dan gegabah.
Ia harus mempersiapkan semuanya dengan matang!
Kalau begtu ia harus cari mangsa demi naik level!
[Tidak usah Tuan]
'LHO KOK?'
SRIIIINGGGG!
__ADS_1
Seketika itu juga kitab yang dipegangnya makin bercahaya, makin terang dan silau!
"UAWAH!" Liu tak tahu apa yang terjadi, dan berteriak dalam kekagetannya!
***
[???]
Liu membuka matanya, dan seketika itu juga terdiam di tempat.
Tidak ada yang bisa dilihatnya selain yang putih-putih.
'....' Liu terdiam, ia merasa tidak asing dengan tempat ini.
'RUANGAN PUTIH?' Kenapa ia tiba-tiba ada di sini?
Gyut.
Ada yang menarik bajunya dari samping. 'NONA YAHUAN JUGA ADA!'
Yahuan terdiam, ia nampak tidak mengerti.
"Te- tenang saja Nona." Liu tersenyum kecil. Ia sudah berpengalaman melihat yang putih-putih begini.
"Ah kalian sudah datang." Terdengarlah suara lembut yang menenangkan, seketika itu juga angin sejuk terasa menerpa.
"!" Liu terdiam, rasanya familiar! Apa mungkin!?
SRING!
Cahaya menyilaukan kembali terjadi, Liu yakin yang datang ini bukan makhluk asing!
Seorang wanita cantik dengan gaun putih panjang melihat ke arahnya dengan lembut.
"De ... wi?" Liu terdiam, aura kekuatannya jelas-jelas sama dengan yang ia dengar dari atas gunung.
"Kamu sudah berjuang." Wanita cantik berambut panjang itu tersenyum.
Liu terdiam, banyak pertanyaan dalam benaknya, dan bingung harus mulai darimana.
"Oh, kamu...." Sang wanita cantik dengan gaun putih bersih bersinar itu mendekati Yahuan dan memegang tangannya.
Sring.
Tubuhnya bersinar sebentar, dan Yahuan mengubah ekspresinya.
"Baik, sudah." Wanita cantik itu tersenyum lembut.
"Dewi...." Yahuan mengeluarkan suaranya, tanpa kesulitan sama sekali!
"Nona!?" Liu kaget, ia bisa merasakan nona ini kembali pulih!
Kemampuan penyembuhan yang hebat!
"Ah, tidak sehebat dirimu."
"!"
'DEWA BISA TAHU ISI PIKIRAN KITA SISTEM?'
[Tentu saja, 'kan dewi Tuan]
Masuk akal juga sih.
[Lama tidak berjumpa Dewi]
"Hmm." Dewi tersenyum. Ia merasakan energi rekannya dari pemuda ini.
"Dewi Kwan In?"
"Aku di sini." Ia tersenyum lembut lagi.
Liu terdiam, ia benar-benar bertemu dewi. Penampilannya tak jauh berbeda sama Dewi Xinmu, hanya saja dewi yang satu ini lebih populer.
"Ah tidak juga." Dewi seperti menahan tawa, ia senang dengan pujian pemuda ini.
"Tidak juga."
Liu mengangguk. Ia beruntung karena bertemu dewi yang sama baiknya dengan Dewi Xinmu.
"???" Yahuan terdiam, ia tidak paham kenapa dewi bicara sendiri.
"Sebaiknya kamu bicara normal saja." Dewi tidak mau membuat gadis merah ini bingung.
"O-oh!" Liu lupa kalau ia bicara dalam hati!
Akhirnya obrolan santai pun tidak terhindarkan. Liu dan Yahuan menikmati waktu mereka dengan dewi.
"Xinmu adalah rekanku." Dewi Kwan In menatap penuh arti.
Liu terdiam, dewi sudah tahu seluk beluk dirinya, dan bahkan menolongnya dengan kitab seri pamungkas itu.
"Dwi jadi buronan gara-gara saya." Kenyataan yang tidak menyenangkan.
Liu sudah membuat hidup dewi jadi berantakan.
"Dia percaya padamu, Xiao Liu." Dewi terdengar tegas.
Liu terdiam, sang dewi memang sudah memberikan takdir baru baginya yang sekarang dijalaninya.
"Aku juga percaya padamu." Dewi Kwan In tersenyum lembut.
"Ta- tapi ...." Liu tahu ia sudah jadi buronan dewa dan dewa kematian mengincarnya, tentu dewi satu ini bisa terkena masalah karenanya.
"Jangan khawatir. Tidak semua dewa mencarimu."
"Ya meski kebanyakan yang kuat mencarimu." Dewi terlihat riang.
'ITU TIDAK MELEGAKAN SIH.' Siapa yang tenang dikejar dewa kuat?
Tapi tunggu dulu.
Liu jadi ingat soal tingkatan dewa atau apalah.
"Kamu ingin tahu?"
TAHU HAL BARU NGGAK MERUGIKAN JUGA SIH (HAL POSITIF)
"Kalau dewi berkenan." Liu tak berharap dijelaskan. Yah ia tidak mau membuang waktu dewi sih.
"Baiklah."
Dan dewi pun menjelaskannya.
Liu dia mendengarkan penjelasannya, raut wajahnya jadi sangat serius. Gadis di sebelahnya pun sama, ia belum tahu apapun soal hal ini.
"... Jadi begitu." Dewi mengakhiri penjelasannya.
SANGAT KOMPREHENSIF DAN DETAIL SEKALI PENJELASANNYA.
Liu tak mengira bakal dapat info selengkap ini.
'Jadi apa saja tadi ya?' Saking banyaknya info malah pada lupa lagi.
[Intinya kekuatan dewa tergantung pada tingkat alam dewanya juga Tuan] Sistem bantu menjelaskan.
'OH IYA!' Liu langsung ingat lagi.
'Dewi Kwan In ini dari alam....'
"Rahasia." Dewi tersenyum kecil.
"...." Yah hak dewi mau ngasih tahu atau tidak sih.
"Aku dari Alam Dewa Agung."
__ADS_1
'DIKASIH TAHU JUGA.' Liu pikir dewi bener-bener nggak mau ngasih tahu.
'Wow.' Liu berusaha mengingat tingkat keberapa alam dewa itu.
'....' YAH IA TIDAK INGAT SAKING BANYAKNYA TINGKATAN ALAM YANG ADA.
[Yang pasti lebih kuat dari Dewa Kakek dan Dewa Kunlun Tuan]
Itu sudah jelas sih. Mau heran tapi sistem, ya sudahlah.
Liu tidak mau membuat semuanya rumit, yang rumit sudahlah rumit.
"Apa kamu khawatir?" Dewi menilai pemuda ini menyembunyikan beban dibalik raut wajahnya yang penuh tekad ini.
Liu terdiam, yah dewi sudah pasti tahu soal emosi dan keinginannya meringkuk musuh utamanya.
"Tenang saja, dia sudah sangat jauh meninggalkanmu."
"...." Liu terdiam brutal.
DAN MALAH JADI TAMBAH PANIK.
Itu bukan kabar bagus! Harus speed run kalau begini!?
[Artinya masih ada kesempatan Tuan] Sistem memperjelas.
'Oooo....' Liu terdiam, begitu ya. Jadi apa kata dewi berarti sebaliknya ya?
[Bukan begitu Tuan]
'LAH KAN DEWI BILANG IBU SESAT ITU SUDAH JAUH.' Dimana-mana kalau jauh berarti ketinggalan!
Dan kalau ketinggalan artinya? Ya kecil kesempatannya bertemu dengan musuhnya!
"Hmf. Kalian banyak bertengkar ya." Dewi sedikit terhibur melihat kelakuan pemuda ini.
Diketawain manusia sudah biasa, diketawain dewi? Beuh.
Ini gara-gara sistem sih.
[....] Sistem tidak terima disalahkan, namun ia tetap diam saja.
"Aku punya harapan besar untukmu, Xiao Liu." Dewi kembali ke topik utama.
Liu terdiam, memang ia mengemban kepercayaan Dewi Xinmu dari awal.
"Xinmu yakin kamu bisa menjadi yang terkuat."
Liu tak tahu apa hubungan Dewi Kwan In dan Dewi Xinmu, namun yang pasti kelihatannya mereka berdua cukup dekat.
"Terima kasih dewi." Liu menunduk hormat, tak perlu diberi tahu pun ia tahu apa yang harus dilakukannya.
"Makhluk dari alam-mu mulai mengacau, dan hanya kamulah yang bisa menghentikannya."
"...." Liu terdiam, yah ia mengerti para dewa dan dewi tidak mau repot-repot menangani urusan luar yang tidak penting.
Lagipula ini adalah urusannya, dan ia harus menghentikannya.
[Maksudnya bukan begitu Tuan]
'Lho?' Jadi apa maksudnya?
[Xiuying sudah mengalahakan banyak dewa dan jadi ancaman serius di alam dewa]
'Hmmm, begitu ya.' Liu mengangguk paham.
TUNGGU DULU, APA!?
'KAMU YANG BENER SISTEM!?'
[Itu kenyataannya Tuan]
WADUH BAHAYA BANGET DONG!
Kenapa para dewa acuh dan membiarkannya!? Apa mereka menunggu siapa yang bener-bener tanggung jawab!?
[Dewi sudah mengatakannya Tuan]
Glek.
Liu menelan ludahnya, ia tidak menyangka musuhnya malah speed run begini, sedang ia mode lambat. Tidak bisa dibiarkan.
"Kamu harus menghentikannya, sebelum semuanya terlambat." Dewi Kwan In terlihat serius.
TADI KATANYA TENANG SAJA, SEKARANG HARUS BURU-BURU.
Tapi yah suka-suka dewi saja mau bilang apa juga sih.
Liu tak mempermasalahkan kontradiksi atau apa, yang pasti ucapan dewi berarti sesuatu yang serius.
Apa yang terjadi kalau ia terlambat menghentikan ibu sesat itu?
Itulah pertanyaannya, yang tak akan terjawab sebelum ia melakukan tugasnya. Yah pasti semua sudah tahu akan hal itu.
Yang pasti bukan sesuatu yang baik.
Liu menutup matanya, kini situasi makin serius, tak ada waktu untuk main-main.
Ia harus menuntaskan misi yang diembannya ini, dan apapun yang terjadi ia harus menghentikan sang ibu sesat.
"Dewi Xinmu menyertaimu, Xiao Liu." Dewi Kwan In terlihat serius.
Liu tersenyum kecil, ia senang bertemu dengan dewi yang begitu baik dan bukan dewa kuat yang mengejarnya.
SRING!
Seketika itu juga sinar terang kembali menelan dirinya dan juga gadis merah yang disampingnya.
***
Sementara itu di sisi lain.
Di sebuah tempat misterius di mana banyak asap putih, dan tidak banyak hal lain yang tersisa.
"Ha- hahaa!" Terlihat seorang wanita berjubah hitam dengan tanda belati merah di jubahnya, tertawa di depan tumpukan makhluk yang tidak berdaya.
"AKU YANG TERKUAT!" Suaranya begitu keras, mengerikan, dan berenergi. Kepercayaan diri yang kuat yang tidak bisa digeserkan oleh apapun.
Selangkah demi selangkah, dan akhirnya ia sampai di titik dimana makhluk alam lain pun akhirnya tunduk.
"TIDAK ADA YANG BISA MENGALAHKANKU! HAHA!" Sang wanita mengangkat tangannya ke atas, meluapkan kegembiraannya!
HUSH!
BUAAGGHHHH!
Seketika itu juga pukulan keras masuk ke wajahnya! Tidak terduga sama sekali!
SRRAAKK!
Ia pun terhempas dan terseret cukup jauh.
Shhh....
Dari balik kepulan asap yang tercipta, terlihat sesosok gadis merah berambut pendek dan pemuda di sebelahnya.
"Ah?" Gadis itu melihat kepalan tangannya yang berasap.
"NONA YAHUAN!?" Pemuda yang disebelahnya tidak menyangka dan kaget!
Sret.
Wanita berjubah hitam kembali bangkit, sorot matanya melihat tajam ke depan.
Sosok pemuda itu tak lain tak bukan adalah karakter utama sendiri.
__ADS_1
'Aku ada di mana?' Liu terdiam melihat lingkungan serba putih dengan asap putih yang bertebaran juga.