
Tidak peduli rekannya sekalipun, perintah dewa adalah absolut dan tidak bisa diganggu gugat.
Drrr.....
Yahuan bergetar, tak disangka tubuhnya jadi begitu lemas tepat ketika berada di tangan musuhnya.
Efek pukulan musuhnya terasa di sekujur tubuhnya. Ia memang terlihat keren ketika menerima pukulan mentah-mentah seorang pria, namun pada akhirnya ia harus bertekuk lutut dibawah kekuatan lawannya.
Pada kenyataannya ia pun tidak bisa menghindar dari pukulan musuhnya. Serangan kera sakti ini lebih cepat dari apa yang bisa dilihat matanya.
"Ukh...." Namun tak disangka pula rekannya itu tidak menyerang titik vitalnya.
"...." Sun terus mencengkram leher gadis ini, terlihat jelas tangannya begitu kokoh meski bulu-bulu menghiasi kulitnya.
Ia tak menunjukkan belas kasihan sedikitpun, makin lama makin keras, ia tak punya pilihan selain membinasakan siapapun yang menghalangi tujuannya.
"Aku sudah mengotori tanganku. Nguk." Sun menatap tajam, sementara gadis merah itu sudah tak kuat lagi....
Kematian rekannya tidak lebih penting dari misi yang tengah diembannya.
"AKU AKAN MENGOTORIMU." Terdengarlah suara pemuda tak asing, memecah ketegangan yang sedang terjadi.
"Nguk?" Sun melihat ke arah suara itu, dan benar saja tak jauh darinya ada target yang diincarnya.
[....] Sistem terdiam, entah kenapa momen tuannya ini tidak keren sama sekali.
"...." Sun terdiam, hilang sudah hasratnya untuk mengakhiri gadis merah ini.
HUSH!
Tanpa pikir panjang Sun langsung membuang gadis merah itu ke arahnya, dan langsung ditangkap pula oleh pemuda itu.
Grep.
'Nona Yahuan....' Liu terdiam, kondisinya sudah benar-benar lemas.
Kenapa sampai sejauh ini?
Padahal mereka baru bertemu dan tak ada hubungan apapun....
Liu terdiam, ia terbawa perasaan. Nggak baper di saat begini lumayan susah.
Dengan perlahan Liu membaringkannya di bawah, memegang tangannya.
SRING!
Seketika itu juga gadis merah itu bersinar biru, perlahan namun pasti ia diselimuti aura Qi kebiruan sekarang.
"...." Sun terdiam, tidak menyangka pemuda itu peduli pada gadis itu. Bahkan sampai memberinya perlindungan.
Ia tahu betul mereka berdua tak ada hubungan apapun. Sudah pasti gadis merah itu yang menawarkan bantuan duluan.
"TUAN HENTIKAN SEMUA INI." Liu bangkit dan menatap tajam. Beruntung Nona Yahuan masih bisa diberi pertolongan pertama.
"Ikut denganku, nguk." Sun menatap serius.
__ADS_1
Terlepas dari apa yang sudah terjadi ia masih membuka jalan yang muda.
Liu terdiam, tak menyangka sosok pertama yang menyambutnya di alam ini malah memburunya juga.
Ia merasakan hawa kebaikan yang terpancar dari tuan yang satu ini ketika pertama kali bertemu.
Namun kenyataannya?
"NONA YAHUAN REKANMU KAN TUAN?" Liu tak ragu menggunakan nada tinggi. Ia yakin Tuan Sun bukanlah makhluk antagonis!
Sang kera tidak menjawabnya, ia suka dengan obrolan ringan. Tapi kalau tak berhubungan dengan tujuannya, ia tak tertarik.
[Tuan malah ngobrol?] Sistem heran.
'YA ANGGAP SAJA LAGI GALI INFORMASI.' Tidak ada yang salah ngobrol sedikit kan?
"Kau tak akan bisa menggali informasi dariku, nguk." Sun terkekeh kecil.
'OH IYA PENGHUNI ALAM INI BISA TAHU ISI HATI YA.' Liu baru ingat lagi.
Yah mau bagaimana lagi, ia harus membiasakan privasinya bocor begini.
Strategi negoisasi tak berhasil. Padahal Liu bisa melihat Tuan Sun adalah kera yang bijak, namun pada akhirnya kata-kata pun tidak bisa mengubah keadaan.
"Apa itu perintah Dewi Kwan In?"
"...." Sun hanya membalasnya dengan kedua tangan yang terangkat ke atas, ia tidak mau menjawabnya.
"...." Liu terdiam, KALAU BEGINI MEMANG NGGAK BISA GALI INFORMASI SIH.
Apa mungkin Dewi Kwan In setuju soal ini? Mengingat Tuan Sun berhubungan erat dengannya.
Apalagi ketika dewa kematian mengincarnya, sudah pasti dewa-dewi lain setuju dan tidak akan ikut campur.
Faktanya sang kera dapat perintah langsung dari dewa kematian.
Sebuah misi khusus yang lebih berharga dari apapun, yang bahkan bisa melejitkan posisinya dari yang sekarang ini!
Dewa kematian lebih berpengaruh dibanding dewa lain, berhasil menyelesaikan tugasnya, bukan tidak mungkin ia bisa jadi dewa yang disegani!
Ia tak perlu persetujuan siapapun. Ini adalah kesempatannya demi melejitkan karir. Waktunya melesat ke puncak!
"Hmph." Rasanya ingin ngakak, tapi Liu berhasil menahannya.
[....] Sistem terdiam, apa mungkin tuannya?
'Tidak, aku masih waras sistem.' Liu bisa tahu apa yang sistem pikirkan tentangnya.
Liu hanya agak menyayangkan tidak ada cara lain yang bisa dipakai lagi.
Tuan Sun ternyata berbeda dari yang ia pikirkan sebelumnya.
Sun terdiam, meski raut wajah bijaknya tidak terlihat sekarang, namun bukan berarti ia tidak memikirkan strategi.
Sedari awal ia curiga pemuda ini hanya mengulur waktu dan memanfaatkan gadis merah ini.
__ADS_1
Namun akhirnya dia menunjukkan batang hidungnya juga.
Kini ia hanya perlu mengambil kepala pemuda itu dan menunjukkannya pada dewa kematian. Dengan begitu ia bisa menjemput imbalannya!
Liu terdiam, kini musuhnya bisa mengintipnya sesukanya, dan tak ada strategi yang lebih baik lagi selain tanpa strategi.
'Kalian tidak salah dengar.'
[Tuan bicara pada siapa?] Sistem penasaran.
'Ah maaf, lupakan, aku bicara sendiri.'
Liu menutup matanya, menjernihkan pikirannya, berusaha tenang, tak mau membuat lawannya semakin diuntungkan.
Cukuplah lawannya bisa melihat apa yang ia pikirkan.
HUSH!
Tanpa pikir panjang Liu maju ke depan, CEPAT SEKALI!
Sun tersenyum kecil, sementara itu tongkat emasnya mengecil dan langsung dimasukkannya ke dalam telinga.
BUAGH!
BRAAAAKKKGH!
Seketika itu juga adu kekuatan fisik kembali terjadi. Liu dengan aura kebiruannya sudah siap untuk momen ini!
Sistem terus memberikan usahanya yang terbaik. Ia bisa merasakan perasaan tuannya yang murni. Ia berjuang bukan hanya demi dirinya sendiri, namun juga demi seorang yang sudah berjuang untuknya.
DDMMMM!
Getaran makin menjadi-jadi, hempasan makin kencang, membuat area padang rumput indah berubah seratus delapan puluh derajat.
Namun tak ada yang peduli soal tempat dimana mereka sedang bertarung.
Yang mereka pedulikan adalah bagaimana cara memenangkan pertarungan ini.
"...." Liu terus menyerang membabi buta dengan serangan fisiknya, tidak peduli imbang pun ia tetap melakukannya.
[Akselerasi super Qi.... gerakan super anti prediksi....]
SSSHH....
Gerakan Liu makin cepat, dan membuat suasana pertarungan jadi makin panas!
Ia tak lagi menahan diri, tak ada waktu untuk terdesak, melainkan sebaliknya, ia harus mendesak musuh!
HUSH!
"...." Sun terdiam, targetnya ini makin cepat dan kuat, dan anehnya gerakannya juga tidak bisa diprediksi.
Sedari tadi sang kera sakti hanya mengira-ngira gerakan pemuda ini, namun makin ke sini gerakannya makin kacau dan polanya tak beraturan.
Drrrrrttt....
__ADS_1
Sun berusaha bertahan dari gempuran serangan fisik, makin lama makin sulit... tidak mungkin terus dibiarkan begini....
"AKU TIDAK AKAN KALAH, NGUK!" Sun terpacu, ia akan jadi dewa yang disegani. Tidak mungkin pemuda ini mengalahkannya di sini!