Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Dewa Long


__ADS_3

SWURSH.


Seketika itu juga dewa memainkan tombaknya, memutar, melemparkannya, dan berbagai atraksi lainnya. Lumayan keren juga sih.


Sepertinya dia tidak mau kalah keren dari pemuda ini.


Liu terdiam, bukan saatnya terpukau atraksi dewa.


'MANTAP, KEREN JUGA.' Liu jadi ingin belajar teknik keren itu juga deh.


[....]


Teknik yang bagus untuk mengalihkan perhatian musuh!


'AH!' Liu sadar ia yang teralihkan sekarang!


Sring.


Dewa mengarahkan juga senjatanya pada Liu. Kekuatan besar muncul pada senjatanya itu.


'Tidak bagus kalau adu senjata lagi.' Liu terdiam, maju dan nyerang brutal bukanlah pilihan terbaik saat ini.


Berkaca dari pengalamannya sebelumnya, Liu tak mau menghabiskan energi sia-sia, berharap dewa bisa terpukul mundur hanya dengan adu senjata.


Kekuatannya pedangnya memang jauh lebih besar dari sebelumnya. Namun itu belum cukup untuk mengamankan posisinya sekarang!


Dewa terdiam, meski sudah siap namun ia sebenarnya sedang menganalisis juga.


Pemuda itu terlihat berbeda dengan aura kekuatan merahnya, inilah yang jadi perhatian sang dewa.


Tidak disangka targetnya ini mengejutkannya.


'Kekuatan monster.' Dewa sudah tahu dari awal. Tidak disangka pengalamannya banyak juga. Dia sudah mengunjungi alam lain.


Liu terdiam, dewa belum menyerang. Mungkinkah dia terpana dengan kekuatannya ini?


"Heh." Liu tersenyum kecil, mengejutkan manusia? Udah biasa. Mengejutkan dewa? Beuh.


HUSH!


Dan akhirnya sang dewa maju juga!


'CEPET BANGET!' Liu pikir dewa bakal terus nganalisis!


Namun kini dewa langsung beraksi lagi!


Analisis dewa memang hebat!


Liu terdiam, ia memegang pedang aura merah dengan kedua tangannya. Tidak ada waktu untuk ragu!


TANG!


HUSSSSHHH!


Liu langsung terhempas begitu saja! layaknya kertas yang tertiup angin!


"UGHH!" Liu berusaha bertahan dengan kakinya, sampai-sampai tanah pun hancur juga!


KKKRSRSSS!


Liu menancapkan pedang aura merahnya ke tanah! Berusaha berhenti dari hempasan yang menyebalkan ini!


Ya benar! Pedang aura merahnya tidak hancur meski ia terhempas seperti ini, sungguhlah momen yang tidak terduga juga.


Adalah hal yang wajar bilamana pedang auranya hancur seperti sebelumnya mengingat betapa kuatnya serangan dewa. NAMUN TERNYATA TIDAK BEGITU!


KRAAAAKKKK!


'YA AMPUN.' Berhenti agar tak terhempas jadi pr sih ini.


Liu sama sekali tak bisa menahan tubuhnya untuk berhenti. Serangan dewa benar-benar tidak main-main!


Sistem pun tidak bisa berbuat banyak. Ia hanya fokus pada pertahanan tuannya dan kekuatan monster fokus pada pertahanan senjatanya saja.


Ya kalau sudah begini ya mau gimana lagi sih.


Liu akhirnya hanya bisa menunggu sampai ia tak terhempas lagi.


SRING.


Seketika itu juga cahaya hijau bersinar terang. Kok bisa tiba-tiba muncul begitu ya?


Liu terdiam, ia tak banyak protes soal apa yang terjadi. Yang terjadi, terjadilah.


SRET.


"!" Dan tiba-tiba hempasannya berhenti!


Ada telapak tangan misterius menyentuh punggungnya!


Liu menoleh perlahan, raut wajahnya berubah tak percaya. "Dewi?"


Dewi Hai Tian ada dibelakangnya dipenuhi aura hijau dan tersenyum kecil!


"Kamu sudah berjuang." Dewi  maju dan seketika itu juga Liu dipenuhi aura hijau.


Kini aura kekuatan dalam tubuhnya ada tiga macam.


'Kenapa dewi....?' Liu bertanya-tanya, bukankah dewi sebelumnya lemah dan lagi istirahat ya?


Namun mengapa sang dewi bisa tiba-tiba muncul?


[Dewi mah bebas Tuan] Sistem berkomentar.


Benar juga ya. Tentu bukan hal yang sulit untuk dewi memulihkan kekuatannya.


Yang pada kenyataannya, pemulihan dewi tak terlepas dari campur tangannya juga. Kekuatan sistem berhasil meng-akselerasi pemulihan sang dewi laut itu.


Jadilah dewi bisa ada di sini.

__ADS_1


"Di sini bahaya dewi!" Liu panik. Kenapa beliau muncul disaat begini?


Hai Tian tersenyum kecil. "Ini wilayahku, sudah kewajibanku menghentikan siapapun yang mengacau."


"...." Ada benarnya juga sih.


Tapi tetap saja!


SWUHS!


TRANG!


Ada pedang air yang melesat ke arahnya! Dengan sigap Liu menangkisnya juga.


Insting super-nya sangat membantu di situasi seperti ini.


"...." Dewi tidak bisa melihat jelas serangan pedang tadi.


Yang artinya sang dewa laut sudah lebih serius.


HUSH!


Dan makin banyak pedang air yang mengincar mereka. Kekuatannya juga jauh lebih besar dari yang awal.


Kalau kena nggak bakal luka biasa sih pastinya.


TRANG!


TRAAANG!


Dengan luwesnya Liu menangkis serangan pedang air itu, sampai-sampai dewi dibuat kagum olehnya.


'....' Yang dimana seharusnya ia melindungi, malah dilindungi.


"HAH!" Liu mendengus kencang seolah menantang lawannya. Yah ia agak bosan ngeliat trik yang sama terus sih.


Dewi terdiam, entah kenapa pemuda ini terlihat lebih percaya diri dibanding sebelumnya.


Dan aura merah itu ... benar-benar berbeda dengan aura birunya.


Hai Tian tersenyum kecil, apa ia benar-benar bisa membantu pemuda ini?


Sret.


Yah dewa pasti memakai cara termudah untuk mengeliminasi lawannya. Namun cara yang sama begitu tak akan berpengaruh sama sekali.


Liu siap dengan serangan kejutan pedang air sebanyak apapun.


Beberapa saat kemudian....


'LHO KOK NGGAK ADA LAGI SERANGAN KEJUTAN!?' Padahal Liu sudah menunggu dari tadi!


Ddrtt....


Getaran yang tak diharapkan terjadi. Liu waspada dan melihat ke sekitarnya.


Kenapa bisa begitu ya?


Mungkinkah dewa menyamarkan kekuatannya?


Sring.


Seketika itu juga cahaya hijau memenuhi pandangannya.


"Uwah!" Kaget sih.


"DEWI!?" Liu menoleh ke sampingnya, dewi memang memancarkan sinar hijau terang.


Dan akhirnya cahaya hijau itu pun perlahan menghilang.


'A- apa yang terjadi?' Liu pikir getaran itu dari dewa, ternyata dari dewi toh?


Dengan cepat dewi menjelaskan apa yang barusan terjadi.


"O-oh? Itu hebat!" Liu langsung semangat.


"Ah?" Dewi tidak menyangka dapat pujian seperti itu. Apa yang dilakukannya bukan hal yang hebat juga sih.


Kini sang dewa laut tak bisa mengeksploitasi serangan kejutan lagi. Beliau tak diuntungkan lagi dengan air laut!


Yah sebenarnya sudah jelas, teknik pedang air-nya berasal dari air laut ini. Kini dewa tidak bisa seenaknya lagi menyerang!


Dewi memegang kepalanya. Ia merasa pusing sekarang.


Menetralkan seluruh lautan dari energi dewa laut bukanlah hal yang mudah, wajar saja kalau ia lelah sekarang.


SYUT!


Seketika itu juga dewa muncul dengan raut wajah yang tidak senang. "Kau merepotkan juga."


"HA!" Liu menunjuk ke depan. Akhirnya dewa menunjukkan batang hidungnya juga!


"!?"


Blugh.


Dewi tiba-tiba tersungkur, dan mulutnya mengeluarkan banyak darah.


"DEWI!?" Liu segera mengecek keadaannya. KENAPA TIBA-TIBA JADI BEGINI!?


Kenapa beliau tumbang setelah kedatangan dewa!? Pasti ada alasannya!


Dewi terlihat lemah, raut wajahnya yang segar kini berubah pucat.


"...." Aura kekuatan dewi menurun dratis. Liu bisa merasakannya.


Kenapa dewi sampai memaksakan dirinya sampai seperti ini?


[Bukan itu penyebabnya Tuan]

__ADS_1


"!"


SHHHH....


Seketika itu juga pedang air langsung tercipta mengelilingi mereka. Liu bisa merasakannya, kali ini sangat banyak.


"Begitu ya." Liu terdiam sembari tertunduk.


"Hhm, dewi pintar." Dewa Long tersenyum puas.


Tak disangka usaha dewi kandas begitu saja. Kini seluruh area laut kembali jatuh ke tangan dewa.


Mungkinkah itu maksud gelarnya sendiri? Tidak ada yang lebih berkuasa darinya di tempat ini?


Liu tak menyalahkan dewi, sudah pasti beliau tahu risiko yang bisa terjadi.


Namun sang dewi tetap melakukannya....


HUSH!


"Bodoh." Dewa laut menggelengkan kepalanya.


Liu terdiam, pasti ada alasan kuat kenapa dewi melakukannya, ia percaya padanya.


SRING!


Seketika itu juga cahaya biru terang bersinar, menyelimuti tubuh sang dewi.


"!" Namun ada yang aneh.


"Kau tak akan bisa memulihkannya."


"...." Liu terdiam, dewa mengatakan kebenaran. Entah kenapa kekuatannya seolah tertahan diluar.


Tubuh dewi penuh dengan energi dewa. Dan itu bukan hal yang bagus.


Jelas-jelas energinya membuat dewi tidak berdaya sampai seperti ini.


'Dewi....' Liu terdiam, kenapa disaat dewi baru saja pulih?


Kenapa malah langsung tumbang begini?


'ANJING' Liu tak tahan nyebut nama binatang, padahal tidak ada binatang seperti itu di laut- eh tapi ada, anjing laut sih.


Emosinya memuncak sampai ke ubun-ubun. Ia bukan pemarah, namun di situasi begini sulit tidak marah.


SH.


Liu melepaskan pedang aura merah. Dan senjata itu langsung menghilang begitu saja.


"...." Dewa terdiam, sadar diri kah? Lebih bagus begitu.


Tidak ada gunanya melawannya. Tidak ada yang menunggu pemuda itu selain kekalahan.


SHHHH....


Perlahan namun pasti tanda merah seperti tato di sekujur tubuhnya menghilang, dan aura kekuatan merahnya juga.


Dari sini terlihat jelas Liu seolah kehabisan akal dan tidak tampil nge-jreng lagi.


Bahkan aura birunya pun perlahan menghilang. Yang tersisa hanyalah aura hijau pemberian dewi.


Dewa memperhatikan, pemuda itu mempermalukan dirinya dengan menggunakan aura dewi lemah itu saja.


Melihat keputusaasan lawannya adalah keindahan tersendiri baginya.


'Oke.' Liu masih menunduk, ia mengatur pernafasannya.


Dilihat dari luar, gerak-gerik karakter utama ini sedikit mencurigakan.


Apa dia benar-benar menyerah di sini?


'Sistem.'


[Ya Tuan?]


'Bisa kamu matikan narator menyebalkan itu?'


[Tidak bisa Tuan, atau ceritanya tamat]


....


"HMH." Liu tersenyum kecil. Ia tidak suka sama yang menggantung, mana enak yang begituan?


Ia harus membuktikan dirinya sebagai pendekar yang bisa diandalkan!


Liu menjatuhkan dirinya ke depan, tindakannya benar-benar mengundang pertanyaan.


SYUT.


Dan menghilang begitu saja!


BUAAAGHHHH!


Tendangan telak masuk mengenai wajah tampan dewa! Sungguhlah tak terduga sama sekali!


HUSH!


Dewa terhempas begitu saja. Dan kini Liu terdiam, masih agak tertunduk juga.


'Kita harus cepat sistem.' Waktu mereka tak banyak sekarang.


[Roger captain]


SRING!


Mata Liu bersinar hijau terang!


***

__ADS_1


__ADS_2