Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Terima Kasih Untuk Semuanya


__ADS_3

'Ah.'


Liu terdiam.


Entah kenapa semuanya jadi gelap.


Ada apa ini?


Bukankah ia sedang bertarung dengan musuh terakhirnya?


Kenapa malah ada di sini?


Sejauh mata memandang memang hanyalah ruang gelap hampa, tak ada apapun lagi.


....


TUNGGU DULU....


Liu terdiam, raut wajahnya langsung berubah pucat.


Ia tak punya pengalaman baik melihat ruangan gelap ini.


'AKU SUDAH MATI?'


Itulah hal pertama yang muncul di benaknya.


Itu alasan yang cukup masuk akal untuk menjelaskan apa yang terjadi di sini.


'OI OI.'


Liu tak percaya, ia yang menduga, ia juga yang menolak dugaannya.


'AKU HARUSNYA MENANG KAN!?'


'DIMANA-MANA TOKOH UTAMA MENANG KAN!?'


Kepanikan mulai menyerangnya.


Liu memegang kepalanya.


Tak bisa dipungkiri ia super duper kewalahan melawan boss terakhir itu.


Terlalu sulit yang akhirnya malah membawanya ke ruang gelap tak menyenangkan ini lagi.


Liu berusaha menenangkan dirinya.


"!"


AHA!


Bola ide muncul di kepalanya.


IA KAN MASIH PUNYA SISTEM YA!


Tinggal tanya aja padanya ya!


Liu mengambil ancang-ancang.


Bersiap untuk mendengar penjelasan dari sang sistemnya.


....


Tak ada jawaban.


'Sistem?'


....


...


Masih tak ada jawaban.


'SISTEM!?'


........


Untuk ketiga kalinya tidak ada jawaban.


Blugh.


Kekuatan di tubuhnya terkuras hebat begitu saja, yang bahkan membuatnya tak bisa berdiri lagi.


'KENAPA....?'


'KENAPA TAK ADA KABAR?'


Untuk pertama kali setelah sekian lama Liu merasakan perasaan tidak enak ini.


Ia benar-benar tidak menyangka dan tidak percaya.


Bahkan tidak mau percaya!


Sistemnya bagaikan belahan jiwa yang ada padanya.


Ia benar-benar percaya dan bergantung padanya.


TAPI KENAPA MEREKA HARUS BERPISAH BEGINI!?


Liu terdiam, tubuhnya bergetar, dan emosinya meluap.


Sudah selesai.


Ia gagal.


Usahanya berakhir di sini.


'Aku gagal ... gatot! Gagal total!'


Liu hanya bisa menumpahkan rasa frustasinya.


Ia tak menyangka takdir seperti ini yang dituliskan oleh penulis dalam kisah hidupnya.


Kenapa penulis kisah hidupnya ini begitu kejam!?


Kenapa dia tak memberinya happy ending yang sama seperti cerita dan kisah hidup yang lainnya!?


Di titik ini narator cerita merasa seperti disalahkan.


Yah narator hanya mengamati kisah hidup tokohnya saja, sedang yang menentukan perjalaan dan berhasil tidaknya ya tokoh cerita itu sendiri.


"Ah."


Tak butuh waktu lama sampai akhirnya Liu sadar.


Ia sadar akan kelemahannya dan ketidakmampuannya.


Ia sadar sudah gegabah mengambil misi mustahil ini.


Sang dewi yang sudah memberinya kesempatan kedua ini berharap ia bisa menjalani hidup baik sebagaimana mestinya.


Dewi tidak minta diselamatkan....


Tapi ia bersikeras yang akhirnya beginilah jadinya.


Tak cukup hanya modal tekad dan nyali saja.


Pada akhirnya butuh lebih dari semua itu.


Yang tidak mungkin ia bisa lakukan.


Sudah berakhir.


Tamatlah sudah.


"Xiao Liu...."


"?"


Liu terdiam.


Entah kenapa rasanya ada yang memanggil namanya.


Ah mungkin hanya imajinasinya saja.


Mungkin saja ia lagi di alam pertengahan yang akan membawanya ke dunia orang mati.

__ADS_1


Kata maaf saja tak cukup untuk memperbaiki perbuatan bodohnya ini.


"Liu...."


'!?'


OI OI.


Entah kenapa suara yang didengarnya malah makin jelas.


MIRIP DEWI XINMU.


Jangan-jangan dewi datang untuk menyiksanya gara-gara misinya gatot!?


WADUH!


Liu terdiam.


Pada akhirnya ia pantas untuk dapat hukuman yang setimpal.


Ia siap untuk dihukum.


Sring....


Sinar putih tiba-tiba saja muncul, seolah membawanya keluar dari ruang gelap ini.


***


SRIING!!!


"UGH!" Dewa kematian terkejut.


Tiba-tiba saja ada cahaya terang yang memaksanya untuk mundur.


Padahal ia selangkah lagi menang!!


Tapi kenapa ada aura kekuatan menyebalkan yang muncul!?


"!?"


Tes ....


Tes ....


Dewa kematian terdiam.


Tak ada angin tak ada hujan tubuhnya tiba-tiba hilang kekuatannya.


"AAPAAAA!?"


Dewa kematian meraung tak percaya.


ADA LUBANG BESAR YANG TERCIPTA DARI TUBUHNYA!


KENAPA-KENAPA BISA BEGINI!?


IA JELAS-JELAS LAGI MELANCARKAN SERANGAN PAMUNGKASNYA PADA LAWANNYA!


TAPI KOK!?


Sang dewa kematian tak percaya, ini penghinaan yang besar!


Sring.


DENGAN CEPAT IA MELIHAT KE ARAH SINAR TERANG ITU.


"!?"


"KAU!?"


Dewa kematian tak percaya dengan yang dilihatnya.


"XINMU!"


"KENAPA KAU ADA DI SINI!?" Dewa tak bisa menahan kegeramannya.


Dewi menyedihkan itu malah ada di sini!


Dia harusnya ada di penjara khusus miliknya!


Tak ada yang bisa melarikan diri dari situ!


YANG LEBIH MENGEJUTKANNYA DIA MENGGENDONG BOCAH YANG JADI TARGET UTAMANYA!


KENAPA BISA BEGITU!?


Sang narator tidak bermaksud menekan banyak huruf kapital.


Tapi ia tak menemukan cara lain untuk menjelaskan bagaimana murkanya sang dewa kematian ini.


"Inilah akhirnya dewke." Dewi Xinmu terdengar serius.


"!?"


"DEWKE SAHA!?" Dewa kematian tak terima dipanggil seenaknya begitu.


Yah maksud sang dewi sih 'dewa kematian' tapi disingkat 'dewke.'


Dewa kematian tak terima dengan penghinaan ini.


Untuk pertama kalinya ia terluka parah begini


Ini jelas melukai harga dirinya sebagai dewa terkuat yang pernah ada.


Ia tak menyangka dewi rendahan itu muncul dan malah mengacaukan semuanya.


Tidak bisa dimaafkan.


Ini benar-benar tak bisa dimaafkan.


Siapapun yang berurusan dengan dewa kematian akan dapat ganjaran mengerikan berkali lipat, siksaan yang hebat yang tak pernah berakhir!


Dewa mengumpulkan kekuatannya.


Ia harus segera kasih paham pada dua makhluk rendahan itu!


"!?"


Raut wajah sang dewa berubah begitu saja.


Seolah tak percaya dengan apa yang terjadi.


'Kenapa....?'


Kenapa regenerasinya lambat sekali?


Sang dewa heran kenapa pemulihannya tak berjalan cepat.


Padahal mau luka seperti apapun, ia akan tetap bsisa pulih dan melipatgandakan kekuatannya.


Tapi kenapa sekarang....?


"Sudah selesai dewke." Dewi Xinmu serius, lebih serius dari yang sebelumnya!


"!?"


BERANI-BERANINYA MAKHLUK RENDAHAN MENGATAKAN ITU PADANYA!


DIA AKAN MENERIMA AKIBATNYA LEBIH DARIPADA APA YANG BISA DIPIKIRKAN!


Dewa makin murka, namun pada akhirnya lubang besar di tubuhnya tak kunjung pulih juga.


"KAU!?"


Makhluk rendahan itu pasti sudah melakukan trik padanya!


BERANI-BERANINYA!


"Pemuda ini yang mengalahkanmu."


"!?"


Dewa terdiam. Melihat pemuda yang menutup matanya seolah tertidur pulas.


Dia yang mengalahkannya?

__ADS_1


BERCANDANYA BAGUS JUGA! TAPI TAK LUCU! HA!


Dewa tak peduli dengan kata-kata itu.


HUKUMAN BERAT BAGI PEMBOHONG!


Blugh.


Dewa tersungkur dengan kedua lututnya.


Kekuatannya tak kunjung datang, dan malahan terus meninggalkannya.


'A- apa?' Ia tak percaya.


Kenapa bisa-bisanya ... semua ini ... terjadi?


Ja ... di ... apa yang dikatakannya itu ... benar?


Shhh....


Dewa ambruk dan perlahan namun pasti keberadaannya mulai menghilang dari sini.


"Tak ada momen dramatis bagi makhluk jahat sepertimu." Dewi Xinmu serius parah.


"HAH!?" Liu membuka matanya.


"Ara, sudah sadar?" Dewi tersenyum kecil.


"WA!" Baru saja bangun sudah disuguhkan senyum ramah saja!


"DE- DE - DE...." Liu tak percaya dengan apa yang dilihatnya, bicaranya jadi susah!


"Hm?"


"DEEWIII!?" Kok bisa-bisanya ada dewi!?


Bukankah dewi lagi ada di tempat jauh dan menunggu diselamatkan?


Kenapa malah ada di sini!?


"Kamu sudah berjuang, Xiao Liu." Dewi tersenyum kecil.


Penampilan sang dewi memang kelihatan lebih lusuh dari biasanya.


Tapi tetap tak bisa menutupi pesona, kharisma, dan kecantikannya.


Tanpa panjang kali lebar sang dewi menjelaskan apa yang terjadi


Yah ia tak bisa membiarkan pahlawan satu ini tak tahu atas jasa besar yang sudah diperbuatnya.


"APA!?" Liu tak percaya dengan apa yang didengarnya.


"AKU JADI SENJATA DAN MENGALAHKAN RAJA IBLIS!?"


Aneh sekali!


"Hm~ hm~" Dewi mengangguk pelan.


Liu terdiam.


Ia perlu memproses apa yang sudah didengarnya ini.


Sulit dipercaya, tapi masa iya dewi bohong


Liu terdiam.


Benar saja apa kata dewi.


Tak kelihatan ada dewa kematian di sini.


"Maaf sampai harus membuatmu kesusahan selama ini." Dewi tak bermaksud membuat makhluk yang ditolongnya malah makin sengsara.


"...." Liu terdiam, ia mulai bisa mengerti.


"Tanpa dewi, saya takkan ada di sini."


Semuanya akhirnya sudah jelas.


Sang dewi ternyata men-trigger kekuatan sistem dalam dirinya.


Yang akhirnya membuatnya bisa melepaskan diri dan teleport ke tempat ini, mengubahnya jadi senjata, melancarkan serangan pamungkas pada iblis.


Singkat, padat, dan jelas ya.


"Jadi sistem?"


"Sudah tiada."


"Dia pergi bersama dengan dewa kematian."


"...." Liu terdiam.


Dewi bisa merasakan adanya hubungan erat antar sistem dengan pemuda ini.


"Maaf membuatmu tak sempat memberi salam perpisahan padanya."


"Ah, ti- tidak apa dewi."


Liu teringat momen-momen bersama sistemnya, meski kadang absurd dan aneh.


Tapi sistemnya selalu ada bersamanya, menolongnya di setiap situasi.


Bahkan sampai akhir sekalipun.


Dewi mengerahkan segenap kekuatan sistem dalam diri pemuda ini untuk menumbangkan sang dewa kematian.


Kekuatan sistem sudah jauh lebih kuat selama bersama dengan pemuda ini.


Yang akhirnya bisa mengakhiri dan menutup kisah ini.


"Kamu bisa bernafas lega, Liu." Dewi tersenyum kecil.


"Ah." Liu masih tak percaya.


Ia pikir bakal bad ending.


Tapi ternyata narator yang menulis kisah hidupnya tak se-tega itu sih.


Syukurlah ya.


"Apa semuanya akan baik-baik saja dewi?" Liu khawatir dengan tumbangnya dewa kematian maka akan terjadi sesuatu yang buruk di alam dewa ini.


"Tenang saja, semuanya akan baik-baik saja." Dewi tersenyum ramah.


Liu lega mendengarnya.


Semuanya sudah berakhir ya.


Entah apa yang terjadi kalau dewi tak datang ke sini, pikir Liu.


Dan entah apa yang terjadi kalau pemuda ini tak mau datang ke alam dewa dan mengalahkan dewa kematian dengan semua perbuatan seenaknya itu, pikir dewi.


Keduanya membutuhkan satu sama lain.


"Kalau begitu, siap untuk kembali?"


"Apa ini ... pertemuan terakhir kita dewi?" Liu terdiam, rasanya agak sedih.


Dewi terdiam dan mengangguk pelan.


"Aku takkan melupakan apa yang sudah kamu lakukan Xiao Liu."


Pemuda ini sudah melakukan sesuatu yang bahkan para dewa di alam dewa tidak bisa melakukannya.


"Semuanya berkat dewi." Liu tak pantas menerima pujian seperti itu.


"Terima kasih sudah menyelamatkan alam dewa, Xiao Liu."


Chu~


Dewi mengecup lembut kening pemuda ini.


Dan seketika itu juga sinar terang menyelimuti mereka berdua.


Semuanya sudah selesai.

__ADS_1


Waktunya untuk berkumpul dengan keluarga dan merayakan kemenangan.


Ah, ngomong-ngomong Kakek An dengan yang lain lagi apa ya?


__ADS_2