Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Cacing


__ADS_3

Keesokkan hari, pagi hari. Di penginapan langganan Kota Liuzhou, di kamar terbaring seorang diri dengan mata melotot.


‘ADA BANYAK MISTERI YANG HARUS KUUNGKAP!’ Banyak hal yang terjadi belakangan ini. Liu tahu ia harus meng-organisir yang terjadi di hidupnya ini, atau jika tidak hidupnya bisa berantakan!


Pentingnya tahu apa yang harus dilakukan!


Ia bukan anak kecil yang berpikiran simpel, inilah kehidupan orang dewasa penuh lika-liku yang sebenarnya!


Dengan semangat pagi, Liu mengambil buku catatan yang ada di kamar, mulai menulis hal apa saja yang terjadi dihidupnya.


Dan setelah beberapa saat, Liu akhirnya bisa mengambil satu kesimpulan….


IA BELUM CUKUP KERAS BERJUANG!


‘KEHIDUPANKU TERLALU DAMAI! ADA YIN-JIE DAN NONA YING YANG TIBA-TIBA SELALU DATANG! INI BAHAYA SEKALI!’


Liu sadar ini pokok masalah yang sangat krusial. Pendekar terkuat mana yang kerjaannya hanya berada di dekat gadis cantik!?


‘Tapi aku bisa apa!?’ Liu menelisik ke dalam batinnya. Memang kehidupan santai dan enak adalah dambaan semua orang, tapi kalau keterusan itu lain cerita!


[Jadi Tuan Liu ingin dikejar dan berada dalam bahaya seumur hidup?]


‘Duh bukan begitu juga….’ Yah kehidupan menegangkan begitu ada bagusnya juga, ia jadi tahu makna kehidupan dan belajar banyak.


Tapi kalau kelebihan bisa-bisa mati duluan sebelum tujuan tercapai!


BRUG.


Liu bangkit dari tidurnya, melakukan olahraga fisik, push up, sit up, squat, kayang dan lain sebagainya. Jika ia lakukan tiga tahun, bisa-bisa ia tak terkalahkan dan bisa mengalahkan musuh sekali pukul! Bukankah itu keren!?


Kekuatan fisik adalah hal penting di dunia pendekar! Dengan fisik yang kuat aura Qi juga beriringan bertambah!


Liu tahu ia harus meningkatkan fisik tubuhnya.


[Memperkuat fisik… aliran Qi stabil… kalau begini terus dalam tiga tahun Tuan bisa jadi dewa]


‘MASA SIH BENAR!?’


Liu abai dengan pendapat absurd sistemnya dan terus melatih fisiknya selama beberapa waktu.


“KYAAA!” Dan malah ada suara perempuan terdengar seketika itu juga!


‘Apa itu!?’ Dengan segera Liu berlari keluar kamar, ia tidak menyangka ada teriakan di pagi yang damai!


‘Kenapa keinginanku langsung terwujud!?’ Liu kembali protes dengan kejadian tak terduga ini. Tidak lagi damai!


‘Arah kamar Yin-jie!’ Liu sadar ia harusnya lebih waspada. Belati merah sudah ia serahkan lagi padanya, bisa saja musuh menyerang di saat lemah!


[Tuan tidak perlu meninggalkannya]


‘TIDAK PERLU BAGAIMANA! MANA MUNGKIN TIDUR SEKAMAR!’ Liu menolak keras pendapat sistemnya.


Tapi mau bagaimanapun juga sistemnya sedikit benar. Risiko meninggalkan Fang Yin terlalu besar, ini menyangkut nyawa dan senjata dewa lho!


Kalau kehilangan keduanya bisa repot, kalau sudah begitu apa yang harus ia lakukan?


BRAK!


“Yin-jie!” Tanpa permisi atau basa-basi Liu langsung terobos tkp, dan benar saja Fang Yin terlihat ketakutan.


“A…da apa?” Liu tidak melihat siapa atau apapun, hanya kamar kosong saja.

__ADS_1


“Li- liu-ke!” Yin menunjuk ke arah bawah lantai dekat kasur, dengan cepat Liu segera tiarap memeriksanya.


“Ada cacing! Hii!” Yin menjauh, saking takutnya sampai bergetar dan tidak berani mendekat.


Liu memegang makhluk kecil panjang itu.


‘Ah cuma cacing.’ Liu pikir ada masalah serius apa, haaah ini mah bukan apa-apa.


‘Yin-jie takut cacing?’ Liu pikir seorang yang suka bertualang sudah biasa menghadapi makhluk liar begini.


Tapi yah bisa dimaklumi, kebanyakan orang tidak suka cacing, mereka tidak lucu dan menggeliat gimana gitu.


Tapi kenapa di penginapan ada cacing begini? Dia salah alamat ‘kah?


Puff…


‘Lho.’


“Be-berubah….” Yin terdiam melihat pemandangan aneh itu,


‘CACINGNYA BERUBAH JADI KERTAS!?’ Liu menggenggam sebuah gulungan kertas sekarang!


Teori tidak masuk akal apa ini? Bisa-bisanya cacing jadi kertas begini!?


“Ehm.” Liu harap kertas ini tidak meledak atau apa, ia jadi was-was.


Sret.


Dibukanyalah untuk melihat apa isinya, sontak ia terdiam.


-Xiao Liu, anda diundang ke pesta bawah tanah, anggap saja sebagai hadiah karena sudah lolos dari maut, ajak kekasihmu. Tertanda, Sekte Cacing.-


Sistem bangga tuannya jadi perhatian sekte lain sekarang.


‘Ah benar, aku diundang… haha hebat sekali… tapi sekte cacing?’


KENAPA NAMANYA SEKTENYA KURANG BAGUS BEGITU? Liu pikir akan lebih keren kalau namanya ‘Sekte Bawah Tanah, Sekte Tapak Misteri’ lah ini Sekte Cacing?


[Memproses… mengunduh informasi… sekte cacing….]


[Sekte Cacing adalah sekte netral yang bermarkas di bawah tanah, tepat di bawah pusat kota Liuzhou. Anggotanya para gelandangan, orang miskin, sebatang kara, orang tidak mampu, orang dibuang, yang terlantar dsb.]


‘Sekte Netral….’ Liu ingat, diantara kedua sekte populer aliran murni dan sesat masih ada sekte lain yang tidak berpihak pada aliran manapun, Sekte Netral.


Sekte jenis ini jarang tersorot dan hanya jadi anak tiri dibanding perkumpulan lain, Liu heran kenapa mereka mau mengundangnya?


“Yin-jie, kita diundang ke pesta.” Liu tersenyum kecil. Tidak buruk juga setelah beragam kesulitan yang terjadi.


***


“SELAMAT DATANG!” Seorang pria setengah baya berkumis tipis menyambut Liu dan Yin.


Tak lama setelah mendapat pemberitahuan itu, Xiao Liu dan Fang Yin akhirnya sampai di ruang bawah tanah, tepat di bawah pusat Kota Liuzhou.


“Terima kasih sudah diundang Tuan.” Liu dan Yin membungkukkan badan hormat.


“Kami sudah menunggu, haha jangan tegang begitu.” Pria setengah baya ini terdengar ramah. Liu jadinya tidak curiga sama sekali!


Yah secara teknis sih mereka harus melalui gorong-gorong saluran air demi masuk ke tempat ini, untuk orang yang suka kerumitan pasti senang melalui jalur ini.


Yang tentu saja bukan Liu. Ia kini disambut seorang bapak setengah baya yang sepertinya tahu identitasnya.

__ADS_1


Tidak banyak yang bisa dilihat di bawah tanah ini, tapi jelas-jelas di sini cukup ramai. Semuanya tampak menyambut ramah kedatangan mereka berdua.


Jadi inilah tempat perkumpulan Sekte Cacing? Sederhana namun menarik.


“Ah! Benar kata orang, kekasihmu cantik juga! Kalian pasangan serasi!” Bapak setengah baya itu melihat dua orang ini berpenampilan rapi. Mengingatkannya pada kencan masa mudanya.


“Ahaha- tapi kami buk-“ Lagi-lagi salah persepsi, Liu takut ada yang tidak enak di sini.


Blush.


‘Kenapa Yin-jie jadi merah begitu?” Liu heran.


*


“UNTUK KEBEBASAN LIU-KE DAN YIN-JIE! YEAAH!” Orang-orang berkumpul demi momen ini dan mengangkat gelas berisi jus segar.


“YAAY!” Xiao Liu dan Fang Yin tersenyum, mereka bergembira bersama. Tak terasa waktu berjalan, hari sudah mulai petang.


Liu akhirnya bicara khusus dengan pemimpin sekte netral ini, yang ternyata bapak setengah baya yang menyambutnya!


Beliau adalah Zu Xin yang ternyata ayah dari Zi Xin, nelayan berotot penuh kharisma.


“Aku senang ada yang mengalahkan putraku.” Zu Xin senyum diantara kumis tipisnya.


“Tuan Zi Xin sangat kuat, saya hanya beruntung.” Kalau tanpa sistem Liu pasti tumbang melawannya. Entah kenapa ia ingat lagi tamparan brutal itu.


Zu Xin tersenyum kecil, seorang yang mengalahkan putranya itu sungguh rendah hati. Tidak banyak pendatang baru punya hati baik sepertinya.


“Tapi Tuan Zu Xin, apa maksud dari pesta ini?” Langsung ke inti! Liu tahu niat baik Sekte Cacing yang mengundangnya, namun pasti ada alasan lebih lanjut mengenai hal ini!


Lolos dari maut… apa maksudnya?


“Jangan remehkan sekte kami haha!” Zu Xin terdengar bersemangat, Liu tersenyum tapi faktanya ia tetap tidak mengerti kalau tidak dijelaskan.


“Kamu bertemu putri pendekar es ‘kan?” Zu Xin terdengar seriu.


Liu mengangguk, kemarin juga ketemu dengan alasan yang kurang jelas. Lho kenapa melibatkan Nona Ying?


“Itulah yang kumaksud lolos dari maut, kamu kalah darinya dan tidak terbunuh, kekasihmu itu, dia bebas dari hukuman mati, dan tidak terbunuh. kamu mengerti ‘kan?”


“AH!” Liu paham. Dan di saat bersamaan heran kenapa bisa-bisanya info ini menyebar cepat, bahkan sampai ke telinga sekte cacing?


“Beliau memang sangat hebat dan keren Tuan.” Liu agak bangga kemarin bertemu orang hebat lagi.


“Ah.” Zu Xin tidak merasa pemuda ini mengerti konteks yang ia maksud.


“Apa yang ingin kusampaikan adalah… hati-hati terhadapnya.” Zu Xin terdengar serius.


Liu mengangguk kecil, tanpa perlu diberitahu pun ia tahu harus waspada.


“Sepertinya dia mulai menggila! Kemarin saja tiba-tiba dingin sekali di kota!”


Tidak bisa dipungkiri itulah yang terjadi, namun Liu masih percaya tindakan Nona Ying adalah penting dilakukan.


“Terima kasih atas nasihatnya Tuan.” Akhirnya Liu paham, betapa beruntung sekaligus menakutkannya pertemuannya dengan Xiao Ying.


Sementara itu Liu dan Fang Yin mengantuk karena hari sudah malam. Zu Xin melihat tas berisi berisi belati merah yang terbuka….


Beberapa saat setelah Liu dan Yin pulang….


Zu Xin, Ketua Sekte Cacing menyeringai sembari memegang belati merah. “Heheh boy.”

__ADS_1


__ADS_2