
Apa itu berarti kekuatan elemen es-nya lebih kuat dari miliknya?
TIDAK MUNGKIN!
Ditengah raut wajahnya yang tenang dan tajam lagi dewa menolak pikirannya.
Tidak mungkin kekuatan apinya bisa dikalahkan!
Sret.
Dewa Zao menatap tajam, sepertinya ia sudah selesai dengan analisisnya.
Di sisi lain.
'OKE.' Liu dapat firasat, sang dewa akhirnya menyudahi lamunannya! Yeah!
"Ba-"
HUSH!
Sang dewa langsung melesat ke arahnya!
TRANG!
Dewa langsung menyerangnya dengan pedang aura api super kuat! Hempasan dahsyat dan bunyi pedang beradu berisik pun terdengar memenuhi area dingin ini!
'Belum selesai ngomong!' Liu tak menyangka dewa tak basa-basi lebih dulu!
Padahal Liu mau lanjut ngajak ngobrol!
Tapi apa daya dewa sudah maju duluan, yah Liu tak punya pilihan selain meladeninya.
Ia menahannya dengan pedang elemen es-nya!
Kedua pedang saling beradu, menimbulkan gesekan suara layaknya pedang besi, namun sebenarnya itu adalah aura kekuatan keduanya!
HUSH!
TRANG!
Dewa tak mau membuang waktunya kini waktunya untuk pembuktian!
Berbagai teknik pedang hebat keluar juga. Dewa dengan lihainya berkelit dan melancarkan berbagai macam teknik pedang yang hebat, akhirnya pertunjukkan yang memukau juga!
"!" Liu berusaha mengkuti gerakan pedag dewa, namun tak semudah kelihatannya, gerakannya kelewat luwes buat diikutin!
[Fokus brutal ... aktif]
SRING!
Kedua mata Liu bersinar biru sekarang, bola matanya bergerak cepat berusaha mengikuti irama dewa.
TRAAANGG!
HUSSSHH!!
Kedua pedang kembali beradu lagi, sejauh ini belum ada yang terihat kewalahan, namun wajah, tangan dan kaki Liu terkena sabetan pedang dewa.
Dan darah segar tak tertahankan pun keluar.
Bahkan fokus brutal belum cukup untuk bertahan dari serangan pedang dewa.
Tak bisa dipungkiri barusan gerakan pedang musuh yagn tercepat dan tersulit sejauh ini. Yah itu sudah jelas, ia sedang melawan dewa sih.
Tak perlu banyak mengatakan jurus aneh, teknik pedang apalah-itulah. Teknik standar dewa sudah jauh melebihi standar yang ada.
'....' Liu tak berharap banyak, masih bisa berdiri saja sudah untung baginya.
Meminta bertarung tanpa luka dengan dewa jelas terlalu berlebihan.
Liu terdiam, luka yang pada tubuhnya tidaklah terasa enak, malahan sebaliknya.
[Tuan mau jadi masokis?] Sistem bisa memanipulasi sementara perasaan tuannya. Jadinya bisa keenakan ketika merasa sakit.
'NGGAK MAKASIH.' Liu tak tertarik, yah lebih baik normal ajalah ya. Takut keterusan soalnya.
Liu tak mau jadi korban 'awalnya sih coba-coba'. Kalau yang dicoba hal bagus dan bermanfaat, lah hal negatif dan aneh, buat apa?
Bukannya mau mendikte hidup orang harus sempurna penuh kebaikan atau gimana juga sih. Liu hanya ingin berlaku wajar dan nggak mau aneh-aneh.
"UGH." Tapi rasa sakitnya makin menjadi-jadi sih.
'SIAL!' Liu tak mau kalah oleh rasa sakit. Ia harus menang!
KRRRIIITTT!
Adu kekuatan pedang sambil sakit adalah tantangan untuknya!
Di sisi lain....
Dewa tidak senang dengan ini. Meski ia sudah membuat targetnya terluka, tetap saja ada yang salah.
Kenapa pedang es-nya bisa bertahan sampai sekarang? Dewa heran.
Elemen es biasa sudah PASTI akan hancur saat berkontak dengan pedang apinya!
Tapi kenapa dia....?
Dewa terdiam, akibat serangan api tadi, ia perlu waktu untuk menstabilkan kekuatannya lagi.
Bahkan untuk ukuran dewa, semuanya ada perhitungan, termasuk kekuatan. Tidak semua dewa bisa mengeluarkan kekuatan besar seenak jidat.
Apa mungkin karena kekuatannya menurun? Dewa ber-asumsi begini.
Dan lagi-lagi elemen es bisa bertahan dari kekuatan api tetap sulit dimengerti.
Seharusnya kekuatan elemen es tidak lebih kuat dari api, itu sudah default dari sananya.
Namun targetnya ini berhasil mengejutkannya dengan bertahan sampai sejauh ini, dengan pedang es yang belum hancur sama sekali.
'Keknya dewa ngemun lagi,' pikir Liu.
Tapi itu tak mungkin sih.
Bisa saja dewa sedang merencanakan sesuatu, ia tak boleh tertipu!
KRREEETT....
Kedua pedang masih beradu satu sama lain, tidak ada yang mau mengalah di sini!
Yah sudah pasti mereka ingin menang juga demi tujuan masing-masing sih.
[Heh] Sistem terdengar percaya diri.
" ...." Liu fokus, dewa terilhat lebih mengerikan dari yang sebelumnya!
Aura intimidasi yang hebat, nggak kuat mental bisa bahaya nih!
"Pedang...."
'INI DIA!' Akhirnya dewa membuka mulutnya juga!
Inilah yang ia tunggu-tunggu!
"BRING IT!" Liu menatap tajam sembari tersenyum lebar!
"... Siksa Api."
SSWWUUURSSHH!
Dewa menghilang seketika itu juga!
"...." Liu terdiam, padahal ia bisa panik karena lawannya menghilang begitu saja.
Namun Liu tidak begitu, ia tetap tenang dan malah perlahan menutup matanya.
[Pendengaran super brutal+++]
SIINGGG....
Telinga Liu jadi tajam seketika itu juga, ia bisa mendengar hal sensitif, dan bahkan hal yang paling sulit didengar sekalipun.
KENAPA KARAKTER UTAMA MELAKUKAN HAL INI!?
Bukankah lebih baik kalau ia meningkatkan fokus pada matanya dan langsung melihat pergerakan dewa!?
Tapi kenapa malah jadi telinga!?
'BERISIK.' Entah kenapa rasanya ada yang protes.
[Sepertinya ada yang penasaran soal kelakuan Tuan]
'Oh.'
Liu paham, mungkinkah keputusannya agak kontroversial? Kenapa ia malah meningkatkan kemampuan pendengarnya?
Liu tersenyum kecil, jawabannya sudah jelas, ia tak bisa mengikuti kecepatan serangan dewa.
Daripada maksa ya mending cari cara lain, betul nggak?
__ADS_1
Liu pikir itu masih masuk akal.
Dewa sedang bergerak cepat dan ingin mengakhiri ini dengan cepat. Sedang Liu sendiri masih belum ingin berakhir!
Ini bukan last shot-nya. Namun Liu yakin tak akan rugi mencoba strategi ini.
TING!
"!" Alis matanya menurun tajam dan langsung salto!
SWURHS!
Dewa ternyata hendak menusuknya dari belakang! Dari titik butanya!
Sangat cepat bahkan sulit dilihat meski punya mata terlatih sekalipun!
Serangan yang sangat terpusat yang sudah pasti fatal kalau kena!
Tap.
Liu mendarat lagi. Ia masih menutup matanya dan serius. Entah kenapa terlihat keren juga.
Di sisi lain.
Sang dewa api terlihat mondar-mandir dalam kecepatan yang tidak masuk akal.
"...." Dewa tidak menyangka targetnya bisa menghindar dari teknik 'one shot one kill' miliknya.
Ini salah satu trik simpel miliknya yang mengalahkan banyak musuh. Tapi kenapa pemuda itu bisa menghindar?
Kecepatan ketepatan serangannya jelas meningkat jauh. Harusnya semua ini sudah berakhir.
Namun yang terjadi tidak sesuai dugaannya. Dewa Zao harus puas serangannya tidak kena sama sekali.
Tapi serangannya belum berakhir di sini!
Di sisi lain.
'Dia datang.' Liu belum membuka matanya, sebaliknya ia semakin terbiasa hanya mengandalkan indra pendengarannya.
[Pendengaran Super Brutal Special Edition....]
'IH.' Nama jurusnya gitu amat ya?
[Supaya keren Tuan hehe] Sistem suka hal yang keren-keren.
BLIZZZT X 10!
Serangan 'one shot one kill' dewa lagi! Kali ini bukan sekali, namun sepuluh kali bersamaan!
Sungguhlah teknik yang sangat OP! Dewa Zao tidak ragu dan tidak main-main!
SHHHH!
Dewa yakin serangannya ini sudah pasti membuat targetnya kelabakan!
TAP.
Sang dewa berdiri sesudah melancarkan tekniknya itu. Terlihat jelas mukanya agak muram dan penuh tekad.
Ia tak menyangka pertarungan berjalan selama ini.
Namun yah, itulah yang terjadi.
"...." Perlahan namun pasti raut wajahnya berubah, dewa sekarang berekspresi dengan bebas.
Bagaimana tidak? Terlihat jelas targetnya terdiam saja di tempatnya dengan pandangan kesengsaraan yang memuaskan.
Dewa bermurah hati membiarkannya lolos di kesempatan pertama, namun berikutnya? Hmh, jangan harap.
Inilah kesempurnaan teknik elegan yang tidak ada duanya.
Tes.
Tess....
Darah perlahan keluar dari mulut targetnya. Pandangannya kosong dan sangat memuaskan untuk dilihat.
Semuanya sudah selesai.
PUFF!
"!?" Targetnya berubah jadi asap!
"ZAAAOOOO!!!"
BUAAAAGHHHHHHH!
BDDUMMM!!!
Dewa tak sempat mengelak dan kena telak!
Sungguhlah pukulan tepat sasaran yang satisfying!
HUSSSSHHHHH!!!
Hempasan angin brutal langsung tercipta, menciptakan angin tornado skala besar!
Jangan tanya soal seberapa besar getaran yang terjadi, YA JELAS BESAR LAH!
Gemuruh mengerikan hadir juga, membuat siapapun orang awam penasaran apa yang terjadi (meski dewi es hidup tenang sendirian di sini sih).
SYUT!
Liu mundur dan langsung jaga jarak!
[KOK MUNDUR] Sistem heran.
Padahal lebih baik tuannya terus memukul mundur dewa. Kesempatan emas lho ini!
'....' Liu terdiam, tidak bisa dipungkiri itu sangat menggoda.
Ia tak mau nafsu terus menyerang. Bisa saja dewa meng-counternya dan keadaannya langsung gawat.
[....] Kok bisa-bisanya tuannya curiga begitu?
Yah sistem tidak bisa melawan perintah tuannya.
Memanfaatkan kesempatan emas? Biasa, melewatkannya? Beuh.
Liu terdiam, kedua tangannya seperti dilapisi es dan bersinar kebiruan.
'Trik tadi kotor nggak yah?' Liu kurang enak menipu dewa.
[....] Sistem tidak menyangka tuannya mikir begini.
[Yang penting selamat saja dulu Tuan] Masalah kotor atau tidaknya nanti saja. Toh ini bukan kompetisi.
'OH IYA.' Liu langsung sadar.
Sret.
Liu memasang kuda-kudanya, by the way pukulan tadi sebenarnya bukan pukulan biasa.
Liu nggak sempet ngemain jurusnya saking seriusnya.
Tapi buat yang penasaran, pukulannya ini namanya 'Pukulan Es Menyakitkan'.
Serangan sederhana dengan tingkat kekuatan fisik tinggi.
Liu sebenarnya tak menyangka dewa bakal kena. Yah bukan rahasia lagi dewa punya inting diluar nalar. Mendeteksi serangan bukanlah hal yang sulit baginya.
Namun malah berhasil juga sih.
INILAH HAL YANG MEMBUATNYA CURIGA.
Mungkin saja dewa sengaja kena serangannya! Dan setelah itu membalikkan keadaan!
Siapa yang tahu? Di alam dewa ini banyak kejutan yang bisa terjadi!
Liu jadi lebih waspada dari yang biasanya. Dan itu bukan hal yang buruk kan?
Hempasan kencang dan getaran masih terjadi sampai sekarang, bisa dibilang serangannya tadi memang tak main-main sih.
"UH." Liu agak lemas, rasanya ia bisa terhempas akibat efek serangannya sendiri.
TAPI TAK ADA WAKTU UNTUK LENGAH!
Dewa bisa menyerangnya kapanpun!
PATS!
Liu membuka matanya lebar, memeloti lokasi terakhir dewa.
Berlama-lama kemudian....
"Hoam...." Liu menguap, entah ia sudah berapa lama menunggu namun sepertinya waktu sudah berlalu begitu saja.
'KAPAN ILANGNYA!?' Liu protes. Dari sejak awal hempasan dan getarannya tetep aja kuat. Kalau begini ia keburu bosan dong!
__ADS_1
[Efeknya tidak akan hilang Tuan]
'HAH!?' Liu terdiam, sistem nggak salah ngomong kan?
Mana mungkin efeknya nggak hilang! Itu nggak wajar sih.
[Serangan Tuan bergantung pada alam es ini. Tidak akan berhenti sebelum Tuan menghentikannya]
'Menghentikannya?' Liu terdiam. Tak bisa dipungkiri ada yang benar apa kata sistemnya.
Serangan tinjuannya tadi bukan berpusat pada kekuatan elemen es miliknya, melainkan pada seluruh elemen es yang ada di tempat ini.
Benar, itulah alasan Liu bisa bertahan dari serangan api super panas tak masuk akal dewa itu.
Ia hanya memanfaatkan aura dingin disekitarannya dan mengubahnya jadi kekuatannya sendiri. Jadilah ia bisa sangat-sangat dingin untuk bertahan pada panas esktrim.
Yah meski gambling juga sih. Tidak ada jaminan cara ini bisa berhasil, namun Liu tak punya banyak pilihan selain beraksi, ia harus fast respon saat berhadapan dengan dewa.
Kalau dipikir pikir mana mungkin es bisa mengatasi kekuatan api. Kalau ia memikirkan ini dari awal nggak mungkin pakai rencana ini.
Namun Liu tetap percaya dan akhirnya melihat hasil yang baik.
Mengubah aura dingin di tempat ini jadi kekuatannya, itu lebih baik daripada memaksakan diri menyerap kekuatan dewa.
[Strategi mantap ya Tuan]
'Bener hehe.'
TUNGGU DULU, MALAH GANTI TOPIK.
[Sistem yakin Tuan sudah mengerti] Sistem percaya pada kemampuan mikir tuannya. Masa sudah sejauh ini masih saja lemot?
'....' Entah kenapa Liu ngerasa tersinggung.
Liu terdiam, ia tahu ia sudah meminjam kekuatan alam dewi es. Tapi apa hubungannya dengan kekuatannya?
[Kalau tempat ini berubah jadi gurun, baru serangan Tuan bisa berhenti]
'HA?' Liu terdiam, kok sistemnya bicara hal lain sih?
.....
....
Liu berusaha tenang dan berpikir, pasti ada maksud tertentu dari perkataan sistemnya itu.
Gurun 'kan identik dengan panas ya? Jadi dengan kata lain serangannya bakal berhenti kalau tak ada lagi hawa dingin ditempat ini?
[Tuh paham] Sistem tidak perlu menjelaskan panjang lebar.
Liu mengangguk kecil, jadi begitu ya.
Faktanya sistem mengambil banyak aura dingin dari jauh, yang sama sekali tak terpengaruh aura panas dewa.
Untunglah masih ada bagian yang belum terjamah panas dewa api, kalau tak begitu, ia tak bisa menggunakan cara ini.
JADI SERANGANNYA TADI ALAMI DAN UNLIMITED?
Liu baru sadar. Ternyata energi pukulannya itu tak berasal sepenuhnya darinya, namun dominan dari kekuatan elemen es.
Ya kalau begitu sih mau sampai kapanpun juga hempasan dan getaran ini nggak bakal berhenti dong.
Liu tak menyangka terjadi hal begini. Padahal ia hanya meminjam kekuatan alam ini saja. Namun ternyata ia menjadi satu dengan kekuatan alam ini.
'AKU NGE-CHEAT DONG.' Liu terdiam ia merasa curang.
[INI BUKAN KOMPETISI TUAN] Mau sampai kapan tuannya protes begitu?
'Oh.' Liu lupa sistem punya perasaan.
'Oke.' Liu menutup matanya. Kalau tahu dari awal ia nggak bakal nunggu begini.
Tapi ya sudahlah sudah terjadi juga.
Liu menutup mata dan berusaha mengendalikan kekuatannya.
Benar apa kata sistemnya. Rasanya ia punya kekuatan tak terbatas.
Tak lama kemudian hempasan udara mulai berhenti, begitupula dengan getarannya.
SHSSH....
Dengan cepat Liu kembali menguatkan tenaganya, bersiap untuk kedatangan dewa lagi.
Shh.....
Aura dingin menerpanya, dan sejauh ini belum ada tanda-tanda dewa yang bangkit.
Liu belum bisa memastikannya....
Sebelumnya serangannya sampai menghancurkan tanah es dan sang dewa pun jatuh ke air.
Sudah seharusnya dewa muncul kan?
Liu sudah melihat bekas lubang serangannya sudah kembali seperti semula. Namun sekali lagi, ia tak menemukan dewa di sana?
MUNGKINKAH DEWA PAKAI JURUS TAK KELIHATAN?
[Sepertinya tidak begitu Tuan] Sistem tak setuju. Memang itu bisa terjadi, namun dewa api bukanla tipe dewa yang biasa menggunakan jurus menghilang.
Liu tak merasakan aura dewa juga. Hal ini membuatnya semakin waspada.
"Dia di sini." Tiba-tiba terdengar suara wanita tak asing.
Liu menoleh dan terdiam. "DEWI BING!?"
Ternyata sang dewi es sendiri yang datang! Dan ia tak sendiri, ia bersaman balok es yang melayang juga!
"Itu....?" Liu penasaran kenapa dewi bawa balok es seperti peti begitu.
Dengan perlahan dewi menurunkan balok peti es itu dan Liu tak percaya apa yang dilihatnya.
"WHAT!?" Liu mengucek matanya untuk memastikan.
Tapi mau dikucek sebanyak apapun tetap saja nggak ada yang berubah juga sih.
Apa yang dilihatnya tetap sama seperti itu.
"Kau berhasil Xiao Liu." Dewi menatap penuh bangga.
[Tuan percaya saja] Sistem gregetan tuannya ragu begitu.
Tapi bagaimana mungkin?
Yang didalam balok es itu ... dewa api sendiri....
Dengan cepat sistem menjelaskan semuanya, dan Liu akhirnya bisa lebih paham.
Usut punya usut, serangannya tadi ternyata membuat dewa tak berkutik dan alhasil keburu beku dan tak bisa melakukan perlawanan lagi.
"A- apa dewa baik-baik saja?" Liu terdiam, ia tak merasakan aura kekuatan besar darinya.
"Kau benar ... kalau begini kau bisa dihukum Dewa Langit Agung sih...." Dewi Bing langsung menatapnya khawatir.
"FOR REAL!?" Liu tak menyangka. Setelah jadi buronan, ia juga mengakhiri dewa? ITU GAWAT BANGET SIH!
"Hmph~" Dewi es menutup mulutnya, jelas ia menahan tawa sih.
'....' Liu terdiam, ia tak yakin itu tawa bercanda atau tawa puas karena dirinya statusnya sudah jauh lebih diburu sekarang.
"Tenang saja...." Dewi mengibaskan tangannya, sontak suasana jadi tidak tegang lagi.
'... OKE....' Liu berusaha tenang. Apapun yang dikatakan dewa lain. Ia bener-bener nggak sengaja sudah ngebuat dewa api begini.
Tapi kemungkinan para dewa tak mau mendengar pengakuannya juga sih. Liu terdiam, rasanya ia butuh saksi biar nggak dituduh yang tidak-tidak.
"Dewa Zao sudah kuperingatkan. Tapi dia ngeyel." Dewi terdiam, ia menatap dewa dengan ekspresi yang kedinginan di dalam es. Yah inilah akibat tidak mendengar perkataannya.
'Peringatkan?' Liu terdiam. Ia penasaran tapi tak mau mengungkit lebih jauh.
"Apa yang akan kau lakukan Xiao Liu?" Dewi Bing menatapnya serius.
"Eh?" Kenapa dewi tiba-tiba menanyakan hal ini?
"Saya akan tetap mencari Dewi Xinmu." jawab Liu, singkat, padat, dan jelas.
Yah Liu yakin dewi pasti sudah tahu soal tujuannya.
"Fufu~" Yang kenyataannya benar begitu sih. Dewi hanya ingin mendengar langsung darinya saja.
"Kalau begitu perjalananmu masih panjang." Dewi tersenyum.
'Oh?' Itu sudah jelas sih. Pada akhirnya Liu tak bisa gegabah, buru-buru dan lain sebagainya.
Liu agak tertunduk, yah tiba-tiba ia ingin merenung.
Dan suasana jadi hening begitu saja. Dewi bisa melihat ekspresi tenang sekaligus penuh pertanyaan dari pemuda ini.
"Tenang saja. Dewi Xinmu dewi yang hebat."
__ADS_1
Liu mengangkat kepalanya. Dewi bisa tahu ia khawatir soal deadline. Namun khawatir memang tidak banyak membantu.
Liu tak punya pilihan lain selain terus maju dan bertambah kuat demi menamatkan misi utamanya ini.