
Liu tak mau menyia-nyiakan waktunya, ia bukanlah makhluk yang bisa mengendalikan waktu!
Akhirnya dua mkahluk ini saling diam saja. Dari luar situasi kelihatan tenang, namun sebenarnya dari dalam cukuplah intens.
Aura misterius dewi lebih mengganggu dari yang dikira dan membuat sulit berkonsentrasi.
Dan seperti yang bisa diduga pemulihan kekuatannya berjalan lebih lambat dari biasanya.
Bahkan lebih lambat dari saat berhadapan dengan Nona Wolf.
Liu berdiri dengan terbuka dan rentan dengan serangan apapun, namun sang dewi masih saja belum melakukan apapun.
OKE INI LEBIH ANEH DARI YANG DIDUGA.
Liu yakin dewi satu ini pemikir handal, tapi masa mikirnya lama amat sih?
Ia mencium bau-bau ketidakberesan disini.
[….] Bahkan sistem pun sampai no comment.
Tidak bisa dipungkiri kelakuan dewi memang mengundang berbagai pertanyaan. Meski lebih menjurus ke hal yang mencurigakan sih.
Sistem pun belum paham apa yang dilakukan dewi.
Clack….
Liu mulai melangkahkan kakinya, menuju pada lawannya.
Jelas tindakannya ini mengundang pertanyaan juga.
KENAPA DIRINYA YANG NOTABENE SUDAH LEMAH MALAH BERJALAN KE ARAH MUSUHNYA!?
BUKANKAH ORANG WARAS AKAN MEMILIH UNTUK MENJAUH DAN MUNDUR? KENAPA KARAKTER UTAMA INI SEBALIKNYA!?
‘BERISIK.’ Liu mengorek kupingnya, suara yang menyebalkan datang lain.
Bisa diilangin aja nggak sih suaranya?
[Tidak bisa Tuan, itu bagian dari cerita]
‘Apa?’ Liu tak paham. Tapi ya sudahlah, kalu nggak bisa ya mau gimana lagi.
Tap.
Liu akhirnya berada di hadapan sang dewi, di jarak begini serangan lawannya pasti lebih mematikan lagi.
Namun Liu tak mau ambil pusing. Ia tetap pada pendiriannya.
Liu menatap tajam sang dewi, dengan tubuh lemas dan aura kekuatan minim. Ketahanan nyalinya diuji di sini.
Adu tatap menatap pun masih berlangsung, belum ada pergerakan apapun dari kedua makhluk ini.
Mungkin terdengar membosankan, namun begitulah kenyataannya.
Terkadang hal membosankan terjadi di kehidupan dan kita tak bisa melakukan apa-apa selain menjalaninya.
Liu sadar ia tak bisa jadi karakter utama super kuat yang selalu bisa diandalkan, ia masihlah makhluk biasa dengan banyak kekurangan.
Namun terlepas dari semua itu, Liu tetap maju dan berani menghadapi kesempurnaan, yakni sang dewi sendiri.
“So?” Dewi Shijian terdengar tertarik.
SWUSH!
Liu melancarkan pukulannya!
Dan adegan gerak lambat pun terjadi!
“….” Terlihat jelas bagaimana raut wajah dewi yang tertarik perlahan berubah.
Mungkin ia terlalu berharap banyak.
Dewi pikir ada yang spesial dari serangan pemuda ini, namun ternyata tidak.
Malahan serangan yang dilancarkan ini jauh lebih lemah dari perkiraannya.
__ADS_1
Kalau begini keburu ngantuk dan bosan nunggu serangannya sampai.
Dewi terdiam, ia penasaran kenapa dia mendekatinya hanya untuk menunjukkan sampah begini.
Inikah kefrustasiannya? Hilangnya kewarasaannya?
Dewi pikir itu bisa terjadi.
Dia tak lagi peduli dengan tindakannya sendiri.
Apa ini saat yang tepat untuk mengakhirinya?
Tidak….
Belum….
Dewi belum mau mengakhiri ini. Ia ingin menikmatinya sampai akhir.
CLACK!
HUSH!!
Adegan kembali normal, dan serangan fisik Liu sama sekali tak mengenai targetnya.
Hempasan kencang tercipta dari serangannya itu, tanda ia sudah mengerahkan yang terbaik meski kondisinya seperti ini.
Namun sayang beribu sayang, serangannya tak menghasilkan apapun dan kini targetnya malah ada dibelakangnya.
Liu terdiam sejenak dan menghentikan pose serangannya, ia tak kaget dan tak berusaha pula mencari keberadaan lawannya.
“….” Dewi waktu bukan tipe yang suka melihat makhluk lain menderita, namun ingin have fun dengan lawannya sendiri.
Dan dewi tak masalah dengan kelakuannya yang begini, ia masih belum ingin mengakhirinya.
‘HUUUH….’ Liu menghela nafas di batinnya, lumayan juga aksinya ini ya.
Yah terkadang hal kecil pun harus mulai diapresiasi.
Liu tak menyesal dengan apa yang dilakukannya, tak peduli sebodoh apapun, itu masih lebih baik daripada diam dalam keputusasaan.
Aura kebiruan mulai membara lagi, Liu tak mengharapkannya namun kejadian juga.
[Tuan] Sistem terdengar serius.
“….” Dewi menanggapinya santai, sesuai dugaannya, bagian serunya belum berakhir.
‘I have to do this.’ Liu menguatkan tekadnya. Memang saatnya menantang batas dirinya.
Ia tak bisa bertarung biasa-biasa saja.
Ada harga yang harus dibayar, dan itu jelas worth it.
SSWUUSSHHH!!!
Auranya kebiruannya makin menjadi-jadi. Akselerasi kekuatan yang mantap jiwa.
“Hm.” Dewi tersenyum kecil, yah patut diakui pemuda ini memang pantas menginjakkan kakinya di alam dewa atas dengan kekuatannya itu.
KBUMMM!!!
Ledakan energi super besar langsung tercipta.
Tak lain tak bukan adalah ulah sang karakter utama sendiri.
SWUSH!
Liu langsung maju dan bahkan air laut pun tak tahan dengan aura kekuatannya!
Sekilas info, ini bukanlah sembarang laut saja, namun laut kediaman dewi waktu!
Dewi tak hanya bisa mengubah waktu sesukanya, namun juga kondisi tempatnya.
Tepat setelah serangan sia-sia yang dilancarkan pemuda itu, dewi mengeraskan seluruh air laut sekeras mungkin.
Jadi bukan sembarang kekuatan yang bisa membuat air laut seolah biasa begini.
__ADS_1
SYAT!
HUSSHH!
Liu dengan semangat terus mengejar sang dewi yang banyak berkelit.
‘KENAPA?’ Liu tak mengerti kenapa sang dewi malah menghindarinya. Kenapa tidak langsung menghadapinya?
[Bisa jadi takut Tuan?]
‘JANGAN BERCANDA.’ Itu kemungkinan dengan persentase terkecil sih.
Liu tak tahu apa yang direncanakan sang dewi namun akan terus mengejarnya tanpa henti.
‘Wh-wha….’ Dewi senang dikejar begini, ini lebih seru dari dugaannya.
Kini keduanya melesat kencang yang bahkan tak bisa dilihat dengan mudah bahkan 0leh dewa sekalipun!
‘Kata-kata klasik….’ Entah kenapa rasanya Liu sering mendengar itu.
[Entahlah Tuan, mungkin narator kehabisan kata-kata?]
Yah tak bisa dipungkiri rasanya ia sedang ada di next level sih.
KAABOOOMMM!!!
Ledakan energi tercipta, woah sungguhlah sangat besar dan memanjakan mata!
Aura kebiruan juga terpancar hebat bersamaan dengan ledakan besar itu.
SWWUSHHH!!
Terlihatlah Liu dan Dewi yang terhempas ke masing-masing sisi.
HUP!
Liu berhasil menahan pergerakannya. Ia terlihat serius.
Apakah outcome dari semua usaha yang telah dilakukannya ini?
Liu jelas sudah melakukan apa yang ia bisa.
“!” Gelombang air laut besar tenang instan dan terlihatlah dewi yang berdiri dikejauhan.
Mau seberusaha apapun untuk tidak terkejut, tetap saja mengejutkan sih.
Yah Liu bukan tipe orang yang bisa biasa saja melihat surprise sih.
Kekuatan sang dewi masuk dalam kategori itu, jadinya sulit untuk tak terkejut sih.
“HM.” Liu bisa melihat ekspresi lawannya sekalipun dari jarak sejauh ini.
‘EH?’
‘SISTEM?’ Liu ingin memastikan apa yang dilihatnya.
[Benar Tuan] Tuannya tak salah lihat, sang dewi memang tersenyum.
‘KOK?’ Liu tak paham, kenapa bisa-bisanya beliau tersenyum seolah puas begitu?
OI. Mungkinkah?
Dewi ini senang diserang?
Ya kalau reaksinya begitu ya sudah jelas sih.
“Heh.” Sang dewi tak menyembunyikan apa yang dirasakannya lagi.
Sudah sekian lama sejak terakhir kali ia merasa puas begini.
Yah hidup ditengah laut sendiri memang sudah jalannya, dan seperti yang diduga, terkadang bisa membosankan juga.
Akhir-akhir ini jarang ada yang datang mengunjunginya juga, itulah kenapa ia memanfaatkan momen yang datang ini.
‘JADI SERANGAN TADI?’ Liu terdiam dengan tatapan tak percaya.
__ADS_1