
Dengan kekuatan besar yang dikeluarkannya ditambah pengaruh aura gelap yang masuk ke tubuhnya, seharusnya pemuda ini kewalahan menunjukkan perubahan.
Tak banyak makhluk yang bisa menerima efek aura kegelapan miliknya terus menerus.
Namun dewa belum menemukan adanya perubahan ritme serangan yang berarti.
Dia terus saja menyerangnya tanpa henti.
Untuk pertama kali setelah sekian lama dewa merasa heran.
Kenyataan tak berjalan sesuai dengan apa yang harusnya terjadi.
“….” Namun dewa tak terlalu memikirkannya.
Mau sampai kapan pun juga serangan lawannya tak akan pernah bisa mengenainya.
Tapi kalau begini terus membosankan juga sih.
BUMMM!!!
Ledakan aura gelap tercipta.
Menghempaskan apapun yang ada disekitarnya, termasuk sang karakter utama.
Hempasan yang sangat dashyat yang bahkan bisa membuat makhluk biasa terkikis sampai tak bersisa.
Yah dewa sendiri yakin hempasan begini takkan berpengaruh banyak padanya.
Lagi-lagi kesabaran dewa diuji dengan menunggu lawannya kembali datang ke hadapannya.
*
Tak bosan-bosannya terhempas.
Liu terdiam dengan wajah datar sembari terhempas kencang.
Sementara armornya mulai terkikis, dan makin lama makin cepat juga.
Liu sudah menduga dewa akan mengatasinya dengan mudah, jadinya tak terlalu kaget juga.
Namun Liu agak bangga karena sudah memberi perlawanan sebelumnya.
Tak peduli serangannya tak berefek apapun.
SSSHHH!!!
[Menguatkan aura kekuatan 1000x lipat]
Seketika itu juga tubuhnya bersinar terang, namun ia masih terhempas kencang juga.
Inilah kekuatan sang dewa kematian, begitu mengerikan dan tidak terukur.
Namun sistem lebih percaya pada tuannya dibanding kenyataan yang sekarang terjadi.
Liu bisa merasakan kekuatan muncul di dalam tubuhnya.
Ia pun bisa merasakan hempasan kencang brutal ini agak melambat.
Dan itu hal bagus.
Liu punya banyak waktu untuk merenung, namun ia tak melakukannya.
Yah kalau kebanyakan mikir pasti ujung-ujungnya insecure dan melemahkan mentalnya.
Daripada cemas, lebih baik memikirkan hal baik yang baru saja terjadi.
Liu merasa lebih tenang, dan lambat laun ia pun berhenti terhempas.
TAP.
Itu hempasan terkencang yang pernah ia alami seumur hidupnya.
Pengalaman yang menegangkan sekaligus aneh.
Terlihatlah luka-luka di tubuhnya sekarang.
Bahkan kekuatan sistem masih belum cukup untuk benar-benar menutup efek hempasan tadi.
[Maaf Tuan]
‘Jangan begitu.’ Luka yang ada padanya tidaklah seberapa.
Sudah bagus ia masih ada utuh di sini.
[Yah tidak banyak yang bisa bertahan dari serangan dewa kematian Tuan]
NAH KAN.
Ia sangat beruntung masih bisa berdiri.
Sesuai namanya, setiap serangan dewa kematian menimbulkan kematian bagi siapapun dan apapun yang berhadapan dengannya.
Bahkan dewa tingkat atas pun bisa diatasinya dengan mudah. Semudah menjentikkan jari.
Liu terdiam dan terlihat terengah-engah.
Ia merasa capek luar biasa sekarang.
Itu wajar sih setelah berusaha bertahan dari serangan ledakan energi sang dewa.
Sementara itu tanda aura hitam makin menyebar di tubuhnya, dan kelihatannya kurang bagus.
__ADS_1
[Tuan….]
Sistem bisa merasakan juga energi gelap yang makin merasuk ke dalam tubuh tuannya ini.
Rasanya begitu menganggu dan menyakitkan.
Namun tuannya tidak mengeluh sama sekali tentang ini.
Kenapa?
Tidaklah salah kalau mengungkapkan apa yang tuannya rasakan, sistem akan senantiasa mendengarnya.
“….” Liu terdiam, tak bisa dipungkiri memang itulah yang dirasakannya.
Sebuah perasaan yang tak ingin ia rasakan.
Namun semua ini terjadi karena suatu alasan, dan mengeluh tak ada gunanya juga.
Liu sudah mengabaikan perasaannya sendiri, dan membiarkan tekad menguasainya sepenuhnya.
‘Ayo sistem, kita belum selesai.’
[….] Sebuah tekad kuat terasa, sistem merasa makin kuat sekarang.
[SIAP TUAN]
SYUT!
*
Sementara itu dewa menyilangkan tangan di dada dan menghentakkan kakinya.
Sebuah pose umum untuk makhluk yang tidak sabaran.
SYUT!
‘Datang juga.’ Hampir saja dewa ingin langsung mengakhiri semua ini.
Namun pemuda itu datang tepat waktu.
“Sadarlah.” Dewa lagi-lagi menawarkan jalan termudah.
Sangat super jarang dewa mengatakan hal yang serupa berulang kali.
Kali ini ia menawarkan promo kerendahan hatinya bagi makhluk yang sudah bertahan dari serangannya.
“….” Liu terdiam, ia tersanjung dengan tawaran yang menggiurkan itu.
“Pertarungan masih belum selesai dew.” Liu tersenyum kecil.
Sebuah sikap ekstrim ditunjukkannya.
Saraf ketakutannya sudah nonaktif, dan tak ada apapun yang membuatnya takut sekarang.
DRRRTT….
[Dewa menguatkan tenaganya Tuan]
‘….’ Oke, itu benar sih.
“Xiao Liu … kuakui kau cukup menarik….”
Dewa tak menyangka makhluk kepunyaannya semenarik ini.
Padahal ia sudah biasa mengoleksi jiwa-jiwa hasil perjanjian dengan makhluk dunia bawah.
Namun kenapa kali ini berbeda?
“!”
Hanya ada satu cara untuk menjawabnya….
Liu terdiam, ia sempat terkejut, namun akhirnya tenang kembali.
Dewa kematian bukanlah tipe yang suka mengulur-ngulur waktu.
Ia sudah banyak mengulur waktu, dan itu sudah lebih dari cukup.
Dewa mengakui kemampuan pemuda satu ini dan tidak sabar untuk memeriksa jiwanya.
Akhirnya datang juga.
Dewa mengeluarkan sesuatu yang sama sekali tak terduga.
“Sampai jumpa di sisi lain, Xiao Liu.”
SYUT!
Dewa langsung hilang.
Tak ada basa-basi atau apapun.
Kini tinggal Liu sendiri berhadapan dengan ketidakpastian di tengah tempat gelap yang bergetar hebat.
‘Cepat juga ya.’ Liu pikir sang dewa mau bermain lama-lama.
Namun memang kenyataan terkadang tak sesuai ekspektasi.
Inilah kejutan dari sang dewa sendiri.
Liu pikir pertarungan akan terus berlangsung panjang dan dramatis.
__ADS_1
Akan ada banyak teknik yang diperlihatkan dan semuanya berlangsung seru.
Namun dengan perbedaan kekuatan yang tidak sebanding, tentu hal itu tidak memungkinkan.
Pada akhirnya dewa tak mau memperpanjang pertarungan dan memilih mengakhirinya di sini.
Ia sudah melihat bukti lawannya lebih tangguh dari yang dikira.
Dewa sudah memberi keringanan dengan penawaran berkali-kali yang berujung ditolak.
Jadi kali ini sang dewa memberi keringanan yang tak bisa ditolak.
Yakni kematian langsung dari pemuda ini.
Inilah kemurahan dewa yang lain, ia masih berkenan memberikan kematian yang tak menyakitkan.
Semuanya akan berakhir cepat dan tepat.
Dewa tidak memperpanjang penderitaan lawannya, bukankah itu baik?
Sang dewa sudah menunggu di sisi lain, menunggu jiwa pemuda untuk diinvestigasi lebih lanjut.
Shhh….
Perlahan namun pasti kekuatan Liu mulai tersedot.
Entah apa yang terjadi, namun Liu bisa merasa akhir sudah dekat.
Tak ada lagi yang bisa dilakukannya selain menanti apa yang akan terjadi.
Dan ia pun tahu apa yang akan terjadi.
Sang dewa bisa melakukan apapun di tempat kekuasaannya ini.
….
Liu masih terdiam, rasanya ada yang kurang….
‘TADI NAMA JURUSNYA APA?’
[?] Sistem tidak menyangka tuannya malah penasaran soal itu.
‘SIAL!’ Setidaknya ia harus tahu nama jurusnya sebelum semua ini berakhir!
[Itu tidak penting Tuan]
‘Oh iya.’ Liu langsung sadar.
Untuk apa juga ia penasaran soal jurus sang dewa?
Di saat semuanya akan berakhir Liu ingin ingat akan alasan kenapa ceritanya berakhir di sini….
*
Sementara itu di sisi lain.
Di sebuah tempat yang juga gelap dan menakutkaan.
Terlihatlah sang dewa masih mengamati apa yang terjadi.
‘Ah, aku lupa mengatakannya.’ Saking buru-burunya sang dewa tidak sempat mengatakan nama jurusnya.
Namun yah itu bukan hal wajib juga, dan tanpa menyebutkannya pun, tekniknya tetap luar biasa dan mematikan.
Tekniknya disebut sebagai ‘Kehancuran Realita Gelap.’
Sang dewa menghancurkan tempat dimana lawannya berada, dan dengan begitu berakhirlah siapapun yang berada di situ.
Beberapa saat pun berlalu, dan belum ada tanda-tanda kedatangan jiwa pemuda itu.
Prosesnya lebih lama dari dugaannya.
Namun meski begitu sang dewa tetap menunggu dengan penuh ketenangan dan kesabaran.
Cepat atau lambat pastilah jiwanya akan segera datang padanya.
Waktu pun terus berlalu….
“….” Dewa terdiam ini jadi lebih lama dari dugaannya.
Ini tidak seperti yang ia pikirkan.
Bahkan kesabarannya pun hampir pada puncaknya.
“APA YANG?”
Dengan penuh rasa penasaran dewa mengecek seluruh dimensi gelapnya itu, dan dewa langsung terdiam.
Keheningan ini menandakan ia tidak menyangka dengan apa yang terjadi.
Dimensinya masih ada, dan pemuda itu hanya tertunduk saja di sisi lain ruang gelap ini.
Kenapa bisa-bisanya?
Sret.
Perlahan pemuda itu mulai mengangkat kepalanya.
“Ha ….”
“Ha … haha….”
__ADS_1
Sebuah tawa penuh makna terdengar daripadanya.
Dewa tidak menyangka, lagi-lagi pemuda ini berhasil mengejutkannya.