Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Dewa Zao


__ADS_3

Liu dibanjiri keringat, aura panas yang terpancar dari tornado api itu benar-benar tidak masuk akal.


Jauh lebih panas dari hal apapun yang pernah ditemui dalam hidupnya, bahkan area lava dewa tengkorak pun tidak ada apa-apanya.


Sang dewi pun tidak lepas dari efek panasnya, itulah sebabnya tubuhnya panas dan ternyata makhluk inilah yang sedang dilawannya.


"PYUH." Liu mengelap keringatnya, seolah sudah kerja keras seharian aja.


Sosok yang berjalan di antara tornado api itu belum kelihatan jelas, entah berapa lama lagi.


Biasanya cara datang yang keren juga cepat munculnya. Lah kenapa ini malah lama?


Dewi terdiam belum melakukan apapun, ia dengan sabar menunggu kemunculan sepenuhnya makhluk yang berhasil memojokkannya.


"LAMA!" Liu malah habis kesabaranya duluan.


BUAT APA DATANG KEREN TAPI MUNCULNYA LAMA!?


[Bukannya datang dan muncul sama saja Tuan?]


'....' Bukan begitu maksudnya


Hanya satu keluhannya, kenapa sosok makhluk itu tidak langsung menampakkan dirinya? Kenapa malah pamer begitu?


Apa mungkin ada tujuan tertentu?


JANGAN-JANGAN MAKHLUK ITU MAU TERUS MEMANASKANNYA SAMPAI TERBAKAR?


Dengan panas yang tidak wajar begini, hal itu mungkin dilakukan!


[Sepertinya tidak begitu Tuan] Sistem tidak setuju.


[Sosok makhluk itu belum sepenuhnya muncul saja]


Belum sepenuhnya muncul? Liu terdiam.


SWURSH.


Kobaran api makin menjadi-jadi, bahkan sebelum sosoknya terlihat jelas.


Suhu panasnya meningkat dratis, yang tadinya begitu dingin kini terasa begitu panas.


Kenyataannya dari awal bertarung pun dewi melawannya dalam wujudnya yang seperti ini.Namun bukan berarti ia tidak tahu sosok yang tiba-tiba datang ke tempatnya ini...


Situasi belum bertambah baik, dan malah sebaliknya....


Sret.


Dewi Es mengubah rencananya, menunggu lawannya full power bukanlah pilihan terbaik. Ia bersiap menyerang....


SRING!


"!" Tiba-tiba ada sinar muncul dari belakangnya! Yang ternyata adalah pemuda itu!


Dewi terdiam. "Kau...."


Liu tersenyum kecil. "Izinkan saya ikut campur dewi."


Tanda tengkorak biru pada lengannya bersinar terang, aura kekuatannya meningkat angat cepat!


DRRTTTT....


Bahkan sampai membuat tanah bergetar dan retak, kekuatannya seolah tidak terbendung lagi sekarang.


Sret.


Liu berdiri di samping dewi, menatap tajam sosok makhluk misterius berkobar api itu.


"...." Dewi terdiam, tidak terasa panas menyiksa lagi.


Padahal dewi tidak bisa melakukan itu dengan mudah. Ia seharusnya yang melakukan hal ini...


Liu berdiri serius, rasanya ingin maju dan mengungkap identitas makhluk itu. Namun ia sadar tidak boleh gegabah.


SSWWWRRSSS!


Gelombang api besar langsung mengarah padanya.

__ADS_1


Liu mengangkat tangannya ke depan.


BUM!


Ledakan keras tercipta, bersamaan dengan asap yang langsung menyebar.


HUSH!


Hempasan angin kencang langsung menyapu asap tebal itu, terlihat jelas Liu dan dewi baik-baik saja, tidak terluka sama sekali.


Dewi terdiam, raut wajahnya agak tidak percaya.


Lagi-lagi tangan Liu berasap tepat setelah ia menahan serangan api itu.


Liu tersenyum kecil. 'PANAS.'


Lebih panas dari aura kekuatannya tadi. Liu tak menyangka bakal sepanas ini.


HUSSHH.


Aura kekuatannya bereaksi, dengan cepat Liu tak merasakan panas lagi.


Dewi masih heran melihat kejadian ini. Kenapa dia bisa menahan serangan tadi semudah itu? Padahal ia sendiri begitu kesulitan menanganinya sebelumnya.


Yang pada akhirnya ia terhempas jauh karena serangan yang sama. Rencana awalnya dewi sama sekali tidak mau melibatkan pemuda ini.


[Menganalisis kekuatan lawan ... terdeteksi ....]


[Menampilkan status....]


[ Dewa Zao


Jenis: Dewa Api


Status:  Dewa Alam Mengengah Tingkah Tengah


Deteksi Elemen: Aktif ekstrim+++


Kesehatan: Super duper bugar


Kekayaaan: Crazy Rich


Tingkat bahaya: Berbahaya Mantap


Kemampuan Khusus: Membekukan lawan dengan sangat mudah


Catatan: Dewa ini sangat berbahaya Tuan]


"...." WOW. Liu tak menyangka kejadian lama terulang kembali.


Tanpa perlu menunjukkan wujudnya yang sebenarnya pun Liu sudah tahu identitasnya.


"Dewa Zao." Liu tersenyum percaya diri.


"!" Dewi tidak bisa menahan kekagetannya. Kenapa dia sudah tahu? Ia sama sekali tidak memberitahunya.


SSWWUUSHH!


Perlahan namun pasti sosok diantara panasnya api itu mulai kelihatan jelas.


Terlihat sesosok pria tampan dengan rambut merah, memakai jubah kemerahan yang menjuntai menutupi badannya. Sekilas pakaiannya tak jauh beda dengan sang dewi, hanya beda warnanya saja.


Melihat sang dewa mengingatkannya pada kakak Nona Ying. Ketampanan-nya sebelas dua belas, hanya saja Dewa Zao terlihat lebih dewasa dan matang.


Sang dewa adalah definisi dari 'cogan'. Pemburu pria tampan pasti tidak tahan melihatnya.


Shh....


Aura panas langsung menyelimuti seluruh area, dan dewa menatap tajam ke arah mereka.


Dewi Bing tidak menyangka pemuda itu bisa memaksa sang dewa api menunjukkan wujud aslinya.


Liu terdiam dan menatap tajam juga. Keseriusannya tidak kalah dengan dewa.


Tumben kali ini sistem ngasih info lengkap.


'LEVELNYA BEDA JAUH.' Liu terdiam melihat kenyataan yang barusan dilihatnya.

__ADS_1


Levelnya terpaut 960 level dari sang dewa. Underlevel parah sih kalau begini.


[Terkadang kejutan terjadi dalam kehidupan kita Tuan]


"...." Bener juga sih. Tapi Liu tak menyangka kejutannya begini.


Yah lebih baik nggak tahu status dewa dong, status musuh kini malah menghantuinya.


[....] Sistem pikir tuannya bakal senang dan termotivasi dengan melihat status full dewa, ternyata malah sebaliknya.


Liu kena pengaruh bahaya membanding-bandingkan. Kini ia harus menerima kenyataan dan move-on.


Melihat sesuatu dari sisi positif tak semudah membalikkan telapak tangan. Namun bukan berarti mustahil.


"Heh." Liu tersenyum kecil, ia tak peduli lagi soal perbedaan kekuatan yang bagai langit dan bumi ini.


"Xiao Liu. Jangan buang-buang waktumu." Terdengara suara tegas dari belakang.


'EH?' Liu menoleh sedikit, dan sebelum ia sadar, sang dewi sudah ada di depannya.


Dewi Bing menghentakkan kakinya dan seketika itu juga suhu menurun drastis.


'Wah.' Liu jadi teringat Nona Ying, sekarang situasi benar-benar dingin.


TAP.


Dewa Zao tak mengatakan apapun, sorot wajahnya tetap tajam.


'DINGIN SEKALI DEWA YANG SATU INI.' Liu pikir Dewa Api datang dengan kengerian yang meriah, namun ternyata tidak seperti dugaannya.


"Dewa Zao, hentikan ini!" Peringatan langsung keluar dari mulut sang dewi es.


"...." Dewa api tidak menggubrisnya, bahkan raut wajahnya tidak berubah sama sekali.


"Cih." Dewi Bing terlihat kesal, dan akhirnya langsung melesat ke depan!


SSSRRMNGGG!


Begitu cepat sampai membuat area sekitarannya beku!


HUSH!


Dewa api juga melakukan hal yang sama, meninggalkan tapak api yang tak padam!


DUAAAAR!


HSSSS!


Ledakan yang hebat kembali terjadi, Liu jadi saksinya. Usut punya usut dewi sudah bertarung dengan tamunya sejak awal tadi!


Liu tak menyangka betapa mudahnya dewa lain yang mengincarnya muncul begitu saja.


Kejadian ini sama persis ketika bersama dengan dewi pantai.


Liu terdiam. KOK MALAH DEWI YANG MELAWANNYA SIH?


[Inilah bukti kepercayaan dewi Tuan]


'HM.' Liu mengangguk kecil.


Padahal Liu sama sekali tak berharap lebih dari perkataan dewi. Mendengar dewi percaya sudah lebih dari cukup baginya.


Dan sekarang dewi juga membuktikannya dengan ikut campur urusannya? Benar-benar sulit dipercaya.


DBUMMM!


HSSSSS!!!


KRAK!


"WHOA!" Liu terhempas ke udara!


Ledakan energi yang benar-benar kuat!


"HRYAH!" Liu berusaha berhenti terhempas, namun apa daya ia malah semakin kencang terhempasnya!


'Kenapa gue punya firasat bakal off-screen!?' batin Liu dalam hatinya.

__ADS_1


***


__ADS_2