
Di depan tempat penerimaan tamu. Ada seorang pelayan wanita yang bertugas melayani siapapun yang datang ke kantor pusat Kota Liuzhou.
“Maaf Tuan, orang yang anda cari tidak ada.” Pelayan itu menatapnya heran dan aneh, kenapa ada pemuda yang berpakaian ninja begini?
“APA!?” Liu terdiam tidak percaya.
‘Kupikir dia bakal menyelinap.’ Ying yang berada di sebelahnya menatap aneh juga.
Untuk apa menyamar kalau bertanya terang-terangan begini?
‘APA PENDEKAR SESAT ITU MEMBOHONGIKU!?’ Liu tidak percaya, padahal ia pikir bisa bertemu Fang Yin di sini!
‘Tenang… aku yakin dia masih ada di kota ini!’ Liu keluar bangunan kantor, melepas kostumnya dan berjalan agak jauh.
“Brr….” Ia merasa tetap dingin, padahal pagi ini cerah, aneh sekali.
Tap.
Liu menghentikan langkah kakinya.
Melihat sekilas ke belakang, Xiao Ying mengikutinya dari jauh.
DRAP!
Liu segera lari secepat yang ia bisa. ‘BAHAYA! Dia ini kenapa sih!?’ Liu tidak paham kenapa gadis itu terus mengikutinya, padahal sudah ngobrol dan makan es, tapi kenapa masih saja diikuti!?
Ying berlari pelan juga, ia paham tatapannya itu membuat orang takut, jadi tidak masalah pemuda itu selalu lari.
“Haaah… haaah….’ Liu berbalik, ia sudah lari lama dan jauh, pasti gadis itu capek dan pulang! Ha! Akhirnya bebas juga!
“….” Xiao Ying tepat ada didepannya.
“… hari yang cerah, di sana ramai ya.” Liu tersenyum sembari menunjuk ke keramaian yang ada di tengah kota.
‘SIALAAAAN! DIA TERUS MENGIKUTIKUUU!’ Liu tidak percaya, kenapa dia lengket begini? Mereka tidak ada urusan sedikitpun! Tidak ada!
“Ini?” Ying mengeluarkan sesuatu dari jaket birunya, sebuah belati berwarna merah.
DEG!
“I- ITU?” Dari hawa kekuatannya juga sama! Itulah benda yang selama ini ia incar!
“Kenapa bisa?” Liu terhening.
“Aku mengambilnya lagi.” Ying terlihat santai.
‘HAH? Semudah itu?’
Dia mengalahkan pendekar sesat dan mengambil lagi belati ini? Wow mencengangkan sekali!
Kekuatan putri pendekar es memang hebat!
‘AKU MALAH SUSAH-SUSAH KABUR.’ Liu menyadari kebodohannya, yah apa boleh buat, ia sendiri tidak kuat menghadapi tatapan tajam Nona Ying.
“Aku sedikit… percaya padamu.” Xiao Ying menyerahkan belati itu dengan nada dinginnya.
‘Kok kepaksa sih….’ Liu sedih, tapi apa boleh buat, mereka adalah orang asing yang baru bertemu kemarin. Syukur-syukur Nona Ying percaya, daripada tidak iya nggak?
__ADS_1
Liu menerima belati itu dengan rasa syukur dan terdiam.
‘Lah aku ‘kan harus ketemu sama pendekar sesat.’
Liu ingat, dia bisa minta bantuan pendekar sesat! Yah aneh sih, tapi itu jalan termudah!
Asal Nona Ying bisa selamat, belati ini mah apa lah!
“Nona Ying, pendekar sesat kemarin di mana?”
“Kubunuh.” Senyum tipis terlihat padanya.
“Ah, begitu ya… APAAA!?” Liu tidak percaya ini!
“Ke- kenapa?” Liu bergetar, ia tidak menyangka sampai sejauh itu.
“Belatinya tidak mau diserahkan.” Ying tidak suka bertele-tele, tidak ikut kemauannya, berakhirlah hidup musuhnya.
Lagipula salah Ying sendiri belatinya bisa diambil, saking salfoknya dibela Liu.
Benar, Xiao Ying biasanya tidak ceroboh begini di pertarungan. Ia selalu berada selangkah dibanding musuhnya. Tapi kenapa pemuda ini bisa membuatnya gagal fokus begini ya?
Liu melihat belati yang dipegangnya, darah seseorang sudah tertumpah demi benda ini!
‘Padahal Nona Ying bisa bekukan saja pendekar itu!’ Ingin mulut berkomentar, tapi Liu menahannya.
Ia tidak mungkin merusak suasana dengan menceramahinya. Bisa-bisa Nona Ying marah dan urusannya tambah panjang.
Kenyataannya putri pendekar es benar-benar dingin!
“Sudah kumusnahkan jasadnya, tenang saja.” Ying mengangguk pelan meyakinkan. Ia pikir pemuda ini khawatir mereka bakal jadi buronan kota.
Liu tidak masalah dengan penanganan itu, pendekar sesat itu jahat dan pantas dihukum, tapi tidak seharusnya secepat itu!
Memusnahkan musuh lebih awal? Liu tahu kenyataannya strategi ini efektif. Kini ia tidak perlu khawatir pendekar sesat membuntutinya lagi.
TAPI KAN DIA BUTUH BANTUAN PENDEKAR SESAT ITU, SUDAH MATI BEGITU GIMANA CERITANYA NANTI?
‘Duh padahal sudah kucegah, tapi maksa aja, semoga tenang di alam sana.’ Liu tidak habis pikir pendekar sesat itu tidak mundur, padahal sudah tahu gadis ini bahaya.
Tapi apa boleh buat, sudah terjadi juga.
Ying heran melihat Liu yang terdiam begitu. Ia pikir bakal dapat pujian sudah mengalahkan orang jahat, atau setidaknya terima kasih kek, sudah membawakannya belati itu.
“WUUHU!” Keramaian di pusat kota menjadi-jadi. Membuat perhatian gadis biru ini teralihkan.
“Jadi?” Ying memecah keheningan. Ia ingin tahu tujuan pemuda itu dengan belati merah.
Baru pertama kali ia ikut campur urusan sejauh ini. Xiao Ying biasanya hanya memikirkan urusannya sendiri. Pemuda dengan kekuatan aneh ini harus diawasi, begitulah pendapatnya. Ia sudah sedikit percaya, tapi bisa saja dia berbalik dan jadi lebih bahaya dibanding pendekar sesat, untuk itulah ia ada di sini.
[Tuan]
[TUAN!]
“A… ah.” Liu tersadar suasana sudah ramai. Saking sibuknya mikirin apa yang bakal ia lakukan tanpa bantuan pendekar sesat.
“Nonton pertunjukkan yuk.” Liu pikir tidak ada salahnya menghibur diri di saat begini, pasti ada yang menarik diantara kerumunan orang-orang itu. Ying mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
“Saksikanlah! Eksekusi umum, seorang gadis dari aliran sesat!” Terdengar suara pria yang disambut sorak sorai dari orang yang melihat.
‘Apa-apaan?’ Liu berusaha menerobos kerumunan orang banyak, sementara ia heran kenapa orang-orang mau melihat hal ini?
“Lihat, balasan orang terkutuk.”
“Hmph, lebih kasihan jiwanya nanti.”
“Padahal dia gadis yang cantik.”
“….” Mendengar komentar orang banyak membuat Liu terus berusaha mendekat agar bisa melihat jelas.
“AH! Putri pendekar es!?” Sementara orang-orang tahu keberadaan Xiao Ying dan mulai membuka jalan, ia bisa berjalan dengan mudah tanpa desak-desakan.
“….” Liu terdiam.
‘KALAU TAHU BEGITU KENAPA NGGAK DIA SAJA YANG MAJU DULUAN?’ Liu tidak menyangka popularitas orang berpengaruh besar di sini.
‘Nah kelihatan. WADUH!’ Liu tidak percaya apa yang dilihatnya!
“Yin-jie!?”
Fang Yin diikat diantara kayu besar dan tak jauh darinya ada obor pembakaran! Ini sangat jauh dari kata menarik!
‘DUH GIMANA INI!?’ Belati sudah ditangannya, tapi apa yang bisa dilakukan!?
Tak ada jaminan bantuan dari siapapun. Liu tidak mempersiapkan rencana cadangan sama sekali!
‘Terobos aja?’
[Tidak direkomendasikan Tuan]
‘AH BERISIK! NGOMONG BEGITU AJA KAMU SISTEM!’ Liu tidak sependapat dengan sistemnya. Mana mungkin diam saja melihatnya begitu!?
[Tuan bisa ditangkap masa lagi dan dihukum, mungkin tak akan ada yang menolong lagi]
‘YA NGGAK BAKAL ADA YANG NOLONG! KAMU DONG TOLONG!’
Sistem harusnya bisa diandalkan disaat begini!
[Tidak bisa Tuan]
‘Kenapa!?’ Liu habis kesabaran.
[Menggunakan kekuatan sistem demi melanggar hukum akan membuat Tuan dalam bahaya. Tuan bisa kabur seperti sebelumnya namun status buronan akan meningkat dan Tuan tetap akan ditangkap]
‘Hukum yang sepihak begini juga!?’ Liu tahu seberapa banyak ia bicara tidak ada yang mendengar, orang tetap saja menuduhnya!
[Benar Tuan, sistem tidak mau merugikan Tuan]
Terdengar bijak sih, tapi tetap saja dia TIDAK BISA DIANDALKAN.
Ying menatap gadis berambut pendek coklat yang lemah itu, inikah alasan pemuda ini menginginkan belati itu? Apa hubungannya dia, belati, dan gadis rambut pendek itu?
‘Kalau pun harus jadi buronan.’ Liu melihat batinnya, ia tidak mungkin jadi saksi kematian orang yang sudah menyelamatkannya.
‘Aku tidak mau meninggalkannya!’ Liu bersiap, memaksa sistem mengumpulkan Qi, hempasan kecil tercipta disekitarnya.
__ADS_1
Sret.