Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Alam Dewa Tingkat Menengah Awal


__ADS_3

SSSSRUUWSSHH!


Liu terdiam, ia tidak melihat apapun selain ruang hitam dengan bintang bertaburan disekelilingnya.


Apa itu sudah cukup menjabarkan apa yang dilihatnya?


[Belum Tuan] Sistem pikir yang lain butuh penjelasan yang lebih jelas lagi.


'....' Liu malas ngejelasin sih.


[JANGAN MALAS TUAN]


'Oh.'


Yah pemandangan ini seperti melihat bintang bergerak cepat melewatinya dan seolah banyak cahaya diantara ruang gelap yang dilalui.


'NAH BEGITU.'


[....] Sistem terdiam, ia tak yakin yang lain paham dengan penjelasan tuannya.


Tapi ya sudahlah, intinya begitu.


Liu tak pernah melihat ruang kosong gelap dengan banyak bintang begini sih. Harus diakui tempat ini sama anehnya dibanding ruang putih dan ruang hitam.


Liu jadi ingat masa kecilnya, ia enjoy sekali melihat langit malam bertaburan bintang.


Kini ia seolah berada di langit dan melewati banyak bintang, jadi nostalgia.


Tapi yah ini bukan langit juga sih.


[Tuan tahu dimana letak alam dewa?]


'Eh?' Kenapa sistem nanya gitu?


'Nggak.' Liu tidak mood main tebak-tebakan.


[Begitu ya] Sistem terdengar paham.


....


...


'NGGAK ADA KELANJUTANNYA?' Liu pikir sistem bakal ngobrol terus, eh malah hening.


[Sebenarnya kita sedang melewati langit Tuan]


'OH? Yang bener sistem!?' Sistem jarang bohong, tapi Liu ingin mastiin lagi.


[Langit alam dewa tentunya Tuan]


'....' Begitu ya, ternyata ia benar-benar melintasi langit, pakai kuda.


Rasanya seperti di cerita novel saja, 'seorang pendekar melintasi langit dengan gagahnya!'.


[Memang nyatanya begitu Tuan]


'Eh?'


DRRTTT....


"WHOA." Getaran yang cukup berarti tiba-tiba terasa.


'GEMPA LANGIT?' Liu terdiam, sementara menguatkan pegangannya. Jatuh di tengah langit bukanlah hal bagus.


[Tenang saja Tuan] Sistem menguatkan kekuatannya, bahkan perlindungan aura Qi biru masih belum cukup meredam efek perjalanan super cepat ini.


Yah wajar saja mereka bergerak sangat cepat sih, guncangan dan hambatan pasti mewarnai perjalanan mereka.


Liu berusaha tenang, gugup hanya akan membuat tangannya berkeringat, dan kalau pegangannya lepas....


'SISTEM AMBIL ALIH SAJA.' Di saat begini sistemnya yang paling bisa diandalkan!


Kebanyakan mikir malah jadi tambah gugup!


[Tidak bisa Tuan]


'Lho?'


Sistem sudah sibuk agar tuan dan peliharaannya tetap utuh di perjalanan ini, tak bisa melakukan hal lain lagi.


Yah memang enak kalau men-skip kesusahan dan tinggal terima hasil.


Tapi itu menghindari proses namanya, padahal proses adalah bagian penting, tanpa proses tidak akan ada hasil.


Liu merenung, paham situasinya. Ia menguatkan tekadnya dan menghadapi ketakutan dalam dirinya!


SSWWWUUUSSHHH!


***


[???]


SWUSH!


"Nggikh!"


"HAH!" Sudah sampe!?


Liu hanya menunduk tadi, yah melihat bintang bertebaran lama-lama pusing juga sih.


Liu terdiam, seolah tak percaya apa yang dilihatnya.


'KITA BELUM SAMPE SISTEM?'


Mereka masih berada di ruang gelap hampa dan banyak bintang bertebaran!


[Sudah sampai Tuan]


SRING!


"UH." Sinar terang tiba-tiba bercahaya tak jauh darinya, yang pasti cahayanya lebih terang daripada banyak bintang yang tak terhitung jumlahnya.


Dan akhirnya sinar terang itu perlahan merdeup dan membentuk sebuah objek.


'Pintu?'


Sebuah pintu putih terang tiba-tiba muncul, rasanya ini bukan kali pertama Liu melihatnya.


[Masuklah Tuan]


'Eh?' Jadi perjalanan mereka selama ini hanya untuk masuk pintu?


Liu pikir mereka bakal berakhir di suatu tempat baru secara langsung, eh ujung-ujungnya malah lewat pintu.


Tapi Speedy sama sekali tak bergerak....


[Tuan turun dari kuda dong] Sistem sampai harus menurunkan gaya bahasanya.


'Jatuh dong?' Liu tak melihat pijakan apapun di bawah, dan lagi mereka ada di langit.


[Tenang saja Tuan] Manusia berjalan di langit tidak akan seaneh kuda kok.


Liu paham dan memegang perkataan sistem, perlahan ia mulai turun.


Tap.


'Wow.' Liu mengapresiasi pengalaman yang tak biasa ini. Jarang-jarang ia bisa berdiri di langit dan diantara para bintang.


Tanpa pikir panjang Liu segera melangkahkan kakinya ke arah pintu bercahaya sembari tetap melihat ke depan.


Yah ia masih gugup melihat ke bawah sih.


'Oke.' Jadi ini pintu masuk ke alam lain?


Memang benar-benar mirip pintunya sih. Liu pikir bakal ada beda bentuk warna atau yang lain.


'....' Entah kenapa pintu bercahaya putih itu memancarkan energi aneh, itu satu-satunya pembedanya sih.


'SISTEM AMAN INI?' Liu tak mau gegabah memegang pintu misterius ini sih.


[Sebentar Tuan]

__ADS_1


Shhh....


Perlahan namun pasti penampilan pintu itu berubah, kini bercahaya merah seperti api.


'LOH.' MALAH JADI LEBIH SERAM.


[Tuan bisa masuk sekarang]


'....' Liu terdiam, sistem bisa terlambat begitu ya?


Energi aneh masih terpancar di pintu itu, yah bukannya teryakinkan Liu malah ragu masuk ke dalam.


Pintunya seram sih.


[Tuan jangan jadi penakut]


'OH!' Benar apa kata sistemnya!


Seorang pria tidak boleh takut pada apapun! Demi melakukan hal yang benar!


Sret.


Liu melangkahkan kakinya dengan percaya diri ... ke belakang.


[MALAH MUNDUR] Sistem ke-trigger.


'Speedy aja duluan.' Liu ngikutin dari belakang.


[Tidak bisa Tuan]


'Loh?'


[Tuan majulah dan beri contoh yang baik]


MEMANGNYA URUTAN MASUK BERPENGARUH YA?


Yah, tak bisa dipungkiri Liu agak gugup, jadinya pengen masuk kedua. TAPI YA SUDAH, KALI INI IA SUNGGUH-SUNGGUH MENGUATKAN TEKADNYA!


Semoga mereka tidak berakhir di tempat aneh....


Klek.


Liu membuka pintu, dan seketika itu juga cahaya merah bersinar seolah menelan siapapun yang ada di situ.


***


[???]


Kreeek....


SWURSH....


Entah kenapa terdengar suara bebatuan dan air mendidih, dan jangan lupa soal sambutan hawa panas yang tidak menyenangkan.


"HAH!" Liu terbelalak melihat sekitarnya!


'TEMPAT SIKSAAN?' Mereka berada di area lava yang sangat panas!


Berdiri di tanah yang juga panas, dan di atas langit-langit berjatuhan bebatuan keras yang bisa menimpa kapanpun.


Ini tempat yang tidak menyenangkan sih.


JANGAN-JANGAN MEREKA SALAH TEMPAT?


Tidak mungkin alam dewa begini! Toh sejak awal ia sudah melihat kemiripan alam dewa dengan alam asalnya kok!


Kenapa malah tiba-tiba terdampar di tempat aneh begini?


[Inilah Alam Dewa Tingkat Menengah Awal Tuan]


'O-oh?'


Liu terdiam, sistem terdengar cukup serius.


"...." Liu terdiam, ia masih tak menyangka alam dewa bisa berbentuk seperti ini.


Ia pikir alam dewa penuh dengan keindahan dan semua hal baik, namun ternyata dugaannya salah.


[Bukan Tuan] Sistem tidak mengulang perkataannya, seperti yang ia bilang, tempat ini adalah alam dewa tingkat menengah awal.


Liu terdiam, kenapa alam dewa penampilannya begini ya?


[Sudah seperti itu Tuan] Sistem tidak bisa mengubah apapun.


'Hm.' Benar sih, suka-suka dewa saja alamnya mau kek gimana.


"Ngikh." Speedy terlihat tertarik melihat pemandangan ini.


Sistem terdiam, tidak disangka kuda peliharaannya malah lebih berani dari tuannya sendiri.


'AKU TAHU SISTEM.' Liu tak terima dikomentari begitu sih.


Liu menutup matanya, berusaha fokus. Energi aneh dari awal masih ada dan makin kuat, ia berusaha tenang.


[Bersiaplah Tuan]


Sret.


Liu membuka matanya, dan seketika itu juga lava dari bawah menyembur ke atas!


Jadi ingat Dewa Kunlun, yah beliau juga berpenampilan lava panas sih.


Liu menatap tajam, semburan lava tadi kembali ke bawah, lalu tak ada apapun lagi.


"...." NGGAK ADA MAKHLUK? Liu terdiam.


[Tidak ada Tuan, itu hanya fenomena ganas alam dewa saja] Sistem khawatir tuannya ceroboh dan malah tersiram lava panas itu.


LIU PIKIR BAKAL ADA MAKHLUK, ANCAMAN ATAU APA. Ternyata cuman peringatan biasa toh?


Oke tapi infonya berguna juga. Liu berjalan perlahan sembari mengamati barangkali ada sesuatu yang bisa di-loot.


Dan beberapa saat kemudian pun belum ada apapun yang bisa diambil.


[....] Ini bukan hutan atau apa sampai ada barang berguna yang bisa diambil sih, tapi sistem senang tuannya berpikiran positif seperti ini.


'KASIH TAHU KALAU NGGAK ADA DONG SISTEM.' Kalau nggak ia bakal nyari hal yang nggak ada dong.


Yah Liu pikir ada semacam kejutan atau apa dibalik tempat aneh dan mengerikan ini.


"NGIKH." Speedy tiba-tiba bersuara di depan sana, dengan cepat Liu berjalan ke arahnya.


'Jalan buntu....' Liu terdiam, ternyata tanah yang dipijaknya tidak tersambung satu sama lain, dan kini ia terdiam di ujung jalan, terpisah begitu jauh dengan jalan tanah yang lain. Tidak ada jembatan atau alat penyebrangan lain.


Liu masih memikirkan hal ini dan tak sengaja ia melihat ke dasar lava, yah mengerikan sih tapi tidak akan rugi kalau mengeceknya sesekali.


"...." Ada seorang seperti tengah berenang di sana.


Liu mengucek matanya, entah kenapa ia malah melihat hal aneh, apa mungkin karena melihat banyak bintang sebelumnya ya?


Liu melihat ke arah yang sama lagi, dan seketika itu juga mematung di sana.


'LAH NGGAK NGILANG!' Tetep aja kek ada orang yang lagi renang di bawah!


Liu memicingkan matanya, jaraknya agak jauh sih, jadi barangkali masih salah lihat.


'....' Tapi mau dikucek sebanyak apapun yang dilihatnya tak berubah, dan tanpa ia sadari matanya bersinar biru; sistem membantu memfokuskan pandangannya.


'....' Liu terdiam, ia terus memerhatikan objek mencurigakan itu.


'Duh panas.' Liu menghentakkan kakinya, bahkan dengan aura Qi birunya hawa panas masih saja terasa. Dan ia melihat ke bawah lagi.


'Eh!?' Yang renang itu ngilang!


HUSH!


Dengan cepat Liu mundur ke belakang, sementara itu Speedy sudah mundur dari awal.


Jadi itulah kenapa Speedy bersuara tadi, dia melihat makhluk aneh itu juga.


SSWURSH!

__ADS_1


Tiba-tiba api besar muncul di tengah mereka!


Bukan api lava dari bawah, kali ini berbeda!


"!?" Liu merasakan kekuatan aneh itu membesar! Pasti ada tamu yang datang!


Eh secara teknis sih mereka yang jadi tamunya, jadi pasti ada tuan rumah yang menyambut mereka!


SWWUSH....


Perlahan namun pasti kobaran api besar itu perlahan mereda, dan seketika itu juga berdirilah sosok mengerikan.


"TUAN!?" Makhluk tengkorak kepala api dengan jas hitam keren dan juga rantai yang mengelilingi tubuhnya!


Rasanya Liu pernah melihatnya di suatu tempat....


Ketika kecil, ia sesekali melihat pertunjukan desa, dan ada makhluk khas yang digunakan untuk menakuti anak-anak agar jangan main sampai larut malam.


Kalau tak salah nama makhluknya ... Ghost Radar?


Dan di sisi lain Liu juga ingat kejadian lain!


AH! YA, Makhluk ini mirip dengan tengkorak raksasa dari alam monster! Hanya saja penampilannya tidak besar, lebih sangar dan keren kelihatannya!


Jangan lupakan juga soal aura kekuatan misteriusnya!


Makhluk tengkorak kepala api itu terdiam, setelah sekian lama akhirnya ada makhluk asing yang melangkahkan kakinya ke tempat ini.


"...." Liu terdiam, ia tidak bisa melihat ekpresi tuan tengkorak itu, sepertinya akan sulit berkomunikasi dengannya.


Tapi tunggu dulu....


Kenapa ada makhluk tengkorak menyeramkan di alam dewa? Bukannya keberadaannya lebih cocok di alam monster ya?


[Begitulah Tuan] Ini kenyataannya sih.


"Xiao Liu ...." Makhluk tengkorak kepala api itu membuka mulutnya, suaranya benar-benar berat, nge-bass sekaligus lantang.


Mendengar suaranya membuat siapapun merinding, dan termasuk Liu juga.


'KENAPA BISA TAHU NAMAKU!?' Ia sama sekali belum memperkenalkan diri!


"Buronan...."


Dan lagi statusnya sudah terekpos!


Liu terdiam dan memasang raut wajah serius, yah memang benar ia buronan sih.


Pastilah musuh menganggapnya bodoh karena sudah menginjakkan kaki di tempat ini. Liu sudah siap dengan berbagai reaksi yang akan diterimanya di sini.


'Oke sistem, tuan tengkorak ini siapa?' Liu butuh info, semoga sistem bisa diandalkan.


[Memproses .... informasi tidak ditemukan]


Oh nggak bisa diandelin ya....


[Sistem butuh waktu... tuan jangan mati sebelum sistem mencari info]


Liu tersenyum kecil, ia berharap banyak bisa tahu identitas makhluk alam dewa di awal. Sudah pasti tidak semudah itu juga ya.


"Serahkan dirimu." Makhluk tengkorak berapi itu menunjuk ke arahnya.


Liu terdiam, meski tak tahu bagaimana ekspresinya, namun yang pasti dia tidak main-main mengatakan hal itu.


Kemungkinan besar dewa alam tingkat menengah? Yah mereka di alam dewa juga sih.


Mungkin dewa dari segala makhluk tengkorak?


Liu menggelengkan kepalanya. Menebak-nebak tak akan membuatnya tahu identitas sebenarnya. Ia harus beraksi!


HUSH!


"!" Dewa tengkorak itu melesat cepat ke arahnya!


BDUM!


Seketika itu juga terciptalah ledakan besar dan getaran kencang.


Sementara itu debu tanah langsung menyelimuti sebagian wilayah lava ini.


BLIZT!


ZLIT!


Terlihat siluet cahaya yang beradu satu sama lain, sungguh cepat dan menimbulkan efek yang  hebat.


BBDDDUUMMM!


"UKH!" Liu menyilangkan kedua tangannya, musuh langsung menggempurnya dengan serangan fisik yang bukan kaleng-kaleng!


Sudah banyak jurus yang dikeluarkannya demi menghadapi musuhnya yang satu ini!


Bukannya mendramatisir atau apa, tapi memang dewa satu ini benar-benar kuat!


Kekuatan dan kecepatan fisiknya berbeda dari musuh yang sudah dilawannya, bahkan lebih dari lawan yang terakhir dilawannya!


Ia memang susah payah menangani ibu sesat itu, dan tidak bertahan lama. Apalagi kekuatan yang jauh melebih itu?


SSHSHHHH!


Aura Qi biru-nya menggil, kini aura Liu menyebar bahkan tidak hanya disekitaran tubuhnya saja, namun juga melebar membentuk aura pertahanan yang tebal!


Semua itu demi menangani dewa kuat satu ini!


[....] Beradu kekuatan membuat sistem bisa menganalisis lebih maksimal, ia butuh sedikit waktu lagi....


DBUMMM!


Lagi-lagi mereka bertumbuk satu sama lain, kini pose mereka seperti orang yang main sumo.


Liu berusaha bertahan, ia benar-bear serius, raut wajahnya benar-benar tidak main-main! Ia seperti seorang yang kebelet BAB!


"...." Kalau saja tengkorak berapi satu ini punya ekpresi, mungkin bakal sedikit terhibur oleh raut wajah pemuda satu ini.


'Aku tak akan mundur di sini!' Liu menguatkan tekadnya, ia harus bertahan dari panasnya suhu tempat ini sekaligus melawan dewa tengkorak. Itu bukan hal mudah.


Liu tetap menjaga asa-nya, ia harus membuktikan harapan dan tekadnya tahan uji!


DDRTTTTTT....Tanah dibaweah bergetar, dan karena guncangan ini juga membuat banyak bebatuan di atas jatuh ke bawah menimpa kedua makhluk yang sedang bertarung ini.


BRAGSH!


BLAAMMM!


Membuat makin debu tenah makin tebal, namun di saat itulah terlihat sinar kebiruan terang yang tak lain tak bukan adalah Liu sendiri.


Semua bebatuan besar dan bahaya yang mengenainya hancur mengenai aura pertahanannya, dan hal yang sama juga terjadi pada lawannya.


'....' Liu terdiam, ia sama sekali tidak melihat hawa kekuatan dewa satu ini. Mungkinkah beliau tidak suka pamer?


KKKRRTTT....


Mereka masih berada di posisi sama, entah sampai berapa lama lagi, hanya tinggal menunggu waktu untuk melihat aura kekuatan siapakah yang terkuat diantara mereka.


Alis Liu turun tajam, ia menatap lawannya dengan percaya diri. Ia ingin membuktikan kekuatan seorang buronan dewa!


Menunjukkan bahwa menangkapnya tidak semudah yang dipikirkan!


Dan memang begitulah adanya. Makhluk tengkorak kepala api ini tidak menyangka pemuda ini sekuat ini, namun pada akhirnya ia ingin melihat sejauh mana dia bisa bertahan.


Karena kalau langsung dibawa tidak akan menarik, ia harus memastikan pemuda itu tak berdaya sebelum dibawa pada dewa kematian.


"Ukh." Liu berusaha mempertahankan posturnya, namun pada akhirnya tubuhnya mulai berat dan nafasnya pun sesak.


[....] Sistem benar-benar mengeluarkan kemampuannya demi pertarungan ini, dan ini barulah sebagian kecil saja.


Sebentar lagi ia berhasil mengulik siapa sebenarnya makhluk tengkorak kepala api itu!


"Khaa ... haah...." Raut wajah percaya diri perlahan sirna, dan kini tergantikan dengan keterdesakannya (berubah jadi pucat maksudnya).


'A- aku....' Liu berusaha tetap sadar, tubuhnya bergetar dan keringat membasahi tubuhnya.

__ADS_1


Begitu lelah sampai rasanya tidur brutal adalah jalan yang paling menyenangkan.


__ADS_2