Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Kupu-kupu malam


__ADS_3

‘Benar nih?’


[Benar Tuan]


Sistemnya tidak mungkin bercanda di saat begini juga sih. Tidak ada gunanya berargumen lagi.


‘Haduh.’ Kenapa sistemnya tidak memberi peringatan atau apa kek, malah dibiarin saja.


[Sistem tidak mau mengganggu kesenangan Tuan]


Pengertian sekali sistemnya. Pasti pesta tidak akan seru kalau menolak jus super enak itu.


TAPI KENAPA SAMPAI MENGABAIKAN HAL PENTING BEGINI!?


Kenapa sistemnya merisikokan bahaya besar demi dirinya sendiri?


‘Sistem, ayolah jangan buatku putus asa begini.’ Liu menunjukkan sisi lemahnya, baru saja enak pesta harus mengalami kejadian seperti ini lagi.


Satu orang bertambah mengejarnya, belati hilang. Kenapa kesenangan berakhir begitu cepat?


‘Kalau saja aku minum bir tadi, haah.’ Liu menghela nafasnya.


[Benar, pasti sistem akan baik-baik saja]


‘Ya kamu baik-baik saja, aku-nya nggak.’ Liu bukan tipe orang yang suka minum alkohol sih.


Liu berusaha tenang. Di saat begini panik dan menyalahkan situasi terasa lebih baik, tapi kenyataannya tidak!


[Level up]


[Kemampuan kesabaran ditingkatkan… membuka kemampuan baru]


[Kemampuan: Kesabaran+, membantu Tuan lebih tabah dalam menghadapi hidup keras ini]


‘Y-ya, aku butuh itu.’ Liu mengelap mukanya dan membuka pintu. Ia sudah lebih tenang.


“Yin-jie?” Fang Yin malah terpaku berdiri dekat pintu, ekspresinya ketakutan, ia bahkan tidak mampu menatap pemuda ini.


‘Yah sudahlah.’ Yin-jie pasti merasa aneh mendengarnya teriak-teriak nggak jelas. Mau disangka gila juga tidak salah sih.


Pluk.


“!” Fang Yin memeluk Liu!


Inilah adegan romantis yang diinginkan semua orang! Heroin yang memeluk MC-nya!


Merapatlah siapapun yang senang adegan romantis! Kalian tidak akan menyesal!


Tapi sayangnya Liu tidak mengerti konteksnya! Kenapa tiada angin tiada hujan dia memeluknya begitu?


“Ma- maaf Liu-ke!” Pelukan Yin semakin erat sementara tubuhnya bergetar.


‘Ini salahku! Liu-ke sampai sebegitunya menderita!’ Begitulah pikir Fang Yin.

__ADS_1


Liu terdiam, ia bisa merasakan emosi dari Yin-jie. Tahu barang paling berharga hilang bukanlah hal yang mudah.


“Tenang saja Yin-jie.” Liu berusaha menenangkan gadis itu, sementara pelukannya malah makin erat.


‘Se-sesak….’ Dia ini memeluknya dengan segenap tenaga dong!


***


“Tuan Zu Xin! Maaf tidak sopan tapi kami datang lagi!” Tanpa pikir panjang Liu langsung terjun ke lapangan lagi!


Ia datang lagi ke markas Sekte Cacing. Demi menyelesaikan kasus hilangnya belati merah yang misterius!


Tidak mungkin belati itu hilang tanpa sebab, pasti ada sebab dan akibatnya!


Satu-satunya petunjuk paling besar adalah ketika pesta perayaan kemarin!


Lagipula benda dewa itu hilang pasca pesta sih, jadi tidak mungkin salah!


Ini bukan intuisi lagi, tapi fakta yang sesungguhnya. Liu datang untuk memecahkan masalah di tempat yang tepat!


“Lho?” Liu terdiam.


“Ti- tidak ada orang.” Fang Yin tidak melihat siapa-siapa juga.


Liu memeriksa setiap sudut ruangan bawah tanah yang luas itu, tetap saja tidak ada satupun orang.


Padahal baru saja kemarin banyak orang di sini! Lah kenapa malah jadi kosong melompong begini?


“Liu.” Ada suara pria dari sisi lain!


Zi Xin mendekat dengan ekpresi muram, entah kenapa begitu, apa dia sama kagetnya melihat ayah dan seisi sekte cacing hilang begitu saja?


Ini pasti lebih mengejutkannya!


“Tuan Xin, ada apa gerangan?” Barangkali sang putra sekte cacing tahu apa yang terjadi di sini.


SAATNYA MENGUNGKAP MISTERI HILANGNYA SENJATA DEWA.


“Kau mencari belati merah?” Zi Xin menatapnya dengan seksama.


“!” Kenapa Tuan Zi Xin bisa tahu tujuannya? Padahal kemarin saat pesta pun Tuan Zi Xin masih istirahat di rumah!


Zi Xin terdiam, sementara ia nampak menyiapkan sesuatu untuk dibicarakan. Entah kenapa situasi malah jadi berat!


“Belati merah sudah dicuri.”


“!” Yin menutup mulutnya kaget, sedang Liu biasa saja, toh kalau hilang pasti ada kemungkinan dicuri ‘kan?


“Ayahku yang mencurinya.”


“….” Liu terdiam. Inginnya tidak percaya, tapi ia tahu Tuan Zi Xin bukan orang yang suka bercanda.


‘NGAKU?’

__ADS_1


Jarang sekali orang bersalah ngaku. Liu yakin sang nelayan ini mengatakan hal yang sebenarnya!


“Tuan Zu Xin? Kenapa?” Liu mengeryitkan dahinya. Ia padahal percaya banget pada sekte cacing. Malah ada tujuan terselubung, haduh.


Pencurian berkedok acara pesta? Kreatif sih, tapi tetap saja itu perbuatan tidak terpuji!


Keheningan terasa di sini. Zi Xin bisa melihat sorot mata tak percaya kedua orang ini.


Butuh lebih dari sekedar keberanian untuk mengakui kesalahan, dan Zi Xin sudah mengambil langkah yang tepat.


Yah sebelum menerima konsekuensinya, ada baiknya Zi Xin mengatakan motif sekte mereka. Bukan untuk membenarkan aksinya, namun lebih ke ngejelasin aja sih.


“Kami di sekte cacing-“


“Oke.” Liu sudah tahu, ia tidak perlu penjelasan ulang!


“Ah. Jadi kamu mengerti?” Zi Xin pikir ia perlu menjelaskan panjang lebar agar pemuda ini bisa mengerti.


‘Hehe.’ Batin Liu tertawa, bagaimana mungkin ia tidak mengerti, ia ‘kan pintar!


“Jadi Sekte Cacing ingin jadi buronan juga?” Liu percaya diri sekali di sini!


“….” Zi Xin terdiam, raut wajahnya malah jadi bingung!


“Liu-ke sepertinya bukan begitu.”


“Eh bukan?” Jadi sekte cacing bukan ingin jadi buronan dan jadi sekte populer?


Kalau bukan begitu, alasannya apa dong?


Soalnya gara-gara belati itu ia dan Yin-jie jadi buronan sih.


“Ayahku menjualnya ke sekte lain.”


“Men… jual?” Yin terdiam tidak percaya dan Liu lebih tidak percaya lagi, sampai menutup mulutnya!


“Demi para orang tua, anak-anak dan orang miskin. Ayahku tidak punya pilihan, setelah membagikan harta, sekte cacing dibubarkan.”


Zi Xin berkata apa adanya, apa yang dilakukan ayah dan sektenya juga bukan hal yang benar. Zi Xin menerima apapun yang akan terjadi. Pemuda itu pasti marah sudah diperdaya seperti ini.


‘HAAA….’ Pastinya tidak sulit menjual senjata paling bahaya sedunia!


“Tu- tuan Zi Xin, kenapa senjata Yin-jie?” Kenapa nggak senjata lain aja sih?


Kan masih banyak senjata lain di dunia ini. Liu yakin sekte cacing pasti bisa mencurinya dengan rapi.


Yah, kalau Tuan Zi Xin tidak datang, belum tentu Liu bisa mengerti masalah ini. Orang sektenya saja sudah dibubarkan!


“Ayahku tergoda mengambilnya. Poster senjata itu tersebar di kota.”


“Tersebar!?” Sebelumnya di Kota Yanzin dan sekarang di sini!?


Bukan main, banyak pihak ingin benda ini, tidak hanya sekte es! Sekte cacing dan selanjutnya apa? Kupu-kupu malam!?

__ADS_1


“Ayahku menjualnya ke Sekte Kupu-kupu Malam.”


‘MASA SIH BENAR!? AKU CUMAN ASAL MIKIR AJA LOH!’ Liu terdiam, entah kenapa akhir-akhir ini apa yang dipikirkannya selalu kejadian. Apa jangan-jangan ia ini peramal!?


__ADS_2