Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Tengkorak?


__ADS_3

[ God Of Skeleton


Jenis: Dewa Penjaga Alam Tingkat Tinggi Menengah


Status: Tengkorak


Deteksi Elemen: Sangat Super Misterius


Kesehatan: Misterius


Kekayaaan: Misterius?


Level kekuatan: ABOGOBOGA


Tingkat bahaya: Sungguhlah Bahaya


Kemampuan Khusus: Misterius


Catatan: Menjaga Alam Dewa Tingkat Tinggi dari kedatangan makhluk asing.]


‘WAH!?’ Sistem bisa tahu statusnya!?


Biasanya juga nggak bisa kan!?


[Hehe] Sistem terdengar bangga.


Liu terdiam, sistem mengejutkan juga.


Kini sebagian info lawan sudah terekspos.


Makhluk ini tak lain tak bukan adalah dewa yang menyambutnya sebagai pendatang, persis seperti Nona Wolf.


Namanya keren juga ya.


Dan seperti biasa, tak semua status bisa ditampilkan dengan detil.


Tapi makhluk yang dihadapannya ini lebih kuat dibanding yang lain, tahu namanya saja sudah pencapaian yang mantap.


Memang tak banyak info yang bisa dikumpulkan sistemnya.


Aura kemisteriusan dewa tak mengijinkan lawannya untuk membongkar identitasnya.


Levelnya juga aneh gitu.


Biasanya angka, lah sekarang huruf.


Statusnya rusak kah?


[Sepertinya dewa merahasiakannya Tuan] Ada semacam kode yang harus dipecahkan demi tahu level yang sebenarnya.


‘Oh.’ Macem-macem saja ya.


Sring.


Sorot mata putih bersinar terang dari sang tengkorak.


SRET.


Liu memasang kuda-kuda, akhirnya tiba juga saatnya!


SHWUSH!


Dewa tengkorak melesat dan melancarkan serangan fisik!


BUAGH!


BUAGH!


Semua serangannya kena telak!


HUSSSH!!


Liu terhempas kencang menembus kegelapan malam!


“UWAH!” Begitu kencang sampai percikan api tercipta di sekitaran tubuhnya!


‘KENAPA!?’ Arah serangannya terlihat, tapi kenapa serangannya tetap masuk!?


Ini aneh!


Sementara Liu berusaha berhenti terhempas, dewa terngkorak tetap berdiam saja.


Tak ada kemewahan sedikit pun dari penampilannya, namun semuanya ditunjukkan dari kekuatan yang ada padanya.


Dialah pemimpin dari semua tengkorak, tak bisa dibandingkan dengan yang ada di alam lain.


Kini ia ingin melihat kelayakan dari makhluk yang baru saja menginjakkan kakinya ke alam ini.


BUM!!


Terdengarlah suara ledakan keras dari kejauhan.


Dewa tengkorak terdiam, ini akan jadi pertarungan yang singkat.


BLIZT!


Dalam sekejap mata Liu langsung hadir lagi dihadapan sang dewa!


“Bagus juga dewa!” Liu terkesan dengan serangan dewa yang menghempaskannya sangat jauh.

__ADS_1


SRET.


Liu memasang sorot mata paling tajamnya, ia tak mau hal sama terulang kembali!


HUSH!


‘INI DIA!’ Sang dewa melesat dan melancarkan rentetan serangan fisik lagi!


Bola mata pemuda itu bergerak cepat melihat setiap serangan sang dew.


BUMMM!!


Namun tetap saja ujung-ujungnya terhempas juga!


“WHAT!?” Liu tak percaya, kejadian lama terulang lagi!


“….” Dewa tengkorak terdiam, semangat pendatang baru ini boleh juga.


Namun sayang sekali itu tak cukup untuk membuatnya terus bisa berdiri di atas kaki sendiri.


*


HUSSSSH!


“HM.” Sembari terhempas Liu berpikir keras.


Kenapa bisa-bisanya serangan sang dewa kembali mengenainya? Padahal ia bisa melihat arah serangannya dengan jelas?


Semua ini pasti ada jawabannya!


‘SISTEM!?’ Jarang-jarang sistem jadi pendiam gini!


[Ya Tuan?]


‘….’ Kok dia bisa sesantai itu sih?


Padahal mereka sedang menghadapi lawan yang lebih kuat dari semua makhluk yang pernah mereka jumpai sebelumnya!


[Dewa tengkorak memang kuat Tuan] Tidak bisa dipungkiri sistem sadar dari awal.


Alasan sistem diam saja tidak lain tidak bukan adalah karena belum ada ilham yang didapatnya.


‘Aaaaa.’ Begitu ya.


Sistem tidak bisa sembarangan memberitahukan info yang tidak berguna.


[Apa Tuan kesepian?]


‘KESEPIAN!?’ Mana ada!


Ia hanya penasaran. Itu saja!


Jadi sistem pun masih mencari cara untuk mengatasi lawannya.


[Off Tuan] Kekuatan monsternya itu tidak bisa diandalkan setiap saat,


‘Oh.’ Liu paham. Yah kekuatannya perlu istirahat juga yah.


BUMM!


Akhirnya Liu berhenti terhempas. Ia harus menunggu beberapa saat dulu sebelum akhirnya berhenti.


Dan kini area yang dilihatnya tetaplah sama tidak peduli sudah seberapa jauh terhempas.


Aneh. Liu tak pernah melihat area pekuburan seluas ini sebelumnya.


Tapi inilah kenyataannya.


Segala kemungkinan bisa terjadi di tempat ini.


“….” Liu terdiam, ia merasa kosong.


Menghadapi lawan yang sangat kuat tanpa strategi adalah sesuatu yang lain.


Liu tak bisa mencegah dirinya merenung.


Terkadang dalam kehidupan merenung adalah esensi yang seringkali dilakukan.


Dirinya tak bisa memenangkan tantangan alam dewa sebelumnya.


Kalau begitu apa yang bisa diperbuatnya di sini.


Ia tak memenuhi kualifikasi dan tetap maju ke babak selanjutnya….


Pikiran logisnya mulai menyerang dan perlahan namun pasti Liu jadi pesimis.


[Tenang saja Tuan]


‘TENANG!?’ Bagaimana mungkin di situasi begini bisa tenang!?


[Dewa Arthur percaya pada Tuan]


Dengan cepat sistem melanjutkan wejangan dan dukungan moral pada tuannya.


Kenyataan memang bisa menghajar, namun tuannya harus cepat bangkit lagi!


“….” Liu terdiam, adalah benar apa yang dikatakan sistem.


Sejujurnya lebih mudah putus asa di situasi sulit.

__ADS_1


Namun itu takkan membuat semuanya jadi lebih baik juga!


‘KAMU BENAR SISTEM.’ Liu tercerahkan.


Entah kenapa ia seolah bukan dirinya sendiri saja.


Sejak kapan dirinya mudah kena mental begini?


Belum berakhir.


Semua ini belum berakhir, kecuali jika sudah berakhir.


[???] Sistem tidak paham, tapi yakin ada arti dibalik itu.


Liu mengepalkan tangannya dan menguatkan tekadnya.


Sudah cukup dengan praduga tak berguna dan keputusasaan ini!


Biarlah hasil sebenarnya yang menentukan akhirnya!


SYUT!


Liu bergerak cepat dan akhirnya kembali muncul dihadapan sang dewa tengkorak.


‘OKE BELIAU SERIUS ATAU APA?’ Liu tak bisa menilai ekspresi wajahnya.


Adalah wajar kalau sang dewa tak buru-buru menumbangkannya.


Toh kalau begitu tidak seru kan?


Begitulah kenyataannya.


Sang kini dewa tengkorak tahu pemuda ini punya semangat besar dan pantang menyerah.


Dia tidak berusaha kabur darinya.


Malahan tetap kembali dengan percaya diri.


Itu sikap bagus, hanya saja bagaimana ketahanannya?


Apa dia sanggup terus bangkit dari kejatuhannya? Ataukah menyerah dengan semua ini?


Shhh….


Liu terdiam, belum ada pergerakan apapun dari sang dewa.


Sepertinya dewa bosan menyerang terus.


Toh Liu punya firasat dirinya bakal terhempas lagi.


‘Jangan terhempas lagi.’ Ia harus bisa memimalkan serangan lawan!


Aura kekuatan yang menyelimuti tubuhnya kelihatan masih kuat dan sanggup mengatasi banyak serangan lain.


Namun kenyataannya tidaklah begitu.


Aura pertahanannya menipis dan tak bisa terus menerima hempasan kencang sang dewa.


[Bisa-bisa habis kemakan api nantinya ya Tuan]


OKE, itu mengerikan.


Tak bisa dipungkiri itulah yang akan terjadi kalau tak ada lagi aura pertahanan di tubuhnya.


Inilah tujuan sang dewa untuk menumbangkannya, ah tidak, tapi menghilangkannya dari dunia ini!


HUSH!


Sang dewa maju!


Liu menatap tajam dan siap menghadapinya!


Dewa tak butuh serangan super besar memukau, hanya dengan pukulannya biasanya saja sudah cukup menumpas lawannya!


‘Oke … ini dia ….’


The moment of truth.


Liu bisa melihat tangan dewa yang mendekati tubuhnya.


Di dua kesempatan sebelumnya ia menghindarinya dengan sempurna, namun tetap terhempas brutal.


Ia hanya punya dua pilihan, menghindarinya lagi, atau menerimanya….


Mungkin terlihat bodoh membiarkan serangan lawan mengenainya padahal ia bisa menghindar.


Apalagi yang lebih buruk dari hempasan kencang?


BUAGH!


BRAAGH!


SREET….


“!”


Serangan sang dewa tetap mengenainya!


Namun ada perbedaan jauh yang terjadi!

__ADS_1


Ia tak terhempas kencang lagi!


Kok bisa gitu!?


__ADS_2