Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Ngilang Sebentar


__ADS_3

Sementara itu di sisi lain, terlihatlah dua makhluk yang sedang bersitegang satu sama lain. Yang tak lain tak bukan adalah dewi es dan dewa api sendiri.


"Hentikan ini Dewa Zao!" Dewi Bing masih berusaha meyakinkan rekan dewanya itu.


"...." Namun tidak ada respon yang baik, malahan dewa api terus meningkatkan kekuatannya.


Kini kedua dewa ini sedang saling beradu kekuatan.


Penampilan keduanya pun berubah, Dewi Bing dengan gaun putih mempesona dan Dewa Zao dengan pakaian pangeran yang gagah.


Keduanya hanya terdiam dan membiarkan aura kekuatan bertarung bagi mereka.


Terjadilah ledakan dan hempasan angin yang sangat kuat. Bahkan makhluk dengan aura kekuatan besar pun akan kewalahan untuk terus berada di dekat mereka.


Panas dan dingin saling beradu satu sama lain. Terlihat jelas sang dewa makin serius dan dingin, sedang dewi sendiri kewalahan.


Adu hawa kekuatan adalah hal wajar diantara para dewa.


Dewi sudah terpukul mundur sebelumnya, yang berarti sudah jelas siapa yang kuat di sini.


Meskipun begitu dewi tidak menyerah.


Ia sudah mengeluarkan kekuatan yang lebih besar diawal tadi.


Namun tetap saja masih belum cukup untuk mengatasi kekuatan lawannya.


"Belum selesai...."


Sring!


Dewi es menunjukkan sorot mata seriusnya, ia mengangkat tangannya ke depan.


"Rantai Es Penderitaan."


SRRRRRR!!


Muncullah rantai es yang langsung melilit dewa api.


Dewa Zao terdiam, ia tidak terlihat peduli dengan serangan yang datang padanya.


Tidak ada perubahan ekspresi sedikitpun, dewa satu ini benar-benar masa bodoh.


"...."


SHHHH!'


Belum sempat rantai es-nya melilit keras, eh malah keburu menguap, serangannya gagal total.


Sret.


Di sisi lain Dewa Zao melakukan hal yang sama, ia mengangkat tangan kanannya.


"Rantai Api"


SRRRRR!!!


"!"


Seketika itu juga rantai api tercipta dan mengikat erat sang dewi!


Serangannya begitu cepat dan kuat!


"Dewa Zao...." Dewi terdiam, tidak disangka lawannya memakai teknik yang sama dengannya.


Dewi sama sekali tidak bisa menghindar dari serangan ini, dan kini seluruh pergerakannya terkunci.


Seluruh tubuhnya dipenuhi rantai api, sang dewa api tidak memberi celah sedikitpun untuk melarikan diri.


SSHHHH!


Tubuh dewi es mulai berasap.


Dewa Zao tidak main-main,ia dengan mudahnya meniru teknik lawannya dan menjadikannya lebih kuat dan mematikan.


Itu terbukti dengan nama tekniknya yang hanya 'Rantai Api' nama yang cukup sederhana.


Apa jadinya kalau ia menggunakan versi 'kematian'nya sama seperti yang dilakukan dewi?


Drttt....


Rantai api itu bergetar. Terlihat jelas usaha dewi untuk melepaskan diri, namun setelah beberapa saat usahanya belum kunjung membuahkan hasil.

__ADS_1


Kekuatan rantai api yang melilitnya jauh lebih besar dari kekuatannya sekarang, itulah alasan kenapa dewi tidak bisa melepaskan diri dengan mudah.


"Sayangilah nyawamu Dewa Zao!" Dewi masih sempat-sempatnya memberi peringatan meski ditengah kondisinya yang seperti ini.


"...." Dewa api tetap konsisten dengan 'kedinginan'nya. Ia sama sekali tidak merespon dan peduli apa yang dikatakan lawannya.


Karena hanya satu yang ada di pikirannya, yakni menangkap target dewa kematian.


Hal kecil seperti ini tidak mungkin dewa masukkan ke dalam kepala.


"DASAR DEWA DINGIN!" Dewi Bing mengamuk dan terus meronta, namun apa daya, ia hanya bisa menggeliat tanpa mampu mengeluarkan dirinya.


Rantai api yang menjeratnya ini tidak hanya membuatnya sulit bergerak, namun juga mengacaukan kekuatannya!


Bukan hal yang sulit sang dewa men-tweak jurusnya sesuai dengan kemauannya. Alhasil ia tak perlu repot lagi, hanya satu serangan untuk menghentikan pengganggu yang menghalangi rencananya.


Padahal dewi sudah melakukan hal yang sama sewaktu melancarkan serangan rantai es-nya sebelumnya. Namun akselerasi kekuatan dewa api terlalu besar. Dewi tidak sempat menahan dan mengacaukan kekuatan lawannya.


Situasi berbalik begitu cepat, dan bahkan kini dewi tidak bisa memberi perlawanan lagi.


Dewi terdiam, ia sudah sadar akan hal ini.


'Aku kalah.' batinnya. Ia tidak bisa menyadarkan rekannya untuk berhenti melakukan hal gegabah.


Dewi tidak bisa meningkatkan kekuatan lagi mengingat aura kekuatannya sudah dikacaukan.


Dewi tidak menyangka akan berakhir seperti ini. Dari awal pun ia tahu dewa api sudah di atas angin, dan sekarang makin jelaslah fakta itu.


Ia tidak bisa memenuhi keinginannya untuk melindungi pemuda itu.


SWURSH....


Perlahan api mulai menjalar ke tubuh dewi.


Aura kekuatannya sudah menurun drastis, tidak ada lagi yang bisa melindungi tubuhnya.


Dewi tidak memasang wajah menyedihkan, putus asa, atau minta ampun. Sebaliknya ia tetap menatap tajam, tidak ada ketakutan sama sekali di dalam dirinya.


Mau dibilang dramatis atau tidak, yang pasti Dewi Es sudah melakukan apa yang ia bisa. Meski bukan pertarungan yang seru, karena jelas-jelas lawannya jauh lebih kuat darinya. Ini sudah cukup.


Pemuda itu benar-benar tidak perlu menghabiskan waktunya di sini. Dia pasti punya hal yang lebih penting untuk diurus.


Dewi menutup matanya, semuanya sudah selesai.


BUAGHHHH!


"!" Dewi membuka matanya, ada suara pemuda itu!


"XIAO LIU!?" Dewi terdiam tidak percaya, dia meninju dewa api dan bahkan sampai terhempas jauh!


"DEWI!" Dengan cepat Liu datang dan hendak menyentuh rantai api yang mengikatnya.


"Jangan!"


"?" Liu terdiam, kenapa dewi bersikap begitu?


"Rantai ini...." Dewi tidak main-main. Ia bener-benar serius, ia tidak mau pemuda itu kena efek buruk dari rantai ini.


Makin lama rantai ini makin ngeyel. Tidak hanya makiN erat, malahan kini memancarkan aura membunuh yang kuat juga.


Satu-satunya alasan kenapa dewi bisa bertahan karena ... dirinya itu dewi.


Dewi memprediksi siapapun dan apapun yang berkontak dengan rantai ini bisa, mati INSTAN!


Liu terdiam, dan tersenyum kecil. Ia mengangkat tangan kanannya yang berapi. "Aku sudah kena apinya kok."


"HAH!?" Dewi es terkejut dong! Ia tidak fokus akibat minim kekuatan!


Tinjuannya mengenai aura pertahahan dewa sih, meski lolos tapi apinya masih kebawa-kebawa.


Malahan udah kena! Dewi tak habis pikir, bisa-bisanya terjadi hal begini.


"Tenang saja dewi." Liu tersenyum kecil, toh ia belum mati atau apa kok.


Ia perlahan menyentuh rantai api yang mengikat dewi.


Liu bisa merasakan energi dewa api yang besar, namun seketika itu juga tanda tengkorak di tangannya mulai bersinar terang.


TANPA BISA DISANGKA SIAPAPUN API RANTAI ITU PADAM DAN RANTAINYA LANGSUNG HANCUR SEKETIKA ITU JUGA! TANPA BUTUH WAKTU YANG LAMA!


API YANG ADA PADA TANGANNYA PUN SIRNA!

__ADS_1


Blugh.


Dewi tersungkur lemah, seolah tak punya kekuatan lagi. Yang memang pada kenyataannya benar begitu.


Dengan cepat Liu menahan tubuhnya dan membaringkannya. Ia menyentuh tangan dewi dan seketika itu juga cahaya kebiruan bersinar padanya.


Liu terdiam, tak menyangka perbuatan dewi sampai sejauh ini. Kalau begini kejadian ini sangat mirip seperti yang sebelumnya.


Kondisi dewi tidak terlalu bagus, namun Liu sudah memberi pertolongan pertama.


Apa yang dilakukannya bukanlah kemampuan pemulihan, namun setidaknya itu bisa membuat kondisi dewi kembali membaik.


'MUSUHNYA OP.' Liu terdiam, setelah berjuang dibalik layar, akhirnya ia bisa kembali on-screen juga.


Perjuangannya untuk sampai ke tempat ini tidak mudah, namun semuanya terbayar ketika tinjuannya kena telak pada wajah tampan dewa.


Tapi tetap saja ia masih terlambat karena membiarkan dewi sampai seperti ini.


Namun sisi baiknya, ia belum ekstra telat. Kondisi dewi bisa saja lebih buruk, namun syukurlah hal itu tidak terjadi.


SWURSH!


TAP.


Dewa langsung hadir dengan cara elegan, sama seperti di awal.


"Dewa mencariku kan?" Liu tak suka basa-basi. Ia langsung ke intinya.


Dewa api terdiam, kalau diperhatikan lebih lanjut ekpresinya sedikit berubah. Kini ia tampak sedikit lebih serius.


Pasti itu akibat terkena tinjuan pemuda ini sebelumnya. Dewa tidak menduga ada serangan dadakan seperti itu.


Ia sangat fokus menyingkirkan halangannya sih, jadinya begitu deh.


Liu terdiam. Ngomong apapun keknya nggak bakal guna juga.


Dewa api bener-bener dingin, jadi inget Nona Ying.


Inilah dewa terdingin yang pernah Liu temui. So cool banget.


Dewa Zao terdiam, sementara dari belakangnya muncul lingkaran aneh.


'LINGKARAN SIHIR?' Liu terdiam. Baru pertama kali ia melihat yang beginian.


Liu pikir teknik begini hanya ada di buku cerita aja, ternyata ada yang benerannya juga.


[Tidak jauh beda sama teknik aura Qi kok Tuan]


'Oh?' Liu terdiam. Yah bener juga sih, aura Qi yang dimanipulasi bisa berubah jadi elemen tertentu.


'Kok kayak malah jadi fantasi barat ya jadinya?' Liu terdiam.


[Memang terkadang ada hal yang tidak terduga Tuan] Sistem tidak bisa melakukan apa-apa.


SRING!


Perlahan namun pasti lingkaran sihir kemerahan dibelakang dewa itu bersinar Jelas-jelas dewa sedang nguli kekuatan di sana.


'OKE.' Meski dewa make serangan aneh, lingkaran sihir atau apalah, ia tak mau kalah!


HSSHHHH!


Seperti biasa dan tak bosan-bosannya tubuh Liu bercahaya biru, bersiap untuk kemungkinan serangan apapun yang akan dilancarkan dewa!


Perlahan lingkaran bercorak rumit merah itu naik ke atas. Dalam waktu yang singkat serangan itu sudah siap.


SRING!


JRENG!


Liu sudah siap pula dengan perisai jumbo biru miliknya!


Sudah cukup dengan pedang aura kekuatan atau apalah, kini saatnya perisai aura yang muncul!


DBUM!


Seketka itu juga muncul api super besar dan kuat dari lingkaran aneh itu!


SRET.


Liu menatap tajam dan mengarahkan perisainya ke depan, dan seketika itu juga perisai itu beneran jadi jumbo! Benar-benar besar!

__ADS_1


BLAAAARR!!!


__ADS_2