
Kenyataannya pakaian dewa jadi korban sekarang. Padahal seharusnya dewa dikelilingi aura kekuatan yang membuatnya kebal akan serangan apapun.
Yang tentunya pakaiannya pun tak akan terpengaruh.
Namun apa yang terjadi bukanlah seperti itu.
Tubuh dewa api jadi agak hitam seolah terkena asap.
'MEMPAN?' Liu tak percaya sih.
[Hhehe] Sistem terdengar bangga dan langsung menjelaskan apa yang terjadi.
'Oooooh....' Liu jadi paham sekarang.
Tanpa sadar Liu ternyata mentransferkan kekuatannya ke serangan bola api tadi, membuatnya 1000x lebih kuat dari aslinya.
'KOK OP BANGET?' Liu tak percaya. Bukannya kelebihan ya itu?
[Tenang saja Tuan, hanya merusak pakaian saja kok]
Bener juga sih.
Dewa bener-bener kuat sampe-sampe kekuatan 1000x bukan apa-apa untuknya.
Dewa Zao terdiam, ekpresinya terlihat dingin dan tenang tidak peduli apa yang sudah terjadi.
Liu terdiam, dewa satu ini sulit ditebak, lagi-lagi mengingatkannya pada Nona Ying.
Shhhh....
Tanda tengkorak merahnya berasap, Liu merasa ada yang aneh.
SSSSHHHH....
-Tuan?-
'EH?' Ada yang ngomong.
-Ini saya Tuan-
Owalah, kekuatan monster?
Dengan cepat The Big Three menjelaskan apa yang terjadi.
'KAPASITAS PENUH?' Liu terdiam, ia tak menyangka akan mendengar hal ini.
-Benar Tuan- TBT tidak bisa menyerap kekuatan luar dengan efektif lagi, kecuali dengan mengeluarkan kekuatan yang sudah diserapnya.
[Hmph] Entah kenapa sistem terdengar bangga. Tuannya tidak perlu melakukan hal yang merepotkan begini kalau menggunakan kekuatannya.
-Lebih cepat lebih baik Tuan- Sementara itu makin banyak asap yang muncul dari tangannya.
Liu berbalik dan mengarahkan tangannya ke depan. Dengan maksud agar dewa tak kena efeknya.
SSWUUUURRRSSHH!!!
Seketika itu juga muncullah kekuatan api dahsyat dari telapak tangannya, dan di saat yang bersamaan Liu merasa aneh.
'Kok kek kekuatan apinya ketahan ya?' Liu terdiam, entah kenapa rasanya kekuatan apinya nggak bebas nyembur.
SHHHH!
[Ada serangan dewa Tuan]
'APA!?' Kenapa disaat begini!?
Dimana serangannya!? Liu tak bisa bebas menggerakkan kepalanya, ia hanya bisa fokus pada satu hal saja sekarang!
Mengeluarkan kekuatan asing tak semudah membalikkan telapak tangan, dan kini ada serangan musuh juga!? Liu agak panik, namun berusaha mengendalikan dirinya.
Ia harus cepat-cepat ngeluarin kekuatan api dewanya!
[Tidak usah buru-buru Tuan]
'LHO?' Kok gitu?
[Tuan sedang menahan serangannya sekarang]
'Hah?' Jangan bilang....
SSHHHHH!!!
Aura panas luar biasa langsung tercipta seketika itu juga!
TERNYATA DEWA MELANCARKAN SERANGAN KEJUTAN DARI BELAKANG!
Dewa sendiri sudah berpindah dengan cepat dan mengeluarkan jurusnya tepat bersamaan dengan dirinya!
"Ukh." Liu tak menyangka ada serangan begini, padahal ia hanya bermaksud mengeluarkan kekuatan dewa saja.
"...." Di sisi lain Dewa Zao tidak senang targetnya bisa tahu serangan kejutannya.
Padahal sebelumnya dia melamun dan serangan kejutan berpotensi membuatnya kalah. Namun yang terjadi bukan seperti itu.
Kini adu kekuatan api sedang terjadi.
Liu dengan kekuatan api yang diserapnya dan dewa dengan kekuatan api yang sudah ditingkatkan kekuatannya.
Aura kekuatan dewa meningkat drastis, kini tubuhnya diselimuti aura merah yang mengerikan.
SSH....
Liu juga tak mau kalah dong! Ia diselimuti aura kebiruan yang keren juga!
"UGH." Dewa benar-benar kuat!
BLAR!!
HUSH!
Liu terhempas begitu saja dan api langsung mengincarnya!
Tanpa dramatis pun memang sudah jelas kekuatan dewa benar-benar meningkat pesat!
BRAGH!
BRRAAAKKK!
Tubuh Liu menghantam banyak permukaan es yang mencuat, ia sama sekali belum berhenti!
SWUSRH!
__ADS_1
Belum sempat berhenti pun api masih saja menyambarnya dengan cepat!
[Tidak berguna] Sistem terdengar marah.
-Maaf- TBT terdengar bersalah.
'BUKAN SAATNYA BERTENGKAR KAN!?' Sekarang yang terpenting bagaimana cara menghadapi masalah di depan!
Liu terdiam, kobaran api dihadapannya bagaikan naga yang siap melahapnya, sungguhlah hal yang mengerikan untuk dilihat.
Bahkan dengan kekuatan dewa yang diperkuat dengan kekuatan sistem masih belum cukup untuk bertahan dari serangan sang dewa.
Yah sudah jelas serangan asli yang lebih unggul sih.
Dilihat dari luar serangan dewa terlihat gitu-gitu aja, sederhana dan diulang-ulang. Namun pada kenyataannya semuanya lebih rumit dari yang terlihat.
Ada alasan kenapa dewa tampan ini disebut dewa api, ya tentunya karena spesialis api sih.
Kekuatan apinya benar-benar diluar nalar. Sulit mengupamakannya hanya dengan kata-kata.
Liu terdiam, di saat bahaya makin mendekat entah kenapa pikirannya langsung merenung brutal.
[Tidak ada yang salah dengan merenung Tuan]
'....' Sistem benar, makhluk hidup setidaknya pernah merenung di titik tertentu dalam kehidupannya.
Merenung adalah cara untuk merefleksikan diri.
Liu mengerti kenapa sistem marah tadi. Mungkin yang lain juga ada yang penasaran.
[Kalau tidak ada bagaimana Tuan?]
'....' Ya anggap saja penasaran lah ya.
Ia sebenarnya bisa punya kesempatan bertahan lebih besar tadi, kalau saja kekuatan yang masih diserap The Big Three masih tersisa.
Namun keberuntungan tidak dipihaknya. Tepat sebelum sistem menguatkan lebih jauh kekuatan api yang diserapnya itu, di saat itu juga kekuatannya habis.
Dan yah, hasilnya ia terhempas dan kini menghadapi bahaya yang makin dekat dengan batang hidungnya.
Tapi TBT sama sekali tak bersalah, kekuatan dalam tubuhnya itu hanya melakukan bagiannya. Melakukan yang terbaik untuk bisa bertahan.
Dirinyalah yang paling pantas untuk disalahkan.
[Tuan jangan begitu] Sistem tahu benar perasaan tuannya.
Kalau saja ia lebih kuat tentu sistem bisa memaksa akselerasi kekuatan lebih lanjut. Namun itu tak dilakukan karena terlalu berbahaya.
[....] Sistem tidak menyangka tuannya tahu soal ini. Padahal sistem sama sekali tidak membicarakannya.
Yah jangan remehkan hubungan yang selama ini terjalin. Liu tak mungkin tetap asing pada sistem setelah semua yang mereka lalui, begitupula sebaliknya.
Liu menatap ke depan dengan penuh arti, pantulan naga api mengerikan terlihat jelas di bola matanya.
Tanda tengkorak merahnya berkedap-kedip, TBT hampir mencapai batasnya.
Liu tak bisa memakai strategi yang sama lagi, ia tak bisa menyerap kekuatan api dewa.
Padahal itu strategi terbaik yang bisa dipakainya.
Dewa kelewat OP, dan semuanya diluar kendalinya.
"...." Entah kenapa itu menggoda.
PATS!
Liu menatap tajam, sorot matanya berubah tiba-tiba!
Ia tak tergoda bersedih, malahan sebaliknya, ia malah tersenyum percaya diri sekarang!
Sungguhlah tak terduga, inilah sikap karakter utama yang ditunggu-tunggu!
Menghadapi masalah dengan percaya diri, apapun yang terjadi ia tak menyerah.
Sudah sejauh ini ... Liu tak akan berhenti!
SSSHHHH....
Tubuhnya berasap, tak ada sinar kebiruan yang biasa munucl.
'Aku tak akan menyerah....' Liu melihat batinnya yang terdalam. Ia lagi nggak mood ngeliat kilas balik masa lalu dan putus asa begitu saja.
Selalu ada harapan, bahkan disituasi tersulit sekalipun.
'OKE SAATNYA OFF-SCREEN DULU!'
DUAAAARRRR!!!
Terjadilah ledakan yang hebat.
*
Dewa Zao melihat dari jauh ledakan dahsyat itu, seperti biasa ia tetap melihat tajam dan dingin.
Kenyataannya dewa memang tidak menahan diri, wajar saja sih kekuatannya sudah meningkat 10000x sih.
Pakaiannya yang compang-camping ini adalah penghinaannya yang terbesar. Pakaian yang sudah menemaninya selama ribuan tahun....
Kharismanya ditopang dengan pakaian mewahnya, kalau begini dewa-dewi lain bisa hilang hormat padanya.
Kenapa dewa marah hanya karena hal sepele begitu? Bukankah dewa punya banyak pakaian lain dan pakaiannya bisa kembali seperti semula?
Kenyataannya pakaian dewa adalah ekslusif dan menandakan ciri khas-nya. Tidak mudah untuk dewa mengganti pakaiannya.
Dewa terdiam sembari melihat bumbungan api yang besar. Sungguhlah mengerikan mengingat betapa besar dan panasnya api yang tercipta.
Sudah lama dewa tidak mengeluarkan api kebanggannya dan ia bangga melakukannya.
HUSSSHHH!!!
Hempasan kencang tercipta seketika itu juga!
Sungguhlah aneh mengingat itu bukan ulah dewa.
SRRIINGGGG!!!
Pedang es langsung datang ke arahnya!
SSHHH....
Namun sayang sekail es itu keburu meleleh sebelum menusuk sang dewa api.
__ADS_1
"...." Dewa terdiam, ia sama sekali tidak mengantisipasi hal ini.
Dewi es pengganggu sudah ia tumbangkan sebelumnya, lantas kenapa bisa-bisanya ada pedang es yang mengarah padanya?
Dan jelas-jelas energi ini bukanlah milik dewi es yang lemah itu.
"Ha ... hahaha...." Terdengarlah suara jahat seorang pemuda dari balik api yang mulai padam.
Dewa terdiam, ia makin tidak menyangka akan apa yang dilihatnya.
Kini targetnya sedang berjalan santai ke arahnya dengan raut wajah yang lebih percaya diri.
Bagaimana mungkin? Kenapa dia bisa bertahan dari serangannya?
*
Untuk menjawab hal itu kita harus kembali ke sudut pandang tokoh utama kita.
Liu terdiam, tanpa bisa diduga siapapun ia bisa lepas dari situasi paling berbahaya tadi dan melangkah dengan percaya diri.
Memang tidak masuk akal, namun itulah yang terjadi.
Liu berdiri tanpa luka bakar sekalipun. Ia benar-benar selamat dari api naga yang mengincarnya sebelumnya.
Malahan masih sempat-sempatnya melancarkan serangan pada sang dewa.
'PASTI ADA YANG PENASARAN.'
[Pastinya Tuan]
Liu tersenyum kecil. Ia kira ini waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya.
Yah sederhana saja ia bisa selamat dari momen menegangkan tadi sih.
Ia hanya memanfaatkan potensi tempat dewi es saja kok.
"Dewa apa kita bisa bicara?" Liu dengan tenangnya.
Dewa Api terdiam, raut wajahnya jelas-jelas berubah drastis dari yang sebelumnya.
Kini untuk pertama kalinya setelah sekian lama dewa bengong masih tidak percaya dengan kejadian ini.
Liu berhasil membuat ekspresi dewa benar-benar berubah, dan tanpa disadarinya ini adalah pencapaian yang hebat.
Sangat jarang ada makhluk yang bisa mengubah ekspresi dewa api yang dingin. Dan setelah sekian lama akhirnya kejadian juga.
Liu terdiam, ia benar-benar serius ngajak ngobrol di sini.
Ia hanya ingin mengatakan apa yang harus dikatakan.
Namun sampai beberapa saat kemudian pun masih belum ada respon dari sang dewa.
'KOK MELAMUN?' Liu terdiam, kelihatan jelas dewa kayak banyak pikiran begitu.
[....] Sistem terdiam, ya pasti itu sudah jelas sih.
Sistem sendiri tahu seberapa kuat serangan yang diarahkan pada tuannya itu, dan dewa tentunya sangat percaya diri dengan kekuatannya.
Namun yang terjadi tidak sesuai harapan. Wajar saja kena mental.
Liu terdiam, ia curiga dewa lagi ngerencanain sesuatu yang mengerikan.
Pasalnya dewa seolah berubah, raut wajahnya tiba-tiba berubah setelah sekian lama dingin.
Mungkinkah sang dewa sedang berusaha mengecohnya?
Liu tak mau kena jebakannya!
Di sisi lain....
Dewa belum melakukan apapun, ia jelas termenung dan tidak paham atas apa yang sudah terjadi.
Namun inilah kenyataannya. Percaya atau tidak, tetap saja kenyataan tidak akan berubah.
Kekuatannya yang sepuluh ribu lebih kuat tidak cukup untuk mengakhiri semua ini? Bagaimana mungkin?
Dewa api berusaha tenang, perlahan namun pasti ekspresinya kembali berubah sebagaimana mestinya. Jadi dingin lagi.
Jelas-jelas ia sedang memikirkan alasan hal mustahil seperti ini bisa terjadi.
Kekuatan targetnya bertambah pesat tanpa ia sadari?
Tidak mungkin ada makhluk yang mampu bertahan dari serangannya tanpa kekuatan yang besar.
Padahal sebelumnya dewa merasakan dengan jelas kekuatan pemuda itu sudah jauh dibawahnya, itulah kenapa dia bisa terhempas.
Namun kenapa didetik-detik terakhir malah bisa bertambah pesat begitu?
Mau dipikirkan sepanjang dan sedalam apapun ini masih sulit dipercaya, bahkan untuk ukuran dewa sekalipun.
Dewa masih bisa percaya dengan mudah kalau kekuatan pemuda itu berakselerasi dari awal. Namun yang terjadi malah tidak wajar begitu.
'EMANG LAGI MELAMUN KEKNYA.' Liu jadi makin yakin dewa sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri.
[Tuan sergap dan kalahkan saja langsung]
'HAH?' Liu terdiam, entah kenapa itu terdengar 'menarik'!
'JANGANLAH!' Dan langsung ditolak juga sih.
'NGGAK SPORTIF NAMANYA!' Liu tak mau menang dengan cara kotor begitu.
[....] Sistem tidak menyangka tuannya masih peduli soal bersih tidaknya cara melawan dewa.
Padahal ini kesempatan yang bagus, tapi kalau tuannya tidak setuju ya apa boleh buat.
Akhirnya Liu hanya bisa menunggu dengan sabar dewa yang sedang berpikir.
Di sisi lain lagi....
Dewa baru pertama kali melihat pemuda itu menyerang dengan elemen es.
Bukan hal baru dan mengejutkan targetnya bisa memakai elemen ini, namun yang jadi masalah adalah tingkat kekuatannya.
Kenapa bisa-bisanya kekuatan elemen esnya jauh lebih kuat dari sang dewi?
Dia bisa melancarkan serangan pedang es yang bisa bertahan sampai benar-benar mendekatinya, padahal seharusnya dari jauh pun pedang es itu sudah meleleh.
Elemen esnya bisa mendominasi kekuatan apinya, bagaimana bisa?
Sudah bukan rahasia lagi kalau es akan meleleh kalau terkena panas, lah ini kenapa dia bisa sekuat itu?
__ADS_1