Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Surprise


__ADS_3

[Dewi tidak mau pertarungan ini cepat berakhir Tuan] Sistem mengungkapkannya.


‘….’ Pasti tidak jauh dari begitu ya.


Alasan klise, Liu hampir bosan.


Tapi yah itulah kenyataannya.


Sang dewi seolah tahu bagaimana keadaan musuhnya, beliau perhatian juga yah.


Seberapa ia yakin bisa bertahan dari serangan asli dewi, tetap saja akan terasa mengerikan.


Seolah sang dewi tahu apa yang akan terjadi kalau ia melakukannya.


‘PYUH.’ Batinnya terasa lega, untuk aja dewi tak terprovokasi dan mengakhiri semua dengan cepat.


[….]


OKE!


SWWRRUSSH!


Ledakan energi hebat langsung tercipta, tak lain tak bukan adalah dari sang karakter utama sendiri.


Luka ditangannya langsung pulih dengan cepat.


Beda dengan luka di pipinya yang sekarang masih ada dan masih sakit pula.


Dewi terdiam, ia masih sabar menunggu lawannya pulih sepenuhnya.


Aura kebiruannya kini tak besar lagi seperti sebelumnya.


Sistem memfokuskan kekuatan pada pemulihan tubuhnya sekarang.


Memang keinginan besar tuannya adalah untuk menyerang, namun sistem tidak bisa mengabulkannnya.


Meski dewi menahan dirinya dengan serangannya tadi, namun bukan berarti tuannya kebal juga.


Kalau dibiarkan terus bisa gawat….


‘WEH.’ Liu tak punya kesempatan sedikitpun kalau begini.


Dengan kekuatan penuh saja ia masih terpojok, apalagi dengan kekuatan yang lebih lemah dari sebelumnya?


[Syukuri apa adanya Tuan] Masih lebih baik daripada tanpa kekuatan sama sekali.


‘OH IYA.’ Ia malah jadi super pesimis begini.


MASIH ADA HARAPAN!


Liu menguatkan tekadnya lagi.


“….” Sang dewi masih terdiam, kesabarannya patut diacungi jempol.


Dewi masih menunggu meski sadar performa lawannya sudah menurun.


Yah ini sesuai harapannya, pemuda itu pasti tidak puas dengan dirinya yang melemah, aaah tunjukan terus wajah frustasi itu!


SWUSH!


Seketika itu juga ditangannya muncul sebuah sniper laras panjang kebiruan.


Dengan cepat Liu meng-aim. Bukan hanya dewi yang bisa menyerang dari jauh!


“….” Dewi tak bereaksi apapun.


Senjata modern, huh? Apa yang bisa dilakukannya dengan benda itu?


“….” Liu kelihatan sangat serius, jelas ia tak main-main akan menyerang sih.


Reaksi lawannya mengecewakan, tipikal makhluk kuat biasanya yang tak terpengaruh oleh apapun.


Oke, Liu juga tak bisa berharap lawannya akan kaget, kagum atau heran juga sih.


[Lumayan juga Tuan] Sistem terkesan tuannya meniru serangan dewi.


‘HEH.’ Ini bukan meniru. Dewi pake panah, dirinya pake senapan, beda dong!


HIH.

__ADS_1


Bukan saatnya berdebat, sedari tadi Liu mencari kesempatan dalam kesempitan.


Aim-nya sudah tepat sasaran, tapi apa ini saatnya menembak?


[Tahun depan Tuan]


‘….’ Darimana sistem belajar komedi begitu?


Sekarang memang tepat sasaran dan dewi pun sama sekali tak beranjak dari tempatnya.


Tapi ia masih kurang yakin apakah serangannya ini akan mengenainya.


[….] Sistem ingin mengatakan yang sebenarnya, namun takut menyakiti hati tuannya.


KALAU TAK DICOBA TAK AKAN TAHU!


DOR!!


Satu peluru kecil super cepat langsung melesat!


Energi kekuatannya tak seberapa, namun bisa membuat repot kalau kena lawannya!


“….” Dewi terdiam, ia kewalahan untuk tetap serius, semua ini membuatnya ngantuk.


Peluru itu sangat lambat sekali, tingkah pemuda itu saja yang begitu meyakinkan.


KRASH!


Satu peluru itu terpecah jadi beberapa bagian yang masih melesat kencang!


“….” Dewi tak mengira pemuda ini benar-benar meniru teknik serangan jarak jauhnya.


Benar, inilah yang diprediksikan sistem.


Serangan jarak jauh tak akan banyak berguna.


Meng-copy jenis serangan lawan tidaklah salah, namun tidak selalu efektif juga saat digunakan.


Dewi dengan fleksibilitas kekuatannya bisa membuat serangan jarak jauh jadi lebih atraktif dan efektik.


Pemuda ini melakukan hal yang sama, namun tak bisa menandingi standar tinggi serangan dewi.


Tapi ya, setidaknya dewi terhibur dengan usaha kecil yang dilakukan lawannya ini. Biarlah dia terus membuang-buang tenaga dengan serangannya itu.


CRASK!


“!” Pelurunya sama sekali tak kena target! Semuanya hancur tak bersisa ditengah jalan!


“….” Serangan jarak jauhnya lemah amat ya.


Tapi yah setidaknya udah usaha sih.


Aura pertahanan dewi benar-benar tebal bagaikan dinding kokoh yang sulit ditembus.


Namun dalam kasus ini lebih ke aura anginnya yang tak kelihatan sih.


Serangan jarak jauh bukan solusi, hanya tinggal satu pilihan saja.


SUWSH.


Senapannya berubah jadi palu aura biru dengan energi besar.


[Tuan?] Kenapa tuannya tidak istirahat dulu?


Serangan sniper tadi lumayan menguras tenaga sih.


“….” Liu terdiam serius tak menanggapi apapun.


‘Kita tak boleh membuat dewi bosan brutal sistem.’


[….] Tekad yang hebat, tapi bukannya gegabah ya?


SWWUSSSH!!!


Liu diselimuti aura kekuatan melimpah, sistem menjawab keinginannya.


Memang sistem dan tuannya tidak sepemahaman, namun sistem akan ikut dengan keputusan tuannya!


Tidak mungkin sistem membiarkan nama baik tuannya begitu saja!

__ADS_1


SRING!


Sang dewi sudah siap dengan dua pedang angin super kuatnya.


HUP!


Liu mengangkat palunya ke atas, dan seketika itu juga langit bergemuruh jadi gelap dan petir menyambar keras!


“….” Dewi terdiam, ia baru tahu pemuda itu bisa mengendalikan elemen petir.


SRRR!


Liu memutar palunya dan langsung melesat!


Sangat cepat bahkan lebih cepat dari biasanya!


TRAAAANG!


Tabrakan antar palu dan kedua pedang pun tak terhindarkan!


SSSWUUSSSHHH!!!


Ledakan energi super besar langsung tercipta, dewi bahkan menggunakan kedua pedangnya untuk bertahan!


Sungguhlah momen yang tak terduga.


Mungkin kebanyakan akan berpikir dewi tak perlu menggunakan pedang keduanya, toh ia sudah sangat kuat dengan satu pedangnya saja.


Namun ternyata tidaklah begitu.


Sang dewi tetap menggunakan kedua pedangnya untuk bertahan.


Kenapa….?


Jawabannya sudah jelas tentunya.


DBUMMMM!!!


Ledakan aura kekuatan terjadi lagi, peraduan senjata aura ini masih belum berakhir!


SRING!


Kejadian lama terulang kembali, kekuatan dewi kembali tak terkontrol dan mulai menghancurkan apapun disekitarnya.


‘Hmh.’ Dewi terkesan dengan tekad yang ditunjukkannya, dia bisa memaksanya bertahan lumayan serius begini.


Namun tetap saja dia tak akan bisa menembus pertahanannya dan akan tumbang dengan aura angin tajamnya yang menggila.


“….” Liu tak peduli dengan kejadian yang terulang atau apalah, ia tak mundur meski marabahaya makin mendekat!


‘Heh.’ Tak lama lagi kemenangan akan datang, sang dewi tak sabar melihat wajah yang sangat tersiksa!


JDEERR!


“!”


SWUSH!


Dewi Feng berkelit dan langsung mundur!


Tadi itu….?


Sebuah petir berenergi tinggi menyambar dan mengejutkannya.


Mungkin ada yang bertanya, kenapa sang dewi malah mundur karena hal sepele seperti petir sih?


Nyatanya petir di alam dewa tingkat atas awal bukanlah petir biasa.


Tak banyak makhluk yang bisa mengendalikan elemen ini.


Dewi tak terlalu kaget pemuda ini bisa melakukannya.


Dan sudah mengatur rencana agar elemen petirnya tak kembali muncul.


Benar, sejak adu kekuatan senjata tadi, dewi menyerap sebagian besar kekuatan pemuda ini, yang efektif menekan kekuatan petirnya.


Namun tadi itu kenapa malah….?


Sang dewi yakin ia tak memberi celah sedikit pun, seharusnya petir itu tak muncul tiba-tiba.

__ADS_1


“….” Liu tertunduk, sementara guntur dan kilatan-kilatan cahaya makin menjadi-jadi.


Ia mengangkat kepalanya perlahan dan tersenyum kecil. “Surprise.”


__ADS_2