Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Prank


__ADS_3

Liu terdiam, apa artinya ya?


“Haha, tak usah kaget begitu, ini bukan senjata dewa sepertimu.” Pria tua itu terhibur dengan reaksinya.


“O-oh? Ahaha.” Liu menghela nafas, ia pikir ada hal serius melihat belati merah yang mirip.


Mungkinkah sang raja senang mengoleksi senjata? Siapa tahu?


*Hening beberapa saat*


‘TUNGGU DULU.’ Kenapa beliau tahu ia memegang senjata dewa?


Liu terdiam, dan entah mengapa otaknya bekerja lebih cepat dari yang ia pikir.


MANA MUNGKIN JUGA PENGUASA ALAM MONSTER TAK TAHU SENJATA INI JUGA SIH.


“Aku tersanjung bendaku ini mirip dengan milikmu.”


‘Hm?’ Liu terheran, bukannya penguasa alam monter juga punya banyak senjata kuat juga ya?


“Ada yang mau saya bicarakan Tuan Raja.” Cukup soal pembahasan senjata. Liu harus segera mengutamakan tujuan awalnya ia datang ke tempat ini.


Liu menatap pria tua penguasa alam monster dengan seksama. Sekilas tak ada yang aneh dengan penampilannya. Ia tampak seperti manusia, lebih tepatnya pria lanjut umur dengan wajah penuh kewibawaan dan suara yang nyaring.


Lagi-lagi keheningan pun tidak terhindarkan. Liu harus bertahan dengan suasana ini.


‘ASTAGA AKWARD!’ Perasaan canggung mulai menguasainya, apa ia mengatakan hal yang salah ya?


Inilah akibatnya tidak bersiap dulu sebelum bertemu orang, eh makhluk yang paling berkuasa di alam ini!


“Akhirnya datang saatnya, huh?” gumam sang raja.


Liu mendengarnya jelas.


“Kau mau menghukumku karena aku mengirim monster ke duniamu?”


“Benar-“


‘EH!’ Liu salah ngomong!


“Sudah kuduga.”


“Bu-bukan begitu TU-“


BENER-BENER SALAH NGOMONG. AKIBAT GUGUP JADI BEGINI DEH!


Sret.


Pria tua dengan makhota itu sujud ke lantai.


“….” Liu terdiam, ia tak percaya dengan apa yang terjadi.


‘KENAPA MALAH SUJUD BEGITU!?’


“Tu- Tuan?” Liu berusaha membangunkannya, ia benar-benar salah ngomong tadi!


Sang raja alam monster sudah mempersiapkan diri untuk berhadapan dengan  pemuda ini.


[Dia bersujud Tuan]


‘YA AKU TAHU! TAPI KENAPA!?’ Lagi-lagi info yang sudah jelas-jelas ia tahu!


[Menganalisis….]

__ADS_1


[Kekuatan pikiran terlalu kuat… analisis gagal]


Yah tak heran gagal, raja penguasa alam monster sih.


Sudah pasti beliau tak akan membiarkan pikirannya bisa dibaca dengan mudah.


Kalau begitu tak ada cara lain….


“Tuan. Uh.” Liu berusaha mengangkat sang raja, tak disangka berat juga, tapi akhirnya terangkat juga.


“Tuan?” Sang raja terlihat tidak baik-baik saja.


Liu berusaha menenangkannya, dan akhirnya tenang juga.


“Apa yang terjadi Tuan?” Liu tak mengerti dengan perubahan aksi yanng begitu cepat ini. Ia pikir penguasa alam monster seorang yang tegas dan mengerikan.


“Aku tidak bisa membantumu.” Sang penguasa alam monster menatapnya seksama.


“Bukankah Tuan mengontrol semua monster yang datang ke dunia kami?” Liu yakin dengan seizinnya maka kumpulan monster mengerikan itu datang ke dunianya.


Sang raja terdiam, entah kenapa ia terlihat tidak percaya diri.


Dan selanjutnya ia menjelaskan dengan rinci kenapa kenapa ia tak bisa membantunya.


Dan Liu jadi paham.


Usut punya usut, sang raja ternyata tidak punya pilihan lain selain menuruti panggilannya. Dengan kata lain, beliau tidak bisa menghentikan monsternya.


‘….’ Liu terdiam, tak menyangka bahkan penguasa alam monster sendiri pun tak bisa melanggar seorang yang sudah menggunakan kitab tingkat langit.


Kalau begitu untuk apa ia datang ke alam ini kalau makhluk yang paling berkuasa pun tak bisa membantunya?


‘SISTEM KAMU NGE-PRANK YA!?’ Ini ide sistem dari awal. Sudah kelewatan!


PASTI SISTEMNYA SUDAH TAHU DARI AWAL! TAPI KENAPA MALAH DIAM SAJA JUGA!?


[Ambil saja sisi positifnya Tuan]


‘SISI POSITIF APANYA!’


Sudah susah-susah manjat tingkatan alam monster, eh malah begini akhirnya!


“Tapi aku tak akan membiarkanmu bertangan hampa anak muda.”


“Eh?” Liu dikagetkan dengan nada serius yang tiba-tiba.


Sang raja mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.


‘EH APAAN STIKER?’


Sebuah stiker bergamba tengkorak merah. Mengerikan juga.


‘Tapi aku sudah punya disebelah sini Tuan.” Liu menunjukkan tangannya yang bercahaya biru, ada lambang tengkorak juga sih disana.


“Ini berbeda, percayalah.” Sang raja terlihat serius, mau tidak mau Liu menerimanya juga.


Nggak enak sih menolak pemberian raja, meski hanya stiker. Palingan orang di luaran juga banyak yang jual.


Liu menempelkannya di telapak tangan kirinya mengingat di telapak tangan kanannya sudah ada yang originalnya.


“Tampak cocok untukmu.” Raja terlihat puas melihatnya.


Yah sejujurnya stiker merah ini membuatnya sedikit lebih garang, barangkali ia bisa menakuti musuhnya dengan ini?

__ADS_1


Aneh juga sih, Liu pikir dapat senjata, baju, atau aksesoris lain yang bisa membantunya menghadapi kerasnya musuh diluaran sana.


MALAH DIKASIH STIKER.


[Tuan bisa menakuti musuh dengan stiker  itu]


‘MASA SIH BENAR!?’


[Dan sistem menganalisis banyak potensi dari stiker yang Tuan terima]


‘Potensi?’ Liu terdiam, apa itu berarti stiker ini lebih berguna dari yang kelihatannya?


“Ta- tapi saya tidak melakukan apapun Tuan Raja.” Aneh sih dikasih hadiah cuma-cuma begini.


Padahal niatnya cuman untuk bernegoisasi dan bertukar pikiran saja.


“Anggap saja itu sebagai permintaan maafku karena tidak bisa membantumu.” Raja terlihat ramah dan lega hadiahnya disambut baik oleh pemuda itu.


‘HO.’ Liu tak menyangka sang raja sampai berpikiran seperti itu.


Dan beberapa saat selanjutnya Liu masih mengobrol ringan dengan penguasa alam monster itu, dan banyak hal yang ia pelajari juga.


Tidak disangka pria tua berwibawa ini sungguh ramah dan enak ngobrol bersama, Liu sampai lupa waktu.


“Begitulah.” Raja penguasa alam monster menyudari penjelasannya.


Tuan raja alam monster tidak punya kendali penuh atas semua makhluk yang ada di dunianya. Tidak peduli dirinya adalah pemimpin yang berkuasa sekalipun.


“Untuk menghentikan semua ini, kau perlu menghentikan siapapun yang memanggil kami keduniamu.” Raja menatap serius.


‘PLOT TWIST!’ Liu tak menyangka bakal mendengar hal seperti ini.


“Korban sudah banyak berjatuhan, tidak salah kau menyalahkan kami.” Raja alam monster sadar, memang karena ketidakmampuannya, ia tidak bisa mencegah semua ini terjadi.


“Bukan salah Tuan Raja.” Liu serius, jika ada satu orang yang pantas disalahkan maka tidak lain tidak bukan adalah kaisar Cina sendiri.


Sudah diputuskan, Liu sekarang penuh dedikasi menghentikan hal-hal yang tak beres di dunianya!


[Misi menemui pemimpin alam monster… selesai]


[Hadiah penurut +10 level]


‘HADIAH PENURUT!?’ Liu baru tahu ada yang begitu.


Naik sepuluh level lagi!


Kalau begitu tidak sia-sia mampir ke alam monster dong!


[Mendatangi alam lain membuat pengalaman Tuan meningkat dratis]


Yah sistemnya kadang suka aneh, tapi naik level sekaligus adalah hal yang indah!


[Tuan level 35 sekarang]


‘MANTAP’ Melihat sampai mana kemajuannya membuatnya termotivasi.


“Ah, Tuan Raja, apa baik-baik saja saya langsung lompat ke alam ini?” Ia dari alam tingkat empat sih.


“Tidak masalah, lagipula ketiga monster penguasa alam sudah dipanggil ke duniamu.”


“Wah, begitu ya.”


“TUNGGU- APA!?” Bukannya itu gawat ya!?

__ADS_1


__ADS_2