
“Haaah….” Liu menatap ke atas, tekadnya sudah penuh. Saatnya melakukan hal yang mustahil!
BLIZT.
“!” Ia langsung muncul dihadapan sang golem! Dan langsung melancarkan rentetan serangan juga!
BUM!!
Nggak ngefek sama sekali dan malah dirinya sendiri yang terhempas lagi!
‘Aku bisa pindah tempat?’ Liu masih tak menyangka.
Ia tak peduli serangan gagalnya dan malah heran akan yang barusan terjadi.
‘HM?’ Mungkinkah aku?
HUSH!
Golem melesat ke arahnya dan ia lambat sadar!
BLITZ!
‘Bisa gerak cepat?’
SERANGAN GOLEM MELESET DAN LIU MALAH MUNCUL DIBELAKANGNYA!
“GRR.” Golem menggeram dan tak berhenti mengejarnya, namun sayang sekali targetnya menghilang sebelum kena serangannya.
‘Inikah kekuatan aksesoris dewa?’ Liu baru tahu dan ini hebat juga sih.
Hanya dengan mikir saja ia bisa menghindari serangan brutal makhluk batu.
Begitulah seterusnya, golem raksasa terus menyerang meski serangannya tak kena-kena dan Liu menghindar saja sedari tadi.
Yah mau nyerang balik juga malah mental, berkaca dari pengalaman sih.
Jadi kenapa nggak tunggu dulu lawan berhenti? Seberapa kuat batu raksasa ini pastilah dia akan berhenti di suatu waktu.
Dan benarlah begitu, golem raksasa itu berhenti nyerang juga.
Liu terdiam, memerhatikan tajam.
‘HARUS NYERANG SIH INI.’ Bertahan saja tidaklah cukup!
Sring.
Liu siap dengan pedang aura kuat.
HUSH!
Langsung melesat! Inilah adegan serangan yang ditunggu-tunggu!
TRANG!
‘SHITTT!’ Pedang aura-nya hancur tak bersisa, bahkan tak menggores batu itu sedikitpun!
“….” Golem terdiam.
“Hari yang ya, Tuan Bat- WHAA!” Golem itu mencentilnya dan Liu terhempas sangat jauh sekali.
“….” Oke, semua serangan percuma sih.
Liu sudah menduganya dari awal, itulah kenapa ia hanya coba-coba tadi.
MUNGKINKAH SERANGAN PEDANG AURANYA TAK SEKUAT SISTEM?
‘HM.’ Liu masih sempat-sempatnya mikir pas lagi terhempas begini, yah daripada bengong mending nganalisis pertarungan? Bener nggak guys?
‘Ah nggak mungkin sih….’ Meski coba-coba, tapi ia sudah mengerahkan tenaganya, namun tetep aja tak mempan.
Golem raksasa itu keras, bagai batu….
Kala gini gimana cara ngalahinnya ya?
Liu tak punya waktu selamanya buat ngehindarin terus serangannya sih.
BUM!!
Lain hari lain ganjarannya. Liu nabrak lagi batu besar, kini sampai hancur sekecil-kecilnya.
SWUSH!
Namun tak butuh waktu lama baginya berdiri! Ia tak sama seperti tadi!
Kekuatan aksesoris dewa mulai beradaptasi dalam tubuhnya dan kini Liu pun bisa pulih cepat, bahkan setelah diserang.
SYUT!
__ADS_1
‘Oh.’ Dalam sekejap mata sang golem raksasa hadir di depannya.
Ternyata bukan cuma dirinya yang bisa bergerak secepat itu ya….
Liu tersenyum kecil. Bukan senyum meremehan, namun lebih ke senyum menerima apa adanya.
Pikirannya sudah bersih dan ringan sekarang.
Liu tak mau terlalu banyak mikir dan membuat lebih banyak kerumitan.
Kini apa yang bisa dilakukannya, itulah yang dilakukannya.
Golem raksasa terdiam, dari balik sorot mata merahnya yang tajam ia bisa merasakan ketenangan dari targetnya ini.
SWUSH!
Tanpa pikir panjang dia pun menyerang! Menggeprek targetnya sampai tak tersisa!
Liu menutup matanya, ia tak berusaha menghindar atau apapun, ia benar-beanr meneriam keadaannya apa adanya.
KRAAAK!!!
TANPA BISA DIDUGA SIAPAPUN LIU BERKELIT, MENGARAHKAN TINJUAN BIASANYA DAN GOLEM RAKSASA HANCUR SEKETIKA!
Momen dimana semuanya berbalik seratus delapan puluh derajat!
Pecahan-peacahan kecil golem itu berserakan dan Liu masih menutup matanya.
Liu pun membuka matanya, ia mengikuti kata hatinya dan belum tahu apa yang terjadi.
“Oh.” Liu terdiam, golem mengerikan itu hilang entah kemana. Dan bebatuan yang berserakan menyita perhatiannya.
TUNGGU DULU….
*Puff*
“YAHA KAMU BERHASIL!” Dewi kecil muncul entah darimana dan menepuk kepalanya!
Gitu ya.
TUNGGU DULU….
“EH YANG BENER!?” Padahal dirinya pasrah tadi lho!
Liu pikir bakal babak belur, lah malah menang?
“Itulah kuncinya anak muda.” Dewi menolak pinggangnya, sepertinya serius.
Dengan cepat sang dewi menjelaskan apa yang terjadi.
“Oh?” Liu baru tahu, jadi inilah kekuatan sarung tangannya? One hit one kill?
Penggunanya harus mengosongkan dirinya dan berserah penuh, dan kekuatan sarung tangan pun akan aktif sendirinya.
“WOW.” Hebat sih.
“Iya kan???” Dewi tertawa bangga.
Makhluk golem tadi ternyata tantangan terakhir darinya sebagai pemegang aksesoris dewa.
Dewi batu perlu menguji pemuda ini, soal kelayakannya menggunakan aksesoris dewa.
Jikalau dia tetap arogan, dan terus melawan maka pertaruangan tadi tidak akan ada akhirnya.
“….” Liu tak menyangka sampai sebegitunya. Namun lega karena bisa memecahkan misteri itu.
Yah siapa sangka sikap ‘bodo amat’ nya bisa menyelamatkannya dari situasi gawat?
Tak bisa dipungkiri Liu merasa bisa melakukan segalanya dengan kekuatan aksesoris dewa tadi dan masih bisa sekali meneruskan pertarungan, namun syukurlah ia tak melakukannya.
Buang-buang tenaga saja ya, hehe.
“Inilah akhirnya anak muda. Semoga perjalananmu beruntung.”
“Eh?”
Dewi tak berniat terus menahan pemuda ini, meski ia ingin menghabiskan lebih banyak waktu, namun dia punya banyak hal yang harus dilakukan.
Dewi mengarahkan kedua tangannya ke depan, dan seketika itu juga sinar sangat terang menyinari mereka
***
BRUGH!
“ADUUH!” Liu memegang kepalanya, rasanya ia mendarat di batu.
JRENG!
__ADS_1
Beneran ada batu di sebelahnya!
KENAPA KEULANG MULU YA?
Apa jangan-jangan gara-gara dewi batu ya?
“Duh.” Liu mengelus kepalanya.
Nggak ada portal putih atau apapun yang aman ya? Ia pikir bakal ada fasilitas keamanan yang tinggi kalau naik alam begini.
Liu bangun dan terdiam.
‘Kenapa….?’ Kenapa ada kabut tebal disekitarnya?
‘Sistem?’
….
Tak ada jawaban….
Mungkinkah sistem lelah?
[Sistem di sini Tuan]
‘WEH!’ Bikin kaget saja!
Liu pikir sistem tumbang habis pake lima aksesoris dewa sekaligus.
[Jangan remehkan sistem Tuan] Sistem tidak lagi sama seperti dulu.
‘OKE.’ Jadi levelnya juga nggak sama dong ya?
Ia sudah melalui banyak hal sih, yah nggak heran kalau naik sepuluh, dua puluh level mah ya, hehe.
[Masih sama Tuan]
‘….’
“Hhhhhppp … haaaaah.” Liu menarik nafas dan menghembuskannya, hampir saja….
[Tuan tidak teriak?] Biasanya tuannya teriak sih.
‘Aku tak lagi sama sistem.’ Liu tak bisa terus jadi bocah brutal yang suka teriak.
“Oke.” Ia harus cari tahu tempat apa ini!
Liu melangkahkan kakinya ditengah ketidakpastian kabut ini, kalau tanya sistem pasti ‘ini misteri yang harus tuan pecahnya, nyeyeye~’
[Hutan Kabut Tebal, Alam Dewa Tingkat Atas Awal]
‘WEH!?’ Langsung dikasih tahu!?
Liu tak menyangka, jadi sistem sudah tahu tempat apa ini!?
[Hehe]
Ingatan sistem makin menguat mengingat perjalanan mereka hampir mencapai akhir.
Liu mengecek dan aksesoris dewa sudah hilang, memang itu yang jadi syarat untuk naik ke alam ini sih.
Kalau saja terus bisa dipake ya, pasti akan sangat membantu perjalanannya.
[Tuan anggap sistem ini apa?]
‘….’ LAH DIA KENAPA?
Sistem tidak peracaya tuannya malah memikirkan hal lain selain sistem.
Oke yang lalu tidaklah penting, YANG PENTINGNYA ADA DIHADAPANNYA SEKARANG!
Setelah semua yang ia lalui di alam dewa tingkat tengah, ia yakin sudah lebih kuat meski levelnya segitu-gitu aja!
Kalau ia tak percaya diri, maka siapa lagi!?
“Yosh.” Hari baru, harapan baru!
Oke apa lagi yang sistemnya tahu soal tempat ini!? Ia tak sabar mendengarnya!
Ia bisa nyusun rencana terbaik biar urusannya cepet selesai!
[Itu saja Tuan]
‘Eh?’
“Haaaah.”
Liu berjalan kemana langkah membawanya.
__ADS_1
Ia sudah terbiasa tanpa strategi juga, bodo amat lah.
DUG!