
[Menganalisis… gerakan musuh terbaca….]
“GROWWLL!” Kelinci hitam itu lagi-lagi melompat dan mencakarnya, kali ini lebih cepat dan kuat!
HUP
HUUP!
Dengan lihainya Liu meloncat dan menghindar, serangan monster ini membuat getaran yang hebat dan debu tanah yang tebal.
DUMMM!
‘Jadi monster juga ada yang jahat dan tidak huh?’ Liu pikir semua di alam monster adalah musuhnya, namun ternyata tidak.
[Mengumpulkan Qi…. Mengeksekusi serangan….]
“Pukulan Baja 100x!”
BUAK
BUAAGH!
Rentetan pukulan tanpa ampun dilancarkannya, bahkan monster raksasa itu tidak bisa menahannya sama sekali!
BRUAG.
Alhasil kelinci raksasa itu tumbang dan tergeletak di tanah.
“PYUH.” Liu mengelap keringatnya, memastikan musuhnya sudah kalah, ia mendekatinya.
Liu yakin ini bukanlah akhirnya. Pasti ada monster ini menyiapkan suatu teknik demi menipunya!
[Tidak ada Tuan, dia sudah kalah]
“Ha?”
‘MASA SIH SEMUDAH INI, PADAHAL LEVELNYA TERPAUT JAUH LHO.’
[Heheh]
[Tuan hanya perlu menghabisinya saja]
‘KATANYA SUDAH KALAH’
Sudah kalah perlu dihabisi? Gimana sih?
[Maksudnya Tuan tinggal mengakhiri riwayat monster kelinci itu]
‘Ah.’
Jadi riwayatnya belum tamat toh.
Sring!
Liu mengambil pedang biasa yang dibelinya di kota, dengan ini ada darah makhluk lain yang tertumpah, tapi semua ini demi keamanan desa.
‘PEDANG BIASA BEGINI BISA APA MELAWAN MONSTER SEPERTINYA?’
Penipuan!
Liu mendekat ke monster kelinci tak sadarkan diri itu, sementara ia bersiap mengakhiri semua!
“JA- JANGAN!”
“HAH?” Ada yang bicara!
Liu melihat ke sekelilingnya, namun tak ada siapapun juga.
‘Siapa yang ngomong?’
PUFF!
Asap putih tiba-tiba muncul! ‘Sial aku lengah!’
Liu menutup mulut dan hidungnya, bisa saja asap ini racun bahaya, serangan balasan dari monster kelinci tadi!
‘Tadi suara apa?’ Ada suara imut yang melengahkannya!
Hush!
Liu melompat ke atas, sementara langsung menendang udara, menyingkirkan semua asap yang menghalangi pandangannya.
Tap.
Tidak ada monster raksasa hitam lagi, malahan sesosok seperti gadis yang agak kecoklatan.
‘Dia berubah?’ Liu terdiam melihat penampakan ini, kenapa akhir-akhir ini ia banyak melihat perempuan? Matanya tidak salah ‘kan?
‘Sistem.’
[Menganalisis… inilah wujud asli monster kelinci raksasa hitam Tuan]
__ADS_1
‘Begitu ya….’
‘KENAPA WUJUD ASLINYA TIDAK GANAS YA?’
Liu terdiam, kalau begini bagaimana bisa mengakhiri ini untuk kebaikan bersama?
[Menganalisis… perubahan status… dalam wujud ini, dia tidak berbahaya]
‘BISA KUPAHAMI DENGAN MELIHATNYA.’
‘Ah!’ Liu ingat! Di buku yang diberikan tetua kelinci itu memang ada penjelasan soal ini!
[Ancaman meningkat... bersiaga….]
Pats!
Sosok gadis kelinci kecoklatan membuka matanya! Aura Qi-nya meningkat drastis!
Kebanyakan monster tidak menunjukkan wujud aslinya di awal! Ia perlu membuka kedoknya dulu!
HUSH!
Gadis coklat itu melompat agak jauh, menatap tajam siapa yang sudah mengungkap identitasnya.
“NONA KELINCI, JANGAN MENEROR DESA ATAU MAAF SAJA YA!” Liu langsung ke intinya! Tidak ada waktu ngobrol santai di sini!
Gadis kelinci kecoklatan itu punya telinga panjang, selain warna tubuhnya tidak ada yang berbeda dengan yang di desa.
Sorot mata kelinci itu perlahan berubah, padahal tadi dia menatap tajam lho!
“A- aku kenapa?” Gadis itu malah bingung.
“KENAPA APANYA! KAMU MONSTER YANG MENEROR DESA. TIDAK SADARKAH?”
“!” Gadis itu terkejut.
[Tuan seharusnya bisa lebih lembut]
‘Hmh, bicara sesukamu Sistem. Aku tidak mungkin lembut pada monster!’
“Hiks.”
“Huaaahhaaa!” Gadis itu malah nangis!
“Oi oi….” Monster mana yang nangis di tengah pertarungan?
***
[Heh lembut juga Tuan]
‘BERISIK!’
Mana mungkin mengorek info kalau orangnya, eh monsternya nangis. Harus tenang dulu baru bisa!
Liu menurunkan level kecurigaannya sedikit. Ia masih was-was. Monster kelinci ini bisa saja mengigit, menusuk, meninju, menendang dan menyakitinya kapanpun ketika lengah!
‘BUKAN AIR MATA BUAYA ‘KAN?’ Malah makin curiga.
[Meningkatkan kemampuan sosial 100%….]
“Ah jadi begitu.” Liu akhirnya paham kenapa musuhnya ini menangis.
Ada plot twist yang mengejutkan di sini.
‘Sistem, bantu aku.’
[Dengan senang hati Tuan]
Seketika itu juga cahaya biru menyinari area hutan itu.
***
[Hutan Kelinci, Alam Monster Tingkat 9]
Pagi harinya.
“HOAAAM!” Shuwan bangkit dari tidur nyenyaknya dan meregangkan diri.
“Hya!” Yin berteriak di pagi yang damai.
“….” Ying terdiam dan menatap tajam.
“OHOHO!” Shuwan tertawa melihat pemuda tidur nyenyak dipeluk gadis kelinci coklat.
“HAHA! TIGA ORANG BELUM CUKUP UNTUKMU YA!?” Shuwan lagi-lagi memukul-mukul Liu, kayak orang dekat saja.
“ADUH!” Liu terperanjat, cara bangun yang menyebalkan!
“Li-liu-ke siapa dia?” Yin dengan sabar bertanya, sedang gadis itu bangun dan langsung sembunyi di belakang pemuda itu.
“Dia monster.” Liu serius sekali, agak menyakitkan, tapi itulah kenyataannya.
__ADS_1
“Hehe, bagus juga ngelesnya!” Shuwan malah terus memukulnya. Dia tidak percaya juga.
[Menyiapkan penjelasan termutakhir… mengeksekusi….]
“Ah jadi begitu.” Yin paham sekarang.
Ying terdiam, ia cukup terkejut bagaimana pemuda ini menghadapi situasi itu, kalau dibayangkan rasanya keren.
***
[Desa Ras Kelinci. Alam Monster tingkat 9]
Waktu yang sama.
Liu balik lagi bersama gadis kelinci coklat, sementara orang desa terdiam tidak percaya apa yang mereka lihat.
“Pa- panggil tetua! Beliau harus melihatnya langsung!” perintah salah seorang warga, dengan cepat warga memanggil orang tua itu dan akhirnya sampai demi melihat apa yang terjadi.
“Tuzi?” Tetua desa menggosok matanya, namun apa yang dilihatnya tidak berubah!
“Hiks… Kakekkk!” Gadis kelinci itu langsung berpelukan erat dengan tetua desa.
Setelah dijelaskan akhirnya terungkap bahwa Tuzi adalah cucu sang tetua desa sendiri, dan ia diculik sekian tahun lamanya.
“Darimana saja kamu nak?” Haru kakek dan cucunya berlangsung beberapa saat. Tetua desa tidak pernah menyangka bisa bertemu kembali dengannya lagi.
Tuzi akhirnya menceritakan semuanya.
Gadis kelinci coklat itu diculik asosiasi monster dan mereka mengubahnya jadi monster kelinci raksasa ganas yang meneror desa ras kelinci.
“Kutukan.” Tetua desa melotot, ia tidak percaya, memeriksa lagi tubuh cucunya, namun tetap saja sama, semuanya normal!
“Tuan Liu yang menyelamatkanku Kek.” Tuzi tersenyum lembut.
“Tapi… bagaimana mungkin?”
‘EH….’
‘Emangnya itu hal besar Sistem?
[Tentu Tuan, di alam ini yang bisa menghapus kutukan hanya para dewa saja]
‘Ah begitu ya, APA?’
‘ITU HAL BESAR DONG, GIMANA NIH?’ Liu tidak mau dicurigai. Bahaya kalau orang, ah para monster berpikir aneh tentangnya!
[Menyiapkan ngeles terbaik….]
“Bukan masalah besar tetua, saya hanya baca caranya di kitab yang tetua berikan.”
Tetua ras kelinci terdiam, memang benar di salah satu kitabnya ada cara bagaimana menghilangkan kutukan. Tapi jelas-jelas tidak sembarang orang bisa melakukannya! Bahkan saking langkanya hampir tidak pernah ada yang bisa nelakukannya!
Siapa sebenarnya pemuda ini?
Setelah berbincang ringan. Liu dan yang lain akhirnya pamit untuk kedua kali. Kini tetua ras kelinci menemukan alasan untuk bisa kembali tersenyum.
***
Di luar Desa Ras Kelinci. Waktu yang sama.
[Misi Mengalahkan Kelinci Raksasa Selesai….]
[Bonus peningkatan diberikan + 3 Level up]
‘WHOA!’
[Menampilkan status….]
[ Xiao Liu
Jenis: Manusia
Status: Pemilik Sistem Pendekar Terhebat
Deteksi Elemen: Otomatis
Kesehatan: Bugar
Kekayaaan: -
Level kekuatan: 10
Tingkat bahaya: Aman?
Kemampuan Khusus:
?
Catatan: Penggunanya sering memarahi sistemnya]
“….”
__ADS_1
‘LAH KOK KEMAMPUAN KHUSUSKU HILANG?’