
Masing-masing makhluk terkuat alam monster sudah datang ke dunianya, tentu bukan membawa kedamaian!
Sudah cukup repot dengan banyak monster bahaya, kini yang terkuat malah datang juga!
Yah, raja lega tidak perlu merepotkan pemuda ini lebih jauh, daripada membuang waktu, mending langsung menemuinya juga.
Toh, kalau pemuda itu datang ke alam monster 3-1 juga tak akan ada apa-apa kecuali monster kecil yangg lemah.
‘DUH GIMANA SISTEM?’
[Apanya Tuan?]
‘DUNIA KITA DALAM BAHAYA!’
[Santai saja tuan]
‘KOK SANTAI SIH!?’
“Aku yakin mereka hanya bisa dikalahkan olehmu.” Raja tersenyum kecil.
“HANYA BISA!?” Bukankah masih banyak makhluk kuat yang ada di dunia. Kenapa malah hanya bisa olehnya!?
“Tak usah kaget begitu haha.” Raja terhibur melihat pemuda ini yang terperanjat. Ini bukan hal besar kok.
[Wajar saja Tuan. Tiga monster dari alam monster disebut ‘The Big Three’ yang artinya tiga besar Tuan]
‘Kalau artinya aku familiar.’ Bukannya menolak info, tapi jangan lupa Liu lumayan mengerti bahasa asing!
‘Tiga besar….’ Liu merenung, sampai punya julukan begitu pasti mereka bukan monster biasa.
[Mereka penjaga alam monster, makhluk terkuat dibawah perintah raja alam monster langsung.]
[Sudah ribuan tahun mereka mengabdi mempertahankan keamanan alam monster]
‘RIBUAN TAHUN!?’ Itu waktu yang tak sebentar!
Malahan super duper lama!
Apa jadinya makhluk kuat ribuan tahun datang ke dunianya dan bukan berdamai?
‘Apa aku boleh berpikiran negatif?’ Entah kenapa yang terbayang di benaknya tak lebih dari kehancuran tak masuk akal yang bisa terjadi.
[Masih ada harapan Tuan]
‘….’
‘YA KAU BENAR SISTEM!’ Tidak mungkin para pendekar terkuat di dunianya diam begitu saja, pasti mereka pasti bisa mengatasi ancaman ini!
“Sebaiknya kau segera pulang. Atau duniamu bisa hancur.”
“Ahaha be- APA!?” Liu tak percaya apa yang didengarnya.
[Nasihat yang bijak, Tuan harus mendengarnya] Sistem setuju, mereka tidak bisa bersantai-santai di alam lain sedang tempat asal sendiri malah dalam bahaya.
“Itu artinya?”
Liu menatap seksama penguasa alam monster itu.
Dan pria tua bijaksana itu itu pun menatapnya juga.
Jadi saling bertatapan deh.
“Tidak masalah.” Raja terlihat serius.
Bahkan beliau sudah tahu apa yang ia maksud meski belum dijelaskan sekalipun. Sungguhlah luar biasa.
Sang raja tidak mengira pemuda ini sampai meminta izin untuk mengeliminasi monster bawahannya.
__ADS_1
“Mereka diluar kendaliku sekarang.” Faktanya raja alam monster memang membawahi dan menaungi alam monster yang ada. Namun karena efek kitab tingkat langit, alhasil tidak ada yang bisa ia lakukan.
“Tapi mereka pasti berati untukmu Tuan.” Dengan hilangnya makhluk terkuat di alam monster pasti akan berdampak pada alam monster itu sendiri.
“Tidak semua monster punya perasaan dan ikatan, ketiga monster yang akan kau hadapi jauh lebih kuat dari kelihatannya, jangan lengah.” Bahkan raja sendiri memberi masukan yang penting.
Liu pikir raja akan keberatan saat makhluk penopang alam monster hilang, namun ternyata sebaliknya.
SIKAPNYA TETAP TENANG, MEMANG HEBAT.
Dengan begitu sudahlah pembahasan soal ‘tiga besar monster’ yang sangat bahaya.
[Misi baru: Menghentikan ‘The Big Three’]
Oke seharusnya ia sudah bisa kembali sekarang. Liu menundukkan badannya. Ia beruntung disambut ramah begini.
“Dan maaf soal rekan saya Tuan Raja.” Ketiga rekannya masih saja tidur pulas, mungkinkah sedang mimpi indah?
“Haha, jangan khawatir.” Raja menanggapinya santai.
“Istrimu cantik-cantik juga ya.” Raja memujinya.
“Ah, mereka hanya rekan saya Tuan Raja.” Liu menggaruk kepalanya. Kenapa orang kerap memandangnya begini ya?
“Ooh?” Penguasa alam monster terheran, tidak biasa makhluk berkekuatan dewa belum punya pasangan.
“Yah, tenang saja, kau masih muda dan bisa menikah sebanyak yang kau mau. Haha!”
‘SEBANYAK YANG KUMAU!?’ Liu tercengang.
[Tradisi di alam monster berbeda dengan dunia Tuan. Di sini Tuan bisa punya istri sebanyak apapun]
‘WOW.’ Liu bau tahu, haruskah ia pindah ke sini?
PLAK.
“Yah, pastikan membuat mereka bahagia ya. Haha!” Raja menepuk pundaknya lembut.
“Ahaha.” Liu tersenyum juga. Sebisa mungkin jangan membuat mereka tersinggung sih, apalagi Nona Ying, bisa-bisa jadi patung es dong.
“Ah, hampir lupa, kau sudah bertemu penyihir itu kan?”
“Penyihir?” Liu berusaha mengingatnya.
“Kau bertemu dengannya di alam monster tingkat 4.”
“Ah, Nona Sheaper? Yang suka membuat tengkorak abadi?” Liu kepikirannya itu sih.
“Benar. Dia siap jadi istrimu kapan saja.”
“HA?” Liu terdiam.
YAH TAK HERAN BELIAU TAHU, DIA ITU PENGUASA ALAM MONSTER SIH. BISA MENGINTIP SELURUH ALAM MONSTER KAH?
“AHAHA.” Liu menggaruk kepalanya keras, kenapa topik itu dibawa?
“HAHA, aku mengatakannya agar kau tambah semangat.” Mendengar ada yang menyayangi adalah mood booster tersendiri.
“Saya menghargainya Tuan.” Liu tersenyum kecil, baginya sudah cukup melihat ibu muda itu berbalik arah.
“Kalau begitu kami permisi Tuan Raja.” Liu menunduk dalam lagi. Berpamitan.
Liu berbalik badan.
“Hei.” Terdengar suara raja lagi, ia langsung balik badan lagi dong. Ada yang lupa dibicarakan kah? Yah sudah biasa keterusan ngobrol begini. Tapi mau sampai kapan? Ia harus segera kembali 'kan?
“Jangan lupakan kami saat kau sudah mengalahkan mereka.” Raja menatapnya seksama.
__ADS_1
“Eh?”
“Kaulah pelindung Alam Monster setelahnya.” Raja tersenyum.
‘….’
“APA!?”
***
DBUUMMM!
DUAR! DUAR!
MEEEWWOOONG!
Terdengar suara ledakan yang tak bersahabat di telinga.
“WOADAH!” Shuwan langsung terperanjat bangun.
Yin memegangi kepalanya, masih terasa pusing.
Ying berdiri dengan tenang dan terdiam dengan apa yang dilihatnya.
Sebuah ledakan menyilaukan menyambut keempat manusia yang berdiri di sini.
“HAH!” Liu tersadar, belati merah sudah tak ada di tangannya. Dan setelah dicek sudah balik lagi ke tas Yin-jie.
“Hm.” Liu terdiam melihat semua ini.
Sebuah lingkungan besar dengan bangunan yang sedikit hancur dan porak poranda, tak jauh seperti ada suatu bar kecil yang tak asing.
‘Sistem kita dimana?’
[Menganalisis…. Kota Yanzin Tuan]
‘WAH!’ Pantas saja terasa familiar!
Bar itu adalah tempatnya mengemban misi perdana! Sepertinya tetap beroperasi meski situasi sedang memanas diluaran sini.
“PERASAAN LAGI DIHUTAN.” Shuwan mengucek matanya, yah aneh juga bangun-bangun tiba-tiba ditengah kota begini.
“Kau menyembunyikan sesuatu?”
‘OKE MULAI LAGI.’ Hari-hari ditatap tajam Nona Ying, haduh.
Dengan penuh keseriusan Liu menceritakan apa yang terjadi, pelan-pelan, yang penting mudah dimengerti.
“Oh! Misi kita selesai!? HORE!” Shuwan langsung meloncat gembira, mereka ternyata sudah bertemu penguasa alam monster.
“Tidak semudah itu kawan- eh Nona. Kita masih harus menghentikan ‘The Big Three’.” Liu terdengar sangat serius!
Yin berdebar, tak biasanya pemuda itu serius begini.
“The- big the? Apa?” Shuwan bingung.
Liu menjelaskan lagi.
“EEEEEHHH!? MISINYA BELUM SELESAI!?” Shuwan tak menyangka, padahal ia ingin santai di kota.
Ying terdiam. Masuk akal juga cerita yang dikatakan pemuda ini.
“Lalu itu?” Ia menunjuk pada tangan kiri Liu yang menyala merah.
‘Eh?’
“EH!?” Kok tangannya bisa bersinar merah begitu sih!?
__ADS_1