Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Berangkat!


__ADS_3

Liu terdiam, ia tidak yakin bisa menangani kera sakti lagi.


Kepercayaan dirinya menguap setelah bertarung dengan dewa. Yah sebagian besar emosinya memang berasal dari sistem.


[Tapi kan masih ada Nona Yahuan Tuan] Yah setidaknya tuannya tidak benar-benar sendiri di situasi sulit begini.


'BUKAN BEGITU MAKSUDNYA.' Liu tidak mau Nona Yahuan bertarung sih.


[....] Sistem terdiam, apa tuannya tidak ingin ada yang terluka? Ho tipikal makhluk baik saja!


'MEMANGNYA KAMU MAU JADI VILLAIN?' Liu tak habis pikir.


[....] Sistem terdiam, yah tuannya bisa tahu pikirannya juga sekarang.


"Mau ke gunung alam dewa awal, nguk?"


"KOK TAHU!?" Kenapa dia tahu tujuannya!?


Sun tetap memasang wajah serius, Ia memang mengawasi apa yang terjadi dari suatu tempat, dan sebagai makhluk setengah dewa yang akan mendapat promosi. Mendengar pembicaraan dewa bukanlah hal yang sulit baginya.


"Aku bisa membawa-mu ke sana, nguk."


"!" Tak disangka beliau ini malah menawarkannya bantuan!


Liu terdiam, ia tidak langsung percaya apa yang dikatakannya.


Ia tidak mau terperdaya ucapan manis!


[Tapi 'kan dia yang membantu tuan ke alam ini] Kenapa tuannya curiga berlebihan begitu?


'....' Memang benar sih. Tapi bisa saja dia berubah pikiran bukan?


Kini identitasnya sudah terbongkar dan tidak ada yang ditutupi lagi.


Makhluk lain pasti menghalalkan segala cara demi menangkapnya! Bahkan dengan kedok membantu sekalipun!


Sun terdiam, ia tidak mengerti kenapa mereka tidak mau percaya.


Apa mereka masih mengingat insiden awal tadi? Sun pikir semuanya sudah selesai.


"Naiklah, nguk." Dan seketika itu juga awan tebal datang dari langit dan berhenti di depannya.


Liu terdiam, melihat orang, ah makhluk menaiki awan memang mengejutkan.


Jadi ia bisa naik juga?


Yahuan terdiam, rekannya terlihat meyakinkan juga sih.


"Aku tidak percaya." Gadis merah ini menunjukkan sorot mata yang tajam!


"!" Liu terdiam, jangan-jangan Nona Yahuan juga memikirkan apa yang dipikirkannya?


"Aku dengar kalian harus segera pergi ke alam dewa demi menghentikan musuh, nguk."


"SUDAH TAHU JUGA!?" Itu sih sudah tahu semua namanya!


"Akan butuh waktu lama kalau hanya berjalan kaki, nguk." Sun terlihat sabar dan serius.


"...." Liu terdiam, apa ia bisa mengandalkan sistem demi pergi ke gunung itu? Ataukah....


[Itu tawaran yang bagus Tuan]


'KAMU NGGAK CURIGA SISTEM?' Kenapa sistemnya terdengar santai begitu sih?


[Tidak ada pilihan lain selain menerima tawarannya Tuan]


Liu terdiam, secara tak langsung sistem sudah menjawab pertanyaannya.


BAHAYA NGGAK YA?


[Terima saja Tuan, toh kalau berakhir Tuan bisa memulai lagi]


'MAKSUDNYA APAAN?' Kok sistem nekad begitu sih?


Liu tak bisa mengandakan Nona Yahuan terus.


Pasalnya kekuatan pinjaman tidak untuk selamanya dan bisa bahaya kalau terus dipaksakan.

__ADS_1


Yah bukannya ia sok khawatir pada makhluk setengah dewa sih.


Liu tahu mereka berbeda dan tentu jauh lebih kuat dari makhluk alam lain.


Namun Liu tetap saja tak bisa membebankan masalahnya pada siapapun, termasuk Nona Yahuan.


"Tuan bisa membawa kami?"


"Aku bisa membawamu, nguk" jawab Sun.


Kok 'mu' dan bukan 'kalian' sih?


Oh benar! Di sinilah ia harus mengucapkan selamat tinggal!


Tak lama ia bakal jadi true petualang solo nih!


Yahuan terdiam, sepertinya pemuda ini sudah percaya pada monyet sakti itu, jadi dia pun sama.


"Aku ikut." Yahuan menatap tajam.


'LHO.'


"Tapi Nona Yahuan-"


"Aku juga ingin membebaskan kakakku."


"Nona bisa percayakan itu-"


"Aku ingin melihatnya langsung.'


WADUH.


Semua omongannya langsung dijawab kilat, ia tidak bisa menjelaskan!


[Nona Yahuan ingin terus bersama Tuan]


Itu sudah jelas sih.


"...." Sun tidak terdiam, ia memang tidak merekomendasikan gadis merah itu pergi.


Liu terdiam, pergi bersama orang- ah, makhluk lain tentulah berisiko.


"Aku ingin jadi berguna." Yahuan menatap penuh arti, ia benar-benar ingin ikut dalam perjalanan ini.


Marabahaya dan bahkan kematian? Ia sama sekali tidak takut. Makhluk setengah dewa didoktrin untuk selalu hidup dalam potensi maksimalnya.


Semua itu demi memudahkan tujuan mereka menjadi senjata pusaka dewa, bertarung disisi-nya, baik menang maupun kalah.


Kini situasinya tak jauh berbeda, ia merisikokan segalanya dan menganggap pemuda ini adalah tuannya sendiri.


Liu terdiam, ia masih kurang yakin. Apa ia benar-benar bisa melindungi semua yang berada di sisinya?


Apa yang jadinya kalau ia tidak bisa melakukannya?


[Sudahlah Tuan jangan terlalu overthinking] Tuannya ini terlalu serius.


'Tapi ini menyangkut nyawa sistem.' Liu tak mau salah mengambil keputusan.


Ia tidak tahu apa saja yang ada di alam ini. Tidak bisa menjamin keselamatan siapapun.


Liu melihat kembali nona disebelahnya, dan terlihat kesungguhan tekad yang luar biasa.


Liu tersenyum kecil, kalau begitu ya sudahlah.


"Kami pergi bersama." Liu mantap mengambil keputusannya dan seketika itu juga gadis merah ini terlihat senang.


Sun terdiam, dibalik ketegasan wajahnya ia sebenarnya peduli dan berniat menghentikan tindakan bodoh rekannya.


Namun tidak berhasil juga sih.


Tanpa pikir panjang Liu langsung loncat ke atas.


Tak terasa waktu sudah banyak berlalu.


Yah ia diskusi brutal sama dewa sih, jadi mau gimana lagi.


Liu tak bisa buru-buru namun di sisi lain tidak mau menyia-nyiakan waktu juga.

__ADS_1


Tap.


"Eh." Yahuan agak oleng, ia belum terbiasa naik awan.


Grep.


Dengan sigap Liu menahannya, Yahuan melihat mata pemuda itu dengan seksama.


'Kenapa malah adegan romantis, nguk?' batin Sun, yah ia tidak keberatan juga sih.


"Nona baik?" Kenapa beliau melamun?


"Ah." Dengan cepat Yahuan membenarkan posisi berdirinya.


Liu melihat ke bawah, ia benar-benar menaiki awan!


Yah ini pengalaman pertamanya juga, namun ia tidak terlihat gugup sama sekali.


"Siap, nguk?" Sun mengumpulkan tenaganya, siap untuk gas pol!


"Ya!" Liu semangat, naik kuda sudah biasa, naik awan? Beuh!


"...."


'TUNGGU DULU.' Rasanya ada yang terlewatkan.


"NGGAK ADA PEGANGANNYA KAH?"


Biasanya ada prosedur keamanan dong!


HUSSH!


"WAA!" Mereka langsung berangkat menembus awan tinggi di langit!


***


"WAA BISA JATUH NIH!" Liu menutup matanya panik, kini ia merengek bak anak kecil!


"Te- tenang saja Tuan...."


"Eh?"


Liu perlahan membuka matanya.


"Wah!" Nona Yahuan memegangnya erat!


Telapak kaki gadis itu bercahaya biru.


Yahuan memusatkan kekuatannya Qi pada kakinya!


Sungguhlah trik yang mantap.


HUSSSHHH!!!


Hempasan anginnya begitu kencang! Namun pegangan nona merah ini tetap erat!


'WAAA!' Liu menjerit dalam batinnya, rasanya sangat menengangkan!


Padahal ini bukan satu-satunya situasi tegang yang pernah dialaminya!


Namun sayang sekali nyalinya yang besar menciut, emosinya benar-benar terkuras habis-habisan!


"Sebentar lagi sampai, nguk." Sun memberi kabar baik, sementara entah kenapa ada awan gelap di depan.


"BENARKAH!?" Liu langsung semangat nih!


TUNGGU DULU....


'SISTEM 'SEBENTAR LAGI' ARTINYA APA?" Entah kenapa Liu curiga.


[Coba tebak Tuan]


'BUKAN SAATNYA MAIN TEBAK-TEBAKAN DONG!' Sistem kok nggak lihat situasinya sih!


"Huek." Entah kenapa kok mual ya?


"KELUARKAN SAJA TIDAK APA!" Yahuan panik.

__ADS_1


'Egh?' Harusnya orang panik dan jijik kan?


"Bweh." Dan Liu-pun mengeluarkannya, seketika itu juga ada pelangi keluar dari mulutnya.


__ADS_2