Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Desa


__ADS_3

‘Eh dia tidak jadi kecil lagi?’ Liu penasaran, seharusnya dia kembali ke wujud asalnya bukan?


‘Aura Qi jahatnya juga menghilang.’ Liu tak merasakan ancaman apapun lagi dari gadis ini.


“Jadi siapa kau ini?” Ying menatap tajam, sudah saatnya mengungkap kebenaran yang ada.


Meong terdiam, ia memalingkan wajahnya seolah berat ingin mengatakan yang sebenarnya.


“EMANG KUCING TUMBUH BESAR CEPAT YA?” Shuwan sendiri kagum melihat tubuh indah kucing itu sih.


‘Yah secara teori memang begitu sih.’ Liu paham kucing lebih cepat besar dari manusia, tapi kalau begini kecepetan sih namanya.


“I- Ini wujudku yang asli.” Gadis itu tertunduk.


“HAH!?” Liu tak percaya, mau heran tapi alam monster.


Tidak masuk akal tapi yah mau bagaimana lagi.


“A- aku ancaman mereka.” Gadis itu mulai terbuka, terdengar nada ketakutan namun ia berusaha mengatakannya.


Sudah jelas dari awal sih, ras kucing nampak ingin membuatnya pergi dari dunia ini.


“Assosiasi Monster?” terka Liu.


“Eh!?” Gadis itu nampak terkejut.


‘YAH MASALAHNYA NGGAK JAUH-JAUH DARI INI SIH.’


“A- apa kakak yang membebaskanku?” Meong terdiam, ia tak mungkin bisa kembali ke wujud asalnya begitu saja.


“Yaah, kamu bisa mengatasinya sendiri.” Liu menggaruk pipinya. Ia tak mengaku sudah membebaskannya, padahal ia sudah menghilangkan kutukan assosiasi monster juga sih.


Kasusnya sama ketika pertama kali datang ke alam ini, assosiasi monster jadi kelihatan jelas yang bersalah di sini.


‘Sudah berapa banyak monster yang mereka manfaatkan?’ Liu terdiam, sebelum tak sadarkan diri, ia bisa melihat masa lalu gadis kucing itu. Dia hidup menderita dan ditolak orang. Bisa bertahan sampai sekarang adalah suatu keajaiban.


Bukannya mau adu nasib, tapi Liu sendiri tahu bagaimana perasaan ditolak, diacuhkan, dan direndahkan orang. Rasa-rasanya seperti melihat dirinya di masa lalu.


“Kerja bagus Meong. Kamu sudah bebas.” Liu tersenyum lembut, raut wajahnya begitu tulus seolah ia mengerti setiap penderitaan yang dilalui lawan bicaranya.


“….” Gadis kucing itu tertunduk, tak pernah terpikirkan bisa lepas dari kutukan yang menjeratnya begitu lama.


“Terima kasih Tuan, sebaiknya Tuan dan yang lain pergi, mereka akan datang lagi.” Meong tersenyum hangat bak mentari yang menyinari mereka.


‘….’ Ying terdiam, memang itulah rencana mereka. Ia tidak mau pemuda itu lebih terpesona lagi pada gadis kucing itu.


“Bu-bukankah kutukannya sudah hilang?” Kalau begitu untuk apa mereka mengejarnya lagi?


Gadis kucing tersenyum. Ia memegang rambutnya sendiri.


“….” Liu terdiam, ia mengerti apa yang dimaksudnya.

__ADS_1


Tak lain tak bukan adalah bagaimana dia berbeda dari kucing lain, dia tidak punya telinga kucing.


“NIH.” Putri api menyodorkan sepasang telinga kucing.


“Eh?”


KOK BISA ADA SIH!?


Liu tak menyangka Nona Shuwan bawa barang seperti itu!


Yah meski itu hanya telinga kucing palsu, tapi kalau dipakai tentu bisa meyakinkan orang lain sih.


“Aku suka hal lucu sih.” Jadi inilah sisi lain orang hebat? Liu baru tahu sih.


“Hmph.” Ying tak menyangka, ia memasang ekspresi jijik.


“BEGITU AJA TERUS! WAKTU KECIL KAMU JUGA SUKA HAL LUCU KAN!?” Shuwan naik pitam.


“Terima kasih, tapi tidak usah.” Meong menolaknya.


“Heeeh?” Shuwan akhirnya pake sendiri. Dia terlihat lucu jadinya.


‘Sistem, kenapa dia masih dikejar sih?’


[Begitulah Tuan, mereka masih belum percaya padanya]


‘Begitu ya.’ Memang susah sih mengubah pandangan orang kalau pendapat mereka sudah mendarah daging. Yah harus diluruskan juga sih ini.


Meong terdiam, tak disangka sembunyi di tempat terlarang membuat ia punya harapan lagi.


Tapi kalau takdirnya hidup sebagai pelarian, ia tidak keberatan. Ia pastikan tidak mau menyakiti orang lain sembarangan.


“Kami tidak akan meninggalkanmu.” Liu menatap tajam.


“Eh?” Meong terdiam tak percaya.


“HO, KAU TERTARIK YA?” Shuwan mencubit pipinya.


“Bu-bukan begytu nyo-na….” Cubitannya keras sekali! Bisa-bisa luka lho!


‘Li-Liu-ke….” Yin sedikit tersenyum. Yah ia sudah menduga ini sih.


Ying terdiam, ia pikir semuanya sudah selesai, namun ternyata tidak, mau protes namun tak jadi.


“Kami akan membantumu meyakinkan yang lain.” Liu tersenyum lembut. Pada akhirnya prediksinya tepat, Meong bukanlah kucing jahat brutal, pada kenyataannya dia dijadikan boneka oleh assosiasi monster dan harus menanggung semuanya sendiri.


Ia harus menyelesaikan apa yang ia mulai!


***


[Desa ras kucing, Alam Monster tingkat 4]

__ADS_1


Menjelang siang, suasana tampak tenang dan damai seperti biasa, sebelum melihat kedatangan orang asing ke desa mereka.


“ITU DIA!”


“SI PEMBAWA SIAL! MUSNAHKAN DIA!”


Sambutan tak hangat langsung mereka terima ketika baru sampai ke tempat ini. Meong tertunduk, menutupi kepalanya dengan jubah, tak berani menatap ke depan.


“Nona ini bukan ancaman Tuan-tuan!” Dengan tegas dan penuh keyakinan Liu maju, dan di saat itulah ia mulai menjelaskan.


[Kemampuan sosial 100%, meningkatkan lawan bicara 101%]


“Khaaa.. Haa….” Liu berhenti bicara, meski masih banyak yang ingin ia katakan, namun ia sudah melakukan yang terbaik.


“….” Gadis kucing itu menutup mulutnya, sementara air mata mulai membasahi wajahnya.


‘Kenapa sampai sejauh ini?’ Begitulah pikirnya, tak pernah ada orang yang membelanya, ia hidup bersama perkataan negatif orang dan memendam perasaan di hatinya, semuanya agar ia kuat menghadapi kenyataan, tapi kenapa kali ini….


Warga kucing terdiam, mereka tak menyangka bakal mendengar kenyataan yang bahkan sampai menembus relung jiwanya.


“Jadi dia bukan….”


“Ancaman….” Satu persatu wajah sadar terlihat dari mereka, tidak ada satu pun yang membantahnya.


“Nak, siapa sebenarnya kau ini?” Salah satu tetua kucing maju ke depan, dari awal beliau ini tidak ikut marah seperti yang lain. Namun Liu tahu dia tidak bisa menghentikan amukan warga  yang lain.


“Saya mengenalnya Tuan,” jawab Liu apa adanya.


“….” Tetua terdiam, jawaban sederhana itu tidak menjelaskan bagaimana bisa dia membela gadis itu. Apa yang dikatakannya tadi berasal dari seseorang yang mengenalnya sejak lama, bahkan bisa dibilang orang yang papling mengerti gadis itu.


Tetua memandang seksama pemuda itu, faktanya ras mereka tidak percaya siapapun yang datang selain dari ras mereka, apalagi dari alam lain. Namun kali ini entah kenapa ia tidak curiga padanya.


Siapa sebenarnya pemuda ini?


Srr….


“!”


“Ta- tanda itu!” Tetua kucing tak percaya, ia melihat tanda tengkorak pada tangan pemuda itu!


Srug.


Seketika itu juga dia berlutut, dan bahkan yang lain pun mengikutinya.


‘KOK BERLUTUT.’ Liu terdiam, padahal mereka lagi ngomong serius lho.


[Kejadiannya sama seperti burung phoenix Tuan]


‘Oh.’ Jadi mereka sudah mengerti apa yang ia katakan? Padahal tinggal katakan saja, tidak perlu sejauh ini sih.


Liu gak terbiasa sama situasi ini.

__ADS_1


“Kami mengerti. Meong sebenarnya pemimpin desa kami.”


“APA?” Apa Liu tak salah dengar?


__ADS_2