
[Pantai cerah, Alam Monster tingkat 8]
Siang hari.
“Di- dimana ini?” Yin memegang kepalanya. Entah kenapa ia agak pusing melihat cahaya biru tadi.
“Hm.” Ying terdiam, sorot mata tajamnya melihat pantai cerah indah di siang hari. Lagi-lagi mereka berpindah tempat.
“WWUHHU! WAKTUNYA BERSANTAI!” Dengan semangat Shuwan lari dan nyebur ke laut!
“JANGAN BERSANTAI!” Liu geram.
‘Eh, tapi enak juga suasananya.’
Liu merebahkan diri diantara pasir hangat yang menyapa tubuhnya.
‘Katanya jangan santai.’ Ying terdiam.
“Ying! Yin! Seru lho!” Gadis pirang itu menikmati waktunya, sampai-sampai tidak sadar malah terseret ombak.
“WHOA! WAAA ! GUYS!”
“….” Ying dan Yin terdiam, mereka tidak menganggapnya serius, dia sering bercanda sih.
Liu keenakan berbaring di pasir, jadi tidak sadar juga. ‘Yah santai sebentar boleh kan? Heheeh.’
Kali pertama menikmati suasana pantai, jangan disia-siakan dong.
BYURRR!
SPLASH!
TAK ADA TANDA-TANDA SHUWAN BALIK LAGI KE PANTAI SIH.
‘Eh?’ Yin terdiam, jelas-jelas ekspresinya berubah muram, sama halnya pada putri es.
“Li-liu-ke.” Yin tidak mau mengganggu Liu yang santai, tapi yah dia harus tahu apa yang terjadi.
“HAH!?” Liu bangkit, sementara benar saja! Putri api itu malah menghilang!
“Ehm.” Yah Xiao Ying tidak keberatan juga, saingannya berkurang satu sekarang.
Kenapa malah jadi begini?
“NONA SHUWWWANNN!” Dengan segenap tenaga Liu manggil dari tepi pantai, namun apa daya, tidak ada yang menjawab kecuali hembusan angin laut kencang dan ombak besar.
‘Sistem!’
[Menganalisis… Nona Shuwan menghilang….]
‘Tolong bantu aku menemukannya yah plis?’
[….]
[Sistem tidak bisa Tuan]
‘KOK NGGAK BISA?’
[Sistem baru saja memindahkan Tuan dan yang lain ke alam baru, jadi sistem perlu istirahat]
‘Ha?’ Kenapa agak rumit ya?
‘Ini ‘kan alam monster sistem?’
[Benar Tuan]
‘Kenapa disebut alam baru?’
[….]
‘Oke selamat istirahat.’
Liu terdiam melihat laut yang bergelora, merenung sejenak apa yang terjadi.
‘Ini masih di alam monster sih….’
Terlalu indah sampai tidak sadar tempat ini bahaya. Memang laut di depannya terlihat sejuk dan menggoda. Siapapun ingin menyegarkan diri di cuaca panas seperti ini!
BUM!
“Wow.” Ada ledakan di tengah laut, mengesankan juga.
Perlahan namun pasti ledakan itu membawa gelombang yang tinggi.
‘Tsunami nih.’ Liu terdiam, gelombang laut di depannya makin besar dan dekat, sedang sistemnya malah istirahat.
“Kabur yuk?” Liu takut, jadi lebih baik lari saja daripada telat.
“Ti-tidak sempat Liu-ke.” Yin tahu gelombang tsunami itu tetap akan menghantam mereka, bahkan ketika lari sekalipun.
‘AH IYA AKU NGGAK BISA LARI CEPAT TANPA SISTEM DONG!’
__ADS_1
Ya kalau begitu benar percuma sih.
‘INIKAH ALAM MONSTER?’ Liu langsung tahu letak perbedaannya. Di dunia nyata tidak mungkin ada ledakan tanpa sebab dan tsunami instan begini. Tidak masuk akal!
Di saat sistemnya sangat dibutuhkan malah begini!
Sret.
Ying berdiri di depan, sementara aura Qi dingin langsung menusuk!
“Nona Ying?”
“Teknik Es: Beku.” Ying melangkahkan kakinya ke depan, sementara gelombang air tinggi siap menghantam mereka.
SSRTRRRRIIING!
Tanah yang diinjaknya langsung beku saat itu juga! Dan merembet sampai ke seluruh gelombang air yang mendekat itu!
“He-hebat.” Yin tidak percaya apa yang dilihatnya, gelombang tsunami sudah berhenti, berubah jadi es!
Begitu mudahnya sang putri es melakukannya!
“Haah….” Ying menghela nafas, dia terlihat tetap tenang.
BUM!
Terdengar suara ledakan lagi, datangnya sama dari arah laut!
Namun Liu sama sekali tidak bisa melihat apa-apa selain bongkahan es ini.
“Tunggu di sini.” Ying langsung melompat tinggi ke atas.
‘Oi oi, lantas aku gimana?’ Liu terdiam, tanpa sistem ia hampa, bukanlah apa-apa.
Blugh.
“Yin-jie!?” Yin terjatuh lemas.
“Kamu baik?”
“Ma- maaf Liu-ke kakiku lemas.” Yin terduduk di bawah, sementara hawa dingin di depannya sama sekali tidak membantu.
“Ayo menjauh sedikit Yin-jie.” Dengan sigap Liu menggendong Yin dan menjauh dari tsunami es itu.
Sementara itu di sisi Xiao Ying.
Sejauh mata memandang ia tidak melihat apapun selain dataran es luas yang sudah dibekukannya.
“Ying! Kau mau membunuhku ya!?” Terdengar suara tak asing dari asap tebal itu, dan dalam sekejap mata hadir di sampingnya.
“Ah, Shuwan.”
“HMPH!” Gadis pirang itu tidak senang. Padahal ia percaya padanya.
“Eh.” Shuwan terdiam.
“Ledakan tadi?” Ying menatap tajam.
“Aku hehe.” Shuwan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
“Ya maaf.” Pendekar api itu tak punya pilihan, daripada hilang ditelan laut, ya mau bagaimana lagi.
BUM!
Ledakan kedua datang dan lebih keras!
“!”
‘Kuat!’ Pijakan es bergetar hebat dan hampir retak, namun Ying berusaha mempertahankannya.
“Kali ini bukan aku.” Shuwan melihat ke arah ledakan dari jauh, dan hempasan angin yang kuat menerpa mereka!
“Who- Ying!”
GREP.
Saking kuatnya hempasan angin itu bahkan sampai membuatnya terbang, untung Ying sigap menangkapnya!
Kriit.
Ying membekukan kakinya, kalau tidak ia akan terus terhempas jauh gara-gara ledakan udara ini!
HHHSSS!
“Energi ini!” Sorot mata Shuwan berubah, sewaktu terseret, ia memang merasakan energi yang sama!
“Dia yang menyeretku Ying.” Energi Qi besar yang hebat, beruntungnya ia bisa melarikan diri.
“Siapa?”
BUMMM!
__ADS_1
Lagi-lagi ledakan ketiga terjadi. Kali ini sosok diantara ledakan energi itu mulai kelihatan.
“GGGGRRR!” Suara berat mengerikan terdengar dari jauh!
“Ular.” Ying terdiam, jelas-jelas yang dilihatnya itu makhluk panjang besar, mirip ular yang mengeliat.
“Dia bisa menghancurkan esmu Ying.” Itu menunjukkan betapa kuatnya Qi makhluk ular raksasa itu.
“Hih, ular. Tak suka aku.” Shuwan tidak tertantang, rasanya tidak mau berurusan dengan makhluk satu ini.
“Jangan kemari kalau begitu.” Apa yang ada di alam monster selain monster itu sendiri?
“Teknik Es: Patung Es.”
SRRRR!
Dengan sekejap mata ular raksasa itu jadi es! Menyatu dengan pijakan di bawahnya.
KRAK!
KRASSH!
Hancur lagi esnya.
‘Dia bukan monster biasa.’ Padahal Ying sudah mengerahkan kekuatan Qi-nya demi serangan tadi, namun masih belum cukup juga.
HUSH!
Shuwan melesat ke depan, dan melancarkan rentetan pukulan beraura api yang mengesankan, dia tidak main-main!
“Teknik Api: Pembakar Tulang!”
HUSSSHH!
Monster ular raksasa terbakar seketika itu juga tidak diberi kesempatan sama sekali.
‘Pamer.’ Ying melihat dari jauh. Lebih cepat kalah, lebih bagus (musuhnya).
“GROAA!”
BUAGH!
Ular itu ngesot dan menghempaskannya!
SRRING!
DUM!
“Jaga jarak.” Pesan Ying. Dinding es menghentikan laju hempasan gadis pirang itu.
“Telat!” Orang mana yang menasihati setelah terjadinya hal buruk?
“GRROOAH!”
HUSH!
Ular hitam raksasa melesat cepat! Bahkan lebih cepat dari pergerakan pendekar api!
SWUSH!
“HUP!” Kedua pendekar itu loncat dan berkelit, insting bertahan mereka tidak perlu diragukan!
TAP.
“Teknik Es: Beku Total.”
ZRIING!
Dengan satu sentuhan lembut ular raksasa jadi es lagi! Kali ini berkali lipat lebih kuat dan tebal!
‘Berhasil?’ Shuwan mengamati tajam, aura Qi makhluk ini tiba-tiba terhenti.
Tanda-tanda bagus nih!
“GRROOOAAH!”
KRAK!
ZRASASH!
‘!’ Lagi-lagi belum cukup! Serangan beku terkuat miliknya pun tak mampu menahan makhluk besar ini!
Seberapa kuat makhluk ini sebenarnya!?
HUSH!
Ular itu berputar cepat tak masuk akal, kalau begini sudah pasti mereka berdua….
BUM!
“GRROAA!” Ular raksasa terlempar jauh. Membuat heran Ying dan Shuwan yang tak melakukan apapun.
__ADS_1