Berinkarnasi

Berinkarnasi
Setengah Kebenaran


__ADS_3

Jiang menyelinap masuk kediaman Bai Qian yang sunyi dan sepi, ia memang mendengar bahwa Bai Qian orang yang tidak menyukai keramaian, ia bahkan jarang berinteraksi pada orang lain. Jiang langsung menuju kamarnya, saat masuk kedalam terlihat sepi, Jiang salah masuk, ia mencari kamar Bai Qian karena ia tidak tau lokasinya.


Ia masuk banyak ruangan sampai ia melihat ruangan yang berbeda dari lainnya, ia langsung masuk kedalam, begitu ia menutup pintu seseorang sudah berdiri dibelakangnya yang tak lain adalah Bai Qian.


" Kau pasti Sulit menemukan kamarku?" kata Bai Qian, Jiang langsung berbalik badan menghadap Bai Qian.


" Sepertinya kau sudah menunggu kedatanganku?"


" Tidak, aku hanya mencium bau tikus masuk kekediamanku jadi aku duduk disini menunggu ia masuk perangkapku." Jiang mengepalkan tangan mendengarnya.


" Sebenarnya apa hubunganmu dengan kakakaku, Jiang Feng?" kata Jiang tanpa basa-basi lagi.


" Kau datang untuk menanyakan hal itu? kukira kau tidak menyukai cerita romantis."


" Seseorang dari klan Shen yang sudah binasa datang istana pastilah memiliki tujuan." Bai Qian terkejut, ia menatap tajam pada Jiang.


" Bagaimana kau mengetahuinya?"ucapnya marah


" Bagaimana aku mengetahuinya itu tidak penting, aku hanya ingin mendengar apa hubungan dirimu dengan kakakku." Bai Qian tersenyum licik, ia kemudian tertawa keras membuat Jiang tidak mengerti dan menganggap apakah Bai Qian sudah gila.


"Baiklah aku akan memberitahumu, kakakmu adalah seorang pengkhianat.", Jiang terkejut.


" Omong kosong apa yang kau katakan." kata Jiang marah.


" Baik, kalau begitu dengarkan aku, Aku yang merencanakan semua kejahatan, Lu Xiang hanyalah kaki tanganku, kakakmu sudah tau bahwa aku adalah pengkhianat tetapi ia tidak memberitahukan pada Zhang Han padahal ia memiliki bukti, kakakmu mati karena keinginannya sendiri, ia sudah mengetahui bahwa ia akan kubunuh tetapi ia tidak melakukan apapun, karena ia juga berkhianat." Jiang termundur, ia tidak bisa menerima perkaataan Bai Qian.


" Kau berbohong, kakakku tidak mungkin berkhianat, kau pasti menggunakan cara licik untuk membunuhnya." teriak marah Zhang Han.


" Aku memang menggunakan cara licik, tapi ia mengetahui hal itu, kau tau apa yang ia lakukan? ia tetap memilih mati, menurutmu dia tidak berkhianat walaupun dari awal ia mengetahui para pengkhianat didekat Zhang Han, ia tidak mengatakan apapun pada Zhang Han, dia seorang pengkhianat." teriak Bai Qian. Jiang menggelengkan kepala, sulit baginya menerima kenyataan.

__ADS_1


" Kau pembohong, aku tidak percaya padamu." ucap Jiang, ia ingin pergi karena tidak ingin mendengar kebohongan yang lebih banyak dikatakan oleh Bai Qian.


" tunggu." panggil Bai Qian saat melihat Jiang ingin pergi. " Aku ingin memberitahukan sesuatu padamu." Jiang berhenti, ia menoleh padanya.


" Kakekmu mati dibunuh Ayah Zhang Han." Jiang terkejut. " kebohongan apa lagi yang ingin kau katakan?" Jawab Jiang.


" Baik, tanyakan pada Zhang Han apakah aku berbohong atau tidak? kau menjadi ratu karena ayahnya membunuh kakekmu dan untuk membayar rasa bersalah mereka, ia menjadikan dirimu ratunya."


" tidak mungkin, aku menjadi ratu karena persahabatan erat antara kakek dan raja terdahulu."


" Kau sudah dibohonginnya, yang sebenarnya adalah ayahnya membunuh kakekmu karena kakekmu dikira berkhianat, saat terbongkar mereka menyesal dan untuk menebus dosa, mereka memberikan kedudukan padamu karena kau yang paling kakekmu sayang.


"Bohong...itu semua bohong." teriak Jiang marah.


" Kau fikir Zhang Han menginginkan seorang wanita lemah dan tidak bisa apa-apa menjadi ratu kerajaan besar ini? kau menjadi ratu diatas pengorbanan darah kakekmu sendiri, kau fikir kau lebih baik dariku, kau sama halnya menghisap darah untuk menjadi besar." Jiang menggeleng kepala,; a tidak bisa menerima kenyataan.


Bai Qian menarik nafas berat melihat kepergian Jiang, ia memang mengatakan setengah kebenaran saja pada Jiang untuk menciptakan keraguan dihati Jiang. Jiang kembali kekediamannya, ia terkejut Zhang Han sudah menunggu dikamarnya.


" Zhang Han." ucap Jiang, Jiang sempat menangis, saat melihat Zhang Han ia cepat-cepat menghapus air matanya. Zhang Han menoleh padanya.


" Kau darimana saja? aku sudah dari tadi menunggumu disini." ucap Zhang Han lalu ia ingin mendekat pada Jiang tetapi segera dihentikan oleh Jiang.


" Berhenti disana." Zhang Han berhenti, melangkah.


" Ada apa Jiang? apa terjadi sesuatu?" tanya Zhang Han heran karena Jiang bertingkah aneh hari ini.


" Mengapa yang mulia ada disini?" tanya Jiang, Zhang Han ingin mendekat tetapi Jiang melarangnya.


" Jangan mendekat...tetap berada ditempatmu..." teriak Jiang, Tetapi Zhang Han tidak memperdulikan teriakan Jiang, ia lalu ingin menyentuh tangan Jiang, Tetapi segera ditepis oleh Jiang.

__ADS_1


" Ada Apa?" Jiang berbalik badan membelakangi Zhang Han.


" Aku tidak apa-apa, silahkan yang mulia kembali." Zhang Han lalu menarik bahu Jiang untuk menghadap kearahnya.


" Apa terjadi sesuatu? tatap mataku Jiang." Jiang yang tertunduk tadi mengangkat kepalanya tetapi Jiang tidak ingin melihat mata Zhang Han.


" Jika aku melihat wajahmu, mungkin aku tidak bisa menahan diri untuk membunuhmu." jawab Jiang, Zhang Han menyimpitkan mata mendengar perkataan Jiang.


" Kau marah padaku? kesalahan apa yang aku lakukan?" tatap mataku Jiang, mengapa kau menjadi seperti ini... mengapa kau mengalah pada Ming Hui dan memberikan posisi ratu padanya?"


" Karena dari awal posisi itu memang bukan milikku." teriak Jiang, kini Jiang menatap mata Zhang Han.


" Apa yang kau katakan? aku tidak mengerti?" tanya Zhang Han, Jiang menggenggam erat gaunnya mendengar perkataan Zhang Han, Jiang ingin menanyakan kebenaran yang dikatakan Bai Qian tetapi ia takut untuk menerima kenyataan nantinya.


Ia takut semua yang dikatakan Bai Qian benar adanya dan Jiang akan merasa menyesal jika itu benar, tetapi ia ingin kebenaran yang sesungguhnya dan ia berharap apa yang dikatakan Bai Qian adalah kebohongan.


" Jiang, katakan padaku, ada apa? mengapa kau tiba-tiba mengatakan bahwa posisi itu bukan milikmu?" Jantung Zhang Han sudah berpacu dengan kuat, ia takut rahasia yang ia simpan dari Jiang terbongkar.


" Apa kakekku mati dibunuh oleh ayahmu?" tanya Jiang, ia menggenggam erat gaunnya, jantungnya berdebar menunggu jawaban Zhang Han.


Seperti bom dihati Zhang Han mendengar perkataan Jiang. " Siapa yang mengatakan hal itu padamu?" tanya Zhang Han, Jiang terkejut ia langsung menatap wajah Zhang Han.


" Jadi itu benar? selama ini aku menjadi ratu diatas darah kakekku sendiri." guman Jiang, ia terisak mendengar pertanyaan yang secara tidak langsung memberikan jawaban pada Jiang.


" Jiang, dengarkan aku...." Zhang Han ingin menenangkan Jiang, Jiang menepis tangan Zhang Han saat menyentuh bahunya.


" Pergi dari sini " teriak Jiang marah, Zhang Han menatap wajah Jiang. " Jiang." panggil Zhang Han, tetapi tatapan kemarahan pada Zhang Han membuat Zhang Han memilih pergi karena ia ingin menbiarkan Jiang tenang terlebih dahulu.


Jiang langsung jatuh terduduk saat Zhang Han sudah pergi dari kamarnya, ia terisak. Jiang memeluk lututnya sendiri sambil menangis, kenangan tentang kakeknya dikepala membuat Jiang menangis sejadi-jadinya, kakeknya yang amat sayang pada dirinya tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang membunuh kakeknya adalah anak dari orang yang dicintainya.

__ADS_1


__ADS_2