Berinkarnasi

Berinkarnasi
Rahasia yang terpendam


__ADS_3

Jiang mendengar diluar tenda sangat ribut, ia jadi terbangun, ia lalu keluar tenda untuk melihat apa yang terjadi, mereka mengelilingi seseorang yang berhasil mereka tangkap karena mengendap-endap didekat tenda dan bersembunyi seperti memata-matai mereka.


Jiang mendekati mereka dan terkejut melihat siapa yang mereka tangkap, mereka memberikan hormat pada Jiang. " Zishu." Zishu yang merasa namanya dipanggil mengangguk.


" Dimana kau menemukannya?"


" Dia tertangkap olehku sedang memata-matai persembunyian kita." Jawab Zishu. " Apa anda mengenalnya?" Lanjut Zishu, Jiang menganguk lalu mendekat pada orang itu. Ia lalu tertawa pahit.


" Kukira kau sudah mati, ternyata..." orang itu menatap tajam pada Jiang.


" Siapa dia?" tanya Zishu.


" Wanita penggoda." jawab Jiang.


" Fang Yin." jawabnya tersenyum manis. " Yang mulia Zhang Han yang memberi nama itu padaku." lanjutnya. Jiang lalu tertawa.


" Aku rasa ini bukan kedua kali pertemuan kita."


" Tentu saja... kau sering melihatku bersama Zhang Han." Entah mengapa Jiang merasa kesal pada wanita ini.


" Ada apa? kau marah? atau kau cemburu?" Fang Yin dapat melihat ekspresi kesal Jiang padanya. ia lalu tertawa keras didepan Jiang.


" Bagaimana kau bisa sampai kesini?"


" Menurutmu?" jawabnya manja, Jiang lalu menoleh padanya.


" Keahlianmu dalam menggoda bukanlah hisap jempol belakang, Kau bahkan bisa membuat Zhang Han tidak membunuhmu, bahkan kau menjadi orangnya." Fang Yin tertawa keras.


" Kalau kau sedang cemburu mengapa tidak mengatakannya secara langsung, untuk apa berbelit-belit seperti ini, aku bisa menjawab semua pertanyaan yang kau ajukan." Jawab Fang Yin kembali tertawa.


" Cemburu? bermimpi saja." Fang Yin mengangkat sebelah alisnya karena ia bisa menebak ekpresi wajah Jiang yang berbalik dari kata-katanya.


" penjarakan dia... jangan sampai dia lepas, jika dia lepas maka rencana kita akan berakhir, Zishu awasi mereka." Zishu mengangguk lalu berpamitan untuk pergi.

__ADS_1


" Tunggu." panggil Jiang saat Zishu sedikit jauh darinya, Zishu berhenti, sedangkan para pengawal tetap membawa Fang Yin menuju penjara.


" Berikan ia obat ini." Zishu lalu mendekati Jiang untuk mengambil botol kaca kecil ditangan Jiang.


" Ramuan ini akan membuat tubuhnya lemah , karena ia wanita yang cerdik, berbahaya jika ia dibiarkan begitu saja, tapi ingat..." Jiang lalu menoleh pada Zishu.


" Ia cukup cantik untuk menggoda hawa nafsu para pria...jangan pernah membiarkan siapapun menyentuh tubuhnya hanya karena ia lemah, jika sampai itu terjadi, kau yang akan bertanggung jawab."


" Aku mengerti." Jiang mengangguk, Zishu lalu berpamitan undur diri.


Jiang bisa melihat wajah para prajuritnya yang menatap Fang Yin penuh dengan nafsu, tak lama Bai Yunfei datang menghampiri Jiang.


" Jiang." Panggilnya , Jiang menoleh padanya.


" Apa semua sudah disiapkan? malam ini kita akan menyerbu kota raja, setelah malam ini tidak mungkin ada kesempatan dimalam lain, jadi semua harus sesuai rencana."


" Sudah."


" Setelah malam ini kita akan menghilang seperti debu, setelah semua selesai, para pasukan yang tersisa aku minta kau yang mengaturnya agar mereka tetap terarah dan jangan sampai mereka tertangkap oleh Zhang Han, pertempuran selanjutnya menunggu waktu saja."


" Aku yakin, kita akan segera jadi buronan mereka, bersikaplah." Jiang menghela nafas berat setelah mengatakan semua itu.


" Apa kau menyesal?" Jiang tertegun mendengar perkataan Bai Yunfei. ekpresi wajah Jiang memberi tahu bahwa ia tidak bisa memungkiri hatinya bahwa semua yang ia lakukan ada sedikit penyesalan tetapi ia juga tidak bisa mundur.


" Tidak." jawab Jiang tegas, ia lalu kembali memasuki tendanya.


Jiang lalu menulis sebuah surat kemudian menggulung kecil, ia lalu keluar tenda mengambil sehelai daun kecil kemudian meniupnya hingga menghasilkan suara siul Indah, tak lama seekor burung kecil datang hinggap dibahunya.


Jiang lalu mengikatkan surat itu pada kaki burung itu, kemudian mengelus kepala burung itu.


" Sampaikan surat ini pada ayah angkat." lalu menerbangkannya kembali burung itu.


" Ini harusnya sesuai rencana, semoga utusan ayah angkat cepat sampai kemari untuk menjemput Fang Yin, gadis itu tidak mungkin kubiarkan lepas, dia bisa menghancurkan rencanaku." batin Jiang, ia lalu menghela nafas berat kemudian memasuki tendanya.

__ADS_1


Fang Yin langsung dimasukan penjara, ia terduduk dipenjara itu tanpa melawan sedikitpun, dilihatnya ia sendiri tahanan dipenjara itu, ia lalu kesal sendiri.


" Ah... kenapa aku harus tertangkap." ucapnya sesal. ia lalu menyandar pada sisi penjara yang berbentuk kotak itu, ia dapat melihat sekililingnya, banyak prajurit yang berlalu lalang tetapi tidak ada yang memandang gadis itu dan lebihnya lagi tidak ada yang berjaga didekat penjaranya membuat gadis itu heran.


" Hei..." panggil Fang Yin pada mereka, tetapi tidak ada yang mau mendengar panggilan Fang Yin hingga gadis itu menyerah memanggil mereka. ia bersandar dan kembali teringat cerita Zhang Han padanya.


" Apakah Jiang akan berubah fikiran dan menghentikan apa yang ia lakukan sekarang setelah kuceritakan kesalahpahaman mereka dimasa lalu? " Batin Fang Yin.


" Ah... sudahlah lebih baik aku tidak usah ikut campur, Zhang Han melarangku mengatakan apapun padanya " gumamnya sendiri.


*****


Fang Yin melamun mengingat tiga hari lalu dimana ia melihat Zhang Han sedang bersantai, ia duduk didepan Zhang Han sambil menuangkan teh padanya.


" Yang mulia, aku penasaran bagaimana kau bisa dijodohkan dengan selirmu itu, bukankah kau tidak menyukainya? kau bisa saja menolak saat itu? bukankah ayahmu yang berjanji pada kakeknya bukan dirimu, untuk apa kau menurutinya?" Zhang Han tertawa kecil lalu menyeruput teh yang dituangkan Fang Yin.


" Apakah ada yang lucu dari pertanyaanku?"


" Karena kau sudah menjadi bawahanku, maka kau perlu menyimpan rahasiaku ini." Fang Yin mengangguk.


" Aku memiliki penyakit dingin dimana penyakit ini datang tidak dapat dipastikan, saat penyakit itu menyerang, aku harus berada dalam ruangan yang panas, hanya saat memasuki musim dingin saja aku tidak berdaya karena penyakit ini, kau tau dari mana aku mendapatkan penyakit ini?" Fang Yin terkejut dengan cerita Zhang Han, ia lalu menggeleng cepat.


" Saat aku berusia Lima tahun, ayahku sering mengajak diriku kekediaman keluarga Jiang, Aku tidak suka bermain dengan Jiang dulu karena ia sangat pendiam, suatu hari saat musim dingin, dimana seluruh danau membeku, aku melihat Jiang berjalan diatas danau beku itu, aku menghampirinya."


" Aku bertanya padanya, kenapa dia berjalan diatas danau yang sangat dingin ini, dia sangat pemalu dan tidak menjawabnya, tiba-tiba danau retak sedangkan kami berada ditengah danau, aku langsung terjatuh kedalam danau, ia menahan diriku agar tidak tenggelam, ia berteriak meminta tolong, saat itu hanya kami berdua, aku tidak bisa menahannya karena rasa dingin, aku tidak kuat lagi saat itu, rasa dingin menjalar ketulangku, kufikir aku akan mati, ternyata ia terjun kedalam danau lalu mendorongku keatas, pertama kalinya aku melihat kekuatannya, aku berhasil naik tetapi aku tidak mampu untuk sekedar berpegang karena tubuhku terasa beku, ia masih didalam air, ia bisa berenang sedangkan aku tidak bisa saat itu, aku mencoba sekuat tenaga untuk membantunya tetapi tubuhku benar-benar mati rasa."


" Kulihat ia sudah kedinginan, tak lama kakeknya datang dan menolong kami berdua, setelah tiga hari, aku dinyatakan memiliki penyakit dingin, sedangkan dia dinyatakan akan memiliki tubuh lemah dan ia kehilangan ingatan tentang kejadian itu, aku merasa berhutang nyawa padanya, lalu saat kami berusia 10 tahun kami baru dijodohkan." Fang Yin lalu memotong cerita Zhang Han.


" 10 tahun, bukankah sejak dalam kandungan?" tanya Fang Yin. Zhang Han tersenyum kecil.


" Itu hanya rumor yang dibuat-buat."


" Benar-benar Hanya rumor." guman Fang Yin ." Jadi karena itu kau menerima perjodohan itu, lalu kenapa kau menolak bertemu Jiang dihari dimana ia hampir mati? kudengar kau juga bersikap tidak perduli padanya setelah kalian menikah."

__ADS_1


__ADS_2