Berinkarnasi

Berinkarnasi
Cerita Xuelan


__ADS_3

Begitu sampai diperkemahan, Jiang, Zhang Han, Dao-Dao, Zhao An Dan Xuelan duduk melingkar disebuah tenda, hanya mereka berlima yang berada didalam tenda itu.


" Jadi bagaimana Xuelan tiba-tiba menjadi pangeran Yan Utara? kenapa kalian tidak memberitahuku lebih awal, kalian hampir menyebabkan perang terjadi, aku hampir putus asa mencari pangeran mereka dengan gambar yang tidak jelas seperti ini." kata Zhang Han menunjuk gambar diatas meja.


Xuelan membuka gulungan lukisan wajahnya, Zhao An yang pertama kali tertawa melihat lukisannya, Dao-Dao tidak bisa menahan tawanya, ia tidak berani tertawa keras seperti Zhao An." Orang itu melukis wajahmu atau melukis katak." ceplos Zhao An yang belum berhenti tertawa. Xuelan Menatap Zhao An, membuat Zhao An langsung menutup mulutnya.


" Kau sedang mengejek pangeran Yan Utara Ya?" kata Xuelan. Zhao An langsung terdiam bukan karena perkataan Xuelan melainkan Zhang Han ikut menatap dirinya. mereka sedang serius membahas masalah ini dan Zhao An malah tertawa membuat Zhang Han menatap tajam padanya.


Jiang melihat lukisan itu dengan teliti, " Orang itu tidak tau menggambar atau ada orang lain yang mengubah gambarnya?" fikir Jiang, tapi Jiang tidak mengutarakan pemikirannya. Jiang kembali fokus mendengar awal mula Xuelan bisa sampai terdampar kemari.


Dari cerita Xuelan bahwa 3 tahun yang lalu saat ia berumur 20 tahun, setelah ia diangkat sebagai putra mahkota ia harus mengambil istri untuk pertama kalinya Sebagai pendampingnya kelak. Kerajaan Yan Utara disebut kerajaan Atas Air karena dikelilingi lautan lautan, untuk sampai kekerajaannya diperlukan kapal yang disediakan oleh kerajaan mereka untuk mengangkut orang dan barang keluar masuk kerajaan.


Yan Utara kerajaan yang maju dan makmur, semua rakyatnya makmur juga tidak sedikit yang ingin menaklukkan kerajaan itu, tapi belum ada yang mampu selain militer mereka kuat, mereka ahli bertarung diatas air juga tidak buruk bertarung didarat. Kebanyakan yang ingin menaklukan kerajaan itu, belum sampai kekerajaannya sudah karam terlebih dahulu dilautan karena mereka memasang jebakan. Jika tidak mengetahui jalurnya hanya akan tenggelam. mereka kerajaan kecil tapi tidak bisa diremehkan.


Saat itu Xuelan ingin meminang gadis bangsawan dari kerajaan tetangga bernama Meng Lu, ia sudah menyiapkan berbagai barang sebagai lamaran, tapi diperjalanan menuju kerajaan tetangga, Kapal Xuelan diserang dan ternyata sudah banyak penyusup didalam kapalnya tanpa ia menyadari bahwa sebagian awak kapal adalah para perompak lautan yang menyamar.


Walaupun Mereka dijuluki penguasa lautan, Xuelan yang menghadapi begitu banyak perampok seorang diri sangat kesulitan, sedangkan para awak kapalnya sudah dibunuh, ia ditangkap lalu dibuang ke laut oleh mereka, kepala Xuelan terbentur dan terakhir yang ia rasakan adalah ia berada diatas papan kayu patah dan diombang ambing lautan hingga ia terdampar dikerajaan Qing.

__ADS_1


Begitu ia sadar, ia sudah melihat seorang wanita dan dua pria menatap wajahnya menunggu ia sadar, wajah ketiga orang itu bahagia saat melihat dirinya sadar, ia menjelaskan bahwa ia pangeran, ketiga orang itu tidak percaya karena tabib mengatakan bahwa ia akan mengatakan hal yang aneh-aneh, jadi ia tidak mempermasalahkan hal itu dan tidak mengungkit kembali tentang dirinya.


Xuelan berencana tidak ingin kembali kekerajaannya karena ia telah gagal dalam misi pertamanya yaitu meninggalkan istana untuk pertama kalinya malah berakhir mengenaskan dan terdampar di negeri asing. Sebagai kerajaan Yan Utara yang menjunjung tinggi semboyan mereka bahwa Pantang kembali dengan tangan kosong, Xuelan malu untuk kembali, jadi ia hanya bisa menyembunyikan identitasnya.


Ia tidak tau bagaimana Yan Utara mengetahui keberadaan dirinya dikerajaan ini, tapi ia pasti mencari tau nanti.


" Jadi begitu." Jawab Zhao An setelah Xuelan mengakhiri ceritanya.


" Baiklah, semuanya sudah jelas, jadi lebih baik kalian kembali beristirahat karena tubuh kalian pasti sangat kelelahan." kata Zhang Han, mereka memberi hormat lalu keluar tenda, Jiang ikut memberi hormat, ia ingin keluar tenda tapi ditahan oleh Zhang Han.


" Jiang, kau ingin kemana?" tanya Zhang Han,


" Membangun tenda sendiri? ini tendamu."


" Hah? lalu kalau aku disini, kau akan tidur dimana?"


" Apakah itu masih perlu dijawab? kau sudah tau jawabannya."

__ADS_1


" Aku tidak ingin mengganggu istirahat yang mulia, jadi lebih baik aku membangun tendaku sendiri saja." Jawab Jiang menjadi salah tingkah. ia ingin kabur dari tenda tapi Zhang Han segera menangkap tangannya, lalu menarik Jiang sehingga Jiang masuk kedalam pelukannnya.


Jiang mencoba melepaskan pelukan Zhang Han, tapi Pelukan Zhang Han semakin erat padanya, Jantung Jiang sudah berdegup kencang seakan ingin keluar dari tubuhnya.


" Apa yang ingin yang mulia coba lakukan?" Cicitnya tapi masih bisa didengar Zhang Han.


" Memelukmu, itu saja, aku suka posisi seperti ini, biarkan sebentar saja aku memelukmu, aku sangat lelah." gumannya, masih memeluk Jiang. Jiang menelan ludah mendengar perkataan Zhang Han, jadi Jiang hanya pasrah berada dalam pelukan Zhang Han.


Tak lama Zhang Han melepaskan pelukannya lalu tersenyum manis kearah Jiang." sekarang kau bersihkan dirimu terlebih dahulu lalu beristirahat, sebentar lagi matahari terbenam, aku pergi untuk mengurus sesuatu yang belum selesai, aku akan kembali nanti malam." jawabnya mengelus rambut Jiang yang terurai dan berantakan. mereka memang bercerita sangat lama hingga lupa waktu kalau hari mulai sore.


" Yang mulia." panggil Jiang saat Zhang Han ingin keluar tenda, Zhang Han menghentikan langkahnya saat Jiang memanggilnya.


" Ada apa?" tanya Zhang Han Heran. Jiang ragu ingin mengatakan keinginannya, membuat Zhang Han semakin heran.


" Katakan, Jiang." ulang Zhang Han.


" Boleh aku minta sesuatu padamu." tanya Jiang ragu.

__ADS_1


" Katakan."


" Aku ingin bertemu Bai Yunfei." jawab Jiang, Zhang Han mengepalkan tangannya erat saat mendengar nama Bai Yunfei keluar dari mulut Jiang, terpancar kemarahan dari wajahnya, tapi ia tidak ingin melampiaskan kemarahannya pada Jiang jadi ia pergi dari tenda itu tanpa menjawab permintaan Jiang.


__ADS_2