Berinkarnasi

Berinkarnasi
Pemberitahuan


__ADS_3

**Banyak yang berkomentar masa mafia lemah? mafia kok payah? mungkin sudut pandang kalian mafia hebat dan kuat dan tidak tertandingi, tetapi dalam hal ini, ia terdampar kemasa lalu dimana banyak orang terlatih dan juga merasakan hidup dan mati untuk bisa kuat seperti mafia itu, tetapi mafia belajar dengan teknologi modern sedangkan orang zaman dulu menggunakan seadanya sehingga tidak heran jika orang zaman dulu lebih unggul bahkan lebih hebat dari Jiang sang mafia masa depan.


Dan bagi sudut pandangku, hanya karena ia seorang mafia ia tidak harus lebih kuat dan tidak tertandingi sehingga bisa berkuasa seenaknya tapi akan kubuat Jiang kuat seiring dengan masalah yang ia hadapi, jadi kuharap para pembaca tercinta mengerti yang saya jelaskan, terima kasih**.


Pagi hari Zhang Han mengumumkan untuk berkumpul disidang istana dan membuat semua orang heran mengapa pagi-pagi buta untuk berkumpul disidang rapat. Saat berkumpul wajah kantuk mereka masih jelas dan sesekali mereka menguap karena matahari saja belum terbit.


" Ada Apa dengan wajah kalian? perlukah aku membawa tempat cuci muka disini?" sindir Zhang Han, ia bahkan belum tidur sama sekali dan para menteri mereka masih bisa menguap dihadapan Zhang Han.


" Ampuni kami yang mulia." kata semua menteri itu bersujud dihadapan Zhang Han. Zhang Han lalu memerintahkan mereka berdiri.


" Aku ingin bertanya, siapa yang menurut kalian pantas untuk menjaga benteng selatan?" semua menteri saling menoleh, karena mereka tidak memiliki kandidat yang pantas.


" Ada apa? dimana keberanian yang kulihat saat kalian berani secara kompak ingin mendobrak pintu kediamanku saat itu." teriak Zhang Han marah.


" Ada apa dengan suasana hatinya?" bisik mereka.


" Kurasa suasana hati yang mulia sedang buruk." bisik yang lain, memang saat itu mereka ingin bertemu dengan Zhang Han karena mereka bertanya-tanya mengapa Zhang Han tidak pernah keluar dari kediamanannya, jadi saat kematian Jiang Feng mereka secara kompak menerobos kediamanan untuk mengusir rasa penasaran mereka.


" Menteri penasehat, siapa yang menurutmu pantas untuk menjaga perbatasan selatan?" tanya Zhang Han pada menteri Zhu sang penasehat.


" Yang mulia, benteng selatan adalah benteng yang sering diserang, jadi membutuhkan seorang jenderal kuat untuk menjaganya." kata menteri itu.

__ADS_1


" Aku tau makanya aku bertanya pada kalian? siapa yang pantas?" Mereka tidak bisa asal menunjuk orang lain untuk menjaga benteng perbatasan, dulu Kenapa Zhang Han tidak membahas tentang Jiang Feng karena kondisi tubuhnya dan juga masa berkabung untuk Jiang Feng, jadi ia membahasnya hari ini.


" Selir Lu Xiang, menurutmu siapa yang pantas karena kau adalah istriku yang paling cerdas, karena para menteriku hari ini sepertinya kehilangan pendengarannya." kata Zhang Han memandang wajah semua orang dengan sedikit kesal.


Hari ini Zhang Han tidak melihat Jiang hadir dalam sidang hari ini, sebenarnya Zhang Han Khawatir pada Jiang karena kejadian semalam tetapi ia juga tidak bisa menjelaskan semuanya pada Jiang.


" Maaf yang mulia, aku tidak bisa memilih jenderal yang pantas untuk menggantikan jenderal Jiang Feng." jawab Lu Xiang, mereka semua menghela nafas mendengar perkataan Lu Xiang, mereka berharap Lu Xiang memecahkan masalahnya.


" Baiklah, Kakak... bagaimana jika kau saja yang menjaga perbatasan?" kata Zhang Han menoleh pada Zhang Luhan, Zhang Luhan terkejut saat namanya disebut.


" Karena menurutku hanya kakak yang pantas, selain sudah berpengalaman dalam pertempuran, kakak juga sangat hebat dalam beladiri." lanjutnya, Zhang Luhan, mengepalkan tangannya yang berada dibalik punggungnya.


" Apa yang sedang direncanakan Zhang Han dengan membuat Zhang Luhan menjaga perbatasan selatan?" batin Lu Xiang, ia tidak mengerti sekarang mengapa Zhang Han menginginkan Zhang Luhan kesana.


" Baik, sudah diputuskan... sekarang aku ingin membahas masalah yang kedua." Semua orang saling menoleh menunggu masalah kedua yang ingin dibahas. lalu pintu terbuka membuat mereka semua menoleh pada pintu yang menampakkan semua raja dan ratu yang diundang. Para menteri bertanya-tanya untuk apa mereka dikumpulkan disini.


Para tamu undangan itu masuk dan duduk ditempat yang sudah disediakan Zhang Han.


" Kalian pasti bertanya-tanya mengapa aku mengumpulkan semua orang? aku ingin menunjukkan sesuatu pada kalian." ucap Zhang Han. " Bawa dia masuk." lanjutnya, dua orang prajurit mengawal satu wanita untuk masuk kedalam ruang sidang.


Semua orang terkejut melihat wanita yang baru masuk itu. " bukankah... dia...." ucap Salah seorang raja menunjuk wanita itu, mereka mengetahui bahwa wanita itu adalah wanita yang Zhang Han gendong tanpa pakaian atasnya, mereka bertanya-tanya mengapa wanita itu datang dengan tangan diborgol rantai.

__ADS_1


" Kalian pasti bertanya-tanya mengapa dia ada disini." Zhang Han mengedarkan pandangannya pada semua orang. Zhang Luhan menatap wanita itu, wanita itu menundukkan kepala saat dilihat Zhang Luhan.


" Dia adalah seorang pembunuh yang dikirim seseorang." jawab Zhang Han, semua orang terkejut, mereka mengingat bahwa wanita ini juga telah menggoda Ying Zheng, mereka menoleh pada Ying Zheng tetapi Ying Zheng hanya bersikap biasa saja.


" Dia terlalu santai menjadi seorang raja." komentar raja Yong Le. Zhang Han lalu menceritakan kejadian dimana wanita itu ingin membunuh dirinya tetapi hanya tidak menyeluruh Zhang Han menceritakannya, cukup semua Orang mengerti bahwa wanita itu pembunuh.


" Aku tidak menyangka wanita ini pembunuh." komentar raja lain.


" Jadi aku akan menjatuhkan hukuman padanya." ucap Zhang Han lalu ia menoleh pada Zhang Luhan. " Kakak, hukuman apa yang pantas untuknya?" tanya Zhang Han, Zhang Luhan terkejut dengan pertanyaan itu, lebih-lebih Lu Xiang, ia terkejut apalagi dengan pertanyaan Zhang Han.


" apakah wanita itu memberitahukan pada Zhang Han tentang Zhang Luhan, tetapi setauku ia memiliki kesetiaan yang tidak mudah goyah." batin Lu Xiang. Wanita itu tak kalah terkejut, ia heran bagaimana Zhang Han mengetahui kalau Zhang Luhan yang menyuruhnya, mungkin orang lain tidak heran mengapa Zhang Han bertanya tentang itu pada Zhang Luhan, tetapi bagi mereka yang mengerti, secara tidak langsung itu adalah adalah pertanyaan yang menjebak.


Zhang Luhan memberi hormat pada Lu Xiang. " Menurutku tidak ada hukuman yang pantas selain kematian." jawab Zhang Luhan, Wanita itu menoleh Zhang Luhan lalu menghela nafas. Zhang Han tersenyum lalu menoleh pada wanita itu, terlihat kekecewaan pada wajah wanita itu.


" Prajurit bawa ia pergi untuk menerima hukuman." kata Zhang Han, dua orang prajurit itu lalu membawa pergi wanita itu.


" Hari ini adalah hari terakhir untuk kalian semua, jadi aku ingin meminta maaf jika selama berada disini kalian merasa tidak nyaman." kata Zhang Han, Wajah Zhang Luhan sangat buruk, ia rasanya ingin menghabisi Zhang Han sekarang juga, ia menahan amarah dan Zhang Han dapat melihat itu.


Mereka semua dibubarkan, para tamu disuruh untuk keruang perjamuan, sedangkan para menteri yang berkepentingan tetap ikut perjamuan.


Wanita itu heran kemana dua prajurit itu membawanya karena mereka tidak menuju tempat eksekusi bagi penjahat. " Kemana kalian akan membawaku?" tanya wanita itu, tetapi kedua prajurit itu tidak menjawab, mereka masuk kedalam ruang rahasia yang terdapat satu penjara saja didalamnya. ia lalu meninggalkan wanita itu setelah menguncinya didalam penjara.

__ADS_1


" Hei, kenapa kalian membawaku kemari? bukankah aku akan dibunuh." teriak wanita itu tetapi kedua prajurit itu pergi tanpa menjawab membuat wanita itu bingung dan meninggalkan dirinya seorang diri.


__ADS_2