Berinkarnasi

Berinkarnasi
Berita bahagia


__ADS_3

Jiang membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah Zhang Han tersenyum hangat padanya, ia lalu duduk dibantu Zhang Han.


" Apa yang terjadi padaku? " Jiang mengingat bahwa ia jatuh pingsan tiba-tiba. Zhang Han tersenyum lalu menggenggam tangan Jiang.


" Kau hamil." jawab Zhang Han bersemangat, matanya berbinar-binar saat mengatakannya pada Jiang.


" Oh." Jawab Jiang, Zhang Han heran dengan reaksi Jiang yang tidak terkejut sama sekali. Jiang sudah menyadari jika dirinya hamil beberapa waktu yang lalu, ia merasa mual dan pusing, awalnya ia mengira masuk angin tetapi ia tidak datang bulan dan mual dan pusing terus terjadi padanya, sebagai tabib ia tau seperti apa dirinya jadi ia sudah mengira jika dirinya hamil, ia lupa memberitahu Zhang Han karena ia saat itu tidak ingin bertemu Zhang Han.


" Itu saja? kau tidak terkejut mendengar kabar ini?"


" Lalu kau ingin aku bereaksi seperti apa? menangis haru? atau aku harus lompat-lompat kegirangan?" Zhang Han menjadi sedikit kesal mendengar jawaban Jiang.


" Tidak, bukan begitu maksudku, hanya saja reaksimu seperti sudah mengetahuinya."


" Itu memang benar." jawab Jiang, Zhang Han langsung menatap Jiang.


" Kau tidak memberitahukan padaku?"


" Aku berniat ingin menggugurkannya, karena terlalu kesal padamu."


" Apa?" teriak Zhang Han, reaksi Zhang Han diluar dugaan Jiang, padahal ia hanya bercanda saat mengatakan ingin menggugurkannya.


" Kau sudah gila? ingin menggugurkan anakku?" Zhang Han terlihat marah, Jiang menjadi bengong melihat Jiang.


" Kenapa kau harus marah seperti itu? lagipula ini adalah anakku, jadi terserah padaku ingin melakukan apa." jawab Jiang.


" Ini juga anakku."


" Tapi aku yang akan melahirkannya."


" Tapi aku yang membuatnya" jawab Zhang Han cepat. Jiang menjadi bungkam mendengarnya. Zhang Han menghela nafas, ia lalu mengelus kepala Jiang.


Jiang ingin berdiri tetapi ditahan oleh Zhang Han. " Mau pergi kemana?"


" Aku ingin mengurus makan untuk Dao-Dao."


" Aku sudah menyuruh Zhao An Mengurusnya seperti yang ku inginkan, lagipula tabib mengatakan kau harus banyak beristirahat." jawab Zhang Han.


Zhang Han lalu membaringkan Jiang lagi dan menyelimutinya. " Jangan sampai kelelahan." Zhang Han terus tersenyum menatap Jiang membuat Jiang heran.

__ADS_1


" Ada Apa dengan senyummu itu?"


" Tidak, aku tidak sabar menunggu kabar baik lainnya yang akan datang." Zhang Han masih terus tersenyum. Jiang lalu bangun lagi.


" Kabar apa?" tanya Jiang penasaran.


" Kabar ucapan selamat dari semua kerajaan, terutama dari kerajaan Jin Timur." Zhang Han tersenyum penuh makna.


" Aku tidak mengerti, memangnya apa hubungannya dengan Ying Zheng?"


" Hanya janji masa lalu." Jiang tidak mengerti maksud Zhang Han.


" Antara Ying Zheng dan Bai Yunfei, siapa yang paling kau cemburui?" Jiang penasaran dengan pilihan Zhang Han, karena Jiang tau kedua orang ini paling membuat Zhang Han sensitif.


" Cemburu? aku tidak cemburu pada mereka berdua, hanya saja aku takut mereka mengambil dirimu dariku."


" Oh ya? diantara mereka berdua siapa yang memiliki kemungkinan membawa diriku?"


" Ying Zheng, memangnya kau berharap apa pada Bai Yunfei? dia hanya orang buangan yang tidak mempunyai kekuatan apapun."


" Lalu mengapa kau mengusirku saat aku digendong olehnya?" Jiang terlihat kesal.


" Lalu kenapa kau merendahkanku?"


" Agar terlihat nyata." Jiang langsung menjitak kepala Zhang Han, Zhang Han mengelus kepalanya yang dijitak.


" Menyebalkan." Jiang mendengus kesal.


" Lalu Ying Zheng, kenapa kau takut ia akan mengambil diriku darimu?" Zhang Han tersenyum, ia lalu menggenggam tangan Jiang.


" Karena ia memiliki kekuatan untuk mengambil dirimu dariku, kau belum pernah melihat Ying Zheng marah bukan? jika ia menginginkan sesuatu, maka tidak ada yang bisa menghentikannya." Zhang Han teringat masa kecil mereka yang dulu bersama.


" Tetapi yang aku lihat, ia tidak memaksakan keinginannya, jadi kurasa kau berbohong." Zhang Han terkekeh mendengar Jiang.


" Satu kata Ya.. darimu, Ia langsung memimpin bala tentaranya menyerang kerajaan Qing, karena kau selalu menolak dirinya, ia tidak ingin membuatmu terpaksa mengikutinya." Zhang Han tersenyum,ia sangat mengenal karakter Ying Zheng.


" Benarkah?"


" Satu-satunya yang mampu menandingi kemampuan diriku hanya Ying Zheng, baik itu segi kekuatan maupun militernya, Ying Zheng terlihat seperti anak belum dewasa tetapi jangan pernah terpedaya oleh sikapnya yang kadang menyebalkan."

__ADS_1


" Aku ingat, ia membuat orang lain marah dengan perkataannya saat perjamuan dulu." Jiang ingat dengan pertengkaran kecil yang terjadi saat Ying Zheng datang pada Acaranya dulu.


" Orang lain tidak akan bisa memancing amarahnya, kecuali itu menyangkut dirimu." Zhang Han tersenyum.


" Aku selalu ingin menjaga persahabatanku dengan Ying Zheng, tetapi hancur hanya karena ia menginginkanmu, dulu mungkin aku terpaksa menjagamu tetapi sekarang berbeda, tidak akan aku biarkan orang lain mengambilmu dariku." Jiang tersenyum mendengarnya.


" Seharusnya aku ikut Ying Zheng saja, selain ia begitu mencintaiku, aku juga tidak akan menderita seperti sekarang." Zhang Han menatap tajam padanya.


" Jangan pernah katakan itu didepan Ying Zheng." Zhang Han terlihat kesal, Jiang lalu terkekeh geli melihat ekspresi Zhang Han.


" Benarkah? apa yang akan terjadi jika aku mengatakan itu padanya?"


" Ia akan membalikan duniaku, sekali ia membuat keputusan, tidak ada yang bisa menghentikannya, Ia tidak perduli apapun jika menyangkut dirimu, ia terlalu terobsesi pada dirimu, ia tidak mengambil dirimu dariku hanya karena ia menghormati keinginanmu, tetapi sekarang aku akan mendapat kabar baik darinya." Zhang Han tersenyum membayangkan apa yang terjadi nanti, ia paling menunggu kabar dari Ying Zheng.


" Apa hebatnya Ying Zheng darimu, sehingga kau sangat bahagia menunggu kabar darinya?" Jiang dari tadi memperhatikan Zhang Han tidak berhenti tersenyum saat ia mengatakan kabar dari Ying Zheng, jadi ia penasaran.


" Kabar perdamaian."


" Kabar perdamaian?"


" Ya, tidak ada yang mampu menaklukkan kerajaan Jin Timur, juga tidak ada yang mampu membuat perdamaian dengannya selain tunduk pada kekuasaannya, aku saja tidak mampu membuat kerajaan Jin Timur tunduk pada kekuasaanku, berkat kehamilanmu, dia akan segera mengirimkan berita bahagia."


*****


Ying Zheng membaca laporan diruang kerjanya, tiba-tiba Yuwen Xue masuk lalu memberikan sebuah surat dari telik sandinya.


Ying Zheng langsung membuka surat itu karena jika menyangkut kerajaan Qing adalah yang paling utama.


Ying Zheng menghela nafas berat. " Ternyata selama ini hanya angan-anganku saja untuk mendapatkan Jiang." ia lalu menoleh pada Yuwen yang terheran melihatnya.


" Kabar apa itu yang mulia?" Yuwen Xue menjadi penasaran saat melihat ekspresi Ying Zheng.


" Jiang hamil." Ying Zheng lalu membakar surat itu, Yuwen Xue mengangguk, ia mengerti apa yang akan terjadi setelah ini.


" Besok pagi, aku akan mengadakan pertemuan, kabarkan ini pada semua orang." Yuwen Xue mengerti, ia memberi hormat lalu keluar ruangan Ying Zheng, setelah Yuwen Xue keluar, Ying Zheng meneteskan air mata.


" Harusnya aku bahagia dengan kabar ini Jiang, tetapi hatiku hancur mendengarnya." Ying Zheng lalu membuka gulungan lukisan yang berwajah Jiang, itu adalah lukisan yang ia suruh orang lain membuatnya saat ia kembali setelah diselamatkan oleh Jiang, lukisan itu adalah lukisan yang selalu Ying Zheng pandangi saat ia rindu Jiang.


maaf baru bisa update karena saya sibuk,saya mungkin akan jarang update sampai habis tahun baru karena saya banyak kerjaaan, terima kasih

__ADS_1


__ADS_2