
Mereka bertiga duduk ditaman kerajakan, Zhao An dan Dao-Dao menceritakan semua hasil rapat hari ini, Jiang menganggukan kepala mengerti, mereka berdua mulai besok sudah berpatroli keliling ibukota untuk menjalankan tugasnya, mereka akan tinggal di samping istana tempat para prajurit patroli.
Jiang berjalan sendiri setelah bertemu Dao-Dao dan Zhao An,Lian dan Yuan dilarang Jiang untuk mengikuti mereka jadi ia berjalan sendiri saja sambil melamun, fikiran Jiang kembali kepada bagaimana semua yang terjadi diistana terjadi begitu kebetulan dimulai ia ingin bertemu Bai Yunfei tapi tiba-tiba mendengar kabar Bai Yunfei dalam perjalanan kemari dan ibu suri terkena racun ular air seolah seseorang ingin memperlihatkannya pada Jiang.
" Aku tiba-tiba teringat pada kata-kata wanita berbaju hitam itu, aku harus hati-hati karena jika aku mati pertarungan tidak akan seru lagi, apa maksudnya?" guman Jiang sendiri, ia tidak sadar bahwa ia telah berjalan kearah kediaman Zhang Han.
Prajurit penjaga heran melihat Jiang yang melamun sambil berjalan tanpa melihat arah." Yang mulia permaisuri." tegur prajurit itu memberi hormat, Jiang terkejut dan segera sadar, ia cengir melihat prajurit yang heran menatapnya, ia berbalik badan berniat pergi dari sana.
" Jiang, mau kemana?" panggil Zhang Han yang tiba-tiba datang keluar dari kediaman, prajurit itu memberi hormat.
" Aku tidak sadar dan salah arah saat berjalan." kata Jiang saat Zhang Han sudah berdiri dihadapannya.
" Ayo." Zhang Han menarik tangan Jiang lalu membawa masuk kedalam kediamanannya.
Zhang Han membawa Jiang ketaman samping istana yang dulu ingin dia kunjungi tapi berakhir harus bertarung dengan Lu Xiang, saat itu ia baru bangkit dari kematian dan dihukum, sungguh mengenaskan jika Jiang mengingatnya. Memang benar kata Lian dan Yuan bahwa taman dikediaman Zhang Han sangat indah apalagi kolam teratai birunya sangat indah dipandang mata.
Jiang terpesona melihat keindahan tamannya, juga ada ikan didalam kolam itu, Jiang berlari kesana kemari dengan girang, ia benar-benar menyukai tempat ini." Zhang Han, kemari." panggilnya lalu menarik Zhang Han." Lihat." Jiang membuka genggaman tangannya ternyata seekor kupu-kupu yang ia tangkap.
Zhang Han hanya tersenyum melihat Jiang yang begitu riang. " Apa kau sangat menyukainya?" tanya Zhang Han, Jiang mengangguk mantap sambil tersenyum ceria.
" Taman ini tidak boleh dimasuki oleh orang lain selain Lu Xiang, karena aku tidak suka orang lain memasuki taman ini, sekarang kau boleh datang kapanpun kau ingin." kata Zhang Han, Jiang yang mendengar nama Lu Xiang terdiam.
" Apa kau sangat menyukai Lu Xiang?" tanya Jiang.
" Kenapa? kau cemburu?"
" Tidak, aku hanya takut jika kau dikhianati olehnya kau akan benar-benar hancur dan aku tidak bisa melihat kau hancur." jawab Jiang, ia menatap mata Zhang Han. Zhang Han langsung memeluk Jiang.
__ADS_1
" Aku percaya dan yakin bahwa dia tidak akan pernah mengkhianatiku, kau tidak perlu khawatir tentang hal itu karena aku sangat mengenal Lu Xiang, ia memiliki kesetiaan yang tidak dimiliki oleh orang kebanyakan, dia sangat hebat dan cerdas." puji Zhang Han, Jiang hanya mendengarkannya saja.
" Semoga itu benar adanya." jawab Jiang membalas pelukan Zhang Han.
Jiang melepaskan pelukannya pada Zhang Han." Apa yang akan kau lakukan pada Bai Yunfei nanti ketika dia datang." Tanya Jiang, Jiang tidak ingin Zhang Han berkelahi lagi dengan Bai Yunfei jika bertemu seperti yang lalu.
" Kudengar dia datang berdua bersama pengawalnya saja, aku akan membiarkan ia datang dan bertemu denganmu, seperti keinginanmu." kata Zhang Han.
" Kau masih menganggap aku yang meminta Bai Yunfei datang kemari?" tanya Jiang seolah mengerti bahwa perkataan Zhang Han menandakan bahwa ia yang melakukannya.
" Baiklah, katakan padaku, kalau bukan dirimu lalu siapa lagi?" tanya balik Zhang Han, Jiang memutar bola matanya malas.
" Apa kau tidak bisa percaya padaku yang mulia?"
" Aku percaya, tapi dalam hal ini bagaimana aku bisa percaya."
" Baiklah, cukup membahas tentang Bai Yunfei, hanya akan membuat kita bertengkar, Lebih baik kita membicarakan masa depan kita berdua saja." kata Zhang Han lalu memeluk kembali Jiang, tapi Jiang sudah terlanjur kesal pada Zhang Han membuatnya tidak menyukai apapun, ia melepaskan pelukan Zhang Han lalu meninggalkan Zhang Han begitu saja.
" Hah, apa semua wanita memiliki kepribadian seperti itu, untung saja selir Lu Xiang tidak seperti dirinya yang mudah emosi. bagaimana bisa aku begitu mencintai wanita seperti itu?" guman Zhang Han yang hanya melihat kepergian Jiang tanpa mengejarnya.
Zhang Han kembali keruang laporannya dan melihat Wei Chan dan Lan Huan berdiri didepan pintu ruang laporannya.
" Yang mulia." kata mereka serempak lalu memberi hormat, Lan Huan menoleh kebelakang Zhang Han seperti mencari seseorang, Zhang Han ikut menoleh mencari siapa yang ingin dicari Lan Huan.
" Yang mulia, bukankan tadi anda bersama permaisuri Jiang, dimana dia?" tanya Lan Huan.
" Oh... dia sudah pergi tadi, mungkin dia marah padaku sekarang tapi nanti jika sudah baikan dia pasti tidak marah lagi, dia pergi begitu saja tadi." jawab Zhang Han enteng lalu berniat melangkah keruang laporan.
__ADS_1
" Apa..." teriak Lan Huan.
" Kenapa? kau harus bereaksi seperti itu." tanya Zhang Han.
" Yang mulia, apa anda tidak tau, kalau ia pergi begitu saja bearti ia marah dan ia ingin anda mengejarnya dan meminta maaf bukan mengabaikannya seperti ini." kata Lan Huan, Wei Chan tertawa kecil, dalam urusan cinta memang Lan Huan pawangnya.
" Haruskan seperti itu? kufikir ia hanya akan marah sebentar setelah itu akan baik-baik saja." jawab Zhang Han mulai berfikir.
" Benar-benar berhati es." komentar Lan Huan.
Jiang pergi dengan kesal, ia menoleh kebelakang berharap Zhang Han mengejarnya dan meminta maaf, tapi bahkan bayangannya tidak ada menambah kekesalan Jiang.
" Ah, sangat menyebalkan." kata Jiang ia menghentakan kakinya lalu kembali kekediamannya.
Begitu sampai kekediamannya, Jiang duduk termenung ditaman kediamanannya dengan perasaan kesal, lalu seorang pelayan datang membawa sup teratai ditanganya, ia memberi hormat pada Jiang.
" Nona, Yang mulia mengirim Sup ini untuk anda." kata Pelayan itu sambil menyerahkan sup itu pada Jiang, Jiang mengambil sup itu lalu pelayan itu pergi setelah memberi hormat.
Jiang tersenyum melihat sup dalam mangkok itu, ia mengambil sendok lalu ingin mencicipinya, tapi sebelum sup itu masuk kemulutnya, seorang prajurit datang mengabari bahwa Zhang Han datang berkunjung, Jiang mengerutkan keningnya.
" Zhang Han? untuk apa dia datang, dia tidak perlu datang setelah mengirim sup ini untukku, aku menerima permintaan maafnya lewat sup ini." Tapi Jiang tetap menyambut kedatangan Zhang Han.
" Yang mulia." Jiang memberi hormat lalu mempersilahkan Zhang Han duduk.
" Aku sudah menerima sup yang kau kirim padaku." kata Jiang menunjuk sup yang berada diatas meja.
" Sup? aku tidak pernah menyuruh seseorang mengantarkan sup untukmu?" kata Zhang Han heran.
__ADS_1
" Lalu sup ini dari siapa?" tanya Jiang balik.