Berinkarnasi

Berinkarnasi
Kekesalan hati Ming Hui


__ADS_3

Selir Ming Hui telah sampai diistana tapi suasana hatinya sedang buruk dan orang bisa melihat dari wajahnya yang kelihatan jelek.


" Dimana yang mulia? aku ingin bertemu." kata Ming Hui, tapi dari semua menteri yang menyambut tidak ada satupun yang menjawabnya, Lalu Selir Lu Xiang bersama Lan Huan datang membuat Ming Hui menaikan alisnya.


" Dimana yang mulia." ulang Ming Hui, Li Xiang tersenyum." Selir Ming Hui, yang mulia sedang tidak ada ditempat dan aku diperintahkan untuk menggantikannya." Jawab Lu Xiang tenang, tapi didalam dadanya bergemuruh karena ia khawatir dan jujur ada rasa takut pada kekejaman Selir Ming Hui.


" Kau menggantikan yang mulia? keterlaluan." katanya marah mengepal tangannya lalu melewati Lu Xiang begitu saja tanpa perduli apapun, Lu Xiang tetap bersikap tenang semua menteri mengikuti Ming Hui dibelakang menuju jamuan yang sudah dipersiapkan untuk menyambut kedatangan dirinya.


" Apa yang terjadi? sepertinya suasana hatinya sedang buruk." kata Lu Xiang melihat Ming Hui yang sudah hilang dari pandangannya,tapi ia tidak ambil peduli tentang hal itu. Lu Xiang menoleh Lan Huan meminta pendapat tentang Ming Hui tapi Lan Huan hanya mengangkat bahunya membuat Lu Xiang memutar bola matanya malas lalu pergi menuju kejamuan penyambutan Ming Hui yang diadakan di pondopo tengah istana.

__ADS_1


Selir Ming Hui disambut dengan tarian dan makanan juga anggur tapi itu tidak bisa menghilangkan kekesalan hatinya, ia mengambil posisi tempat duduknya tak lama sekawanan pemain teater masuk dan dibuat cerita agar dapat menghibur para tamu yang hadir.


Dua orang sedang bertengkar, ceritanya seorang permaisuri bertengkar dengan selirnya, permaisuri lalu memukul wajah si selir sambil mengatakan ayam tetaplah ayam, walaupun ayam memiliki sayap ia tetap tidak akan bisa disebut burung( artinya bahwa selir hanyalah selir, walau selir ini memiliki kekuasaan ia tidak akan bisa disebut seperti permaisuri) membuat selir murka dan mereka bertarung tapi selir mudah dikalahkan karena dari awal sang selir terlalu meremehkan sang permaisuri karena yang ia ketahui sang permaisuri sangat lemah dan tidak akan berani melawan tapi realita sebaliknya.


Ming Hui yang Melihat semua drama yang diperankan oleh para pemain teater itu membuat darah Ming Hui naik, Ming Hui langsung berdiri membuat semua orang bingung." Siapa yang membuat cerita sampah seperti ini." teriaknya marah." Hukum mati mereka semua." lanjutnya, semua orang terkejut, para teater itu langsung berlutut meminta ampun, Lu Xiang juga terkejut melihat kemarahan Ming Hui.


" Tenanglah selir Ming Hui, itu hanya drama mengapa kau harus marah sebesar itu." Lu Xiang mencoba menenangkan Ming Hui, tapi Ming Hui sudah dibakar emosi, dari semua orang yang terkejut hanya seseorang yang masih tenang meminum tehnya dalam kondisi yang menegangkan itu ia tak lain adalah Zhang Luhan yang tersenyum licik melihat kekhawatiran diwajah semua orang.


Sebenarnya penyebab kemarahan Ming Hui adalah apa yang diperankan oleh para pemain teater itu adalah sebenarnya yang terjadi pada dirinya kemarin dikedai saat bertemu dengan Jiang dan itu adalah kata-kata yang juga diucapkan Jiang, ada seseorang yang melihat kejadian itu dan mengadu domba mereka tapi Ming Hui adalah orang yang berpikiran sempit sehingga ia tidak memikirkan itu dan ia sekarang sangat dendam pada Jiang.

__ADS_1


" Awas saja kau Jiang Huan, akan kubuat dirimu menyesal, kau akan berlutut memohon ampun padaku." teriak Ming Hui dikamar lalu membanting semua barang yang berada disekitarnya untuk meluapkan kekesalannya, para pelayan yang berada disitu ketakutan melihat kemarahan Ming Hui.


Zhang Han memperhatikan Jiang yang sedang merebus obat, Jiang yang merasa diperhatikan melirik Zhang Han." Ada apa? kau ingin mengatakan sesuatu padaku." kata Jiang melihat Zhang Han yang antara ingin dan tak ingin berbicara.


" Kudengar kau bertemu dengan selir Ming Hui kemarin? apa yang terjadi." tanya Zhang Han.


" Apa kau sangat khawatir padanya? kau takut aku akan membunuhnya?" jawab Jiang asalan, sambil mengipas tungku obat.


" Aku mengkhawatirkan dirimu Jiang Huan, berhenti bersikap seperti ini."

__ADS_1


" Mengkhawatirkan diriku? kau mengusirku dalam keadaan luka parah , kau bahkan membiarkan kau sekarat dijalanan dan kau mengatakan mengkhawatirkan aku, aku tidak pernah bertemu dengan orang yang tidak berperasaan seperti dirimu." Jiang Huan langsung berdiri lalu melemparkan kipasnya dan meninggalkan Zhang Han yang masih dalam kebingungan.


" Terluka parah,? aku kira ia hanya beralasan." Gumam Zhang Han menyesali segalanya sekarang, ia sampai menghela nafas beberapa kali mengingat kembali apa yang ia lakukan dan katakan pada Jiang Huan dulu.


__ADS_2