
Xiao Na kembali kemension miliknya, Song Lan dan Chen Feiyu mengangkat sebelah alis melihat belanjaan yang ditenteng Xiao Na. Sudah lama gadis itu tidak pulang, Mension miliknya adalah tempat markas besar Xiao Na jadi Song Lan dan Chen Feiyu juga beberapa pasukan elit miliknya hanya saja pasukan itu tinggal di terowongan bawah tanah tersembunyi. Hanya beberapa orang saja yang beraktifitas dimension karena sejak Xiao Na tinggal bersama Yi Han ia jarang pulang ke Mension.
Xiao Na dengan ceria mengeluarkan sebuah belanjaan dan menyusun semua barang itu didapur karena ia berniat akan belajar memasak, koki yang berada di dapur terperangah jadi Xiao Na mengusir mereka dan mengatakan bahwa mereka libur mereka dengan patuh meninggalkan dapur.
Song Lan dan Chen Feiyu segera berlari menghampiri Xiao Na karena melihat para koki keluar dari dapur, mereka berdua menatap heran pada Xiao Na.
" Kau ingin melakukan apa?" tanya Feiyu melihat Xiao Na yang mencuci beberapa sayuran.
" Memasak..."
" Memasak?" tanya Song Lan dan Feiyu serempak, mereka terlalu terkejut mendengarnya, Song Lan dan Feiyu cemas saat Xiao Na mengatakan akan memasak.
" Ada apa dengan ekspresi kalian? wajah kalian mengatakan seperti aku akan membakar dapur saja." kata Xiao Na melihat ekspresi cemas mereka.
" Tentu saja." jawab mereka serempak. Wajah Xiao Na berubah serius menatap dua orang itu, mereka berdua menelan ludah melihat wajah garang Xiao Na mereka mencoba tersenyum paksa.
" Bagaimana kau akan memasak?" tanya Song Lan.
" Dengan ini, aku membelinya dipasar." Xiao Na menunjukkan buku panduan untuk memasak itu dengan bangga.
" Kenapa kau tiba-tiba ingin memasak?" tanya Feiyu.
" Karena dia selalu mengejekku yang tidak bisa memasak, jadi aku tidak boleh kalah darinya."
" Haruskah kubunuh dia?" tanya Feiyu semangat, Xiao Na menoleh pada Feiyu dan tersenyum.
" lakukan saja, jika kau sudah bosan hidup." Feiyu menelan ludah.
" Kau memasak sama saja dengan bunuh diri, kenapa tidak beli saja, kenapa menyulitkan diri sendiri."
" Tidak...tidak...tidak...aku akan memasak agar ia merasakan cintaku lewat masakanku." Xiao Na tersenyum bangga.
Song Lan dan Feiyu akhirnya meninggalkan Xiao Na sendiri, Xiao Na mencoba memasak tetapi berakhir tragis, sampai akhirnya yang hanya bisa ia buat adalah telur gulung yang setelah percobaan penggorengan menghabiskan stok telur.
Ia menyiapkan nasi dan hanya telur gulung saja yang ia siapkan lalu memasukkannya kedalam kotak makan, Song Lan dan Feiyu tidak berhenti tertawa melihat hasilnya, dapur berantakan dan para koki berkerja keras membersihkan dapur ulah Xiao Na yang hampir membakar Mension.
" Kalau istriku memasak sepertimu aku akan bunuh diri ..." ledek Feiyu yang masih tertawa.
" Untungnya kau besar bersamaku, kalau tidak kau mungkin tidak memiliki tubuh utuh untuk dikubur." Xiao Na melihat sepuluh jarinya yang dibalut hansaplas karena terluka saat memotong berbagai sayuran, melepuh karena minyak saat mengoreng ikan yang berakhir gosong semua.
Song Lan hanya menggeleng kepala.
" Kuharap dia tidak mati setelah makan masakanmu." Xiao Na mendengus mendengar komentar Song Lan.
Setelah siap ia memacu mobilnya menuju rumah sakit tempat Yi Han bekerja, mereka berjanji bertemu ditaman rumah sakit jam makan siang, Yi Han melambai pada Xiao Na yang duduk menunggu.
" Sudah lama?" tanya Yi Han lalu ia duduk disebelah Xiao Na.
__ADS_1
" Hampir kekeringan." Yi Han tertawa kecil, Xiao Na lalu menyerahkan kotak makannya yang terlihat cantik dari luar itu.
" Apa ini?"
" Makan siangmu."
" Kau membuatnya sendiri?"
Xiao Na lalu melepaskan sarung tangannya kemudian memperlihatkan tangannya yang dibalut Hansaplas.
" Kerja kerasku." ucapnya.
Yi Han lalu membuka kotak makan itu dan hanya tersenyum saat melihat nasi dan telur gulung saja.
" Apa telur gulung dan nasinya sedang melawak?"
" Tidak."
" Lalu kenapa kau tersenyum?"
" Sedang berfikir bagaimana tanganmu terluka parah seperti itu." Yi Han lalu menyuap telur gulung itu dan memakannya, Xiao Na ingin cemberut tetapi melihat Yi Han yang memakannya ia tersenyum.
" Bagaimana?" Xiao Na menunggu komentar Yi Han, tetapi Yi Han seperti sedang menikmati makanannya.
" Katakan bagaimana masakanku?" Yi Han hanya diam dan terus memakannya, Xiao Na memicingkan matanya lalu menghentikan Yi Han lalu merebut kotak makan itu.
Ia tidak mencicipi masakan tadi jadi dia curiga, walaupun Yi Han seperti menikmati makanannya tetapi Xiao Na merasa ganjal, makanan itu tinggal sedikit dimakan Yi Han.
" Asin." Ia menoleh pada Yi Han yang berekspresi datar padahal itu benar-benar asin, Xiao Na menjadi merasa bersalah, harusnya dia tidak memaksakan diri.
" Kenapa tidak bilang kalau itu asin?" tanya Xiao Na sedih, Yi Han tersenyum.
" Karena aku tidak ingin menghancurkan usaha pertamamu memasak."
" Besok aku akan memasak yang lebih baik lagi." Xiao Na menjadi bersemangat,
" Jangan, aku tidak mau merepotkanmu."
" Aku tidak merasa direpotkan."
Yi Han tersenyum " tetapi Aku merasa tertekan." batin Yi Han. Tubuhnya sudah merasakan reaksi alergi, dia tidak ingin Xiao Na tau bahwa ia alergi telur jadi ia segera berdiri.
" Baiklah, kalau begitu aku pergi, banyak pasien menunggu." Xiao Na mengangguk, tetapi ia melihat Yi Han berkeringat dingin padahal makanan tidak pedas, dan bintik-bintik merah muncul secara samar.
Yi Han ingin segera pergi tetapi ditahan Xiao Na, Xiao Na melebarkan matanya menatap Yi Han.
" Kau alergi telur?"
__ADS_1
" Aku tidak apa-apa." Yi Han menyentuh lehernya, rasa gatal menyerang tubuhnya tetapi ia harus menahannya didepan Xiao Na.
Yi Han menepis tangan Xiao Na lalu pergi, Xiao Na berdiri mematung melihat Yi Han pergi, sekarang ia benar-benar merasa bersalah karena menyiksa Yi Han.
handphone miliknya berdering, Xiao Na mengangkat panggilan dari Song Lan
" Ada apa?" tanya Xiao Na.
" Tuan besar mencari anda... lihat berita." Xiao Na lalu mematikan panggilan, ia lalu menuju parkiran mobil.
Ia memacu mobilnya dan mendengar berita lewat siaran radio, saat sampai dimension didampingi Song Lan dan Feiyu yang menunggu untuk bertemu tuan besar mereka.
Xiao Yan sudah menunggu didalam, Xiao Hongli menunggu kedatangan Xiao Na, begitu Xiao Na datang tanpa diberitahu mereka sudah tau apa yang harus dilakukan yaitu datang kepemakaman.
Xiao Hongli didampingi Xiao Yan dan Xiao Na dengan setelah jas hitam dan kacamata yang bertengger, mereka sudah mendarat di bandar italia, Milan dengan menggunakan pesawat pribadi.
Setelah mendapat kabar bahwa The King of mafia yaitu Delvinson Denaro penguasa yang disegani oleh semua mafia karena kekuasaannya yang luas dan kekejamannya, dia tidak terkalahkan nama besarnya terkenal.
Semua mafia datang dari berbagai negara bukan karena menghormati tetapi karena penasaran siapa penerusnya karena ia tidak memiliki penerus dari darahnya sendiri, jika jabatannya kosong maka akan terjadi perebutan wilayah dan tidak terkendali.
Mereka segera menunju tempat pemakaman Delvinson menggunakan mobil Van hitam mewah, saat sampai mereka disambut oleh orang para pengawal yang berjaga.
Mereka membukakan pintu saat Van berhenti, mereka segera menuju ruang aula tempat pemakaman, saat memasuki ruangan itu, aura mencengangkan dan membunuh terpampang jelas di wajah semua orang, udara terasa sesak karena para mafia kejam berkumpul ditempat yang sama, hening disana selain suara tangis putri angkatnya yang cacat pada kakinya karena kecelakaan.
Xiao Na dan Xiao Yan berjalan berdampingan mengikuti Xiao Hongli yang berjalan didepan, Xiao Na dari balik kacamata hitamnya memperhatikan wajah semua orang, ia terhenti saat mereka sudah berdiri didepan peti mati.
Xiao Hongli membuka kacamatanya lalu mengambil bunga mawah putih lalu meletakkan dipeti sebagai tanda menghormati lalu diikuti Xiao Yan dan Xiao Na, setelah selesai mereka berjalan keluar tetapi dihentikan oleh tangan kanan Delvinson, Corradino Eiguino.
" Tuan Xiao." panggilnya dengan bahasa China yang fasih karena sebagai orang kepercayaan ia menguasai beberapa bahasa asing.
" Tuan Eiguino."
" Mari bicara diluar." Semua orang menatap Xiao Hongli dengan penasaran karena hanya Xiao Hongli yang diajak bicara oleh orang kepercayaan itu, Xiao Hongli mengikutinya meninggalkan Xiao Na dan Xiao Yan.
Untuk pertama kalinya ia melihat Lima pangeran keluarga mafia You Feng, Xiao Na menebaknya karena Yuo Yulong berada dibarisan itu dan tatapannya adalah yang paling penuh kebencian melihat Xiao Na.
Xiao Na tertarik pada pangeran ketiga karena mereka berdiri berurutan, ia merasa pernah melihatnya dan mencoba mengingat dimana.
" Apa dia pangeran ketiga, Yuo Yuxian?" bisik Xian Na pada Xiao Yan.
" Hm."
" Aku pernah melihatnya."
" Memangnya aneh jika kau pernah melihatnya?"
" Tentu saja, karena aku pergi melihatnya keluar dari rumah sakit."
__ADS_1
" Rumah sakit?"
Xiao Na menatap pada Yuo Yuxian dan pria itu merasa bahwa dia ditatap membuat mereka bertemu pandang.