
Jiang tidak tenang tidur saat memikirkan Zhang Han yang pergi dengan ekspresi yang tidak enak dilihat Jiang, alhasil ia hanya berguling kekiri dan kekanan saja karena gusar, Jiang menunggu Zhang Han datang ketenda tapi Zhang Han tak kunjung tiba membuatnya sangat khawatir.
" Ah... apakah dia harus semarah itu hanya karena ingin bertemu Bai Yunfei." kata Jiang, sangat kesal, tiba-tiba petir bergemuruh membuat Jiang terkejut, tak lama hujan turun deras. Jiang menghela nafas melihat cuaca.
" Kenapa dia belum datang juga?" Jiang masih menengok keluar pintu tenda yang tertutup." Ah, lebih baik aku tidur saja." lanjutnya lalu ia berbaring dan tertidur lelap.
Diistana Ibu suri yang berada di dalam kamarnya untuk beristirahat, tiba-tiba mendengar hujan turun, ia melihat cuaca lewat jendela membuatnya tersenyum" Aku jadi teringat dulu bertemu raja sewaktu muda." gumannya pelan.
" Apa yang membuat ibu suri tersenyum bahagia seperti itu." ucap wanita itu tiba-tiba dibelankang ibu suri. Ibu suri langsung menoleh wanita itu lalu tersenyum.
" Ternyata kau." ucap ibu suri lalu menemuinya, wanita itu memberi hormat." Ayo duduk." Ibu suri mempersilahkan wanita itu duduk.
" Apa kau sudah mendengar perang itu? aku sudah mendengarnya bahwa perang itu tidak Sampai terjadi, aku sangat senang mendengar berita bahwa Jiang membawa pangeran Yan Utara tepat waktu." Ibu suri masih tersenyum hangat.
__ADS_1
Ibu suri lalu menuangkan teh yang berada didepan mereka dicangkir wanita itu dan cangkir ibu suri." Silahkan minum." Ibu suri lalu menyeruput teh itu perlahan.
Wanita itu hanya tersenyum saat ibu suri meminum tehnya." Bagaimana tehnya." tanya wanita itu, ibu suri heran dengan pertanyaan wanita itu, tak lama ia merasa tidak enak dengan tenggorokannya, ia merasa panas dibagian tenggorokan. ibu suri menatap lebar wanita itu, ia ingin berbicara tapi terasa tertahankan, suaranya tidak bisa keluar, sedangkan dalam ruangan itu hanya mereka berdua.
Ibu suri mencoba meminta tolong pada wanita itu, perlahan tubuh ibu suri terasa mati rasa, ia merasakan lumpuh seluruh tubuhnya. Wanita itu tertawa keras.
" Kau tau apa yang aku berikan pada teh ini." ia menunjuk teh yang ada diatas meja." Racun." bisiknya ditelinga ibu suri.
" Apa kau tau mengapa kau tidak pernah sembuh dari sakit kerasmu? karena aku sudah meracunimu lebih dari lima tahun ini." lanjutnya, Ibu suri meneteskan air mata, ia mencoba berteriak, tapi tidak ada suara, ia mencoba bangkit saat ia terjatuh tadi tapi seluruh tubuhnya seakan mati. Melihat ibu suri semakin menderita, membuat wanita itu tertawa bahagia.
" Kau marah ibu suri?" ejeknye tertawa melihat kemarahan diwajah ibu suri. " Itu Yang aku rasakan saat suamimu memenggal kepala kekasihku dan memaksaku menikahi putramu, aku sangat membencimu, membenci putramu, membenci seluruh keluargamu, hahahaha." teriak wanita itu tertawa, tapi ia juga meneteskan air mata. Ia lalu duduk dibangku dekat tubuh ibu suri yang tergeletak tak berdaya.
" Kalian yang telah membuatku seperti ini, aku ingin Zhang Han mati dimedan perang, tapi rencanaku gagal, kau tau, aku mengubah lukisan wajah pangeran Yan Utara agar mereka tidak bisa mencari pangeran itu, ternyata pangeran itu sendiri datang menghentikan perang. Menurumu bagaimana ibu suri?" wanita itu tersenyum senang melihat ibu suri kesakitan.
__ADS_1
" aku tidak menginginkan kau mati, tapi aku ingin kau melihat putra yang sangat kau cintai mati dihadapanmu dan kau tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolongnya, kau tidak akan aku biarkan hidup juga tidak aku biarkan mati Ling Liu. Aku ingin kau melihat kerajaan ini hancur, keluargamu binasa, kalian akan membayar sakit hatiku, akan kubuat kalian merasakan apa yang aku rasakan satu persatu."
" kau sangat menyukai Jiang bukan? aku juga akan menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalanku, akan kuberitahu sesuatu agar kau tidak mati penasaran, Jika Jiang adalah ahli pengobatan terbaik yang tidak orang ketahui maka bahwa aku adalah ahli racun terbaik dikerajaan ini." ucapnya.
" Kau akan segera melihat pertunjukan menarik yang terjadi dikeluargamu." Wanita itu lalu mengambil teh yang' sudah ia racuni dan membuangnya dijendela agar larut bersama air hujan, tak lupa ia mengambil cangkir itu juga lalu menukarnya dengan cangkir baru yang ia bawa, juga teko yang baru yang sudah ia isi dengan teh, lalu meletakannya seperti semula.
" Aku selalu bermain rapi agar tidak meninggalkan jejak, kau harus tau, aku menyimpan banyak mata-mata diseluruh kerajaan ini, untuk mengetahui apa saja yang terjadi diistana ini." ucapnya. ibu suri masih menangis menatap wanita itu.
" Aku pergi, ibu suri, pertahankan nyawamu untuk melihat semuanya nanti." wanita itu tersenyum lalu menepuk pelan pipi ibu suri lalu pergi dari ruangan itu, pintu kamar ibu suri di jaga dua pelayan yang sudah melayani ibu suri bertahun-tahun tapi sebenarnya adalah mata-mata wanita itu. kediaman itu sepi karena hujan turun lebat dan orang-orang memilih beristirahat.
Zhang Han memasuki tenda Jiang dengan keadaan basah kuyub, ia langsung berbaring disebelah Jiang, Jiang terbangun karena menyadari kedatangan Zhang Han.
" Yang mulia, apa yang terjadi padamu? bagaimana kau bisa basah kuyup seperti ini?" tanya Jiang khawatir yang melihat wajah Zhang Han pucat karena kedinginan. Zhang Han hanya menatap Jiang sendu.
__ADS_1
Bonus capter untuk kalian, terima kasih atas dukungannya, tetap semangat membacanya.