
Jiang menceritakan pada Lian dan Yuan pertemuan mereka tapi hanya setengah kebenaran, ia menceritakan kalau dirinya bertemu ditempat latihan militer, ia tidak menceritakan pertengkaran mereka dengan Zhang Han.
" Jadi nona bertemu saat nona sedang latihan, dan karena sudah malam nona menawarkan untuk tinggal dikediaman ini?" jawab Yuan mengerti, Jiang tersenyum.
" Tepat sekali, kau sangat pintar Yuan." puji Jiang.
" Tapi dari wajah nona, nona habis menangis, apakah terjadi sesuatu?" tanya Lian yang lebih peka pada keadaan Jiang.
" Tidak, mungkin karena aku kurang beristirahat jadi mataku bengkak." jawab Jiang berbohong. mereka berdua mengangguk mengerti.
" Kalian pergilah, aku ingin melanjutkan tidurku." Jiang bersiap membaringkan badan.
" Nona tidak ingin hadiri rapat Kerajaan hari ini?" Tanya Yuan
" Rapat apa? aku tidak ingin kemana-mana hari ini." jawab Jiang malas.
" Baiklah, aku kira nona akan penasaran rapat apa hari ini, pelaku yang meracuni anda sudah tertangkap." guman Yuan, Mereka berdua bersiap berdiri untuk pergi dari kamar itu, Jiang yang mendengar perkataan itu terkejut.
" Ulangi sekali lagi, kalian mengatakan apa?" kata Jiang yang tiba-tiba bangkit dari tempat tidur. Mereka berdua keheranan.
" Orang yang ingin meracuni anda sudah tertangkap." jawab Yuan, Jiang langsung berdiri.
" Siapkan pakaianku dan bak mandiku, aku akan menghadiri rapat hari ini." kata Jiang.
__ADS_1
" Baik." jawab mereka serempak mereka heran dengan sikap Jiang setelah mendengar kabar itu.. Jiang tersenyum senang.
" Akhirnya kau tertangkap selir Lu Xiang, aku ingin lihat apa kau bisa menyelamatkan dirimu dari hukuman selir Lu Xiang." Jiang tersenyum bahagia.
Bagitu selesai, Jiang sudah bersiap untuk menghadiri rapat, tiba-tiba seorang prajurit mengabarkan kalau Bai Yunfei ingin bertemu.
" Kau sepertinya sedang terburu-buru, Jiang?" tanya Bai Yunfei saat Jiang mempersilahkan Bai Yunfei masuk kedalam Ruang tamunya.
" Ya, aku ingin menghadiri rapat istana hari ini." jawab Jiang santai, Jiang heran mengapa Bai Yunfei tidak memanggil menggunakan nama yang mulia malah memanggil namanya tapi Jiang tidak mempermasalahkan hal itu.
" Maaf kalau aku lancang, kau pasti heran mengapa aku memanggil namamu bukan menggunakan nama yang mulia? aku hanya ingin kita lebih akrab jika aku memanggil namamu? tapi kalau kau tidak suka aku bisa mengerti." Kata Bai Yunfei seolah bisa membaca fikiran Jiang.
" Aku tidak mempermasalahkan hal itu." jawab Jiang. " Kalau begitu aku permisi dulu." kata Jiang, Ia memberi hormat begitu juga Bai Yunfei membalas memberi hormat pada Jiang.
Jiang sudah sampai diruang rapat, ia hanya melihat selir Ming Hui, Bai Qian,dan Ye Yuan, ia tidak melihat selir Lu Xiang, hanya menunggu Zhang Han datang dan menghukum pelakunya yaitu selir Lu Xiang, begitulah isi fikiran Jiang.
Begitu Prajurit mengumumkan bahwa Zhang Han datang, semua orang yang berada diruangan menunduk memberi hormat, begitu Jiang mengangkat kepala, ia melihat selir Lu Xiang mengikuti Zhang Han dari belakang. Jiang heran melihat Lu Xiang yang mengikuti Zhang Han dibelakangnya.
" Bawa pelakunya masuk." teriak Zhang Han, belum selesai Jiang mencerna apa yang telah terjadi, Lu Xiang langsung mengambil posisi duduk disebelah Selir Ming Hui yang berarti Ming Hui berada diantara Jiang dan Lu Xiang. ia sempat melirik Jiang saat mengambil posisi duduk dan tersenyum licik pada Jiang.
" Apa yang terjadi? bukankah pelayan itu berkerja atas perintah selir Lu Xiang, harusnya selir Lu Xiang yang dihukum. " fikir Jiang, lalu dua orang prajurit mengawal seorang pelayan, dan Jiang mengingat bahwa orang itu yang membawa supnya.
Pelayan itu langsung disuruh berlutut dihadapan Zhang Han. Sebelum ditanya Jiang langsung berdiri. " Yang mulia, izinkan hamba bertanya padanya?" kata Jiang sambil memberi hormat.
__ADS_1
" Silahkan." jawab Jiang.pelayan itu berdiri lalu menghadap kearah Jiang.
" Mengapa Kau ingin membunuhku? ku kira kita tidak punya permusuhan apapun bukan? Jika kau menjawab jujur dan mengatakan siapa yang sudah memerintahkanmu untuk meracuniku, aku akan mengampuni nyawamu ." kata Jiang, pelayan itu lalu tertawa terbahak-bahak membuat Jiang heran.
" Apakah ada yang lucu hingga kau tertawa seperti itu? " tanya Jiang heran.
" Tentu saja lucu, kau ingin mengampuni nyawaku? tapi dia tidak akan mengampuni nyawaku, kau tidak akan bisa menolongku." Pelayan itu tertawa miris, bisa dilihat bahwa ia menahan kesedihannya, Jiang melirik Lu Xiang, tapi Lu Xiang tetap menatap kedepan.
" Aku akan melindungmu? aku berjanji." kata Jiang tegas, pelayan itu tersenyum sinis.
" Itu tidak ada gunanya, Jika aku membunuhmu atau membunuh yang mulia, mungkin aku akan selamat." Pelayan itu lalu menghadap kearah Zhang Han.
Ia berlari kearah Zhang Han dengan cepat dan bisa dilihat ia pernah belajar beladiri, ia menarik belati yang berada dibalik bajunya, Semua orang terlalu terkejut dengan kejadian itu sehingga tidak sempat melindungi Zhang Han, Jiang lebih terkejut lagi.
" Yang mulia awas..." teriak Jiang khawatir, karena tidak ada perjagaan disekitar Zhang Han, Wei Chan dan Lan Huan tidak menghadiri rapat hari ini karena mereka berdua berada dikamp militer untuk melihat kekacauan yang terjadi dikamp militer.
Tapi begitu jarak Zhang Han dan pelayan itu dekat, Semua orang tidak menyadari kapan Lu Xiang sudah berada di sana melindungi Zhang Han dan ia yang menerima tusukan belati dari pelayan itu tepat dibahu kanannya, semua orang sangat terkejut dengan apa yang sudah dilakukan Lu Xiang. Lu Xiang segera menusuk jantung pelayan itu hingga kehilangan nyawa, dan ada keterkejutan dimata pelayan itu. Lu Xiang tadi memang sempat menarik pedang seorang prajurit berjaga yang tak jauh dari Lu Xiang Duduk.
" Selir Lu Xiang..." Teriak Semua orang terutama Zhang Han, mereka segera berlari menolong Lu Xiang yang setelah menusuk pelayan itu dan ia langsung tidak sadarkan diri.
Zhang Han segera mendekati selir Lu Xiang yang hampir jatuh didekat kakinya " Cepat panggil tabib." teriak Zhang Han khawatir, seorang prajurit segera berlari mencari tabib, satu-satunya orang yang tidak bergerak dan masih berdiri ditempatnya adalah Jiang Huan.
Zhang Han segera menggendong Lu Xiang untuk membawanya kekediamannya, Semua orang mengikuti Zhang Han dari belakang karena khawatir pada Lu Xiang. Jiang yang masih duduk tenang ditempatnya dan Zhang Han sempat melirik padanya karena bahkan satu langkahpun Jiang tidak bergerak seperti yang lain yang khawatir pada Lu Xiang.
__ADS_1
" Sandiwara apalagi yang sedang kau mainkan Lu Xiang?" Batin Jiang yang memandang kepergian semua orang dari ruangan itu.