Berinkarnasi

Berinkarnasi
Permaisuri Baru


__ADS_3

Flass Back diruang perjamuan


Ying Zheng sudah mengetahui bahwa wanita itu adalah pembunuh karena mereka pernah bertemu sekali dikerajaan Jin Timur, saat itu ia melihat wanita itu membunuh salah seorang menterinya, Ying Zheng mengejarnya dan berhasil melihat wajah wanita itu, tetapi sepertinya wanita itu lupa dan saat ia mendekat pada Ying Zheng baru ingat kalau mereka pernah bertemu.


Wanita itu adalah seorang pembunuh yang dikirim seseorang, ia menggoda orang itu sampai lupa diri sehingga ia akan mudah merencanakan aksinya, Ying Zheng sudah menduga bahwa wanita itu datang untuk membunuh Zhang Han, dan sepertinya wanita itu tau bahwa Ying Zheng tergila-gila pada Jiang Huan dan ia menawarkan untuk berkerja sama sehingga perkerjaannya lebih mudah.


Saat perjamuan berakhir, Ying Zheng sengaja berlama-lama ditempat perjamuan sampai semua orang pergi, Zhang Han memperhatikan Ying Zheng yang meminum teh, ia lalu mendekat pada Ying Zheng.


" Kau ingin tidur disini?"tanya Zhang Han. Ying Zheng tersenyum lalu berdiri, ia kemudian berjalan dan berhenti tepat disamping Zhang Han.


" Kuharap racun dinginmu sudah sembuh agar kau siap penyerangan padamu nanti malam." bisik Ying Zheng ditelinga Zhang Han, Ying Zheng menebak bahwa wanita itu akan bereaksi nanti malam.


Zhang Han menaikkan alisnya menatap Ying Zheng, ia lalu menoleh pada Ying Zheng.


" Apakah kau sedang mencoba menyelamatkan diriku?"


" Aku hanya tidak ingin kau mati muda."


" kadang aku tidak mengerti, kau tergila-gila pada Jiang Huan, tetapi mengapa kau ingin menyelamatkanku? bukankah jika aku mati kau bisa memiliki Jiang tanpa harus berduel denganku."


" Aku seorang pria terhormat, aku tidak akan menggunakan cara licik untuk mencapai tujuanku, jika aku ingin dari dulu sudah aku lakukan tetapi tidak aku lakukan, buat apa aku menunggu selama ini jika aku menggunakan cara licik, tetapi aku akan mendapatkan dengan cara bersaing secara sehat." Kata Ying Zheng lalu menepuk pundak Zhang kemudian pergi, Yuwen Xue dan Ling Long tidak mendengar percakapan mereka karena mereka berbicara pelan yang hanya bisa didengar mereka berdua.


Flass On.


Zhang Han teringat, ia lalu menghela nafas berat, selesai pengobatan ia langsung beristirahat. Pagi hari mereka semua berkumpul diarena untuk menyaksikan pertandingan Ming Hui dan Jiang Huan. babak pertama adalah menyeduh teh, babak kedua mengadu kecerdasan dan babak ketiga bertarung menggunakan pedang.


Babak pertama dimulai dengan menyeduh teh, Jiang bisa membuatnya dengan ingatan yang ia miliki, semua tamu kerajaan akan menjadi juri dari pertandingan itu. Selir Ming Hui tersenyum karena diseluruh negeri ia belum pernah kalah dalam menyeduh teh dan Jiang berniat menghancurkan kepercayaan diri Ming Hui.


Kedua teh sudah jadi dan segera disuguhkan pada para tamu, mereka mencoba teh milik selir Ming Hui yang terkenal setelah itu mereka merasa teh milik Jiang, mereka sudah mendapatkan pemenangnya.


" Pemenang dari babak ini adalah selir Ming Hui." teriak Zhang Han, Jiang menghela nafas, ternyata tidak mudah menghancurkan kepercayaan diri orang dengan kemampuan seperti itu. babak kedua dimulai, mengadu kecerdasan, para raja mengajukan pertanyaan dan mereka berdua menjawabnya.


Ming Hui ternganga melihat semua pertanyaan dijawab oleh Jiang tanpa memberi kesempatan membiarkan Ming Hui menjawabnya, semua orang mengakui kecerdasan yang dimiliki Jiang, ia menjawab semua dengan sempurna. jadi babak kedua dimenangkan Jiang, babak ketiga ini penentu pemenang nanti.

__ADS_1


Babak ketiga adalah yang paling ditunggu semua orang karena mereka penasaran siapa yang terkuat, Jiang Huan terkenal tidak bisa bertarung, mungkin ia tidak akan mampu mengangkat pedang karena ia lemah. saat kedua orang itu sudah berdiri ditengah arena, disaksikan semua orang.


Jiang menoleh pada Lu Xiang, Lu Xiang tersenyum padanya, Ia mengepalkan tangannya, saat pertandingan dimulai, Jiang Langsung menarik pedang dari sarungnya lalu berlari menyerang Ming Hui, Ming Hui menyambut serangan Jiang, ia bisa melihat bahwa Ming Hui tidak terlalu kuat.


Ming Hui termundur saat menerima serangan Jiang, semua orang berfikir mungkin Jiang yang selama ini mereka anggap lemah akan memenangkan pertandingan karena terlihat Ming Hui akan kalah, tapi semua terkejut saat melihat Ming Hui mendominasi pertandingan, sampai akhirnya kalah dan menderita luka dilengannya, dibanding Ming Hui terdapat banyak sayatan ditubuhnya.


Ying Zheng terdiam menatap pertarungan itu, Zhang Han tak kalah heran, ia yakin Jiang menang karena terlihat jelas Ming Hui lemah, setelah melihat semua itu Ming Hui tersenyum senang, Jiang melihat Lu Xiang sudah tidak ada lagi dipanggung penonton dan sedari tadi Jiang tidak melihat selir Bai Qian.


Jiang meninggalkan arena dan kembali kediamanannya, Zhang Han mengumumkan tentang ratu baru yaitu Ming Hui, setelah itu pengangkatan ratu langsung dilakukan. Tampak tidak senang diwajah Zhang Han, Ying Zheng juga sudah pergi, ia mengejar Jiang Huan.


" Jiang." panggil Ying Zheng, Jiang menoleh lalu berhenti.


" Ada Apa?"


" Kau baik-baik saja?"


" Kenapa?"


" Terlihat jelas kau mengalah tadi, apa kau tidak menginginkan posisi permaisuri lagi?" tanya Ying Zheng, mereka mengobrol sambil berjalan menuju kediaman Jiang. Jiang terdiam tidak menjawab pertanyaan Ying Zheng, wajah Jiang lesu menatap Jiang


" Jika kau merasa menderita bersama Zhang Han, aku berjanji aku akan membawamu jauh darinya dan ia tidak akan bisa menemukanmu dimanapun."


" Bukan seperti itu." Jiang menggeleng, ia tersenyum mendengar perkataan Ying Zheng.


" Lalu?"


" Aku hanya merasa lelah dengan semua yang terjadi, rasanya..." Jiang tidak melanjutkan kata-katanya, ia hanya menarik nafas berat.


" Ada apa? kau bisa menceritakannya padaku, apakah ada yang menyakitimu?"


" Ying Zheng, aku ingin beristirahat jadi lebih baik kau kembali bergabung bersama para tamu yang lainnya, Kalau tidak kau akan disindir oleh mereka lagi nanti."


" Aku tidak perduli pada mereka, aku hanya mengkhawatirkanmu saja."

__ADS_1


" Aku baik-baik saja Ying Zheng."


" Kau Yakin?" Jiang menganggukan, Ying Zheng dengan berat hati meninggalkan Jiang, ia kembali bersama melihat pengangkatan ratu baru itu, Zhang Han menoleh pada Ying Zheng, tetapi Ying Zheng buang muka pada Zhang Han.


Setelah acara itu, besok hari dimana para tamu akan pulang, malam ini sebenarnya Zhang Han ingin bertemu Jiang untuk bertanya mengapa Jiang mengalah, tetapi ia teringat wanita pembunuh itu jadi ia langsung kepenjara untuk mengintrogasi wanita itu.


Lu Xiang menepati janjinya, ia memberikan penawarnya pada Lian dan Yuan, Jiang berniat malam ini ingin menyelinap kediamanan Bai Qian untuk mencari tau sesuatu mungkin bisa ia ketahui tentang Bai Qian.


Zhang Han kepenjara menemui wanita itu ditemani Wei Chan dan Lan Huan, wanita itu sudah berpakaian karena Wei Chan memberikan pakaian padanya. Zhang Han masuk kedalam penjara sedangkan Wei Chan dan Lan Huan berjaga diluar penjara.


" Aku sudah pernah mendengar tentangmu, kau dijuluki wanita penggoda, apa aku benar?" Wanita itu menatap Zhang Han, ia lalu membuang muka dan tidak menjawab pertanyaan Zhang Han.


" Ternyata kau memilih untuk bungkam, tapi aku sudah mengetahui siapa dalang dari semua ini." wanita itu langsung menoleh pada Zhang Han.


" Lalu untuk apa kau mengintrogasiku disini jika kau sudah mengetahuinya?" kata wanita itu marah.


" Aku ingin kau mengkhianatinya?"


" Bermimpi saja kau."


" Kalau begitu, mari berkerja sama, aku bisa memberikan apa yang kau inginkan." wanita itu tampak berfikir.


" Aku tidak bisa mengkhianatinya, jadi percuma kau mengatakan apapun padaku."


" Lalu aku mendengar kau membunuh seorang menteri dari Jin Timur, apa itu rencananya juga?"


" Menteri itu ingin melecehkanku, tentu saja aku membunuhnya karena marah." jawbanya, Zhang Han mengerti.


" Aku bisa mengeluarkanmu dari penjara ini tetapi aku ingin kau melakukan sesuatu untukku."


" Lebih baik aku mati."


" Baiklah, lagipula aku sudah mendapatkan jawabannya, keinginanmu untuk mati akan terpenuhi besok." Zhang Han lalu keluar Penjara itu, Zhang Han sempat mengharapkan wanita itu berkhianat tetapi sepertinya ia dilatih untuk setia sampai mati.

__ADS_1


Zhang Han memang sudah mengetahui siapa dalang yang mengirim wanita itu padanya, ia juga mengetahui semua yang terjadi diistana dan tentu saja pengkhianat-pengkhianat didalam istana diketahuinya, hanya saja Zhang Han menunggu saat yang tepat untuk meringkus mereka sekaligus tanpa tersisa.


Ia masih belum menemukan siapa yang paling berkuasa untuk memerintah mereka bergerak, kematian Jiang Feng sebenarnya membuat Zhang Han terkejut karena ia tidak mengetahui apa hubungannya dengan Jiang Feng, dan sebuah tamparan keras untuk Zhang Han karena kehilangan salah satu jenderal terbaiknya.


__ADS_2