Berinkarnasi

Berinkarnasi
Penjelasan


__ADS_3

Xiao Na kembali ke Mension menemui Xiao Hongli, Ia segera diperintah untuk pulang menjelaskan apa yang terjadi kemarin, Xiao Na menghela nafas dihadapan Xiao Hongli pria yang menghisap cerutu diatas kursi kebesarannya.


" Jelaskan." ucap Xiao Hongli menatap putri kebanggaannya itu.


" Dia berani menyerangku ditempat ramai ayah, bukankah kita sebagai mafia harus menyelamatkan muka? dia berani sejauh itu kenapa aku tidak?"


" Itu bukan caramu, aku tau seperti apa dirimu, kau mengerahkan separuh pasukan elitmu, berarti kau menyerang markas besar mereka."


" Tidak perlu dibesar-besarkan, hanya markas kecil, aku sudah lama tidak melatih mereka jadi sekalian saja pasukan elitku itu bermain-main." Xiao Na menyengir menutupi kebohongan.


" Xiao Na jangan menipuku, apakah kau menyembunyikan sesuatu?"


" Aku tidak berani."


" Tidak berani? baik, jika aku mengetahui kau menyembunyikan sesuatu dariku maka kau akan menanggungnya, jangan banyak berbuat masalah karena kau akan segera menikah, kau harus memiliki kesan baik dikeluaga Mo."


Xiao Na terdiam lalu berpamitan pergi, Xiao Hongli dapat membaca wajah Xiao Na yang tidak menyetujui dirinya tetapi Xiao Na tidak memiliki alasan untuk menolaknya.


" Jika aku mengatakan bahwa aku menyukai orang lain, ayah pasti akan melakukan segala cara untuk memisahkan kami berdua." gerutu Xiao Na dalam hati.


Yi Han terkejut melihat dua orang yang berkunjung menemuinya dirumah sakit, pintu kamarnya segera ditutup saat dua orang itu masuk, salah satunya memakai pakaian mantel bulu bertudung, terlihat wibawa kekuasaan dari wajahnya, dan satunya memakai pakaian jas mengikutinya dari belakang.


" Pengeran ketiga." Yi Han menunduk hormat pada pria yang memakai mantel bulu itu.


Yi Han mencoba turun dari ranjangnya tetapi segera ditahan oleh pria itu.


" Tidak perlu, aku datang berkunjung karena khawatir padamu." ucap Yuo Yuxian sang pangeran ketiga, pria satunya berjaga didepan pintu.


" Terima kasih, tetapi pangeran tidak perlu khawatir aku baik-baik saja." Yuo Yuxian mengangguk sambil menepuk pelan orang kepercayaan itu, pria yang berjaga didepan pintu mendekati mereka.


" Yi Han, bagaimana keadaanmu?" tanyanya.


" Aku baik-baik saja, Ding Wei, tapi... yang dilakukan Ai Fengyuan aku pasti akan menagihnya kembali." pria itu tertawa.


" Jangan difikirkan, dia sudah mati."


" Sudah mati?" Yi Han sontak menoleh pada Yuo Yuxian mengira bahwa dia yang melakukannya.


" Bukan pangeran, tapi Xiao Na."


" Xiao Na?"


" Hm, dia meratakan markas pangeran keempat dan membunuh Ai Fengyuan tepat didepan matanya, Yuo Yulong bahkan tidak bisa melakukan apapun saat orang kepercayaannya itu mati hahaha kasihan itu sungguh berita yang menggemparkan seluruh keluarga Yuo Feng." Tawa Ding Wei begitu senang.


" Xiao Na sampai melakukannya sejauh itu? aku takut, Yuo Yulong tidak akan melepaskan begitu saja."

__ADS_1


" Kau khawatir padanya? heiii kau mendekatinya untuk membunuh Xiao Hongli dan membalaskan dendamu, sepertinya Xiao Na sudah jantuh cinta padamu, kau jangan sampai bimbang karenanya." Yi Han terdiam, ia juga tidak mengerti apa yang ia rasakan.


" Ding Wei, Ayo pergi." Yuo Yuxian lalu keluar.


" Yi Han, jangan sampai jatuh cinta padanya." Ding Wei lalu keluar mengejar Yuo Yuxian.


Saat mereka keluar dari pintu rumah sakit, mereka berselisih dengan Xiao Na yang ingin masuk, Yuo Yuxian segera menunduk dan Ding Wei menyembunyikan wajahnya, Xiao Na tidak terlalu memperhatikan, saat mereka berdua sudah jauh barulah Xiao Na berhenti lalu berbalik dan menoleh mereka kembali.


" Aneh sekali, terik begini memakai mantel tebal." guman Xiao Na menggelengkan kepala, ia segera keruang Yi Han perawatan.


Xiao Na tersenyum didepan pintu saat melihat Yi Han yang seperti memikirkan sesuatu.


" Sedang memikirkanku?" Yi Han menoleh pada Xiao Na lalu tersenyum, terdapat banyak belanjaan Xiao Na ditangannya.


" Kau beli apa?" tanya Yi Han, Xiao Na merapikan beberapa barang yang dibawanya, terdapat buah-buahan, makan siang dan cemilan untuk dirinya dan Yi Han.


" Hanya beberapa makanan." jawab Xiao Na lalu duduk disamping Yi Han.


Xiao Na tersenyum, Lama Yi Han menatapnya.


" Apa yang akan terjadi jika suatu hari dia tau niatku sebenarnya, apakah dia akan membenciku? ah ..." Batin Yi Han.


Yi Han menghela nafas, " Apa yang kau fikirkan?" tanya Xiao Na melihat Yi Han menghela nafas.


" Aku yang membayarnya, jadi kau berhutang padaku, nanti kau harus mengembalikannya."


" Apa? bukankah memang seharusnya kau yang bayar, aku menyelamatkan nyawamu...kalau aku tidak menyelamatkanmu kau yang terbaring disini."


" Aku tidak memintamu menyelamatkanku, jangan jadi pahlawan dihadapanku aku tidak butuh itu, aku hanya ingin kau baik-baik saja."


" Aku hanya ingin melindungimu sebagai seorang pria. " Xiao Na langsung memeluk Yi Han membuat pria itu tertegun.


" Jangan lakukan itu lagi, kumohon jangan lakukan hal bodoh ini lagi." Xiao Na memelukanya semakin erat, Yi Han ragu-ragu untuk membalas pelukan itu, tetapi akhirnya ia tetap memeluk Xiao Na, berada didalam pelukan wanita itu sesaat membuatnya merasa tenang, hatinya merasa damai.


Setelah Satu Minggu, akhirnya Yi Han diperbolehkan pulang, saat sampai dirumah Yi Huang tidak ingin bicara pada siapapun, Xiao Na menjelaskan kejadian kemarin dan tidak sempat memberitahu pada Yi Huang sampai remaja itu penasaran.


" Kakak ipar, siapa yang mencoba ingin membunuhmu? apakah kakak ipar memilki banyak musuh?" tanya Yi Huang, Yi Han yang berbaring di sofa sebelah ikut menoleh.


" Mereka adalah orang yang iri dan dengki karena aku sangat cantik dan memiliki calon suami setampan kakakmu." jawab Xiao Na berkilah.


" Terlalu memandang tinggi diri sendiri itu tidak baik." Yi Huang mendengus kesal, Xiao Na hanya manggut-manggut saja.


Xiao Na memiliki janji pada Mo Nan untuk bertemu berdua disebuah restoran mewah dipinggir kota.


Xiao Na sampai di restauran itu, seorang pelayan perempuan segera menghampiri Xiao Na saat, Xiao Na melihat seluruh restoran itu kosong tidak ada pembeli yang lain, nuansa elegan dan susunan bunga-bunga cantik bersusun indah, lampu-lampu kecil yang cantik dan alunan musik terdengar indah membuat siapapun dapat menebak bahwa semua ini terlihat romantis.

__ADS_1


Seorang pria tersenyum manis dari jauh saat melihat Xiao Na, Xiao Na melangkah mendekati pria itu tak lain adalah Mo Nan.


" Bagaimana?" tanya Mo Nan, ia lalu menarik sebuah kursi dan mempersilahkan Xiao Na duduk, dengan senang hati Xiao Na menerima niat baik Mo Nan.


" Kau yang mempersiapkan semua ini?" tanya Xiao Na.


" Bukan, tapi mereka." Mo Nan menunjuk pada semua pelayan. " Aku hanya membayar." lanjutnya.


" Tidak usah basa-basi lagi, mari kita perjelas."


" Kau sangat tidak sabaran, makan lebih dulu."


Seseorang pelayan lalu menyiapkan beberapa hidangan makanan yang ditutup saji, Xiao Na membuka semua tutup saji makanan, ia hampir berliur karena semua yang dihidangkan adalah makanan favoritnya.


" Bebek peking, Sanbeiji, Wonton, Tangculiji, wahhhh kau bayar berapa Chen Feiyu untuk membuka mulutnya?" Xiao Na langsung mengambil sumpit dan mencoba makanannya.


" Kau sudah tau?" tanya Mo Nan.


" Song Lan tak mungkin buka mulut, kalau bukan Feiyu siapa lagi? hanya mereka berdua yang tau makanan favoritku, kau juga tidak mungkin bertanya pada Xiao Yan." jawabnya dengan mulut penuh.


" Jangan bicara lagi, habiskan dulu." Mo Nan Mengerutkan dahi melihat selera makan Xiao Na.


" Kau makan juga..." Xiao Na memakan dengan lahap, dia sudah lama tidak memakan makanan favoritnya itu.


" Kau saja." Mo Nan tertawa kecil melihat Xiao Na yang makan dengan lahap.


" Oke." Xiao Na benar-benar mengabiskan semua makanan itu, setelah kenyang ia memegang perutnya.


" Sudah kenyang?" Xiao Na mengangguk dengan mantap, ia lalu bersendawa keras Mo Nan menutup hidungnya.


" Sopan sedikit." Xiao Na hanya menyengir.


" Terima kasih atas makanannya, lain kali aku yang traktir." Mo Nan mengangguk.


" Aku pergi." Xiao Na berdiri, Mo Nan langsung berdiri.


" Secepat itu?" Xiao Na lalu mendekati Mo Nan.


" Mo Nan aku mencintai pria lain, aku ingin memutuskan pertunangan kita, aku tidak ingin membuat keluargamu malu dengan penolakanku jadi aku akan mengganti rugi, terserah kau inginkan apa dariku untuk membayarnya, kau pantas mendapatkan wanita lain yang lebih baik dariku, kau pria yang baik." Xiao Na tersenyum tulus lalu menepuk-nepuk pundak Mo Nan pelan.


" Aku pergi, soal ayahku biar aku yang mengurusnya." Xiao Na melambaikan tangan padanya, Mo Nan hanya mematung melihat Xiao Na yang pergi, ia sedikit merasa terluka saat Xiao Na melakukan penolakan padanya.


" Tapi tidak ada yang lebih baik darimu." gumam Mo Nan lalu duduk kembali dikursi itu, Ia menghela nafas para pelayan lalu membersihkan meja, para musisi musik masih mengalunkan nada mereka tidak berani berhenti sebelum diperintah.


" Ambilkan aku anggur." ucapnya pada salah seorang pelayan yang membersihkan meja. Ia menuangkan anggur itu digelas dan meminumnya, ia ingin mabuk malam ini.

__ADS_1


__ADS_2