Berinkarnasi

Berinkarnasi
Pemberontakan dibenteng Selatan


__ADS_3

Zhang Luhan akan melakukan rencana mereka hari ini yang sudah mereka rencanakan sejak awal, Zhang Luhan hanya menunggu kode saja untuk melakukan penyerangan hari ini.


Saat pertama masuk ruangannya ia mencium bau dupa wangi yang dibakar tetapi ia tidak memikirkannya, karena dupa dibakar biasa untuk mengusir nyamuk, saat Jiang Feng masih melamun memandang peta tiba-tiba seseorang masuk kedalam kamarnya, orang itu lalu memberi hormat pada Jiang Feng. " Jenderal." sapa orang itu berlutut memberi hormat.


" Ada apa?" tanya Jiang Feng tanpa menoleh. Prajurit itu menoleh kiri dan kanan lalu menatap punggung Jiang Feng.


Jiang Feng memutar badannya menoleh prajurit itu karena ia tidak menjawab pertanyaannya, prajurit itu langsung menundukkan kepala ketika Jiang Feng menoleh padanya. " Ada apa?" ulang Jiang Feng. Prajurit itu mengeluarkan sapu tangan berwarna krim bercorak gambar mawar merah lalu memberikannya pada Jiang Feng.


Jiang Feng mengambil sapu tangan itu tanpa curiga, saat ia bentangkan sapu tangan itu, serbuk berterbangan, Jiang Feng mengibaskan tangannya didepan wajahnya karena serbuk itu berterbangan didepan wajahnya, ia lalu bersin, Prajurit itu tersenyum mendengar Jiang Feng bersin.


" Apa ini?" tanya Jiang Feng, Prajurit itu lalu berdiri didepan Jiang Feng dengan tersenyum licik, Jiang Feng mengangkat alisnya menatap orang itu, Jiang Feng berfirasat bahwa orang itu merencanakan sesuatu untuk mencelakakannya jadi ia menahan nafas saat ia saat serbuk itu berterbangan, tetapi hidungnya merasa gatal jadi ia bersin tetapi ia tidak menghirup serbuk itu.


" Apa yang sedang kalian fikirkan? kalian fikir bisa meracuniku dengan serbuk ini?" tanya Jiang Feng tersenyum, Prajurit itu tertawa lantang mendengar perkataan Jiang Feng. Jiang Feng mengerutkan keningnya menatap orang itu.


" Bagaimana kau bisa tertawa seperti ini saat nyawamu akan melayang?"


" Jenderal Jiang Feng, apa kau tidak mengenal siapa aku? cobalah kau ingat siapa aku ini." kata Orang itu tersenyum , Jiang Feng samar-samar mengingat orang itu. " Ternyata kau masih hidup Hao Xian." kata Jiang Feng begitu ia ingat siapa orang yang berada dihadapannya.

__ADS_1


" Tentu saja, kau fikir aku akan mati dengan mudah? aku datang membalas dendam Jiang Feng."


" Dengan cara licik seperti ini? "


" Sulit membunuhmu secara adil, apa salahnya membunuhmu dengan cara seperti ini, setelah kejadian itu aku hidup seperti sampah, aku setiap hari menahan hinaan orang-orang dan makan dari piring anjing dijalanan( menjadi pesuruh orang lain) sedangkan kau hidup mewah, mendapatkan kehormatan dimana-mana, kau makan makanan enak. Bagaimana kau bisa hidup dengan tenang setelah kau membunuhku?" teriak Marah orang itu, Jiang Feng merasa ada yang salah dengan dirinya.


Ia merasa sesak di dadanya, tetapi ia merasa tadi tidak menghirup serbuk itu, jadi bagaimana ia merasa seperti ini, ia merasa diracuni tetapi kapan? Jiang Feng tidak mengetahuinya. ia memegang dadanya.


" Apa kau fikir serbuk itu yang beracun? kau salah besar." kata Hao Xian tersenyum. Jiang Feng merasa sakit sakit didadanya, ia lalu memuntahkan seteguk darah. Hao Xian tidak keracunan karena ia sudah meminum penawarnya. Jiang Feng sekarang tau bahwa yang sedari tadi ia hirup adalah dupa wangi yang mengandung racun.


" Kau... Apa yang kau inginkan?" tanya Jiang Feng menahan sakit didadanya, ia lalu menarik nafas kemudian menotok aliran darahnya dibagian dada agar racun itu tidak menyebar keseluruh tubuhnya.


" Siapa?" tanya Jiang Feng sambil menahan rasa sakit, ia tau ia tidak akan bertahan lama karena racun ini sangat kuat, jika dia bertarung pasti ia akan menang jika saja keadaanya dalam keadaan prima tetapi saat ini tidak mungkin, satu jurus saja pasti membuat dirinya tak berdaya apalagi ia sangat mengenal teman lama yang menjadi musuhnya saat ini.


Hao Xian adalah teman Jiang Feng, mereka berlatih bela diri bersama dalam militer, Kekuataan Hao Xian hampir menyamai Jiang Feng jadi Jiang Feng menyukai berteman dengan Hao Xian. andai saja Hao Xian saat itu tidak melakukan kejahatan mungkin mereka satu kedudukan sekarang. Hao Xian anak seorang petani biasa yang mempunyai adik perempuan dan memiliki ibu, hidupnya sangat miskin jadi ia mendaftar jadi prajurit untuk nafkah keluarganya dari gaji menjadi prajurit.


Saat libur, ia datang menjenguk adik dan ibunya tetapi mereka berdua sudah dibunuh penduduk karena dituduh mencuri, Hao Xian sangat marah ia membunuh seluruh penduduk desa yang hanya berjumlah seratus lebih itu binasa, desa itu jauh dari ibukota kerajaan dan juga letaknya sangat terpencil, hanya seorang pria berhasil kabur dan melaporkan hal ini pada kota terdekat.

__ADS_1


Sejak itu Hao Xian menjadi boronan, Jiang Feng diutus untuk menangkap Hao Xian, jika melawan Jiang Feng boleh mengeksekusi Hao Xian ditempat, saat itu ia memang menusuk Hao Xian dengan pedangnya ia mengira sudah mati, saat Jiang Feng ingin membawa mayatnya keibukota diperjalanan ia diserang dan mayat Hao Xian hilang, ia mengira Hao Xian sudah tewas jadi ia melapor dengan banyak saksi bahwa Mereka kehilangan mayat itu tetapi mereka kehilangan mayatnya.


Hao Xian menghela nafas, ia berjanji pasti akan membalas dendam atas semua yang terjadi pada dirinya." Siapa dalangnya Hao Xian?" Ulang Jiang Feng, ia berdiri tegak menghadap Hao Xian walaupun saat ini ia menderita rasa sakit diseluruh tubuhnya.


" Kau akan segera Melihatnya." jawab Hao Xian, tiba-tiba diluar terdengar suara keras diatas langit, Jiang Feng langsung keluar ruangan itu, Hao Xian sengaja membiarkan Jiang Feng melihat semuanya. Tak lama setelah bunyi keras dilangit pasukan berbaju hitam langsung berkeluaran dari hutan dengan membawa senjata, ia menyerbu benteng.


Melihat pasukan itu, Jiang Feng merasa geram, ia melihat prajurit berjaga diruangannya sudah tewas, karena posisi ruangan Jiang Feng berada diatas benteng, ia melihat Pintu gerbang benteng terbuka membuat para musuh masuk dan prajurit yang berjaga tidak siap atas serangan yang mendadak itu.


Hao Xian yang berdiri dibelakang Jiang Feng tersenyum melihat Jiang Feng, terbesit rasa bersalah Hao Xian pada Jiang Feng, bagaimanapun mereka pernah bersama mengalami hidup dan mati dalam perang.


Jiang Feng tertawa pahit, " Aku tidak menyangka akan berakhir seperti ini." guman Jiang Feng. " Bai Qian, apakah ini rencanamu? jika itu yang kau inginkan, aku akan berkorban untukmu." batin Jiang Feng. ia menatap Hao Xian, ia kemudian memuntahkan seteguk darah lagi.


Jiang Feng menarik pedangnya dari sarungnya. " Aku tidak akan mati tanpa perlawanan." ucap Jiang Feng.


" Kau tidak berubah seperti dulu, tapi kau tidak akan melawanku, orang itu akan segera datang." ucap Hao Xian, tak lama dua orang datang keatas benteng. Min Yan yang sedang bertarung dibawah melihat tiga orang mengelilingi Jiang Feng, ia sempat melihat Jiang Feng memuntahkan darah, ia segera berlari keatas benteng untuk membantu Jiang Feng.


" Apa kabar Jiang Feng?" tanya seseorang dari dua yang datang tak lain adalah Zhang Ruyue menyapa Jiang Feng.

__ADS_1


Terlihat jelas Jiang Feng sangat terkejut melihat Zhang Ruyue yang sudah dikira semua orang telah tewas 7 tahun yang lalu. Zhang Ruyue menyapa Jiang Feng dengan membuka penutup wajahnya.


" Bagaimana.... kau...." Jiang Feng tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena terlalu terkejut akan hal ini.


__ADS_2