Berinkarnasi

Berinkarnasi
Berkerja sama


__ADS_3

Tiga hari kemudian, Zhang Han berdiri didekat jeruji besi diruang rahasia itu, tak lama seseorang masuk tak lain adalah wanita itu.


" Bagaimana kau tau aku akan datang?" tanya wanita itu saat melihat Zhang Han sedang menunggu dirinya.


" Mudah saja, kau tidak memiliki tujuan jadi kau tidak memiliki pilihan selain membantuku." jawab Zhang Han.


" Pakai pakaian ini." Zhang Han melempar sepasang pakaian wanita dan sebuah cadar selaras dengan pakaiannya. Wanita itu segera memakai pakaian yang diberikan oleh Zhang Han. Zhang Han memperhatikan penampilan wanita itu setelah berganti pakaian karena ia ingin melihat apakah akan diketahui orang lain penyamaran wanita itu.


" Bagaimana, apakah aku lebih cantik dari istrimu?" tanya wanita itu tersenyum, Zhang Han lalu melangkah tanpa menjawab wanita itu, wanita itu mengikuti Zhang Han dari belakang.


" Aku ingin membahas sesuatu padamu dan aku ingin kau mencari tau, tidak aman bicara disini jadi kita akan kekediamanku." kata Zhang Han, lalu mereka keluar dari ruang rahasia.


Saat sedang berjalan, Jiang berpapasan dengan Zhang Han yang diikuti Wanita itu. Zhang Han berhenti saat melihat Jiang, Jiang memberi hormat pada Zhang Han sambil melirik wanita yang berada dibelakangnya. Sangat jarang Zhang Han diikuti pelayan wanita apalagi menutup wajahnya, membuat Jiang penasaran pada wanita itu.


" Selir Jiang, kau dari mana?" tanya Zhang Han, ia khawatir jika Jiang menyadari siapa wanita itu. Wanita itu tersenyum dibalik cadarnya saat melihat Jiang.


" Aku habis jalan-jalan." jawab Jiang, ia penasaran pada wanita dibelakang Zhang Han.


" Kalau begitu aku pergi dulu." kata Zhang Han, Jiang mengangguk karena ia juga tidak ingin menahan Zhang Han terlalu lama.


Saat Jiang berpapasan dengan wanita itu, wanita itu melirik Jiang, lalu Jiang menarik pakaian wanita itu dan secara refleks wanita itu menyerang Jiang, Zhang Han segera menarik kerah belakang wanita untuk menjauhkannya pada Jiang, karena akan berakibat pertarungan.


" Apa yang kalian lakukan?" kata Zhang Han menahan amarah, Jiang menatap wanita itu lalu menatap Zhang Han.


" Dia menantang diriku yang mulia." jawab Jiang berbohong.

__ADS_1


" Sejak kapan kau pandai berbohong seperti ini?"


" Sejak kau membohongi diriku." jawab Jiang, ia lalu berniat pergi meninggalkan Zhang Han.


Zhang Han menahan pergelangan tangan Jiang.


" Aku tidak pernah berbohong padamu, hanya saja aku belum mengatakan kebenarannya." jawab Zhang Han, Jiang lalu menepis tangan Zhang Han.


" Aku tidak percaya padamu lagi, berapa banyak lagi kebohongan yang kau katakan padaku? yang mulia." Jiang mengepalkan tangannya. Zhang Han hanya menatap wajah Jiang. Jiang lalu pergi meninggalkan Zhang Han.


Zhang Han menghela nafas berat melihat kepergian Jiang, hubungan mereka sekarang sangat buruk. " Dia wanita yang kau cintai? aku lebih baik darinya." kata wanita itu, Zhang Han lalu menoleh padanya.


" Lebih baik kau menutup mulutmu, kuperingatkan padamu jika kau berani bertarung dengannya lagi, aku akan menghabisimu." ancam Zhang Han, mereka lalu melanjutkan perjalanan menuju kediamannya.


Mereka sampai diruang kerja Zhang Han, Wei Chan dan Lan Huan sudah menunggu mereka, saat melihat Zhang Han, Wei Chan dan Lan Huan memberi hormat.


" Dia tidak memiliki nama, jadi aku memberi nama untuknya , panggil dia Fang Yin" jawab Zhang Han, wanita itu memang mengakui bahwa ia tidak memiliki nama dan saat Zhang Han memberinya nama membuat ia sedikit tertegun, Ia menatap wajah Zhang Han yang membuka lembaran kertas untuk mencari sesuatu.


" Alihkan pandanganmu dariku." kata Zhang Han tanpa menoleh, ia menyadari Fang Yin memperhatikannya. Fang Yin membuang wajah mendengar perkataan Zhang Han.


" Aku mendapat informasi bahwa terdapat pasukan yang dikepalai setiap komandan mereka dan mereka hidup berbaur dengan rakyat sehingga sulit diprediksi jumlah mereka, dan benteng selatan adalah paling banyak terdapat orang tidak dikenal sehingga sulit membedakan antara rakyatku dan penyusup." jelas Zhang Han.


" Aku ingin kau mencari tau kekuatan mereka, bagaimana mereka berkomunikasi? dibagi berapa kelompok mereka? dan siapa pemimpin mereka?" lanjutnya. wanita itu sedang berfikir.


" Aku tidak tau harus mengatakannya padamu atau tidak, tetapi ini sangat mudah." Fang Yin lalu melangkah menuju meja kerja Zhang Han, lalu membentangkan peta yang tergulung itu, ia lalu mengambil kuas yang bersih dan belum dipakai.

__ADS_1


" Mereka dibagi 7kelompok yang mana setiap kelompok dipimpin jenderal yang kuat, 3, dari kelompok itu sudah dihancurkan oleh jenderal bernama Jiang Feng, setiap kelompok berjumlah 1500 orang terlatih." jawabnya.


" Jiang Feng? aku tidak pernah mendengar ataupun mendapat laporan tentang Jiang Feng melakukan penyerangan terhadap kelompok tertentu." Zhang Han terlihat bingung karena Jiang Feng tidak pernah mengatakan tentang penyerbuan yang ia lakukan pada kelompok tertentu.


" Aku juga tidak tau bagaimana ia bisa menghancurkannya 3 kelompok itu tanpa diketahui orang lain, tetapi yang kudengar ia memiliki hubungan khusus dengan pemimpin mereka dimasa lalu dan mereka juga tidak pernah melihat ataupun mengetahui nama pemimpin mereka karena mereka diperintah oleh tangan kanannya. kurasa hubungan mereka sudah hancur karena berdiri didua sisi yang berbeda."


" Apakah mereka memiliki sesuatu sebagai tanda pengenal mereka?" tanya Wei Chan. Fang Yin menggeleng " tetapi mereka memiliki gerak tangan aneh untuk saling mengenal dan sulit meniru gerakan tangan mereka." jawab Fang Yin.


" Kau mengetahui banyak tentang mereka? aku mengerti mengapa mereka membunuh Jiang Feng karena Jiang Feng menghancurkan setengah pasukan mereka, ada satu hal yang tidak aku mengerti, mengapa mereka tidak menguasai benteng selatan setelah membunuh Jiang Feng? aku menyuruh Zhang Luhan menjaga perbatasan selatan untuk melihat apa yang akan terjadi nanti." jawab Zhang Han terlihat berfikir.


" Menunggu hujan turun setelah awan mendung( melancarkan serangan saat ada kesempatan)." jawab Fang Yin.


" Aku ingin kau mencari tau, siapa saja yang akan melewati benteng perbatasan selatan untuk masuk kekerajaan Qing? karena aku berfirasat bahwa bencana segera tiba." Fang Yin menganguk. Zhang Han segera menyuruh Fang Yin pergi untuk segera berangkat kebenteng selatan.


Zhang Han terduduk dikursi, ia sedang berfikir dengan memejamkan mata dengan semua yang terjadi, semua kata-kata Fang Yin berputar dikepalanya., begitu ia menyadari sesuatu, ia membuka matanya lebar.


" Aku mengerti sekarang." kata Zhang Han tiba-tiba, Wei Chan dan Lan Huan menjadi antusias saat mendengar perkataan Zhang Han.


" Apa itu yang mulia?" tanya Wei Chan penasaran.


" Jika kita berfikir seperti seorang penjahat, mereka tidak akan menyerang secara terang-terangan, tetapi melukai intinya, yaitu ia akan menyerang diriku atau Jiang Huan, jadi aku ingin kalian menjaga Jiang secara Diam-diam." Zhang Han memikirkan sesuatu tentang hal itu.


" Tetapi bagaimana jika mereka menyerang yang mulia? kami juga khawatir akan keselamatan anda." kata Wei Chan.


" Keselamatan Jiang lebih penting, kalian tidak perlu khawatir tentangku."

__ADS_1


" Aku khawatir, mereka akan segera bergerak." Zhang Han memandang peta yang sudah ditandai Fang Yin tentang keberadaan kelompok itu dan daerah-daerah yang dikuasai mereka, walaupun tidak pasti karena Zhang Han khawatir jika mereka sudah pindah tempat.


" Aku penasaran rencana apa yang akan kalian lakukan nanti, aku menunggu kalian." Batin Zhang Han.


__ADS_2