Berinkarnasi

Berinkarnasi
Bertemu Bai Yunfei


__ADS_3

Pelayan itu segera berlari kebelakang halaman, ia terkejut tiba-tiba Lan Huan dan Zhao An sudah berdiri dihadapannya." Kau tidak akan bisa bersembunyi terlalu lama." Lan Huan tersenyum bangga.


" Aku terkejut kalian bisa mengenali diriku." ucapnya, Zhao An bingung karena tidak kenal siapa pelayan pria itu.


" Aku mungkin bisa dikelabui olehmu, tapi kenapa kau yakin bisa mengelabui yang mulia?" Lan Huan tersenyum penuh makna.


" Ah...kau benar." Ucapnya, ia lalu menarik wajah kulitnya, dan jelas bahwa itu wajah Bai Yunfei, Zhao An ternganga melihatnya. Bai Yunfei lalu berlari keluar karena ia tidak berniat tertangkap, ia tidak mau bertemu Zhang Han karena akan bermasalah, jadi ia harus menyelamatkan diri terlebih dahulu.


Zhao An dan Lan Huan mengejarnya, Bai Yunfei benar-benar tidak bisa melarikan diri, ia terkejut melihat Zhang Han sudah mengepung dari depan. " Kau akan lari kemana?" Tanya Zhang Han, ia langsung menyerang Bai Yunfei, dan terjadi pertarungan tiga lawan satu, Bai Yunfei dengan cepat kalah, Lan Huan segera mengunci tangannya, beberapa pelayan datang, melihat Bai Yunfei tertangkap, mereka ingin menyerang, tetapi dihentikan Bai Yunfei.


" Menjauh dari sini." teriak Bai Yunfei, mereka berhenti, tetapi mereka sigap, Bai Yunfei menarik nafas, Lan Huan lalu menarik Bai Yunfei kemudian membawanya pergi, anak buah Bai Yunfei hanya bisa melihatnya karena Bai Yunfei melarang mereka mengikutinya.


Mereka pergi keruang yang disediakan menteri Situ, Menteri Situ sebenarnya heran untuk apa ia menangkap pelayannya, tetapi ia tidak berani menanyakannya jadi hanya membiarkan mereka saja karena ia juga sedang sakit jadi harus beristirahat.


" Aku tidak akan mengatakan apapun." jawab Bai Yunfei sebelum Zhang Han bertanya padanya, Kaki dan tangan Bai Yunfei diikat, ia didudukan dikursi, Zhao An dan Lan Huan berdiri di kedua sisi Bai Yunfei, Zhang Han duduk didepannya untuk diinterogasi.


" Dimana Jiang?" tanya Zhang Han, Bai Yunfei memilih diam.


" Aku tanya, dimana Jiang...?" tanya Zhang Han garang. " Kau yang menghasutnya untuk melakukan kudeta ini, kau... membantunya hingga ia berani meninggalkan istana..." teriak Zhang Han marah.


" Aku?...kau bilang aku?...kau... kau yang memaksanya melakukan itu...kau yang memaksanya..." Teriak Bai Yunfei tak kalah.


" Dia berusaha menghancurkan para pemberontak, tetapi kau hanya tau menyalahkannya saja, memangnya apa yang kau lakukan?...kau diam saat ia ingin dibunuh...kau diam saat ia kesakitan...kau diam membiarkan para penjahat itu menyakitinya...pernah kau berfikir diposisinya?... pernahkah kau berfikir..." Bai Yunfei berhenti, ia mengepalkan tangannya erat.


" Anak didalam kandungannya...ia ingin membencimu... tetapi ia tidak mampu...setiap malam aku melihat ia menangis sendiri, ia ingin memaafkan semua kesalahanmu tetapi ia tidak mampu, ia sendiri tidak tau apa yang harus ia lakukan saat berhadapan denganmu, haruskah ia mencintaimu atau membencimu." Bai Yunfei tertunduk, ia mengatakan yang sebenarnya, selama diperkemahan ia sering melihat Jiang menangis sendiri mengelus perutnya, ia tau apa yang Jiang rasakan.


Ia ingin menghibur Jiang, tetapi percuma karena ia juga tidak tau kata-kata apa yang bisa membuat Jiang senang. " Aku ingin menebus kesalahanku." ucap Zhang Han akhirnya.


" Katakan dimana Jiang? bukankah kau bisa berkomunikasi dan mengetahui keberadaan Jiang."


" Aku tidak Tau." jawab Bai Yunfei, ia menatap Zhang Han. " Aku benar-benar tidak tau." ulangnya. " Aku bahkan tidak tau nasibnya, keberadaannya...aku tidak tau." Zhang Han lalu menarik kerah baju Bai Yunfei.

__ADS_1


" Kau berbohong." Mata Zhang Han memerah menahan sedihnya, ia jauh-jauh datang mencari Bai Yunfei untuk mencari keberadaan Jiang, ia tidak mau mendapat hasil yang sia-sia, penyesalan besar bergejolak dihatinya, ia hanya ingin bertemu Jiang meminta maaf, dan dia akan mengatakan segalanya pada Jiang, ia rela berlutut memohon ampun pada Jiang, ia tidak akan menyalahkan Jiang lagi, ia akan memperbaiki kesalahannya dimasa lalu, ia hanya ingin Jiang kembali, andai saja waktu terakhir ia bertemu Jiang, itu ia tidak egois mungkin Jiang tidak akan lari lagi. Zhang Han menyesali segalanya, ia sangat menyesal, ia bahkan tidak tau bagaimana keadaan Jiang sekarang, bagaimana anaknya yang masih dalam kandungan.


Zhang Han tidak bisa menahannya, akhirnya air matanya jatuh, ia menangis didepan Bai Yunfei, cengkraman dikerah Bai Yunfei mengendur, ia jatuh berlutut. " Kau menangispun tidak ada gunanya sekarang." ucap Bai Yunfei, ia sebenarnya sedikit iba pada Zhang Han.


" Tetapi..." Zhang Han lalu menoleh pada Bai Yunfei, menunggu lanjutan dari kata-katanya.


" Aku memang tidak tau keberadaannya karena kami berpencar, tetapi ia akan menghubungiku nanti, saat itu akan menyalakan sinyal perak kelangit untuk mengumpulkan semua pasukan saat aku sudah mengetahui keberadaan Jiang." ucap Bai Yunfei , ia iba melihat Zhang Han bersedih seperti sekarang, membantunya memberi kesempatan lagi pada Zhang Han untuk memperbaiki hubungan mereka mungkin akan baik, lagipula Ia berfikir Jiang menginginkan hal yang sama.


" Kalau begitu, lakukan sekarang, bukankah Jiang akan melihat sinyal itu dan datang." komentar Lan Huan.


" Tidak bisa, karena aku belum mengetahui keberadaannya, jika aku nyalakan maka akan percuma jika ia tidak melihatnya, bersabarlah, ia pasti akan mengabari ku tentang keberadaannya." Zhao An hanya diam saja.


" Kalau begitu, aku punya rencana untuk menjebak para pengkhianat."Ucap Zhang Han tiba-tiba.


" Bagaimana?" Tanya Bai Yunfei.


" Akan aku jelaskan nanti." Bai Yunfei mengangguk, ia membutuhkan Zhang Han untuk berkerja sama.


" Hah?..." Zhang Han, Zhao An, dan Lan Huan serempak merespon sama.


" Fang Yin?... bagaimana?..." Zhang Han menggelengkan kepala. " Lalu apa lagi?' tanya Zhang Han.


" Ruyue masih hidup." Zhang Han hampir tersedak ludahnya sendiri mendengar perkataan Bai Yunfei.


" Apa?" Ucapnya tak percaya mendengarnya.


" Hm..." Zhao An Berdehem, Bai Yunfei lalu menoleh Zhao An.


" Mungkin sudah waktunya yang mulia mengetahui tentang pengkhianat adiknya." Zhang Han seketika menoleh pada Zhao An, ia lalu berdiri kemudian menarik kerah baju Zhao An.


" Berapa banyak informasi yang kau ketahui?" Tanya Zhang Han, Zhao An menelan ludah.

__ADS_1


" Aku sudah bersumpah atas anak dalam kandungannya, jadi aku tidak bisa mengatakan apapun sekalipun yang mulia membunuhku" ucapnya memelas, Zhang Han mendorong Zhao An melepaskannya.


" Sial..."umpat Zhang Han, karena ia tau Zhao An tidak akan mengingkari sumpahnya.


" Hanya itu yang bisa aku katakan." ucap Bai Yunfei.


" Kau harus menjelaskannya padaku nanti." ucap Zhang Han menunjuk Zhao An. Zhang Han memegang lehernya sendiri membayangkan akan dipenggal.


" Rencanaku adalah..." Zhang Han mulai menjabarkan rencananya untuk membongkar semua kejahatan mereka didepan banyak orang, mereka dengan seksama mendengarkan karena rencana ini akan menjadi penentu tetapi tidak ada yang tau apa yang terjadi dimasa depan.


" Kabarkan padaku saat Jiang sudah memberitahukan keberadaannya." ucap Zhang Han setelah ia selesai menjelaskan rencananya.


" Aku mengerti." Lan Huan lalu melepaskan ikatan talinya, Satu hal Yang Bai Yunfei masih sembunyikan bahwa mereka berkerja sama dengan Yan Utara, Bai Yunfei masih menduga-duga bahwa Jiang ada disana, tetapi ia tidak mau menyimpulkan terlebih dahulu.


Lan Huan, Zhang Han, dan Zhao An, mereka kembali bertemu menteri Situ untuk berpamitan. Mentri Situ, Jianan, Taoran, berkumpul, Zhang Han sudah memberitahukan menteri Situ untuk tidak memberitahukan identitas mereka.


Saat mereka keluar kediaman, Lan Huan melihat Wei Yanli sedang berdiri angkuh memandang kolam didepannya, ia terpesona melihat Wei Yanli, ia lalu mendekati Wei Yanli.


" Apa yang sedang kau lihat?" tanya Lan Huan, Wei Yanli terkejut tetapi ia segera mengendalikan dirinya dari keterkejutan.


" Coba kau lihat kolam ini? apa yang bisa kau lihat disana." Wei Yanli menunjuk kolam itu.


" Sebuah kolam teratai?" tanya Lan Huan.


" Dalam tapi terlihat dangkal, seperti hati seseorang, tidak bisa ditebak hanya dengan sekali pandang, kau perlu memasukinya untuk mengukurnya, dan jika ingin mengerti seseorang kau perlu mengenalnya lebih dalam." ucap Wei Yanli tanpa memandang Lan Huan, ia sedang membayangkan seseorang ,Lan Huan tersenyum.


" Aku mengenalnya lebih baik daripada orang lain, ketulusanku tidak perlu dipertanyakan, tunggulah aku...aku pasti menjemputmu." ucap Lan Huan lalu memeluk Wei Yanli, gadis itu terkejut, ia tidak tau karena perkataan atau karena perilaku pria ini yang membuat jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. Kata-kata itu ia pernah mendengarnya dari Lan" Huan sebelum mereka berpisah, ia merindukan pria itu kembali.


" Sadarlah Yanli...Pria ini bukan Lan Huanmu..." batinnya, ia berusaha menyakinkan diri dan menenangkan hatinya yang bergejolak.


" Aku pergi." ucap Lan Huan, ia lalu pergi meninggalkan Wei Yanli yang mematung memandang dirinya. Zhang Han dan Zhao An sudah menunggunya didepan gerbang, mereka bertiga segera memacu kuda meninggalkan kediaman Situ.

__ADS_1


__ADS_2