
Zhang Han sangat marah melihat pandangan itu, ia berlari lalu menarik pedang yang dipajang menuju Bai Yunfei yang sedang membelakanginya, Jiang yang melihat Zhang Han berniat menyerang Bai Yunfei dari belakang karena ia menghadap kearah Zhang Han membulakkan matanya terkejut.
Saat pedang itu dekat, Jiang menarik tangan Bai Yunfei menghindari serangan dadakan Zhang Han. Bai Yunfei menatap Zhang Han tajam dan Zhang Han tak kalah tajamnya menatap Bai Yunfei. Ia lalu menyerang Bai Yunfei, dan perkelahian tak bisa dihindari.
Jiang khawatir melihat pertarungan mereka, " Yang mulia hentikan." Teriak Jiang, tapi Zhang han seperti tidak mendengar suara Jiang.
" Zhang Han..." teriak Jiang sekali lagi, tapi Zhang Han terus menyerang Bai Yunfei, dan Bai Yunfei juga membalas serangan Zhang Han.
" Bai Yunfei, hentikan..." teriak Jiang, tapi sebelum Zhang Han berhenti Bai Yunfei juga tidak akan berhenti karena Zhang Han akan membunuhnya jika ia tidak bertarung.
" Zhang Han kau berjanji untuk tidak berkelahi dengannya, Aku menagih janjimu." teriak Jiang, tapi lagi-lagi Zhang Han pura-pura tidak mendengarnya.
Jiang mengamati pertarungan mereka, kekuatan Bai Yunfei tidak sebanding dan keahlian pedangnya tidak sebaik Zhang Han, Zhang Han menghunuskan pedangnya saat ada celah dan tepat mengarah jantungnya tapi sebelum pedang itu menyentuh tubuh Bai Yunfei, Jiang segera berdiri didepan Bai Yunfei untuk menjadi perisai bagi Bai Yunfei.
Jiang memejamkan matanya melihat Pedang yang segera mengarah pada lehernya, tepat sebelum pedang itu menyentuh leher Jiang yang tinggal satu centi itu Zhang Han berhenti, Jiang membuka matanya menatap mata Zhang Han Yang masih menghunuskan pedang kearahnya.
Zhang Han yang dipenuhi amarah melihat apa yang telah dilakukan Jiang. " Apa yang ingin kau coba lakukan, kau ingin melindungi pria ini?, kau bahkan membahayakan nyawamu untuknya? jika aku tidak berhenti, kau akan mati." teriak Zhang Han marah, ia menurunkan pedangnya, menatap Jiang. kamarahan sudah memuncak, melihat sikap Jiang padanya apalagi membela pria lain di depannya.
" Bai Yunfei adalah tamuku, sudah seharusnya aku melindunginya, dan aku tidak akan membiarkan kau menyentuhnya." Kata Jiang, ia lalu menarik tangan Bai Yunfei untuk pergi dari situ karena ia fikir tidak akan selesai jika terus berdebat dengan Zhang Han
" Jiang Huan, jika kau berani membawa pergi Bai Yunfei dari tempat ini, aku akan menghukummu." Jiang berhenti mendengar perkataan Zhang Han, " Dia akan tinggal dikediamanku." kata Jiang lalu melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
" Jiang Huan..." teriak Zhang Han marah hingga urat lehernya menarik, ia benar-benar sangat marah mendengar perkataan Jiang apalagi melihat Jiang memegang tangan Bai Yunfei.
" Jika kau berani pergi bersamanya bahkan satu langkah saja dari tempat ini , aku akan membunuh kalian berdua.", Teriak Zhang Han dengan nada mengancam , Tapi Jiang tetap melangkah pergi.
" Jiang Huan...." teriak Zhang Han, tapi Jiang pura-pura tidak mendengar, ia tetap pergi membawa Bai Yunfei, Zhang Han yang melihat kepergian mereka menggenggam erat pedang yang ditangannya menahan amarah. Zhang Han meneteskan air mata melihat kepergian Jiang, dadanya terasa sesak hingga ia tidak bisa menahan air matanya, ia kemudian memejamkan matanya meredakan amarahnya.
Bai Yunfei tidak mengatakan apapun melihat pertengkaran yang terjadi, ia hanya mengikuti Jiang dari belakang setelah Jiang melepaskan pegangan tangannya tepat setelah mereka keluar dari tempat latihan. Jiang juga tidak mengatakan apapun, ia terlalu kesal dan sedih saat ini jadi tidak ingin mengatakan apapun sampai mereka sampai dikediaman Jiang.
" Kau bebas memilih tinggal dimana, karena kediamananku terdapat banyak kamar yang bisa kau tempati, aku pergi dulu." kata Jiang lalu menuju kamarnya.
'
" Aku baik-baik, kau tidak perlu khawatir." jawab Jiang tersenyum memaksa.
" Soal tadi..." Bai Yunfei belum selesai berbicara Jiang segera memotongnya.
" Kau istirahatlah, aku bisa mengurusnya, selamat malam." Jiang lalu meninggalkan Bai Yunfei, Bai Yunfei hanya memandang kepergian Jiang.
" Dia benar-benar berubah, dia sekarang sudah menjadi wanita yang luar biasa, aku mulai mengaguminya." guman Bai Yunfei yang melihat Jiang hilang dari pandangannya.
Bai Yunfei memilih ruangan yang tak jauh dari ia berpisah dengan Jiang, ia memilih kamar kemudian beristirahat. Begitu sampai kamarnya, Jiang segera berganti pakaian dan beristirahat, kini dikepalanya dipenuhi Zhang Han, ia tidak bisa tidur memikirkan masalah yang terjadi antara dirinya dan Zhang Han, Jiang menangis mengingat pertengkaran mereka.
__ADS_1
" Ini benar-benar membuatku gila, apa yang harus aku lakukan sekarang? aku ingin berhenti memperdulikan Zhang Han karena aku benar-benar kecewa padanya, tapi kenapa aku tidak bisa membuangnya dari pikiranku, ya tuhan." Jiang menarik nafas meredakan rasa sedihnya yang terasa sesak didadanya, ia masih tetap menangis, ia tidak bisa meredakan rasa sedihnya.
" Tenanglah Jiang, semua baik-baik saja, Aku harap ini hanya mimpi buruk, tenangkan dirimu Jiang, besok pagi akan baik-baik saja." Jiang menyentuh dadanya meredakan rasa sesak didadanya, ia sudah bisa berhenti menangis, Ia lalu berbaring untuk tidur.
Begitu menjelang pagi, kediamanannya heboh, Lian dan Yuan sudah menunggu Jiang Bangun, begitu ia membuka matanya, ia terkejut melihat Lian dan Yuan sudah berdiri ditepi peraduannya.
" Nona, sesuatu telah terjadi?" kata Yuan mengabarkan berita yang baru terjadi. Jiang bangun lalu menghadap mereka. Lian dan Yuan saling memandang kemudian menatap wajah Jiang.
" Kenapa kalian menatapku seperti itu? kabar apa yang ingin kalian beritahu?" tanya Jiang malas, ia menguap beberapa kali.
" Apa nona habis menangis?" tanya Yuan, Jiang menatap mereka lalu menghela nafas lelah.
" Mata anda bengkak? apa yang terjadi?" tanya Yuan khawatir, ia memandang wajah Jiang sendu.
" Kabar apa yang ingin kalian beritahu padaku?" tanya Jiang mengalihkan pembicaraan, ia tidak ingin membuat Lian dan Yuan khawatir.
" Kaisar Bai Yunfei ada disini, ia sudah menginap disini semalaman." lapor Lian, Jiang menatap dua orang didepannya itu lalu menarik nafas.
" Aku yang membawanya kemari." jawab Jiang, Lian dan Yuan saling memandang.
" apa?" jawab Mereka serempak sekaligus terkejut mendengar perkataan Jiang.
__ADS_1