
Xiao Na menggantung kepalanya ditangan kursi malasnya, ia menatap langit-langit Mension dengan malas, masalah sekarang tentang berputar dikepalanya.
' cinta ada karena rasa dan rasa letaknya ada di hati, bahkan bila tubuh hancur lebur cinta tidak akan hilang karena dia tidak berwujud, cinta harus diperjuangkan, bahkan bila langit runtuh harus siap ditopang. '
kata-kata Xiao Yan berputar dikepalanya, ia sekarang harus memikirkan rencana agar Xiao Hongli tidak memikirkan rencana lagi untuk menikahi keluarga Mo.
Ia habis bertengkar dengan Mo Nan kemarin gara-gara hal ini, Mo Nan kali ini menolak untuk membatalkan pertunangan lagi setelah Xiao Hongli mengikat kembali pertunangan kedua kali, masalah sekarang semakin membuat Xiao Na frustasi.
" Aku terpaksa menerima pertunangan Kembali demi keluarga Xiao Yan, jadi jangan terima pertunangan ini lagi, ingat kau harus menolaknya." kata Xiao Na sehari sebelum diikatkan kembali pertunangan kedua.
" Tidak, aku akan menerimanya."
" Apa? kau sudah gila?"
" Terserah kau menganggapku gila, aku tidak akan melepas mu lagi."
" Mo Nan..."
" Tidak akan kubiarkan Yi Han menyakitimu lagi."
" Mo Nan..."
" Selamat tinggal."
Karena itu Xiao Na benar-benar frustasi sekarang, tiba-tiba seseorang datang dengan map coklat ditangannya, ia membungkuk hormat pada Xiao Na yang terbaring malas dikursi panjang, Xiao Na hanya melirik orang yang datang itu, pria itu memakai masker, topi hitam dan pakaian hitam menyembunyikan wajahnya.
" Bagaimana?"
" Pria yang bernama Yi Han direkrut oleh tetua Yuo Feng, ia lalu menyerahkan Yi Han pada pangeran ketiga saat ulang tahun pangeran ketiga yang ke lima belas tahun, sejak itu ia bekerja pada pangeran ketiga." Pria itu lalu menyerahkan amplop itu.
" Bagaimana Yuo Feng bisa merekrut Yi Han?"
" Yang kutahu, dia menemukan Yi Han saat mencuri makanan dipasar dan tidak sengaja menabraknya dan setelah masuk rumah sakit beberapa hari ia merekrut Yi Han menjadi orangnya, ada sesuatu yang janggal."
" Apa itu?"
" Diketahui seluruh harta warisan Yo Rouhan atas nama Yuo Feng kecuali sebuah rumah."
" Kenapa? apakah Yi Han menyerahkan semua hartanya pada Yuo Feng?" pria itu menggeleng tidak tau.
__ADS_1
" apa mungkin Yi Han menyerahkan segalanya agar dapat direktut Yuo Feng demi membalas dendam saat dia tau bahwa Yuo Feng mafia."batin Xiao Na.
Xiao Na lalu memeriksa isi amplop, ia melambaikan tangan untuk mengusir orang itu
" Nona, seseorang remaja menunggu diluar dari tadi, ia mengucapkan kata sendi kita tetapi penjaga tidak membiarkan dia masuk karena dia terlihat mencurigakan dan seperti sedang menghindari sesuatu."
" Aku memang berpesan untuk tidak membiarkan siapapun untuk bertemu apapun yang terjadi." jawab Xiao Na tanpa menoleh.
Ia fokus melihat isi amplop, ia menghela nafas setelah melihat isi amplop, orang itu membungkuk hormat lalu pergi, ia juga tidak terlalu perduli dengan tamu yang ingin bertemu, ini bukan pertama kalinya seseorang ingin bertemu dengannya dan ia sekarang sedang malas untuk bertemu siapapun.
" Xiao Bao...aku membutuhkanmu, kapan kau akan kembali?" lirihnya, ia berharap orang itu sekarang berada disini membantunya karena frustasi dengan masalah yang ia hadapi sekarang.
" Kau merindukanku?" kata seseorang, Xiao Na refleks menoleh dan teriakan membahana langsung keluar dari mulutnya.
" Xiao Bao..." Ia berlari dan langsung memeluk gadis remaja yang sudah seperti adiknya sendiri, matanya berkaca-kaca karena terharu.
Xiao Bao anak yatim piatu, ia di rekrut oleh Xiao Na saat berumur lima tahun, sekarang umur Xiao Bao lima belas tahun, ia tanpa nama, tanpa kenal siapapun, tanpa indentitas apapun, ia bertemu Xiao Na dan memberi segalanya bahkan marga Xiao, Dia adalah orang paling berharga untuk Xiao Na.
" Kau sudah kembali? biar aku periksa apakah kau terluka atau ada sesuatu yang kurang darimu?" Xiao Na dengan antusias memeriksa Xiao Bao, gadis itu dengan malas menuruti Xiao Na.
" Hentikan, aku bukan akan kecil lagi, aku bahkan tidak lebih lemah darimu..." Mendengar itu Xiao Na tersenyum bahagia, ia lalu melirik seseorang dibelakang dan terkejut.
" Kau datang lebih cepat dari yang kukira." Xiao Na langsung memeluknya, Xuan membatu.
Mereka bertiga berbincang, Xiao Na menyembunyikan amplop itu walaupun mendapat tatapan kejam dari Xiao Bao.
" Ada apa dengan matamu? kenapa menatapku seperti itu?" Xiao Na bertanya seolah ia tidak tau maksud Xiao Bao.
Xiao Bao mendengus, Xuan memandang dua orang itu dengan wajah tersenyum sekaligus kagum.
" kalian berdua istirahatlah, Xiao Bao siapkan tempat tinggal untuknya dibawah tanah."
Xiao Bao mengangguk lalu mengajak Xuan untuk mengikutinya. mereka berdua menuju sebuah ruangan sederhana, Xiao Bao menggeser foto dan langsung pintu lemari yang berada didekat mereka terbuka, Mereka berdua masuk kedalam lemari dan langsung menuju lift karena lemari hanya pajangan yang sebenarnya adalah jalan menuju ruang bawah tanah.
Xuan mengikuti Xiao Bao dengan diam,saat sampai didasar ia tercengang karena tempat itu diluar ekspektasi, sebenarnya ia fikir tempat bawah tanah akan gelap atau paling tidak kecil tetapi tempat ini terlalu besar, melebihi bangunan mension yang berada diatas.
Terdapat puluhan kamar dan orang berlalu lalang, setiap ia melewati ruangan selalu ada tempat luas untuk berlatih, susunan lampu terang benderang diatas, halaman luas latihan, alat-alat untuk berlatih tersusun dan sesekali Xiao Bao disapa mereka dengan hormat.
" Jangan heran, ini adalah tempat rahasia yang tidak banyak diketahui orang luar, kau memiliki kepercayaan Xiao Na makanya kau bisa menginjakkan kaki disini, kebanyakan mereka yang baru bergabung akan ditempatkan diluar sampai dia mendapatkan kepercayaan, tetapi sepertinya kau langsung dipercaya." kata Xiao Bao, Xuan hanya diam karena dia juga tidak tau menjawab apa.
__ADS_1
mereka sampai disebuah ruangan, tidak berbeda dengan ruangan kamar lain karena Xiao Bao sudah memperlihatkan banyak ruangan dan kamar para penghuni bawah tanah.
" Ini kamarmu, satu kamar terdapat tiga orang jadi disini kau akan bertemu dua orang nanti, selamat berkenalan dengan mereka saat bertemu nanti." Xuan mengangguk lalu Xiao Bao pergi meninggalkannya.
****
Yi Han membuka mata, ia duduk diatas kursi dengan kaki dan tangan terikat, seseorang sudah berdiri dihadapannya dengan tatapan merendahkan, Yi Han mengenal siapa orang didepannya tak lain adalah Yuo Yulong, pangeran keempat.
selama sebulan ini Yuo Yulong banyak melancarkan serangan dengan mengirimkan banyak pembunuh tetapi mereka bahkan belum melihat Xiao Na sudah harus kehilangan nyawa karena Yi Han yang mengenal banyak anak buah Yuo Yulong langsung membunuhnya, Yi Han tau kemarahan Yuo Yulong karena Xiao Na yang menghancurkan markas miliknya.
Berkali-kali mereka bahkan menyiapkan jebakan untuk Xiao Na tetapi rencana mereka terus dihancurkan Yi Han tanpa sepengetahuan Xiao Na, Yuo Yulong yang dibakar api kemarahan akhirnya dapat menangkap Yi Han.
" Jangan kira aku tidak berani membunuhmu karena kau orang saudaraku, aku bahkan berani memotong tubuhmu lalu melemparkannya didepan Yuo Yuxian."
Yi Han berusaha melepaskan diri tetapi ikatan itu terlalu kuat, Ia menatap tajam pada Yuo Yulong yang tertawa jahat didepannya, Yuo Yulong lalu mencengkeram rahang Yi Han hingga rahangnya terasa patah karena kekuatan tangan Yuo Yulong.
" Sepertinya tugas ini lebih mudah jika kau yang melakukannya." Yuo Yulong melepaskan dengan kasar rahang Yi Han, ia tersenyum licik.
" Jangan Mimpi." balas Yi Han, pengawal yang berada didekat Yuo Yulong memukul wajah Yi Han hingga darah segar keluar dari sudah mulutnya.
" Ckckck jangan gunakan kekerasan, dia tidak akan mau melakukannya... " Yuo Yulong berbicara kepada pengawalnya seolah ia sedang marah, Yi Han menaikan sebelah alisnya curiga.
Yuo Yulong mengeluarkan sebuah remote kontrol kecil dari sakunya, menunjukkan sebuah dinding yang terdapat proyektor diatasnya, cahaya menyala dari proyektor, mata Yi Han melebar karena terkejut, ia menatap kemarahan pada Yuo Yulong, Yuo Yulong tertawa.
Divideo itu Yi Huang terikat dengan mulut dilakban, kaki dan tangan terikat, ia duduk disudut ruangan dengan ketakutan, Yi Huang berada di markas Yuo Yulong.
" Semakin kau marah semakin aku menyukainya, sampah sepertimu hanya anjing suruhan Yuo Yuxian." ia tertawa terbahak-bahak.
" Jika kau berani menyentuh adikku, aku akan..."
" Akan apa? membunuhku? lucu sekali." jawabnya memotong perkataan Yi Han yang belum selesai.
" Aku tidak akan menyentuh adikmu jika kau melakukan apa yang aku minta." lanjutnya tersenyum licik.
" Apa maumu?" Yi Han menggertakan giginya menahan kemarahan.
" Aku ingin kau membawa Xiao Na kemari." Ia mendekati Yi Han lalu berbisik.
" Aku ingin menikmati tubuhnya, akan kubuat gadis sialan itu hancur setelah puas aku akan mencabik-cabik tubuhnya lalu melemparkannya untuk jadi makanan anjing, jadi jangan coba-coba untuk melindunginya lagi , kau hanya memiliki satu pilihan untuk menyelamatkan siapa... adikmu atau Xiao Na."
__ADS_1
" Lakukan tugasmu dengan baik, nyawa adikmu ditanganku." katanya lalu pergi meninggalkan Yi Han yang berada dibangunan kosong.