
Lan Huan berlari mencari Jiang, saat ia mencari ia berpapasan dengan Xuelan.
" Dimana Jiang?" tanya Lan Huan sambil melihat disekitar mereka.
" Jiang? wahhhh... sekarang jenderal mereka tidak lagi memanggil dengan kata hormat lagi." Xuelan mendengus tersenyum kecil, terlihat bahwa ia tidak suka.
" Apa maksudmu? dia tetap istri yang mulia, aku tentu sangat menghormatinya, tapi sekarang aku harus bertemu dengannya, aku tidak memiliki waktu untuk berdebat denganmu hal yang tidak perlu."
" Terlambat." Xuelan lalu berjalan pergi, Lan Huan hanya melihat Xuelan yang melewatinya begitu saja.
" Apa maksudnya terlambat? dia sudah pergi?" gumannya sendiri.
Lan Huan lalu mengejar Xuelan.
" Tunggu pangeran mahkota Xuelan." panggil Lan Huan tetapi Xuelan pura-pura tidak mendengar, Lan Huan berhasil mengejar Xuelan lalu menarik tangan Xuelan.
" Ada apa lagi?" tanya Xuelan malas.
" Sejak kapan Jiang tinggal disini?"
" Kau sedang mengintrogasiku?"
" Kau bertanya padamu."
" Biar aku ingatkan, disini bukan kerajaan Qing yang kau bebas melakukan apapun dan bertanya dengan orang yang kau inginkan dan aku tidak berkewajiban untuk menjawabnya." Xuelan lalu berlalu lagi, Lan Huan menahan tangan Xuelan, Xuelan menepisnya dan tiba-tiba serangan masuk, Lan Huan menghindar sehingga mereka berdua berjarak.
" Kau berada dikerajaan Yan Utara, wilayah kekuasaanku, bersikaplah seperti seorang tamu." Xuelan menghempaskan lengan bajunya dengan kasar lalu menaruh tangannya dipunggung, kemudian meninggalkan Lan Huan.
" Kau tidak takut bahwa yang mulia Zhang Han akan meminta penjelasan padamu karena kau menyembunyikan Selir Jiang disini?" Xuelan terhenti mendengar perkataan Lan Huan, ia lalu berbalik menghadap Lan Huan.
" Takut? jika aku takut dari awal tidak akan aku lakukan, lagipula kalian tau apa ha... apa yang ia alami, kalian sama sekali tidak melihat perjuangan yang ia lakukan, kalian mencarinya hanya untuk memintanya kembali dan menjadi selir yang patuh... kasihan." Xuelan melambaikan lengan bajunya kemudian pergi.
Lan Huan lalu pergi, karena ia sudah menduga pasti Xuelan sudah membawa Jiang pergi dari kerajaan Yan Utara, ia harus segera kembali untuk mengabarkan berita ini pada Zhang Han, Jadi ia kembali ke kamarnya dan mulai berkemas, ia juga sudah bertemu Kaisar Yan Utara untuk mengizinkan dirinya pergi terlebih dahulu dari tamu yang lain, ternyata Ling Long juga datang dan meminta izin untuk pulang dan mereka mendapatkan izin itu
Setelah berkemas ia mencari Zhao An, Zhao An sedang tidur, Lan Huan bukan berhati lembut untuk membangunkan Zhao An dengan panggilan, jadi ia mengambil air seember lalu menyiramkan pada Zhao An, Zhao An langsung terbangun karena siraman air itu.
" Kau sudah gila?"teriak Zhao An menatap Lan Huan yang berwajah datar itu.
" Aku bisa menjadi lebih gila lagi jika kau tidak segera berkemas untuk kembali."
__ADS_1
" Kembali? kerajaan Qing?"
" Cepatlah,jika tidak aku akan menyeretmu." Lan Huan lalu melemparkan ember itu pada Zhao An kemudian pergi keluar.
" Kurasa otaknya bermasalah, dia menjadi gila karena tidak berhasil mencari Jiang." gerutu Zhao An , ia Kemudian bangun dan mulai berkemas.
Lan Huan sudah menunggu di pelabuhan, Zhao An terlihat malas, membuat Lan Huan jengkel.
" Lama sekali, sepertinya kakimu perlu dilatih, tunggu saja saat kita sampai dikerajaan Qing, aku akan mengikatmu dikudaku nanti, agar kakimu terlatih." Zhao An mempercepat langkahnya.
" Kau kenapa ? dari tadi membuat orang lain kesal? kau ditinggalkan kekasihmu ha? kau benar-benar membuat orang lain kesal." Zhao An segera menaiki kapal yang sudah disediakan, Karena Lan Huan sudah ada diatas kabin kapal.
" Kenapa lama sekali?"
" Kenapa? kau rindu padaku?" tanya Zhao An kesal, jadi ia berbicara asal.
" Kenapa kau terdengar seperti seorang wanita yang marah? kau masih memiliki hutang kesalahan, kau akan membayarnya nanti."
" Aku berpamitan pada Xuelan terlebih dahulu, mana mungkin aku akan pergi begitu saja." jawab Zhao An ketus.
Lan Huan tidak berbicara lagi, ia memandang pemandangan laut dan melihat kerajaan Yan Utara yang mulai mengecil dan menghilang dari pandangannya karena mereka sudah memasuki aliran sungai, Zhao An tidak banyak bicara tetapi ia memandangi Lan Huan yang gagah diatas kabin kapal.
" Aku hanya heran, bagaimana pria tampan dan gagah sepertimu belum menikah."
" Aku sudah menikah."
" Hah? benarkah? apa mungkin..." Zhao An teringat pada wanita yang dulu pernah mengatakan bahwa dia adalah istri Lan Huan sewaktu mereka mencari Bai Yunfei.
" Oh... ternyata ia benar-benar istrimu, kukira ia berbohong, tetapi kenapa kalian berpisah?" tanya Zhao An penasaran.
" Kenapa kau sangat ingin tau tentang diriku? urus saja urusanmu." jawab Lan Huan ketus.
Mereka sudah sampai didaratan, dan segera kembali keistana, Lan Huan segera mencari Zhang Han dikediamannya, Zhao An awalnya tidak ingin ikut, tetapi Lan Huan menyeret dirinya untuk bertemu Zhang Han.
" Yang mulia." mereka berdua memberi hormat saat melihat Zhang Han sedang membaca laporannya.
" Kalian sudah kembali? berisitirahatlah terlebih dahulu."
" Terima kasih ..."
__ADS_1
" Tidak perlu yang mulia, ada hal yang harus aku laporankan pada Anda." jawab Lan Huan, Zhao An menoleh padanya dengan kesal. ia baru ingin girang karena diizinkan untuk istirahat tetapi Lan Huan sudah menolaknya.
" Katakan."
" Selir Jiang berada di Yan Utara."
" Oh..." jawabnya santai
" Anda tidak terkejut?" tanya Lan Huan.
" Aku sudah tau, Bai Yunfei mengirimkan pesan padaku, ia sudah meninggalkan Yan Utara, sekarang kalian beristirahatlah, rencana yang kita buat akan segera lakukan." jawab Zhang Han.
" Yang mulia." Panggil Zhao An, ia kemudian mendekati Zhang Han lalu memberikan sebuah kertas yang dilipat dua oleh Zhao An.
" Dari selir Jiang." ucapnya, Zhang Han segera meraih kertas itu kemudian melihat isinya.
Setelah selesai membacanya, Zhang Han lalu membakar surat itu. " Aku menolaknya." jawab Zhang Han, ia menarik nafas dalam.
" Apa isi surat itu?" tanya Lan Huan, Zhang Han tidak menjawabnya, Ia memejamkan matanya sambil menarik nafas, hatinya sedang kacau saat ini, jadi ia menarik Lan Huan keluar dari ruangan.
" Kenapa kau menarikku? memangnya apa isi surat itu.?" tanya Lan Huan saat mereka sudah diluar ruangan.
" Biarkan yang mulia sendiri, itu adalah surat cerai."
" Pantas saja wajahnya berubah " Lan Huan mendesah kemudian pergi yang diikuti Zhao An.
" Kau harus tau, pria yang menyukai pria akan dipandang rendah oleh masyarakat, jadi selamanya kau akan menjadi pembicaraan orang lain jika kau melakukan sesuatu seperti itu." kata Lan Huan disela perjalanan mereka.
" Aku tau, tetapi aku akan menikahi Lian dan Yuan untuk menutupi kekuranganku." jawabnya tersenyum, Lan Huan tidak banyak berkomentar karena itu adalah urusan pribadi dan ia tidak bisa melakukan apapun untuk membantunya.
" Sejak kapan kau memiliki pemikiran untuk menyukai pria?"
" Sejak kau tersenyum padaku, aku sangat mendambakan dirimu..."
" Tidak tau malu, sekali lagi kau mengatakan hal ini aku akan memotong lidahmu." Zhao An tertawa kecil melihat kekesalan Lan Huan.
" Baiklah....aku hanya bercanda, tapi aku masih penasaran kenapa kau tidak membawa istrimu kemari, bukankah kalian..."
" Diamlah." ucapnya ketus, ia lalu mengambil jalan terpisah karena kediaman mereka berbeda. Zhao An hanya tersenyum lalu melanjutkan jalannya, ia harus kekediaman Jiang untuk memberikan surat pembebasan perbudakan pada Yuan dan Lian.
__ADS_1