
" Karena kau sudah menawarkan padaku untuk bermalam, aku akan bermalam disini." kata Zhang Han lalu masuk tanpa dipersilahkan oleh Jiang.
" Sepertinya anda salah paham dari kata-kataku yang mulia." kata Jiang menyindir, tapi Zhang Han pura-pura tidak mendengar perkataan Jiang, dan lebih memilih meneliti setiap sudut ruangan ini dan sesekali melirik Jiang.
" Yang mulia apa anda sedang curiga padaku." tanya Jiang kesal, karena sikap Zhang Han yang kadang melihat kearahnya seperti Jiang sedang menyembunyikan sesuatu.
" Apa kau merasa begitu." jawab Zhang Han, Jiang benar-benar dibuatnya kesal.
" Kalau saja kau bukan kaisar, sudah kubunuh kau hari pertama kita bertemu." gumam nya pelan, dia benar-benar kesal karena perkaatan Zhang Han yang seperti menyudutkannya.
"Kau mengatakan sesuatu permaisuri?" tanya Zhang Han , karena ia tidak terlalu jelas mendengar perkaatan Jiang.
" Ah tidak yang mulia, anda mungkin salah dengar." jawab Jiang lalu memocongkan mulutnya di belakang Zhang Han, karena ia mengikuti Zhang Han dari belakang.
" Ada apa dengan wajahmu permaisuri?" kata Zhang Han tiba-tiba saat ia membalikan badan menghadap kearah Jiang, Jiang terkejut mendengar perkataan Zhang, lalu ia meraba wajahnya, mungkin ada yang salah.
" Tunggu, jangan disentuh wajahmu." kata Zhang Han nampak khawatir, Jiang menjadi semakin takut, dan dia berdiri seperti patung tidak bergerak saat mendengar peringatan Zhang Han.
" Yang mulia ada apa dengan wajahku." tanya Jiang Huan khawatir, Zhang Han mendekatkan wajahnya kewajah Jiang membuat Jiang terkejut dan jantungnya sekarang sedang berpacu sangat kencang.
Saat wajah Zhang Han semakin dekat, Jiang menutup matanya,tapi apa yang sedang ada dalam fikirannya tak kunjung terjadi, saat ia membuka matanya terlihat Zhang Han tersenyum mengejek.
__ADS_1
" Mengapa kau menutup mata permaisuri, kuperingatkan jangan berfikir terlalu berlebihan, permaisuri." katanya tersenyum mengejek lalu ia membalikan badannya, kemudian ia tersenyum sendiri.
" Ya tuhan apa aku boleh membunuhnya sekarang, mengapa ia sangat menyebalkan."batin Jiang, dirinya benar-benar malu dihadapan Zhang Han.
Zhang Han lalu berjalan menuju peranduan Jiang dan Jiang hanya mengikutinya dari belakang tanpa bisa membantah ataupun melarang Zhang Han.
" Apakah anda serius ingin bermalam disini?" tanya Jiang merasa tak yakin dengan perilaku Zhang Han.
" Kau bertanya seolah-olah kau seperti ingin mengusirku permaisuri." jawab Zhang menaikan sebelah alisnya." Lagipula aku adalah kaisar disini, jadi terserahku ingin tidur dimana karena seluruh istana dikerajaan ini adalah milikku." lanjutnya.
Jiang pura-pura menguap mendengar ocehan Zhang Han, saat ditatap oleh Zhang, jiang segera menutup mulutnya." Ah maaf Yang mulia, saya sangat mengantuk." kata Jiang berpura-pura.
" Boleh aku bertanya sesuatu." tanya Zhang Han serius, memang benar semua kebencian dihati Zhang Han untuk Jiang perlahan menipis atau mungkin Zhang tidak menyadari kalau ia selama ini mencintai Jiang.
" Silahkan yang mulia." jawab, Jiang tanpa menoleh.
" Siapa Kau sebenarnya, kau bukan Jiang Huan yang kukenal, tatapan matamu? sikapmu? sungguh bertolak belakang dengan Jiang yang kukenal?" tanya Zhang Han lalu menoleh kearah Jiang, Jiang juga menoleh kearah zhang Han sehingga pandangan mata mereka bertemu.
" Aku Jiang Huan yang mulia." jawab Jiang lalu memalingkan wajanya menatap langit-langit atap lagi, Zhang melakukan hal yang sama saat melihat Jiang memalingkan wajahnya.
" Saat sebelum kau jatuh kedanau, kau pernah ingin bertemu denganku dan ingin mengatakan sesuatu tapi ku tolak untuk bertemu denganmu." kata Zhang Han tiba-tiba, Jiang langsung bangun lalu menoleh kearah Zhang. Zhang juga langsung posisi duduk melihat Sikap Jiang yang tiba-tiba bangun.
__ADS_1
" Mengapa kau menolaknya?" tanya Jiang marah.
" Karena aku membencimu, tapi sekarang aku ingin mendengar apa yang ingin kau katakan sebelum jatuh kedanau." jawab Zhang Han. Jiang sekarang benar-benar sangat kesal.
" Aku kehilangan ingatanku." jawab Jiang malas.
" Sudah kuduga, tapi apakah saat jatuh kedanau kau banyak meminum racun?" tanya Jiang.
" Apa yang anda katakan." tanya Jiang Bingung.
" Karena mulutmu sangat tidak sopan dan banyak membangkang perkataanku setelah kau jatuh dari danau, jadi kufikir kau mungkin banyak meminum racun." jawab Zhang. Jiang memutar bila mata dengan malas.
" Dasar idiot." ucap Jiang tanpa sadar.
" Apa itu idiot, bahasa dari kerajaan mana yang kamu sebutkan." tanya Zhang Han penasaran.
" Tidak yang mulia, saya hanya asal berkata." jawab Jiang tersenyum bodoh dihadapan Zhang.
Tiba-tiba Zhang mendekati Jiang, Jiang menelan ludahnya saat Zhang semakin dekat padanya.
" Malam ini terasa panjang permaisuri." kata Zhang han berbisik ditelinga Jiang Huan.
__ADS_1